BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3 Gambaran Umum Responden
Kriteria responden dalam penelitian ini adalah buruh yang bekerja di berbagai perusahaan di Kawasan Industri Medan (KIM), yang keseluruhannya berjumlah 100 orang. Terdiri dari 64 orang perempuan dan 34 orang laki-laki. Dari 100 responden dalam penelitian ini dijumpai karakteristik berbeda-beda, yaitu sebagai berikut.
4.3.1 Komposisi Responden Berdasarkan Kelompok Umur
Kisaran usia responden adalah <20 tahun hingga >40 tahun. Berdasarkan hasil tabulasi kuisioner diketahui bahwa kelompok umur yang dominan menjadi responden adalah kelompok umur 20 – 26 tahun yaitu sebanyak 81 orang, dan yang paling sedikit adalah pada kelompok umur >40 tahun, yaitu sebanyak 1 orang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.8 berikut.
Tabel 4.8
Komposisi Responden Berdasarkan Kelompok Umur
No Umur (tahun) Jumlah Persentase
1 <20 7 7% 2 20-26 81 81% 3 27-33 7 7% 4 34-40 4 4% 5 >40 1 1% Total 100 100%
Sumber : Data primer 2013
4.3.2 Komposisi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Komposisi responden berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat pada tabel 4.9 berikut.
Tabel 4.9
Komposisi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan No Pendidikan terakhir Jumlah Persentase
1 Tamat SD 0 0%
2 Tamat SMP/ sederajat 0 0%
3 Tamat SMA/ sederajat 90 90%
4 Akademi/ Sarjana 10 10%
Total 100 100%
Sumber : Data primer 2013
Berdasarkan hasil tabulasi kuisioner yang disebarkan di Kawasan Industri Medan diketahui bahwa tingkat pendidikan terakhir yang dominan menjadi responden adalah Tamat SMA/ sederajat, yaitu sebanyak 90 orang. Diikuti oleh Akademi/ Sarjana sebanyak 10 orang. Sedangkan yang paling sedikit menjadi responden adalah pada tingkat pendidikan SD dan SMP, yaitu sama-sama sebanyak 0 orang, atau tidak dijumpai buruh yang pendidikan terakhirnya tamat SD dan tamat SMP. Hal ini mungkin disebabkan karena sebagian besar perusahaan di Kawasan Industri Medan (KIM) hanya menerima orang yang pendidikan terakhirnya minimal harus tamat SMA/sederajat untuk bisa masuk dan bekerja di perusahaan tersebut, dan tidak bisa bagi orang yang hanya tamat SD atau tamat SMP.
4.3.3 Komposisi Responden Berdasarkan Status Perkawinan dan Jumlah Tanggungan
Dari hasil tabulasi kuisioner penelitian diketahui bahwa status perkawinan yang paling banyak menjadi responden adalah buruh dengan status lajang, yaitu sebanyak 82 orang. Diikuti oleh buruh yang sudah menikah sebanyak 18 orang. Sedangkan buruh dengan status janda/ duda sebanyak 0 orang, atau tidak dijumpai
sama sekali buruh dengan status perkawinan janda/ duda. Dari 82 orang buruh lajang, sebanyak 20 orang buruh masih memiliki tanggungan selain dirinya sendiri, sementara 62 orang buruh lajang yang lain tidak memiliki tanggungan. Buruh/ pekerja lajang yang memiliki tanggungan selain dirinya sendiri adalah fenomena umum yang terjadi di Indonesia. Selain menanggung kedua orang tua, terutama bila orang tua sudah berusia lanjut atau tidak produktif, buruh lajang yang memiliki saudara/ adik biasanya bertanggung jawab untuk membiayai pendidikan saudara-saudara atau adik-adik (kandung)-nya. Komposisi responden berdasarkan status perkawinan dan ada tidaknya tanggungan dapat dilihat pada tabel 4.10 berikut ini.
Tabel 4.10
Komposisi Responden Berdasarkan Status Perkawinan dan Ada Tidaknya Tanggungan
No Status
Perkawinan Jumlah Persentase
Tanggungan Persentase Ada Tidak ada Ada Tidak ada
1 Lajang 82 82% 20 62 20% 62%
2 Menikah 18 18% 18 0 18% 0%
3 Janda/Duda 0 0% 0 0 0% 0%
Total 100 100% 38 62 38% 62%
Sumber : Data primer 2013
Dapat dilihat pada tabel 4.10 bahwa sebanyak 38 orang buruh memiliki tanggungan, yang terdiri dari 20 orang buruh lajang dan 18 orang buruh yang sudah menikah. Jumlah tanggungan buruh lajang maupun buruh yang sudah menikah bervariasi, dengan jumlah tanggungan 1-2 orang yang paling dominan yaitu sebanyak 27 orang. Data selengkapnya dapat dilihat pada tabel 4.11 berikut ini.
