BAB III METODELOGI PENELITIAN
4.1 Gambaran Umum Perusahaan
Dalam penelitian ini yang dijadikan objek dalam penelitian adalah perusahaan dengan periode pengamatan pada tahun 2009-2012. Adapun gambaran umum perusahaan Industri Tekstil dan Garmen adalah sebagai berikut:
4.1.1 Sektor Industri Tekstil dan Garmen
1. PT Polychem Indonesia tbk (ADMG)
PT Polychem indonesia tbk ( dahulu PT GT Petrochem industries tbk ) didirikan pada tanggal 25 april 1986 dan mulai berproduksi pada tahun 1990, berdasarkan anggaran yang dimiliki oleh perusahaan ruang lingkup kegiatan ADMG adalah industri pembuatan polyester chips, polyester filament, engineering resin, ethylene glycol, polyester staple fiber dan petrokimia, pertenunan, permintalan dan industri tekstil. Hasil produksi di pasarkan di dalam negeri dan luar negeri termasuk di Asia, Amerika Serikat, Eropa, Australia dan Afrika, kantor pusat ADMG ini berdomisili di wisma 46 kota BNI lantai 20 , Jalan Jend. Sudirman, Kav 1, Jakarta sedangkan pabriknya terletak di Tanggerang, Karawang dan Merak.
2. PT Ever Shnie Textile (ESTI)
PT Ever Shine Tex Tbk, didirikan pada tahun 1974, bersama dengan dua anak perusahaannya, PT Indo Yongtex Jaya dan PT Primarajuli Sukses, dikenal sebagai prosuden tekstil terpadu di Indonesia yang memproduksi benang, kain, dan garmen. PT Ever Shine Tex Tbk tercatat pada Bursa Efek Jakarta sejak tahun
1992. Selain memproduksi kain untuk industry garmen, Ever shinetex juga memproduksi bermacam produk yang bermutu yang dapat dipakai untuk berbagai macam industry seperti industry paying, tenda, sleeping bag, teplak meja, sepatu olah raga, pakaian olah raga, pakaian renang, kain gorden, pakaian dalam, dan mainan anak-anak. Kain anti static, anti basah dan kedap air juga diproduksi oleh ESTI.
3. PT Panasia Indo Resources ( HDTX)
PT Panasia Indo Resources adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri Tekstil, HDTX didirirkan pada tanggal 06 April 1973 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahu 1974. Ruang lingkup kegiatan HDTX meliputi usaha dalam bidang proses bahan baku serat (polimerisasi), twisting, permintalan, pertenunan, industri Tekstil, pertambangan energi dan perdangan umum, Pabrik perseroan terletak di Bandung yaitu tepatnya di Jln. Moh Toha.
4. PT Indo Rama Synthetic (INDR)
PT Indo Rama Synthetic adalah perusahaan yang bergerak di bidang Tekstil yang memproduksi permintalan benang, benang polyester filamaent, polyester staple fibers, pet resin, tekstil grade chips, dan kain polyester. PT Indo Rama Synthetic didirirkan pada tanggal 03 April 1974 dalam rangka Penanaman Modal Asing “ PMA” dan memulai kegiatan usahanya pada tahun 1976. Kantor pusat INDR ini berlokasi di Graha Irama, Lantai 17, Jln. H.R Rasuna Said, blok X-1, kav 1-2 Jakarta 12950.
5. PT Pan Brother tbk (PBRX)
PT Pan Brother tbk didirikan pada tanggal 21 agustus 1980 pan brother bergerak di bidang industri appararel dengan memproduksi berbagai pakaian jadi dan berkantor dipusat Tanggerang dengan pabrik perseroan terletak di Tanggerang, Bonyolali, Sragendan kantor representative terdapat di singapura, Hongkong dan Taiwan. PT Pan Brother memproduksi “cut dan swint kulit garmen” seperti polo Tshirt, Golft Tshirt dan juga jaket.
