TINJAUAN PUSTAKA
A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah Berdirinya Perusahaan
PT. Iskandar Indah Printing Textile merupakan salah satu dari sekian banyak perusahaan textile di indonesia. Perusahaan ini mengolah bahan baku dari mengolah bahan baku dari kain grey yang kemudian diolah menjadi batik printing untuk meningkatkan jenis produksi perusahaan dan meningkatkan nilai jual dari kain tersebut. PT. Iskandar Indah Printing Textile berada di Jalan Pakel No. 11 RT.03 RW 07 kelurahan Kerten Kecamatan Laweyan Surakarta.
PT. Iskandar Indah Printing Textile didirikan tepatnya pada tanggal 23 Mei 1975 oleh bapak Wahyu Iskandar dan berbentuk badan usaha CV (Commanditer Vennonschap) dengan nama CV Iskandartex. Berdasark akta perusahaan No. 98 tanggal 23 Mei 1975. Awalnya keluarga Wahyu Iskandar menghasilkan batik cap sebagai produksi utamanya dan masih berada di daerah laweyan. Karena usahanya yang terus berkembang, keluarga Wahyu Iskandar berkesampatan untuk mendirikan badan usaha berbentuk CV (Commanditer Vennonschap). CV Iskandartex memulai produksinya satu tahun setelah berdirinya yaitu pada tahun 1976.
Pada awal berdirinya perusahaan menanamkan investasinya dengan membeli 25 unit mesin tenun baru. pada tahun 1977
commit to user
29 bertambah menjadi 77 unit mesin tenun,tahun 1991 berjumlah 520 unit, dan pada tahun 1992 jumlah mesin tenun yang digunakan sudah mencapai 614 unit. Penambahan mesin tenun tersebut dimaksudkan untuk menambahkan kapasitas produksi. Hal ini dilakukan oleh perusahaan karena permintaan konsumen yang semakin meningkat. Adapun mesin-mesin lain yang dimiliki perusahaan untuk mengolah bahan baku benang menjadi grey adalah 50 unit mesin palet, 3 unit mesin warping, 2 unit mesin kanji, 1 unit mesin boiler, 5 unit mesin felding, 1 unit mesin kelos, dan 1 unit mesin diesel.
Melihat usahanya yang terus berkembang, maka pimpinan perusahaan mengambil kebijaksanaan untuk mengubah bentuk perusahaan dari bentuk CV (Commanditer Vennonschap) atau Persekutuan Komanditer menjadi PT (Perseroan Terbatas). Perubahan bentuk ini didasarkan alasan bahwa dengan bentuk PT, perusahaan lebih mempunyai peluang dalam mengmbangkan usahanya. Perusahaan ini resmi menjadi PT Iskandartex pada tanggal 2 Januari 1991 dengan nomor ijin usaha 199/II.16/PB/VIII/1991/PT. Pergantian nama terjadi sejak bulan Februari 1996 menjadi PT. Iskandar Indah Printing Textile.
2. Visi dan Misi Perusahaan
Visi dari PT. Iskandar Indah Printing Textile meliputi :
a. Menjalankan usaha di bidang sandang yang merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia.
commit to user
30 b. Menjadi salah satu perusahaan textile yang mampu memenuhi
kebutuhan konsumen dalam berbagai kualitas produksi.
Misi dari PT. Iskandar Indah Printing Textile meliputi :
a. Memperoleh keuntungan bagi perusahaan, karyawan, dan konsumen agar tetap terjaga kelangsungan hidupnya.
b. Membantu pemerintah dalam mengurangi jumlah pengangguran dengan membuka lapangan kerja.
c. Membantu dalam pengadaan sandang untuk memenuhi salah satu kebutuhan pokok manusia.
3. Lokasi Perusahaan
PT. Iskandar Indah Printing Textile berdiri diatas tanah seluas 3,5 hektar. Perusahaan ini tepatnya berada di jalan Pakel No.11 RT. 03 RW. 07 Kelurahan Kerten Kecamatan Laweyan Surakarta. Lokasi ini tentu saja memberikan beberapa keuntungan bagi perusahaan antara lain :
a. Dari segi ekonomi :
1) Memudahkan kebutuhan angkutan sehingga hal ini membuat biaya transportasi atau pengiriman barang lebih terjangkau.
