BAB III. METODE PENELITIAN …
B. Gambaran Umum Perusahaan
1. Sejarah Berdirinya PT. Bank Sumut Medan
Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara didirikan pada tanggal 4 Nopember 1961 dengan Akte Notaris Rusli Nomor 22 dalam bentuk Perseroan Terbatas. Berdasarkan Undng-Undang Nomor 13 Tahun 1962 tentang Ketentuan Pokok Bank Pembangunan Daerah, bentuk usaha dirubah menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sesuai dengan Peraturan Daerah Tingkat I Sumatera Utara Nomor 5 Tahun 1965, dengn modal dasar sebesar Rp. 100 juta dan saham dimiliki oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Sumatera Utara dan Pemerintah Daerah Tingkat II se-Sumaera Utara. Dalam perkembangan selanjutnya, sesuai dengan kebutuhan, terjadi beberapa kali perubahan Peraturan Daerah untuk meningkatkan Modal Disetor.
Pada tanggal 16 April 1999 bentuk Badan Hukum dirubah kembali menjadi Perseroan Terbatas sesuai dengan Akte Pendirian Perseroan Terbatas No. 38 Tahun 1999 Notaris Alina Hanum Nasution SH yang telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor C8224 HT. 01.01 TH’99, dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor 54 tanggal 6 Juli 1999, dengan Modal Dasar sebesar Rp. 400 milyar. Dasar perubahan Bentuk Hukum dan Modal Dasar sebelumnya telah dituangkan dalam Peraturan Daerah Tingkat I Sumatera Utara Nomor 2 Tahun 1999. Sesuai dengan kebutuhan dan
perkembangan selanjutnya dengan Akte Nomor 31 tanggal 15 Desember 1999 Modal Dasar ditingkatkan menjadi Rp. 500 milyar.
PT. Bank Sumut masih tetap memfokuskan penyaluran kreditnya kepada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang produktif sehingga dapat menstimulus aktivitas ekonomi di daerah dan tetap melakukan pemberian kredit kepada kontraktor untuk pembangunan proyek pemerintah, para pengusaha dan kredit yang pengembaliannya bersumber dari penghasilan tetap seperti kredit kepada pegawai negeri sipil dan swasta.
2. Bentuk dan Arti Logo Bank Sumut
Bentuk Logo menggambarkan dua elemen dalam bentuk huruf “U” yang saling berkait bersinergy membentuk huruf “S” yang merupakan kata awal “Sumut”. Sebuah penggambaran bentuk kerjasama yang sangat erat antara Bank SUMUT dengan masyarakat Sumatera Utara sebagaimana visi Bank SUMUT.
Jenis huruf “Platino Bold” sederhana dan mudah dibaca. Penulisan Bank dengan huruf kecil dan SUMUT dengan huruf kapital guna lebih mengedepankan Sumatera Utara, sebagai gambaran keinginan dan dukungan untuk membangun dan membersihkan Sumatera Utara.
3. Visi dan Misi Bank Sumut
Visi Bank Sumut adalah menjadi bank andalan untuk membantu dan mendorong pertumbuhan perekonomian dan pembangunan daerah di segala bidang serta sebagai salah satu sumber pendapatan daerah dalam rangka peningkatan taraf hidup rakyat.
Misi Bank Sumut adalah mengelola dana Pemerintah dan Masyarakat secara profesional yang didasarkan pada prinsip-prinsip compliance (prinsip kehati-hatian).
4. Fungsi Bank Sumut
Fungsi Bank Sumut adalah sebagai alat kelengkapan Otonomi Daerah di daerah Perbankan, PT. Bank Sumut berfungsi sebagai penggerak dan pendorong laju pembangunan di daerah, bertindak sebagai Pemegang Kas Daerah yang melaksanakan penyimpanan uang daerah serta sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah dengan melakukan kegiatan usaha sebagai Bank Umum seperti dimaksudkan pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992, tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998.
5. Struktur Organisasi dan Job Description
Struktur organisasi adalah suatu bagan yang menggambarkan sistematis mengenai penetapan tugas-tugas dan wewenang serta tanggung jawab masing-masing dengan tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Tujuan untuk membina keharmonisan kerja agar pekerjaan dapat dilaksanakan
dengan teratur dan baik untuk mencapai tujuan yang diinginkan secara maksimal.
