LANDASAN TEORI
A. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Untuk mengetahui kinerja dari suatu bank, maka penulis memperbandingkan dua jenis bank, yaitu bank pemerintah dan bank swasta yang telah go public. Dalam sub bab ini akan diuraikan mengenai gambaran umum perusahaann perbankan yang akan diperbandingkan sebagai berikut. 1. perusahaan perbankan pemerintah
a. PT. Bank Negara Indonesia Tbk
Adalah bank milik pemerintah yang berdiri pada tahun 1946 dan go public pada tanggal 25 Novmber 1996.
b. PT. Bank Danamon Tbk
Adalah bank yang berdiri di tahun 1956 dengan status sebagai bank swasta. Namun pada periode pasca krisis mengalami perubahan status sebagai bank pemerintah. Bank ini mendaftarkan sahamnya pada 20 Mei 1996.
2. perusahaan perbankan swasta
a. PT. Bank Arta Niaga Kencana Tbk
Adalah bank swasta yang berdiri pada tanggal 18 September 1969 dan menjadi perusahaan public pada tanggal 28 September 2000.
b. PT. Bank Buana Indonesia Tbk
Adalah bank swasta yang berdiri pada tahun 1956 dan mendaftarkan sahamnya pada tahun 2000.
c. PT. Bank Central Asia Tbk
Adalah bank swasta yang berdiri pada tanggal 10 Agustus 1955 dengan nama Bank Central Asia NV. Bank ini menjadi perusahaan
public pada bulan Mei 2000. d. PT. Bank CIC Internasional Tbk
Adalah bank swasta yang berdiri pada tahun 1989 dan mendaftarkan sahamnya pada 25 Juni 1997.
e. PT. Bank Danpac Tbk
Adalah bank swasta yang berdiri pada tahun 1991 dan menjadi perusahaan public pada tanggal 3 Desember 1997.
f. PT. Bank Global Internasional Tbk
Adalah bank swasta yang berdiri pada tanggal 22 Agustus 1992 dan go public pada tanggal 23 Desember 1997.
g. PT. Bank Internasional Indonesia Tbk
Adalah bank swasta yang berdiri pada tahun 1959 dan company listing
pada tanggal 17 April 2000. h. PT. Bank Inter Pacific Tbk
Adalah bank swasta yang berdiri pada tanggal 24 Februari 1993 dan go public pada tanggal 10 Agustus 1990.
i. PT. Bank Lippo Tbk
Adalah bank swasta yang berdiri pada tahun 1948 dan company listing
pada tanggal 26 Juni 1992.
j. PT. Bank Mayapada Internasional Tbk
Adalah bank swasta yang berdiri pada tahun 1989 dan go public pada tanggal 23 Agustus 1997.
k. PT. Bank Mega Tbk
Adalah bank swasta yang berdiri pada tahun 1969 dan mendaftarkan sahamnya pada tanggal 17 April 2000.
l. PT. Bank Niaga Tbk
Adalah bank swasta yang berdiri pada tahun 1955 dan company listing
pada tanggal 1 Maret 1993. m. PT. Bank NISP Tbk
Adalah bank swasta yang berdiri pada tahun1941 dan menjadi perusahaan public pada tanggal 20 Oktober 1994.
n. PT. Bank Pan Indonesia Ltd
Adalah bank swasta yang berdiri pada tahun 1971 dan menawarkan saham perdana mereka pada tanggal 29 Desember 1982.
o. PT. Bank Pikko Tbk
Adalah bank swasta yang berdiri pada tahun 1968 dan menjadi perusahaan public pada tanggal 8 Januari 1997.
p. PT. Bank Victoria Internasional Tbk
Adalah bank swasta yang berdirim pada tahun 1992 dan company listing pada tanggal 30 Juni 1999.