2) Mudah untuk mendapat tenaga kerja karena lokasi perusahaan dekat dengan pemukiman penduduk.
commit to user
31 3) Memudahkan pemasaran hasil produksi karena Solo
merupakan kota perdagangan. b. Dari segi sosial :
1) Membantu pemerintah untuk mengurangi pengangguran dengan menciptakan lapangan kerja bagi penduduk.
2) Membantu pemerintah dalam usahanya mensukseskan produk dalam negeri.
c. Dari segi teknis:
1) Daerah sekitar masih cukup luas untuk pengembangan perusahaan.
2) Mudah untuk pengadaan alat-alat, sparepart,mesin tenun, dan memperoleh ahli mesin.
4. Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur organisai merupakan gambaran sistematis tugas dan tanggung jawab serta hubungan antara bagian-bagian dalam perusahaan. Struktur organisasi yang ada pada PT. Iskandar Indah Printing Textile menjalankan kegiatan operasionalnya dengan melibatkan individu-individu yang terorganisir dan terkoordinasi supaya semua kegiatan perusahaan dapt berjalan efektif dan efisien. Adapun bagab atau gambar struktur organisasi dai PT. Iskandar Indah Printing Textile dapat dilihat pada gambar berikut :
commit to user
32 Gambar 3.1 Struktur Organisasi PT. Iskandar Indah Printing Textile
K A R Y A W A N DIREKTUR Kepala bagian Pemasaran Kepala Bagian Keuangan Kepala Bagian Produksi Weaving Kepala Bagian Produksi Printing Quality Control Kasie Proses Kepala Seksi Finishing Kasie Persiapan Kasie Administrasi Kasie Gudang Kepala Seksi Teknik K A R Y A W A N Kas Pembelian Gudang Pembukuan Kasie Personalia Kasie Sekretariatan Kasie kendaraan Kasie Keamanan Kasie Rmh Tangga Kepala Bagian Umum
commit to user
33 Perusahaan merupakan organisasi yang melakukan aktivitas- aktivitas yang dikembangkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Didalamnya terdapat struktur organisasi yang secara sadar dikoordinasikan dan disusun agar setiap personal yang terlibat menyadari dan bertanggung jawab penuh dengan tugas yang telah di emban.
5. Personalia Perusahaan a. Jumlah tenaga kerja
Di PT Iskandar Indah Printing Textile, sistem ketenagakerjaan dibagi ke dalam dua bagian yaitu :
1) Bagian Produksi
Yaitu bagian yang bekerja di departemen unit weaving dan depatemen unit printing serta bagian finishing.
2) Bagian Non Produksi
Yaitu bagian yang bekerja sebagai karyawan kantor dan gudang.
Saat ini jumlah tenaga kerja di PT. Iskandar Indah Printing Textile berjumlah 963.
commit to user
34 Dengan jumlah pembagian tenaga kerja sebagai berikut :
Tabel 3.1
Shift bagian dan jumlah karyawan PT. Iskandar Indah Printing Textile 2012
Shift dan Bagian
Jumlah karyawan (orang) a. Day Shift 45 b. Shift 1) Operator RRT 52 168 2) Operator Picanol 112 3) Operator Toyoda 193 4) Pengisi Palet 40 5) Palet 65 6) Warping 40 7) Pengkanjian 65 8) Cucuk 55 9) Pengawasan Monitor 35 10) Pengawasan Umum 10 11) Bengkel 25 12) Listrik 15 13) Inspecting 35 14) Roll Kain 10 15) Finishing 20 16) Keamanaan 15 17) Transportasi 10 18) Umum 5 Jumlah 963
Sumber : PT. Iskandar Indah Printing Textile 2012
b. Shift
Pada PT. Iskandar Indah Printing Textile, sistem kerja shift dibagi menjadi tiga group, yaitu :
1) Shift I atau disebut sebagai Group A masuk pagi. 2) Shift II atau disebut sebagai Group B masuk siang.
commit to user
35 3) Shift III atau disebut sebagai Graup C masuk Malam.