Struktur organisasi PT. Bank Sumut adalah sebagai berikut:
a. Kantor Pusat
1. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS);
2. Dewan Komisaris (Dekom)
Dewan Komisaris dipilih dan diangkat oleh RUPS.
Dalam melaksanakan tugasnya, Dewan Komsaris dapat menerima saran dan pertimbangan dari Penasehat Dewan Komisaris.
Untuk tugas-tugas administrasi, Dewan Komisaris dibantu oleh seorang Sekretaris Dewan Komisaris.
3. Dewan Pengawas Syariah (DPS)
Dewan Pengawas Syariah dipilih dan diangkat oleh RUPS.
Dewan Pengawas Syariah adalah badan independen yang ditempatkan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) pada bank, sehubungan dengan unit usaha syariah.
4. Direksi
Direksi terdiri dari: Direktur Utama Direktur Kepatuhan. Direktur Umum
5. Divisi
Divisi Perencanaan
Divisi Kepatuhan & Manajemen Risiko Divisi Sumber Daya Manusia
Divisi Teknologi Informasi & Akuntansi Divisi Umum
Divisi Treasury Divisi Kredit
Divisi Penyelamatan Kredit Divisi Usaha Syariah 6. Sekretaris Direksi
7. Kantor Cabang Utama
Kantor Cabang Utama terdiri dari Pemimpin Cabang Utama;
Wakil Pemimpin Cabang terdiri dari Bagian;
Seksi;
8. Kantor Cabang
Kantor Cabang terdiri dari Pemimpin Cabang;
Seksi;
9. Kantor Cabang Syariah
10.Kantor Cabang Pembantu
11.Kantor Kas
12.Kas Mobil/Payment Point
Tugas-Tugas Kepala Divisi Bank Sumut Medan 1. Tugas Pemimpin Divisi Pengawasan
a. Merumuskan kebijakan Bank dalam mengamankan dan
menyelamatkan harta Bank.
b. Merumuskan kebijakan Bank dalam mengawasi dan membina
seluruh unit kerja Bank untuk mencapai efisiensi dan efektivitas. c. Merumuskan program kerja audit tahunan dan audit khusus.
d. Mengusulkan kepada Direksi Rencana Kerja dan ANggaran Divisi
Pengawasan untuk dimasukkan ke dalam Rencana ANggaran Tahunan, Menengah dan Panjang Bank.
e. Melaporkan kepada Direksi atas temuan hasil pemeriksaan. f. Mengevaluasi efektivitas pelaksanaan ketentuan yang berlaku.
g. Membentuk Tim Audit untuk melaksanakan tugas audit tahunan
dan audit khusus.
h. Mengevaluasi efektifitas pelaksanaan penerapan manajemen risiko.
i. Membina pejabat, staf dan pegawai dalam lingkungan Divisi
Pengawasan gun meningkatkan keterampilan kerja, pengetahuan dan sikap kerja.
j. Mengusulkan pendidikan dan latihan yang dibutuhkan dalam
rangka pengembangan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan dari pejabat/staf/pegawai di Divisi Pengawasan.
k. Melakukan koordinasi dan supervisi atas pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh masing-masing Kepala Bidangnya.
l. Melakukan koordinasi dengan unit-unit kerja lainnya.
m. Mewakili Bank dalam mengadakan hubungan/kerjasama dengan
pihak lain berkaitan pelaksanaan fungsi Divisi Pengawasan. n. Melaksanakan tugas-tugas lainnya sesuai dengan keperluannya.
2. Tugas Pemimpin Divisi Perencanaan
a. Merumuskan rencana strategic Bank sesuai kebijakan umum
Direksi untuk dituangkan di dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan, Rencana Jangka Menengah dan Rencana Jangka Panjang.
b. Merumuskan kebijakan Bank untuk pengembangan usaha Bank.
c. Melakukan penelitian dan pengembangan untuk kemajuan usaha
Bank.
d. Merumuskan kebijakan dan strategi Bank untuk pembinaan
cabang.
e. Mengajukan usulan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Bank,
Rencana Jangka Menengah dan Rencana Jangka Panjang.
f. Mengajukan usul dan saran kepada Direksi tentang
langkah-langkah antisipasi yang perlu dilaksanakan dalam usaha memperbaiki dan meningkatkan kinerja Bank berdasarkan hasil evaluasi performance Bank.
g. Merencanakan kerjasama dengan Lembaga Pemerintah dan pihak
h. Membina pejabat, staf dan pegawai dalam lingkungan Divisi Perencanaan, Pengembangan dan Pembinaan Cabang guna meningkatkan keterampilan kerja, pengetahuan dan sikap kerja.