B. LANDASAN TEORI
1. Laporan Keuangan
a. Pengertian dan tujuan laporan keuangan
Laporan keuangan merupakan produk dari akuntansi, begitu juga interpretasi laporan keuangan juga merupakan salah satu fungsi pokok dari akuntansi. Mengingat banyak pihak berkepentingan terhadap laporan keuangan tersebut (misalnya masyarakat, pemerintah, perpajakan, kreditur, para karyawan, pemegang saham, maupun manajemen), maka laporan keuangan yang disajikan tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Oleh karena itu, dalam melaksanakan proses akuntansi tersebut, perlu mendasarkan diri dengan adanya suatu konsep dasar (basic assumption) dan prinsip – prinsip yang diterima umum.
Menurut Standar Akuntansi Keuangan (Harianto et.al, 1998: 179) dikemukakan bahwa tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pemakaian keputusan ekonomi.
Pada umumnya laporan keuangan yang disajikan akan terdiri dari beberapa bentuk yaitu :
1) Neraca
Neraca merupakan bentuk laporan keuangan yang menggambarkan posisi keuangan suatu perusahan pada suatu periode tertentu yang meliputi aktiva, kewajiban, dan ekuitas.
2) Laporan laba rugi
Laporan laba rugi adalah suatu bentuk laporan keuangan yang memuat tentang perubahan laporan keuangan perusahaan pada periode akuntansi tertentu yang meliputi pendapatan dan biaya. 3) Laporan arus kas
Laporan srus kas adalah suatu bentuk laporan keuangan yang menyediakan informasi keuangan mengenai penerimaan kas dan pengeluaran kas dari seluruh aktivitas dan pendanaan sebuah perusahaan dalam suatu periode akuntansi.
b. Laporan keuangan untuk perbankan
Seperti halnya dengan perusahaan – perusahaan lain pada umumnya, bank juga mengenal dua macam laporan keuangan pokok, yaitu neraca dan laporan perhitungan rugi – laba. Neraca sebuah bank dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu aktiva dan pasiva. Selanjutnya pasiva sebuah bank terdiri dari utang dan modal.
Pada dasarnya isi dan bentuk sebuah bank tidak berbeda dengan neraca perusahaan – perusahaan di bidang lainnya. Perbedaannya terletak
pada bentuk – bentuk aktiva, bentuk – bentuk utang, bentuk – bentuk penerimaan dan biaya serta unsur – unsur laba dan unsur – unsur rugi yang membentuk neraca laporan keuangan bank.
Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 31 mengenai akuntansi perbankan, maka laporan keuangan bank terdiri dari :
1) neraca
2) laporan komitmen dan kontinjensi 3) laporan laba rugi
4) laporan arus kas
5) catatan atas laporan keuangan
Dalam pnelitian ini, penulis akan melakukan analisis rasio terhadap laporan keuangan perbankan yaitu neraca dan laporan laba rugi. Berikut ini akan diuraikan mengenai bentuk dan komponen laporan keuangan bank.