6. PT Ricy Putra Globalindo tbk (RICY)
PT Ricy Putra Globalindo Tbk didirika pada taggal 22 Desember 1987 dan mulai beroperasi pada tahun 1988. Kantor pusat Ricy berlokasi di Jl. Sawah Lio II No. 29-37 Jembatan Lima, Tamboran, Jakarta 11250 sedangkan pabrik berlokasi di ceteureup-Bogor dan Cicalengkang-Bandung. Berdasarkan anggaran dasar perusahaan Ricy, Ruang lingkup kegiatan terutama bergrak di bidang industry pembuatan pakaian dalam dan pakaian jadi ( fashion wear). Saat ini Ricy memiliki 2 bidang usaha :
1. Pakaian jadi yang di kelompokkan dalam 3 produk utama yaitu: pakaian dalam pria, produk pakaian jadi, produk pakaain jadi dan produk pakaian pesanan khusus.
2. Benang rajut yang terdiri dari benang rajut katun. 7. PT Sunson Textile Manufacture (SSTM)
PT Sunson Textile Manufacture Tbk adalah salah satu perusahaan tekstil yang adala di Indonesia, kegiatan utama usaha perusahaan SSTM adalah bidang industri terpadu termasuk memproduksi dan menjual benang , kain dan produksi
barang lainnya. SSTM didirikan dengan nama PT Sandang Usaha Nasional Indonesia Tekstil Industri dan memulai kegiatan komersialnya pada tahun 1973.
8. PT Star Petrochem tbk ( STAR)
PT Star Petrochem tbk adalah perusahaan yang bergerak dalm bidang industri dan aktivitas STAR adalah menjalankan usaha dalam bidang pembangunan, perindustrian, pertambangan, pengangkutan darat, pertanian, percetakan, perbengkelan, jasa kecuali jasa di bidang hukum dan pajak. Saat iniperusahaan bergerak dalam usaha perdangangan besar. PT STAR didirikan pada tanggal 19 mei 2008 dengan nama PT Star Asia Internasional dan mulai beroperasi pada tahun 2008, perusahaan berkedudukan di menara BCA Lt .45 Grand Indonesia, Jl MH Thamrin No1 Menteng, Jakarta 10310.
9. PT Trisula Internasional (TRIS)
PT Trisula Internasional tbk (sebelumnya PT Trisula Global Fashion ) didirikan pada tanggal 13 Desember 2004 dengan memulai kegiatan usahanya bidang perdangan pakaian jadi (Garmen), industri garmen, industri tekstil dan usaha terkait lainnya. Kantor pusat TRIS berlokasi di Gedung Trisula Center, Jln. Lingkar Luar Barat blok A no 1 Jakarta.
10. PT Nusantara inti corpora tbk (UNIT)
PT Nusantara inti corpora tbk didirikan pada tanggal 30 mei 1988 dengan nama Aneka kelola dana dan mulai beroperasi komersial pada tahun 1992, perusahaan berdomisili di Wisma Metropolotan II Lt. 6 Jendral Sudirman kav 29-31 jakarta 12920. Ruang lingkup dari kegiatan perusahaan UNIT dan entitas anak meliputi bidang permintalan benang dan lain-lain.
Berikut tabel nama dan kode perusahaan manufaktur yang menjadi sampel dari penelitian ini:
Tabel 4.1
Daftar Sampel Perusahaan Tekstil dan Garmen
No Kode Nama Perusahaan
1. ADMG PT Polychem Indonesia tbk 2. ESTI PT Ever Shine tex Tbk
3. HDTX PT Panasia Indo ResourcesTbk 4. INDR PT Indo Rama Synthetic Tbk 5. PBRX PT Pan Brother tbk
6. RICY PT Ricky Putra Globalindo tbk 7. SSTM PT Sunson Textile Manufacture tbk 8. STAR PT Star Petrochem tbk
9. TRIS PT Trisula Internasional tbk 10. UNIT PT Nusantara Inti Corpora tbk
Sumber data: www.idx.com
Periode penelitian di mulai pada tahun 2009 sampai pada tahun 2012 sehingga data penelitian keseluruhan 10 sampel perusahaan. Berikut ini akan di jelaskan mengenai data variabel penelitian yang di analisis dalam penelitian ini:
Tabel 4.2
DATA VARIABEL PENELITIAN
Ukuran Tingkat kemampuan Modal sendiri untuk memenuhi kewajiban Perusahaan yang di Ukur dengan Debt to Equity Ratio (DER)
No Nama Perusahaan Kode Tahun
2012 2011 2010 2009
1. PT Polychem Indonesia ADMG 0.9 1.0 2.0 2.4 2. PT Ever Shine Textile ESTI 1.20 1.4 1.27 1.02 3. PT Panasia Indo Resources HDTX 1.14 0.79 0.85 0.99 4. PT Indo Rama Synthetic INDR 1.32 1.29 0.95 1.42 5. PT Pan Brother PBRX 1.42 1.21 4.29 5.20 6. PT Ricky Putra Globalindo RICY 0.96 0.83 0.82 0.84 7. PT Sunson Textile M SSTM 1.73 1.82 1.70 1.8 8. PT Star Petrochem STAR 0.53 0.47 0.66 2.06 9. PT Trisula Internasional TRIS 0.50 0.96 0.89 1.27 10. PT Nusantara Inti Corpora UNIT 0.58 0.27 0.55 0.57
Sumber : Hasil Penelitian www.idx.com dan diolah.