i. Mengusulkan pendidikan dan latihan yang dibutuhkan dalam
rangka pengembangan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan dari pejabat staf/pegawai di Divisi Perancanaan, Pengembangan dan Pembinaan Cabang.
j. Melakkan koordinasi dan supervisi atas pekerjaan-pekerjaan yang
dilakukan oleh masing-masing Kepala Bidangnya. k. Melakukan koordinasi dengan unit-unit kerja lainnya.
l. Mewakili Bank dalam meringankan hubungan/kerjasama dengan
pihak lain berkaitan pelaksanaan fungsi Divisi Perencanaan, Pengembangan dan Pembinaan Cabang.
m. Melaksanakan tugas-tugas lainnya sesuai dengan keperluannya.
3. Tugas Pemimpin Divisi Kepatuhan dan Manajemen Resiko
a. Memberikan pertimbangan dalam penataan kebijakan/ketentuan
Bank agar tidak bertentangan dengan peraturan dan perundangan eksternal yang sederajat maupun lebih tinggi.
b. Memantau kebijakan kepatuhan terhadap ketentuan-ketentuan baik
internal maupun eksternal yang berlaku.
c. Mengusulkan kepada Direksi Rencana Kerja dan Anggaran Divisi
Kepatuhan untuk dimasukkan ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan, Menengah dan Panjang Bank.
d. Memberikan pertimbangan-pertimbangan kepada Direksi atas keputusan yang bertentangan dengan kepatuhan dan risiko-risiko yang mungkin terjadi.
e. Memantau dan menjaga kepatuhan Bank terhadap perjanjian dan
komitmen yang dibuat oleh Bank kepada Bank Indonesia dan pihak lain.
f. Memantau pelaksanaan strategi Manajemen Risiko yang telah
disetujui oleh Direksi.
g. Memantau posisi risiko secara keseluruhan (composite), per jenis risiko dan per jenis aktivitas fungsional serta melakukan stress testing.
h. Mengkaji ulang secara berkala terhadap proses Manajemen Risiko. i. Melakukan kajian usulan aktivitas dan atau produk baru.
j. Mengevaluasi terhadap akurasi model dan validitas data yang
digunakan untuk mengukur risiko, bagi Bank yang menggunakan model untuk keperluan intern (internal model).
k. Menyusun dan menyampaikan laporan profit/komposisi risiko
kepada Direktur Utama atau Direktur yang ditugaskan secara khusus dan Komite Manajemen Risiko secara berkala.
l. Bekerjasama dengan Satuan Pengawasan Intern memantau kondisi
dan situasi yang memungkinkan terjadinya tindakan yang melanggar kepatuhan dan prinsip kehati-hatian.
m. Berperan aktif dalam Komite Manajemen Risiko sebagai Sekretaris Komite, antara lain mempersiapkan agenda acara rapat komite yang akan dibahas.
n. Membina pejabat, staf dan pegawai dalam lingkungan Divisi
Kepatuhan guna meningkatkan keterampilan kerja, pengetahuan dan sikap kerja.
o. Mengusulkan pendidikan dan latihan yang dibutuhkan dalam
rangka pengembangan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan dari pejabat/staf/pegawai di Divisi Kepatuhan;
4. Tugas Pemimpin Divisi Sumber Daya Manusia
a. Merumuskan kebutuhan Sumber Daya Manusia jangka pendek
maupun jangka panjang.
b. Merumuskan strategi dan rencana pengembangan Sumber Daya
Manusia yang profesional.
c. Merumuskan dan mengembangkan budaya kerja perusahaan
(corporate culture).
d. Merumuskan penyelesaian atas masalah ketenaga kerjaan Bank.
e. Mengusulkan kepada Direksi Rencana Kerja dan Anggaran Divisi
Sumber Daya Manusia untuk dimasukkan ke dalam Rencana Anggaran Tahunan, Menengah dan Panjang Bank.
f. Membina pejabat, staf dan pegawai dalam lingkungan Divisi
Sumber Daya Manusia guna meningkatkan keterampilan kerja, pengetahuan dan sikap kerja.
g. Mengusulkan pendidikan dan latihan yang dibutuhkan dalam rangka pengembangan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan dari pejabat/staf/pegawai di Divisi Sumber Daya Manusia.
h. Melakukan koordinasi dan supervisi atas pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh masing-masing Kepala Bidangnya.
i. Melakukan koordinasi dengan unit-unit kerja lainnya.
j. Mewakili Bank dalam mengadakan hubungan/kerjasama dengan
pihak lain berkaitan pelaksanaan fungsi Divisi Sumber Daya Manusia.
k. Melaksanakan tugas-tugas lainnya sesuai dengan keperluannya.