1) neraca
PT BANK “ XYZ “
NERACA PER TANGGAL 31 DESEMBER 200X a) AKTIVA
1.1. Kas
1.2. Giro pada Bank Indonesia 1.3. Giro pada Bank Lain
1.5. Surat – surat Berharga 1.6. Kredit yang Diberikan 1.7. Penyertaan
1.8. Pendapatan yang Masih Akan Diterima 1.9. Biaya Dibayar Dimuka
1.10.Aktiva Tetap 1.11.Aktiva Lain – lain b) KEWAJIBAN
2.1. Giro
2.2. Kewajiban Segera Lainnya 2.3. Tabungan
2.4. Deposito Berjangka 2.5. Sertifikat Deposito
2.6. Surat – surat berharga yang Diterbitkan 2.7. Pinjaman yang diterima
2.8. Beban yang masih Harus Dibayar 2.9. Kewajiban lain – lain
2.10. Pinjaman Subordinasi
2.11. Modal Pinjaman (Loan Capital) c) EKUITAS
3.1. Modal Disetor a. Saham biasa b. Saham preferen
3.2. Perkiraan Tambahan Modal Disetor a. Agio / Disagio
b. Modal Sumbangan
c. Penyesuaian akibat penjabaran laporan keuangan d. Lain – lain
3.3 Selisih Kembali Penilaian Aktiva Tetap 3.4. Saldo Laba
a. Cadangan tujuan b. Cadangan umum
c. Saldo Laba yang Belum Dicadangkan
2. laporan laba rugi
PT BANK XYZ
LAPORAN LABA RUGI DAN SALDO LABA PERIODE JANUARI S.D DESEMBER 200X I. PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
1. pendapatan bunga
1.1 bunga yang diperoleh xxx 1.2. provisi dan komisi kredit xxx xxx 2. beban bunga
2.2. hadiah xxx 2.3. provisi dan komisi yang dibayar
untuk mendapatkan dana xxx (xx) 3. pendapatan bunga netto xxx 4. pendapatan dan beban lainnya
4.1. provisi dan komisi yang diterima
selain dari penerimaan kredit xxx 4.2. provisi dan komisi yang dibayar
selain untuk menerima dana (xx) 4.3. pendapatan / beban dari provisi
dan komisi netto xxx 4.4. pendapatan lain xxx 4.5. beban overhead
i. beban umum dan administrasi (xx) ii. beban personalia (xx) iii. beban lain (xx) 4.6. pendapatan / beban lain netto xxx 5. pendapatan operasional netto xxx II.PENDAPATAN DAN BEBAN NON OPERASIONAL
1. pendapatan non operasional
1.1. keuntungan penjualan aktiva tetap xxx
1.2. lainnya xxx
2. beban non operasional
2.1. kerugian penjualan aktiva tetap (xx) 2.2. denda / sanksi (xx)
2.3. lainnya (xx)
(xx) 3. pendapatan / beban non operasional xxx III. LABA (RUGI)
1. laba atau rugi xxx
2. pos luar biasa xxx
3. pengaruh kumulatif dari perubahan
kebijakan akuntansi xxx 4. laba (rugi) sebelum Pph xxx 5. pajak penghasilan (xx) 6. laba (rugi) bersih tahun berjalan xxx IV. SALDO LABA
1. saldo laba tahun lalu xxx 2. jumlah saldo laba xxx 3. deviden yang dibayar (xx) 4. jumlah saldo laba xxx
dirinci atas
cadangan tujuan xxx
cadangan umum xxx
saldo laba yang belum dicadangkan xxx
Dalam kedua bentuk laporan keuangan bank diatas terdapat beberapa akun yang sama dengan akun dalam perusahaan manufaktur. Oleh karena itu, berikut ini penulis hanya akan menjelaskan akun – akun yang tidak ada dalam laporan keuangan perusahaan manufaktur. a) Aktiva
1. kas
adalah mata uang kertas dan logam baik rupiah maupun valuta asing yang masih berlaku sebagai alat pembayaran yang sah. Dalam hal ini tidak termasuk commemorative coin, emas batangan, dan mata uang emas serta valuta asing yang sudah tidak berlaku.
2. giro pada bank Indonesia
adalah saldo rekening giro bank baik dalam rupiah maupun dalam valuta asing di Bank Indonesia.
3. giro pada bank lain
adalah saldo rekening giro bank baik dalam rupiah maupun dalam valuta asing di bank lain.
4. penempatan pada bank lain
adalah penanaman deana bank pada bank lain, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, dalam bentuk interbank call money, tabungan, deposito berjangka, dan lain - lain yang sejenis, yang dimaksudkan untuk memperoleh penghasilan.
5. surat – surat berharga
adalah surat pengakuan hutang, wesel, saham, obligasi, sekuritas kredit, atau setip derivative dari surat berharga atau kepentingan lain atau suatu kewajiban dari penerbit, dalam bentuk yang lazim diperdagangkan dalam pasar uang dan pasar modal.