Tabel 4.2 di atas variabel DER (Debt to Equitas Ratio) menunjukkan bahwa rasio antara total utang dengan total equitas yang paling tertinggi pada tahun 2009 dan 2010 adalah perusahaan yang sama yaitu PT Pan Brother tbk yaitu sebesar 5.20% dan 4.29%, rasio DER pada tahun 2011 dan pada tahun 2012 tertinggi adalah perusahaan PT Sunson Textile tbk sebesar 1.82% dan 1.73%. Sedangkan rasio antara total utang dengan total equitas terendah pada tahun 2009/2011 adalah perusahaan PT Nusantara Inti Corpora tbk sebesar 0.57% dan 0.55% tahun 2010 dan 0.27% pada tahun 2011, pada tahun 2012 DER terendah adalah perusahaan PT Trisula Internasional tbk sebesar 0.50%.
Tabel 4.3
DATA VARIABEL PENELITIAN
Ukuran Tingkat Persentase Penyediaan dana yang di ukur Dengan Debt to Total Asset Ratio (DAR)
No Nama Perusahaan Kode Tahun
2012 2011 2010 2009
1. PT Polychem Indonesia ADMG 0.46 0.5 0.7 0.7 2. PT Ever Shine Textile ESTI 0.54 0.51 0.47 0.50 3. PT Panasia Indo Resources HDTX 0.53 0.44 0.46 0.50 4. PT Indo Rama Synthetic INDR 0.56 0.56 0.48 0.58 5. PT Pan Brother PBRX 0.58 0.54 0.82 0.86 6. PT Ricky Putra Globalindo RICY 0.49 0.45 0.45 0.49 7. PT Sunson Textile M SSTM 0.63 0.64 0.63 0.64 8. PT Star Petrochem STAR 0.34 0.32 0.40 0.67 9. PT Trisula Internasional TRIS 0.33 0.49 0.47 0.56 10. PT Nusantara Inti Corpora UNIT 0.37 0.21 0.23 0.24
Sumber : Hasil Penelitian www.idx.com dan diolah.
Pada tabel 4.3 variabel DAR (Debt to Asset Ratio) atau rasio antara total utang dengan total aktiva yang paling tinggi pada tahun 2009 dan 2010 adalah perusahaan PT Pan Brother tbk yaitu sebesar 0.86% dan 0.82% dan rasio antara total utang dengan total aktiva yang paling tertinggi pada tahun 2011 dan 2012 adalah perusahaan PT Sunson Tekstile Manufacture tbk sebesar 64% dan 63%. Sedangkan Variabel DAR (Debt to Asset Ratio) atau rasio antara total utang dengan total aktiva paling rendah pada tahun 2009/2011 adalah perusahaan PT Nusantara Inti Corpora tbk pada tahun 2009 sebesar 0.24%, pada tahun 2010
sebesar 0.23% dan pada tahun 2011 sebesar 0.21% sedangkan pada tahun 2012
DAR terendah adalah perusahaan PT Trisula Internasional tbk sebesar 0.33%.