5. Tugas Pemimpin Divisi Teknologi Informasi & Akuntansi
a. Merumuskan kebijakan Bank dalam penerapan sistem administrasi
keuangan yang handal dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.
b. Merumuskan kebijakan pengembangan dibidang teknologi sistem
informasi dengan tetap memperhatikan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dan atau lembaga yang berkompeten lainnya .
c. Mengusulkan kepada Direksi Rencana Kerja dan Anggaran Devisi
Administrasi keuangan untuk dimasukkan ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan, Menengah dan Panjang Bank.
d. Menyampaikan saran-saran kepada Direksi sebagai bahan
pertimbangan dalam menetapkan kebijaksanaan / keputusan dalam bidang Teknologi Informasi dan akuntansi.
e. Membina pejabat, staf dan pegawai dalam lingkungan Devisi Administrasi Keuangan guna meningkatkan keterampilan kerja, pengetahuan dan sikap kerja.
f. Mengusulkan pendidikan dan latihan yang dibutuhkan dalam
rangka pengembangan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan dari pejabat / staf / pegawai di Divisi Administrasi Keuangan.
g. Melakukan koordinasi dan supervisi atas pekerjaan – pekerjaan
yang dilakukan oleh masing-masing Kepala Bidangnya. h. Melakukan koordinasi dengan unit – unit keda lainnya.
i. Mewakili Bank dalam mengadakan hubungan / kerjasama dengan
pihak lain berkaitan pelaksanaan fungsi Divisi Administrasi Keuangan.
j. Melakukan tugas-tugas lainnya sesuai dengan keperluannya.
6. Tugas Pemimpin Divisi Umum
a. Melakukan penyidikan, perawatan serta pengamanan terhadap
penggunaan sarana dan prasana kerja Bank secara efektif dan efisien.
b. Mengusulkan kepada Direksi Rencana Kerja dan Anggaran Divisi
Umum untuk dimasukkan ke dalam Rencana Kerja Anggaran Tahunan, Menengah dan Panjang Bank.
c. Mengkoordinir seluruh unit kerja menyangkut pengadaan sarana
d. Menyediakan dana kas kecil (petty cash), perangko dan materi sesuai dengan ketentuan.
e. Membina pejabat, staf dan pegawai dalam lingkungan Divisi
Umum guna meningkatkan keterampilan kerja, pengetahuan dan sikap kerja.
f. Mengusulkan pendidikan dan latihan yang dibutuhkan dalam
rangka / pengembangan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan dari pejabat / staf / pegawai di Devisi Umum.
g. Melakukan koordinasi dan supervisi atas pekerjaan – pekerjaan
yang dilakukan oleh masing-masing Kepala Bidangnya. h. Melakukan koordinasi dengan unit-unit kerja lainnya.
i. Mewakili Bank dalam mengadakan hubungan / kerjasama dengan
pihak lain berkaitan pelaksanaan fungsi Divisu Umum.
j. Melaksanakan tugas-tugaas lainnya sesuai dengan keperluannya.
7. Tugas Pemimpin Divisi Treasury
a. Merumuskan kebijaksanaan Bank dibidang pendanaan, produk dan
jasa bank ke dalam ketentuan – ketentuan.
b. Merumuskan ketentuan – ketentuan yang menyangkut
penghimpunan dana dan penempatan dana selain kredit serta produk dan jasa bank yang berbasis kepatuhan dan prinsip kehati-hatian.
c. Mengusulkan kepada Direksi Rencana Kerja Anggaran Divisi Treasury untuk dimasukkan ke dalam Rencana Anggaran Tahunan, Menengah dan Panjang Bank.
d. Merencanakan, memonitor dan mengevaluasi penempatan dana /
pemenuhan kebutuhan dana Bank.
e. Membina pejabat, staf dan pegawai dalam lingkungan Divisi
Treasury guna meningkatkan keterampilan kerja, pengetahuan dan sikap kerja.
f. Mengusulkan pendidikan dan latihan yang dibutuhkan dalam
rangka pengembangan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan dari pejabat / staf / pegawai di Divisi Treasury.
g. Melakukan koordinasi dan supervisi atas pekerjaan – pekerjaan
yang dilakukan oleh masing-masing Kepala Bidangnya. h. Mewakili tugas-tugas lainnya sesuai dengan keperluannya.