Tiap –tiap shift dikepalai dengan kepala shift, pengawas dan staff masing-masing bagian dan mendapatkan jam istirahat selama 1 jam yang diatur dengan efektif sehingga tidak mengganggu proses produksi.
Pembagian kerja PT. Iskandar Indah Printing Textile adalah sebagai berikut :
1) Group A : pukul 07:00 WIB – 15:00 WIB dengan waktu istirahat mulai pukul 11:30 WIB – 12:30 WIB.
2) Group B : pukul 15:00 WIB – 23:00 WIB dengan waktu istirahat mulai pukul 18:45 WIB – 19:45 WIB.
3) Group C : pukul 23:00 WIB – 07:00 WIB dengan waktu istirahat mulai pukul 02:00 WIB – 03:00 WIB.
Sistem pembagian kerja karyawan di atas berlaku untuk karyawan bagian produksi dan teknik, sedangkan untuk karyawan bagian non produksi jam kerjanya 40jam/minggu dengan sistem pembagian jam mulai dari hari senin sampai jumat, dimulai pukul 07:00 WIB – 12:00 WIB. Pergantian masuk jam kerja tiap bagian produksi setiap minggu sekali dan dimulai setiap hari senin.
c. Sistem Pemberian Upah.
Sistem pemberian upah kepada karyawan yang ditetapkan PT.Iskandar Indah Printing Textile adalah sebagai berikut :
commit to user
36 1) Sistem Upah Bulanan.
Sistem upah ini dilakukan untuk karyawan yang bekerja di bagian staf, kelapa bagian atau mandor dengan menerima upah pada bulan akhir.
2) Sistem Upah Mingguan.
Sistem ini diberlakukan untuk karyawan yang bekerja sebagai operator mesin produksi pada unit weaving, printing, dan finishing dengan menerima upah pada akhir minggu.
3) Sistem Upah Borongan.
Sistem upah ini diberikan sesuai dengan jumlah pekerjaan yang telah disesuaikan, misalnya untuk bagian pengepakan dan pembungkusan.
Selain itu , perusahan juga memberikan upah lembur, yaitu upah yang diberikan di luar jam kerja.
Upah lembur dapat dihitung dengan perhitungan sebagai berikut :
Upah lembur mingguan : 150 % dari gaji hari lembur
commit to user
37 d. Kesejahteraan Karyawan.
Perusahaan memberikan beberapa fasilitas untuk menunjang kesejahteraan karyawan dan memberikan beberapa hak yang perlu diterima, antara lain :
1) Tunjangan Hari Raya (THR).
Tunjangan kesejahteraan yang diberikan setiap menjelang libur hari raya.
2) Mengikutsertakan karyawan dalam Asuransi Sosial Tenaga Kerja (ASTEK).
3) Tunjangan kesejahteraan berupa pembayaran asuransi yang dibayarkan perusahaan kepada jasa asuransi.
4) Fasilitas pengobatan dan kesehatan. 5) Cuti hamil
Tunjangan ini berupa upah sebesar 50% dari upah, yang diberikan selama cuti hamil.
6) Fasilitas Transportasi.
7) Memberikan pakaian seragam atau dinas. 8) Kegiatan berlibur yang diadakan setahun sekali. 6. Bagian Produksi.
a. Bahan Produksi
Bahan –bahan yang digunakan dalam proses produksi adalah sebagai berikut :
commit to user
38 a) Benang Lusi (katun) yaitu benang yang berasal dari serat
alami berupa kapas.
b) Benang Pakan yaitu benang yang berasal dari serat buatan. 2) Bahan penolong atau bahan obat yang digunakan terdiri dari :
a) PVA seperti film untuk melapisi bulu-bulu benang.
b) Tepung jagung (Cornstrach), yang berfungsi untuk melenturkan benang.
c) Wax sejenis malam pet.
d) Acrylic, yang berfungsi untuk melenturkan benang tetapi kelenturannya lebih dari tepung jagung.
b. Mesin- mesin produksi.