Tabel 4.4
DATA VARIABEL PENELITIAN
Ukuran Tingkat persentase Penyediaan dana untuk pemegang saham Yang di Ukur dengan Longterm Debt to Equity Ratio (LDER)
No Nama Perusahaan Kode Tahun
2012 2011 2010 2009
1. PT Polychem Indonesia ADMG 0.50 0.4 0.50 1.22 2. PT Ever Shine textile ESTI 0.59 0.11 0.15 0.21 3. PT Panasia Indo Resources HDTX 0.46 0.24 0.25 0.91 4. PT Indo Rama Synthetic INDR 0.41 0.42 0.33 0.65 5. PT Pan Brother PBRX 0.06 0.07 1.02 0.71 6. PT Ricky Putra Globalindo RICY 0.2 0.08 0.09 0.10 7. PT Sunson Textile M SSTM 0.98 0.96 0.57 0.64 8. PT Star Petrochem STAR 0.09 0.036 0.078 0.076 9. PT Trisula Internasional TRIS 0.037 0.045 0.042 0.035 10. PT Nusantara Inti Corpora UNIT 0.014 0.012 0.020 0.016
Sumber : Hasil Penelitian www.idx.com dan diolah.
Tabel 4.4 Menunjukkan bahwa pada tahun 2009 rasio utang jangka\ panjang dengan modal sendiri (LDER) tertinggi adalah perusahaan PT Polychem Indonesia tbk yaitu sebesar 1.22%, pada tahun 2010 perusahaan yang memiliki rasio LDER tertinggi adalah perusahaan PT Pan Brother tbk sebesar 1.02% dan pada tahun 2011 DAN 2012 rasio LDER yang tertinggi adalah perusahaan PT Sunson Tekstile Manufacture tbk sebesar 0.96% dan 0.98%. Sedangkan LDER
terendah pada tahun 2009/2011 adalah perusahaan PT Nusantara Inti Corpora tbk sebesar 0.016% tahun 2009, pada tahun 2010 sebesar 0.020% , pada tahun 2011 sebesar 0.012% dan pada tahun 2012 rasio terendah adalah perusahaan PT Star Petrochem tbk sebesar 0.09%.
Tabel 4.5
DATA VARIABEL PENELITIAN
Tingkat Pengembalian Modal sendiri yang Di ukur dengan Return on Equity (ROE)
No Nama Perusahaan Kode Tahun (dalam persen)
2012 2011 2010 2009
1. PT Polychem Indonesia ADMG 3.4 11.2 3.0 4.9 2. PT Ever Shine tex ESTI 2.9 1.4 0.6 3.0 3. PT Panasia Indo Resources HDTX 0.49 3.06 0.05 0.10 4. PT Indo Rama Synthetic INDR 0.3 2.6 9.0 3.2 5. PT Pan Brother PBRX 17.29 10.54 21.31 25.30 6. PT Ricky Putra Globalindo RICY 1.75 1.72 3.23 1.10 7. PT Sunson Textile M SSTM 0.81 1.19 3.07 1.27 8. PT Star Petrochem STAR 0.19 0.53 1.25 76.2 9. PT Trisula Internasional TRIS 15.6 9.93 6.81 11.2 10. PT Nusantara Inti Corpora UNIT 0.15 0.93 1.04 1.63
Sumber : Hasil Penelitian www.idx.com dan diolah.
Tabel 4.5 menunjukkan bahwa variabel ROE tertinggi pada tahun 2009/2012 adalah perusahaan PT Pan Brother tbk sebesar 25.30%, pada tahun 2010 sebesar 21.31%, pada tahun 2011 sebesar 10.54% dan pada tahun 2012 sebesar 17.29%. Sedangkan variabel ROE pada tahun 2009 dan tahun 2010 perusahaan yang memiliki rasio pengembalian modal sendiri atas equitas terendah
adalah perusahaan PT Panasia Indo Resources tbk sebesar 0.10% dan 0.05%, pada tahun 2011 yang memiliki rasio ROE terendah adalah perusahaan PT Star Petrochem tbk sebesar 0.53% dan pada tahun 2012 adalah perusahaan PT Nusantara Inti Corpora tbk sebesar 0.15%.