8. Tugas Pemimpin Divisi Kredit
a. Merumuskan kebijakan Bank dalam menetapkan langkah-langkah
penyaluran kredit.
b. Memberikan peringatan dini atas portofolio kredit;
c. Menerima dan mengevaluasi umpan balik dari Kantor Cabang atas
pemasaran produk kredit.
d. Mengusulkan kepada Direksi Rencana Kerja dan Anggaran Divisi
Kredit untuk dimasukkan ke dalam Rencana Kerja Anggaran Tahunan, Menengah dan Panjang Bank.
e. Menyampaikan saran-saran dan pertimbangan-pertimbangan kepada Direksi sehubungan dengan pelaksanaan tugas-tugas di Divisi Kredit.
f. Melakukan penilaian terhadap pembahasan kredit/Bank Garansi
yang di atas wewenang Pemimpin Cabang untuk diajukan kepada Direksi.
g. Merumuskan kebijakan perkreditan dan pedoman pelaksanaan
kredit yang berbasis pengendalian terhadap kepatuhan dan prinsip kehati-hatian.
h. Membina pejabat, staf dan pegawai dalam lingkungan Divisi
Kredit guna meningkatkan keterampilan kerja, pengetahuan dan sikap kerja.
i. Mengusulkan pendidikan clan- latihan yang dibutuhkan dalam
rangka pengembangan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan dari pejabat/staf/pegawai di Divisi Kredit.
j. Melakukan koordinasi dan supervisi atas pekerjaan-pekerjaan yang dilakuan oleh masing-masing Kepala Bidangnya.
k. Melakukan koordinasi dengan unit-unit kerja lainnya.
l. Mewakili Bank dalam mengadakan hubungan/kerjasama dengan
pihak lain berkaitan pelaksanaan fungsi Divisi Kredit.
9. Tugas Pemimpin Divisi Penyelematan Kredit
a. Merumuskan kebijakan Bank dalam pengelolaan penyelesaian
kredit bermasalah.
b. Mengusulkan kepada Direksi Rencana Kerja dan ANggaran Divisi
Penyelamatan Kredit untuk dimasukkan ke dalam Rencana Kerja Anggaran Tahunan, Menengah dan Panjang Bank.
c. Membentuk dan membimbing Tim Penagihan kredit bermasalah.
d. Menerbitkan nomor dan tanggal surat/dokumen untuk Peraturan
Bank, Surat Keputusan, Surat Edaran, Instruksi, Nota Dinas dan surat/dokumen lainnya.
e. Memonitor laporan-laporan Direksi kepada Dewan Komisaris
ataupun pihak lainnya apakah telah diselesaikan dan dilaksanakan tepat waktu oleh Divisi terkait.
f. Mengumpulkan berbagai informasi dari eksternal yang
berhubungan dengan Bank SUMUT untuk disampaikan kepada Direksi.
g. Memantau pelaksanaan disposisi Direksi atas surat/dokumen yang
masuk, hasil-hasil keputusn rapat dan perintah lisan/tertulis Direksi untuk selanjutnya melaporkan kepada Direksi secara berkala atau sewaktu-waktu atas disposisi/keputusan/perintah yang belum terlaksana.
h. Mengatur janji, acara/kegiatan, jadwal rapat/pertemuen yang
i. Menyusun dan membuat risalah rapat (notulen) Direksi, rapat Direksi dengan Divisi, rapat Direksi dengan Pimpinan Cabang, rapat Direksi dengan Pimpinan Cabang, rapat Direksi dengan pihak internal maupun eksternal yang diselenggarakan Bank.
j. Mengatur penerimaan telepon masuk untuk Direksi dan mengatur
kunjungan tamu Direksi.
k. Mempersiapkan dan mengatur akomodasi, transportasi serta
jamuan makan tamu Direksi. l. Mengatur perjalan dinas Direksi.