Mesin- mesin produksi yang digunakan dalam proses produksi antara lain :
1) Mesin Warping.
Mesin yang digunakan untuk memproses bahan baku benang dari cones ke beam.
2) Mesin Kelos.
Mesin yang digunakan untuk memproses kembali benang yang putus dari mesin warping sehingga barang dapat dipakai kembali.
3) Mesin Sizing.
Mesin yang digunakan untuk memproses bahan baku benang, dengan cara melapisi benang hasil dari mesin warping dengan
commit to user
39 menggunakan bahan penolong atau bahan obat berupa campuran dari bermacam-macam bahan kimia.
4) Mesin Cucuk.
Mesin yang digunakan untuk memproses benang lusi yang dimasukkan ke mata jarum agar bisa dipilah – pilah untuk memudahkan proses tenun.
5) Mesin Winding.
Mesin yang digunakan untuk memproses bahan baku benang menjadi benang pakan.
6) Loom.
Untuk memproses benang lusi dan benang pakan menjadi kain grey.
7) Mesin Folding.
Mesin untuk melipat kain tenun setelah dilakukan pemeriksaan. 8) Mesin Inspecting.
Mesin yang digunakan untuk pemeriksaan kualitas kain dari mesin tenun.
9) Mesin Printing.
Mesin yang digunakan dalam proses printing kain yaitu proses memberikan corak kain putih.
10) Mesin Diesel.
Mesin yang digunakan sebagai sumber tenaga untuk menggerakan mesin-mesin produksi.
commit to user
40 11) Ketel Uap.
Digunakan sebagai alat pemanas. c. Proses Produksi.
Departemen produksi weaving adalah departemen yang menangani proses produksi dari bahan baku yang berupa benang menjadi kain grey. Pada departemen weaving di PT. Iskandar Indah Printing Textile, tiap proses produksi terbagi menjadi beberapa tahap : 1) Tahap Persiapan.
a) Pembuatan benang luci.
Benang luci adalah benang yang diarahkan membujur atau memanjang dalam proses penenunan. Benang ini digulung ke dalam alat yang disebut beam, kemudian setelah itu dilakukan penarikan benang untuk penyusunan benang yang disesuaikan dengan banyaknya benang pada lebar kain.
b) Penghanian (warping).
Awal dari pembuatan benang luci melalui proses penghanian dalam mesin warping yang melakukan proses penggulungan benang, sekaligus menentukan jumlah dan panjang benang yang diperlukan. Semakin lebar dan semakin halus suatu jenis kain yang akan diproduksi, maka akan membutuhkan jumlah benang yang semakin banyak karena dengan kain yang semakin lebar tentunya lebar pula
commit to user
41 gulungan kain tersebut. Demikian juga untuk produksi kain yang halus, akan membutuhkan anyaman kain yang lebih rapat.
c) Pengkanjian (sizing).
Pengkanjian adalah proses pemberian bahan penolong (bahan obat) berupa kanji pada benang lusi yang sudah terbentuk melalui proses pengeringan. Tujuan proses ini adalah untuk meratakan bulu-bulu yang terdapat pada benang, menghilangkan kotoran agar benang tidak kaku sehingga nantinya benang tidak mudah putus.
d) Proses Cucuk (racing).
Benang dimasukan kedalam mesin cucuk dengan melewati jarum menuju je sisir atau disebut gun dengan jumlah mata sisir tergantung dari jumlah benang yang tersedia dari proses pengkanjian tadi. Proses ini bertujuan untuk memisah-misahkan benang luci sehingga jumlah dan kerapatannya benang pada lembar kain yang akan diproduksi dapat diatur dalam proses penenunan.
e) Pembuatan benang pakan.
Benang pakan adalah benang yang arahnya menyilang dalam proses penenunan. Benang ini dimasukan kedalam mesin kelos kemudian diteruskan ke mesin palet yang akan menggulung benang ke dalam kayu klinting. Klinting yang
commit to user
42 telah berisi benang di pindahkan ke bagian penenunan bersama-sama benang lusi.