Tabel 4.11
Komposisi Responden Berdasarkan Jumlah Tanggungan No Jumlah Tanggungan (orang) Jumlah Persentase
1 1 – 2 27 71%
2 3 – 4 9 24%
3 5 – 6 2 5%
Total 38 100%
Sumber : Data primer 2013
4.3.4 Komposisi Responden Berdasarkan Masa Kerja
Masa kerja responden yang paling dominan adalah < 1 tahun (dibawah 1 tahun), yaitu sebanyak 66 orang. Diikuti dengan masa kerja antara 1 – 4 tahun sebanyak 26 orang. Dan paling sedikit yaitu masa kerja > 4 tahun (diatas 4 tahun) sebanyak 8 orang. Data selengkapnya dapat dilihat pada tabel 4.12 berikut.
Tabel 4.12
Komposisi Responden Berdasarkan Masa Kerja
No Masa kerja (tahun) Jumlah Persentase
1 < 1 66 66%
2 1 – 4 26 26%
3 > 4 8 8%
Total 100 100%
Sumber : Data primer 2013
Sementara itu berdasarkan status hubungan kerjanya, sebanyak 76 orang adalah buruh dengan status hubungan kerja kontrak, dan 24 orang adalah responden berstatus kerja tetap.
4.3.5 Komposisi Responden Berdasarkan Tingkat Pendapatan
Komposisi buruh yang menjadi responden berdasarkan tingkat pendapatan di Kawasan Industri Medan dapat dilihat pada tabel 4.13 berikut.
Tabel 4.13
Komposisi Responden Berdasarkan Tingkat Pendapatan
No Pendapatan (Rp) Jumlah Persentase
1 1.650.000 – 2.000.000 76 76%
2 2.001.000 – 2.350.000 15 15%
3 2.351.000 – 2.700.000 7 7%
4 >2.700.000 2 2%
Total 100 100%
Sumber : Data primer 2013
Dari tabel 4.13 di atas dapat dilihat bahwa pendapatan responden yang paling dominan adalah berada pada tingkatan Rp. 1.650.000 – Rp. 2.000.000, yaitu sebanyak 76 orang. Dan yang paling sedikit adalah responden yang memiliki pendapatan diatas Rp. 2.700.000, yaitu sebanyak 2 orang. Hasil tabulasi kuisioner penelitian juga memperlihatkan bahwa sebagian besar atau hampir keseluruhan perusahaan di Kawasan Industri Medan (KIM) sudah menerapkan kebijakan upah minimum untuk melindungi para buruh yang bekerja di dalam KIM. Rata-rata upah yang diterima responden sudah berada diatas UMK Medan yaitu sebesar Rp. 1.650.000. Tidak dijumpai satu pun responden yang menerima upah di bawah standar UMK (Upah Minimum Kota) Medan. Dari data yang ada diketahui bahwa upah rata-rata buruh setiap bulan adalah Rp. 1.899.530.
4.3.6 Komposisi Responden Berdasarkan Pengeluaran Untuk Konsumsi Pengeluaran setiap responden berbeda-beda karena kebutuhan masing-masing juga berbeda. Dari data yang didapat menunjukkan bahwa besarnya jumlah pengeluaran responden tidak melebihi jumlah pendapatan yang diterima oleh buruh tersebut. Hal ini berarti jumlah pendapatan yang diterima buruh dari upahnya setiap bulan dapat menutupi atau mencukupi jumlah pengeluaran yang
dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan masing-masing responden. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.14 berikut.
Tabel 4.14
Komposisi Responden Berdasarkan Pengeluaran Konsumsi Setiap Bulan
No Konsumsi (Rp) Jumlah Persentase
1 900.000 – 1.200.000 32 32%
2 1.201.000 – 1.500.000 57 57%
3 1.501.000 – 1.800.000 10 10%
4 >1.800.000 1 1%
Total 100 100%
Sumber : Data primer 2013
Responden dengan konsumsi antara Rp. 1.201.000 – Rp. 1.500.000 berjumlah paling banyak, yaitu 57 orang dari seluruh responden dalam penelitian ini. Sedangkan responden dengan konsumsi >Rp. 1.800.000 berjumlah paling sedikit, yaitu hanya 1 orang. Dari data yang ada diketahui bahwa pengeluaran rata-rata responden yang digunakan untuk konsumsi adalah Rp. 1.294.550.