A. Data Penelitian
1. Penggolongan Aktiva Tetap
Jenis aktiva tetap yang ada di perusahaan adalah seluruh aktiva yang diperoleh perusahaan dengan tujuan untuk digunakan dalam kegiatan operasional serta memiliki umur ekonomis lebih dari satu tahun PT. Bank Sumut memiliki beberapa jenis aktiva tetap yang antara lain:
a. Tanah
Tanah yang dimiliki perusahaan terdiri dari lokasi berdirinya gedung kantor, tanah rumah pemimpin cabang.
b. Gedung/Bangunan
Perusahaan ini memiliki gedung dan bangunan yang terdiri dari:
- Gedung/bangunan kantor.
- Gedung/bangunan rumah dinas.
c. Kenderaan.
Adapun kenderaan perusahaan yang dimiliki perusahaan adalah :
- Sedan Mitsubishi.
- Toyota Kijang
d. Komputer
Adapun komputer yang dimiliki PT. Bank Sumut adalah :
- Komputer - Notebook - Printer e. Peralatan Komunikasi - Pesawat Telephon - Pesawat Telex - Pesawat SSB f. Mesin dan AC
- Mesin tik Olivetti - Mesin hitung Casio g. Inventaris lainnya
- Golongan 1 ( masa manfaat 4 tahun) Meja tulis
Lemari kayu
- Golongan 2 (masa manfaat 8 tahun). Lemari Besi
2. Perolehan Aktiva Tetap
PT. Bank Sumut memiliki aktiva tetap yang nilainya cukup besar. Aktiva tetap ini berguna bagi perusahaan untuk kegiatan operasi perusahaan dalam bidang jasa Perbankan. Adapun aktiva tetap tersebut berupa gedung/bangunan, kenderaan, tanah, maupun peralatan-peralatan lain atau peralatan kantor yang menunjang terlaksananya kegiatan operasi perusahaan.
Adapun perusahaan memperoleh aktiva tetap melalui 2 cara, yaitu: a. Perolehan Secara Tunai
Perolehan aktiva tetap secara tunai dinilai berdasarkan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh aktiva tetap tersebut. Potongan pembelian ditangani sebagai pengurangan harga perolehan aktiva, sebagaimana yang sifatnya merupakan pengurangan dalam harga beli.
b. Perolehan Secara Kredit
Aktiva tetap yang diperoleh secara kredit dinilai berdasarkan harga perolehannya secara tunai, sehingga bunga atas pembelian kredit tidak dikapitalisasikan, melainkan diakui sebagai biaya.
Selama masa pemakaian aktiva tetap, perusahaan harus mengeluarkan biaya yang tujuannya antara lain untuk pemeliharaan dan perawatan, perbaikan atas kerusakan kecil ataupun besar, penambahan atau penyempurnaan dan lain-lain. Hal ini semuanya dilakukan agar aktiva
tetap tersebut dapat bertahan selama masa pemakaian dan dapat memberikan keuntungan sebagaimana yang diharapkan. Pengeluaran tersebut umumnya dapat memberikan manfaat langsung kepada aktiva tetap tersebut, baik yang terbatas pada tahun berjalan maupun untuk tahun-tahun mendatang.
3. Penyusutan Aktiva Tetap
Penggolongan umur ekonomis aktiva tetap dalam hal ini komputer berdasarkan keputusan Direksi PT. Bank Sumut No. 034/DIR/BKU-PB/SE/95 tangga l 0 Juni 1995 terbagi atas 3 golongan tahun yaitu:
a. Golongan Gedung dan Bangunan.
Masa manfaat 20 tahun dengan tarif penyusutan 5% per tahun dari harga beli, dengan menggunakan metode penyusutan Garis Lurus sebesar 5% setahun dari harga perolehan.
Contoh:
Dibeli gedung kantor dengan harga perolehan sebesar Rp 24.000.000.
- Penyusutannya setiap tahun adalah Rp 24.000.000 x 5% = Rp 1.200.000.
- Penyusutannya setiap bulan adaah Rp 1.200.000 : 12 = Rp 100.000.
Perhitungan penyusutan dilakukan secara bulanan dan besar penyusutan setahun berdasarkan lama bulan penyusutan pada bulan berjalan.
Contoh:
Gedung yang dibeli / dipergunakan dengan pembayaran lunas pada tanggal 15 Juli 1994 adalah 6 x Rp 100.000,- = Rp 600.000,-.