2) Tahap Penenunan.
Tahap peneunan dilakukan dengan mesin tenun yang melakukan proses penyilangan benang lusi dan benang pakan sehingga terbentuklah sebuah kain. Benang luci dan benang pakan sehingga terbentuklah sebuah kain. Benang luci yang berada pada mesin tenun secara otomatis akan ditenun oleh benang pada mesin tenun secara otomatis akan ditenun oleh benang pakan yang arahnya melintang. Dalam proses ini harus ada operator yang menjalankan mesin tenun. Operator ini bertugas mengawasi jalannya mesin dan menyambung benang jika ada yang putus dan secara otomatis mesin akan berhenti. Serta memasukkan teropong benang pakan apabila benang pakan telah habis.
3) Tahap Pengawasan. a) Inpecting.
Kegiatan yang dilakukan untuk mengawasi dan memeriksa hasil kain grey bila terdapat kerusakan atau cacat kain yang perlu diperbaiki.
b) Repairing.
Kegiatan memperbaiki anyaman kain grey yang rusak atau ada yang ganda pakan atau ganda lusi.
commit to user
43 c) Smashing
Kegiatan membersihkan kain grey dari sisa-sisa benang serat dan bulu-bulu.
d) Folding
Kegiatan terakhir yang dilakukan dengan melipat sekaligus menghitung panjang kain.
7. Bidang Pemasaran. a. Saluran Distribusi
Pada PT. Iskandar Indah Printing Textile saluran industri yang digunakan adalah :
1) Produsen – distributor industri – pemakai industri. 2) Produsen – agen – distibutor industri - pemakai industri. b. Daerah pemasaran.
Pada awal usaha ini dirintis dalam bentuk perusahaan perseorangan, pemasaran hasil produksinya masih sekitar Surakarta. Tetapi dengan semakin maju dan berkembangnya usaha maka pemasaran hasil produksi turut berkembang hampir di seluruh kota- kota besar di indonesia, antara lain : Surbaya, Bali, Medan, Semarang, Yogyakarta, Makasar, Pekalongan, Purwokerto, dan Surakarta sendiri. Sedangkan untuk daerah eksport adalah Singapura, Timur tengah, Brunai darusalam, dan Amerika latin.
commit to user
44 c. Jenis Produk dalam Pemasaran.
Untuk produk kain yang di eksport, sudah berbentuk barang jadi yang berupa kain batik. Sedangkan yang dijual di dalam negeri, dijual dalam bentuk kain grey dan kain batik.
B. Laporan Magang Kerja
1. Pengertian Magang Kerja
Magang kerja adalah salah satu kegiatan yang telah dirancang oleh Unit Magang Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta, diperuntukan kepada seluruh mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta tanpa terkecuali program Diploma III Manajemen Bisnis Universitas Sebelas Maret Surakarta. Kegiatan magang kerja dapat dijadiakan acuan penulisan tugas akhir dan dapat juga dijadikan sebagai pelatihan dan pengalaman kerja sebelum terjun kelapangan kerja nyata. Adapun bentuk-bentuk kegiatan magang kerja meliputi praktik kerja, pendampingan, pelatihan penyuluhan, pelaporan dan lain-lain.
Magang kerja merupakan kegiatan penunjang perkuliahan diluar kampus dengan berorientasi pada dunia nyata, yang merupakan aplikasi dari teori- teori yang dipelajari selama perkuliahan.
2. Tujuan Magang Kerja.
commit to user
45 a. Mahasiswa dapat mengamati permasalahan yang ada di
dunia kerja.
b. Mahasiswa dapat belajar dan memperoleh pengalaman secara langsung di lapangan tentang berbagai persoalan yang dihadapi perusahaan/instansi tempat magang kerja.
c. Mahasiswa dapat melakukan adaptasi sebelum memasuki dunia kerja yang sesungguhnya, sehingga dapat menciptakan tenaga trampil yang siap kerja serta mampu mengembang kan diri secara profesional sesuai bidangnya.