6. kredit yang diberikan
adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu,
7. penyertaan
adalah penanaman dana bank dalam bentuk saham perusahaan lainuntuk tujuan investasi jangka panjang, baik dalam rangka pendirian, ikut serta dalam lembaga keuangan lain, penyelamatan kredit atau lainnya.
8. aktiva lain – lain
adalah aktiva lain yang tidak dapat digolongkan ke dalam akun – akun diatas dan tidak cukup material untuk disajikan dalam akun tersendiri.
b) Kewajiban 1. giro
adalah simpanan pada pihak lain pada bank yang dapat digunakan sebagaimaklat pembayaran dan penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, kartu ATM,
sarana perintah pembayaran mlaiinya atau dengan cara pemindahbukuan antara lain dengan bilyet giro.
2. kewajiban segera lainnya
adalah kewajiban bank kepada pihak lain yang sifatnya wajib segera dibayarkan sesuai pwerintah pemberi amanat atau perjanjian yang telah ditetapkan sebelumnya.
3. tabungan
adalah simpanan pihak lain pada bank yang penarikannnya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek atau alat yang dapat dipersamakan dengan itu.
4. deposito berjangka
adalah simpanan pihak lain pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu menurut perjanjian antara penyimpan dengan bank yang bersangkutan.
5. sertifikat deposito
adalah deposito berjangka yang bukti simpanannya dapat diperdagamgkan.
6. pinjaman yang diterima
adalah fasilitas pinjaman yang diterima dari bank atau pihak lain termasuk Bank Indonesia baik dalam rupiah maupun dalam mata uang asing dan harus dibayar bila telah jatuh tempo.
7. kewajiban lain – lain
terdiri dari kewajiban – kewajiban bank yang tidak dapat digolongkan ke dalam akun diatas dan tidak cukup material untuk disajikan sendiri.
8. pinjaman subordinasi
adalah pinjaman yang diperoleh berdasarkan suatu perjanjian antara bank dengan pihak lain yang hanya dapat dilunasi apabila bank telah memenuhi kewajiban tertentu, dan hak tagihnya berlaku paling akhir dari semua simpanan dan pinjaman yang diterima dalam hal terjadi likuidasi.
9. modal pinjaman
adalah pinjaman yang didukungdengan menggunanakan instrumen yang disebut capital notes, loan stock, atau warkat lain yang dipersamakan dengan itu.
c) Ekuitas
1. modal disetor a) saham biasa b) saham preferen
2. perkiraan tambahan modal disetor a) agio / disagio
b) modal sumbangan
c) penyesuaian akibat penjabaran laporan keuangan d) lain – lain
3. selisih penilaian kembali aktiva tetap 4. saldo laba
a) cadangan tujuan
adalah cadangan yang dibentuk dari laba bersih setelah pajak yang tujuan penggunaannya telah ditetapkan.
b) cadangan umum
adalah cadangan yang dibentuk dari laba bersih setelah pajak yang dimaksudkan untuk memperkuat ekuitas.
c) saldo laba yang belum dicadangkan
terdiri dari laba rugi tahun lalu yang belum ditetapkan penggunaanya dan laba rugi tahun berjalan.
2. Kinerja Keuangan Perbankan
Evaluasi kinerja perbankan dilakukan untuk mengetahui bagaimanakah kinerja sebuah bank pada suatu periode tertentu. Mengacu pada evaluasi kinerja perbankan, maka definisi kinerja adalah suatu hasil nyata yang dapat dicapai, yang kadang – kadang dapat digunakan untuk menunjukkan dicapainya hasil positif tunggal. Dengan mengetahui kinerja suatu bank, kita akan dapat menilai kemampuan daya saing dan pangsa pasar bank dalam suatu kelompok bank yauti bank yang telah go public.
Disamping hal tersebut, penilaian kinerja juga dapat digunakan untuk mengetahui tingkat perkembangan usaha suatu bank dari suatu periode ke periode yang lain.
BAB III