Apabila dalam tahun berjalan diadakan perluasan gedung yang dibukukan pada pos Gedung dan Rumah, maka jumlah penyusutan setiap bulan akan berubah sejak dibukukan pos pertambahan tersebut. Contoh :
Terhadap Gedung Kantor yang dibeli tahun 1990 seharga Rp 102.000.000 diadakan perluasan di tahun 1994 sebesar Rp 26.000.000 dan dibukukan pada tanggal 23 Juli 1994. Besarnya penyusutan dihitung sebagai berikut:
a. Penyusutan sebelum dibukukan biaya perluasan adalah: 5% x Rp 102.000.000 = Rp 5.100.000.
Biaya Penyusutan perbulan sejak Januari sampai dengan Juni 1994 adalah Rp 5.100.000,- /12 = Rp 425.000.
b. Penyusutan setelah dibukukan biaya perluasan adalah: 5% x (Rp 102.000.000 + Rp 26.000.000) = Rp 6.400.000,- Biaya penyusutan perbulan sejak bulan Juli 1994 adalah :
Rp 6.400.000 / 12 = Rp 533.333.
Demikian seterusnya apabila ada tambahan harga Gedung dan Rumah.
b. Aktiva Tetap Golongan I
Masa manfaat 4 tahun dengan tarif penyusutan 50% per tahun dari nilai buku. Aktiva tetap yang termasuk kedalam Golongan I ditetapkan masa penggunaan selama 4 tahun, dengan menggunakan metode penyusutan Menurun Ganda sebesar 50% setahun dari nilai buku. Contoh :
Dibeli mobil dengan harga Rp 20.000.000 pada bulan Agustus 1995. Penyusutannya adalah:
Tahun ke 1 : 50 % x Rp 20.000.000 = Rp 10.000.000,-
Tahun ke 2 : 50 % x Rp 10.000.000 = Rp 5.000.000,-
Tahun ke 3 : 50 % x Rp 5.000.000 = Rp 2.500.000,-
Tahun ke 4 : Rp 2.500.000 - Rp 1 = Rp 2.499.999,-
Perhitungan penyusutannya dibukukan secara bulanan dengan rumus : ( Penyusutan 1 tahun / Jumlah bulan penyusutan dalam tahun bersangkutan ) x Rp 1,-.
Misalnya mobil yang dibeli pada bulan Agustus 1995, seperti contoh diatas, penyusutan untuk tahun 1995 adalah 50% x Rp 20.000.000 = Rp 10.000.000.
Penyusutan setiap bulan sejak bulan Agustus 1995 sampai dengan Desember 1995 adalah sebesar Rp 10.000.000 : 12 = Rp 833.333,-. Penyusutan untuk 5 bulan adalah 5 x Rp 833.333,- = Rp 4.166.665. Selanjutnya untuk tahun 1996 penyusutan perbulan adalah sebesar 50% x (Rp 20.000.000 – Rp 4.166.665) = Rp 7.916.668.
Penyusutan perbulan Rp 7.916.668 : 12 = Rp 659.722 dengan catatan untuk bulan Desember besar penyusutannya adalah sebesar Rp 659.726,- disesuaikan dengan angka pembulatan, sehingga jumlah penyusutan untuk tahun 1995 menjadi Rp 7.916.668,-.
c. Aktiva tetap Golongan II
Aktiva tetap yang termasuk ke dalam golongan II ditetapkan masa penggunaan selama 8 (delapan) tahun dengan menggunakan Metode Penyusutan Menurun Ganda sebesar 25% setahun dari nilai buku Contoh :
Mesin genset seharga Rp 20.000.000,- dibeli bulan Januari, maka penyusutannnya adalah sebagai berikut:
Tahun ke 1 : 25% x Rp 20.000.000,- = Rp 5.000.000,-.
Tahun ke 2 : 25% x Rp 15.000.000,- = Rp 3.750.000,-
Tahun ke 3 : 25% x Rp 11.250.000,- = Rp 2.812.500,-
Tahun ke 4 : 25% x Rp 8.437.500,- = Rp 2.109.375,-
Tahun ke 6 : 25% x Rp 4.746.094,- = Rp 1.186.523,-
Tahun ke 7 : 25% x Rp 3.559.571,- = Rp 889.893,-
Tahun ke 8 : Rp 2.669.668 – 1 = Rp 2.669.667,-.
Perhitungan penyusutan bulanan adalah dengan membagi jumlah penyusutan untuk setiap tahun dengan 12.
Adapun untuk aktiva tetap yang diperoleh pada tanggal 1 – 15, penyusutannya dihitung mulai bulan perolehan tersebut. Apabila aktiva