3. Pelaksanaan Magang Kerja
a. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Magang Kerja Tempat : PT. Iskandar Indah Printing Texile. Alamat : Jl. Pakel No.11 Surakarta.
Waktu : 16 Januari- 16 Februari 2012
Kegiatan magang kerja dimulai pukul 08.00 WIB – 15.00 WIB untuk hari Senin- Jumat. Sedangkan pada hari sabtu, kegiatan magang kerja dimulai pukul 08.00 WIB- 12.00 WIB. Mahasiswa magang wajib mengenakan pakaian yang sopan dan memakai jas almamater. Selain itu mahasiswa juga harus mentaati semua peraturan yang ada di PT. Iskandar Indah Printing Textile tanpa terkecuali.
commit to user
46 b. Kegiatan Magang Kerja dilaksanakan pada tanggal 16 Januari- 16 Februari 2012. Kegiatan- kegiatan yang dilakukan pada waktu magang kurang lebih adalah sebagai berikut :
Tabel 3.2
Jadwal Kegiatan Magang
Minggu Bagian Kegiatan
Pertama Produksi kain grey
Mengamati proses produksi yang sedang berlangsung dari departemen weaving. Mengamati sistem kerja mesin-mesin produksi.
Kedua Gudang Spare part
Memasukan data keluar dan data masuk spare part setiap hari.
Ketiga Gudang bahan baku
benang
Mencatat data permintaan bahan baku. Mencatat data masuk bahan baku. Mencatat retur pembelian.
Keempat Ruang inspecting
Mengawasi proses inspecting yang dilakukan pada departemen weaving
C. Analisis dan Pembahasan Masalah
1. Perencanaan bahan baku dengan Metode Material Requirement Planning (MRP)
commit to user
47 Pada bagian ini akan dilakukan analisis dan pembahasan mengenai penerapan MRP pada perencanaan bahan baku terhadap kain grey sesuai order dari awal Desember 2011.
Selama ini PT.Iskandar Indah Printing Textile tidak menggunakan metode MRP dalam merencanakan kebutuhan bahan baku. Perusahaan membeli atau menyediakan dengan pertimbangan order dan persediaan di gudang. Rencana pemesanan bahan baku dilakukan dengan mengitung kebutuhan bahan baku dari order yang diterima dikurangi persediaan gudang. Pemesanan bahan baku tersebut kurang baik tanpa adanya penjadwalan pemesanan lebih awal. Hal ini dapat mengakibatkan :
a. Keterlambatan pengiriman bahan baku yang mengakibatkan kekurangan persediaan.
b. Keterlambatan pengiriman barang jadi pada pihak buyer. c. Dapat terjadi kelebihan persediaan bahan baku (over stock)
yang akan menimbulkan biaya ekstra.
Pada bagian ini akan dilakukan analisis dan pembahasan mengenai penerapan Material Requirement Planning (MRP) pada perencanaan bahan baku kain grey dengan konstruksi 84.82/40.40 127 cm. Adapun bahan-bahan penyusunan kain grey adalah sebagai berikut :
a. Bahan Baku.
commit to user
48 1) Benang Lusi (katun) yaitu benang yang berasal dari serat
alami berupa kapas.
2) Benang pakan (rayon ) yaitu benang yang berasal dari serat buatan.
b. Bahan Penolong.
Bahan penolong atau bahan obat yang digunakan terdiri dari : 1) Cornstarch
Berfungsi untuk melenturkan benang. 2) PVA.
Seperti film untuk melapisi bulu-bulu benang. 3) Acrylic.
Berfungsi untuk melenturkan benang namun kelenturanya lebih dari tepung jagung (Cornstarch).
4) Wax.
Sejenis dengan malam pet.
Dalam perhitungan MRP input atau masukan yang digunakan meliputi :
a. Data Persediaan dan Lead Time.
Data persediaan bahan baku dan Lead Time untuk memproduksi kain grey adalah sebagai berikut :
commit to user
49 Tabel 3.3
Data Persediaan dan Lead Time
No Komponen Stock (Kg) Lead Time
(Minggu) 1 2 3 4 5 6 7
Kain Grey kons. 82.82/40.40 127 cm Benang Lusi Benang Pakan Cornstarch PVA Acrylic Wax - - - - - - - 1 1 1 1 1 1 1 Sumber : PT. Iskandar Indah Printing Textile 2012 PT. Iskandar Indah Printing Textile menerapkan Zero stock dimana tidak ada persediaan yang berada digudang. Barang ataupun bahan harus habis sesuai dengan order yang sudah ada. b. Jadwal Induk Produksi atau Master Production Scheduled
(MPS).
Dalam penentuan jadwal induk produksi (MPS) didasarkan pada data order produksi yang diterima oleh PT. Iskandar Indah Printing Textile. Dengan pertimbangan kapasitas produksi atau kemampuan dalam memproduksi, sehingga akan dapat ditentukan berapa jumlah yang akan diproduksi dalam suatu periode dan kapan waktu pelaksanannya. Pada PT. Iskandar Indah Printing Textile masukan yang dijadikan dasar
commit to user
50 untuk menentukan MPS adalah berupa pesanan dari pembeli yang diterima oleh bagian pemasaran.
Berdasarkan produk kain grey yang diangkat dalam topik ini pada bulan Desember pesanan yang diterima oleh PT. Iskandar Indah Printng Textile adalah sebagai berikut :
Tabel 3.4
Volume order bulan Desember 2011
Order Jumlah (m)
Kain grey konstruksi 84.82/40.40 127 cm
550.000
Sumber : PT. Iskandar Indah Printing Textile 2012
c. Bill Of Material (BOM)
Merupakan daftar komponen yang digunakan dalam menyusun kain grey dengan konstruksi 84.82/40.40 127 cm setiap 1 meter membutuhkan benang lusi 0,07248 kg dan benang pakan 0,06505 kg. Selain itu, benang lusi juga membutuhkan campuran dari bahan penolong yang digunakan untuk memperkuat dan melenturkan benang tersebut. Bahan penolong tersebut antara lain : Cornstarch 0,0105 kg, PVA 0,0042 kg, Acrylic 0,0014 kg, yang dilihat dalam tabel berikut ini :
commit to user
51 Tabel 3.5
Daftar Kebutuhan Komponen Kain Grey /Meter
No Nama Komponen Jumlah (kg)
1 2 3 4 5 6
Benang Lusi Kons. 84.82/40.40 127 cm Benang Pakan Kons. 84.82/40.40 127 cm Cornstrach PVA Acrylic Wax 0,07248 0,06505 0,0105 0,0042 0,0014 0,0005 Sumber : PT. Iskandar Indah Printing Textile 2012
Komponen- komponen produk secara jelas dapat dilihat dalam gambar sebagai berikut :
Gambar 3.2 Bill Of Material (BOM) Sumber : PT Iskandar Indah Printing Textile 2012
Kain Grey (1 m) Benang Lusi 0,07248 kg Benang Pakan 0,06505 kg Wax 0,0005 kg Acrylic 0,0014 kg PVA 0,0042 kg Cornstarch 0,0105 kg
commit to user
52 Dari BOM gambar 3.2 dapat dilihat bahwa kain grey menempati level nol, benang pakan dan benang lusi menemati level satu. Sedangkan bahan penolong seperti Cornstarch, PVA, Acrylic dan Wax menempati level dua.
Komponen-komponen Produksi untuk memproduksi kain grey dengan konstruksi 84.82/ 40.40 127 cm sebanyak 550.000 m.
Gambar 3.3 Bill Of Material (BOM)
Dari gambar 3.3 menunjukan untuk memproduksi kain grey sebanyak 550.000 m dibutuhkan dua benang yaitu benang pakan sebanyak 35.777,5 dan benang lusi sebanyak 39.864 kg. Sedangkan untuk memproduksi benang lusi dibutuhkan bahan penolong berupa Cornstarch sebanyak 418,572 kg, PVA sebanyak 167,429