• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Diskripsi Obyek Penelitian

4.1.2. Gambaran Umum Sampel

Adapun gambaran umum pada 6 perusahaan perbankan dalam sampel , dapat dijelaskan sebagai berikut :

4.1.2.1. Bank Mandiri.

PT. Bank Mandiri berdiri pada tanggal 2 Oktober 1998 sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia. Bank Mandiri didirikan melalui penggabungan usaha PT. Bank Bumi Daya (BBD), PT. Bank Dagang Negara (BDN), PT. Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim) dan PT. Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), yang selanjutnya disebut sebagai “Bank Peserta Penggabungan”.

Bank Mandiri mulai beroperasi pada tanggal 1 agustus 1999. Anggaran Dasar Bank Mandiri telah mengalami beberapa kali perubahan. Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut pelaksanaan program “ Management Stock Option Plan “ (MSOP) berdasarkan jumlah lembar opsi saham yang telah dieksekusi.

Pada akhir bulan februari 1998, pemerintah mengumumkan rencana untuk merestrukturisasi Bank Peserta Penggabungan. Restrukturisasi Bank Peserta Penggabungan dan Bank Mandiri mencakup :

- Restrukturisasi Aktiva Non-Kredit yang diberikan

- Restrukturisasi Kantor Cabang lokal dan luar negeri

- Restrukturisasi Sumber Daya Manusia

Dalam rangka mengatasi kondisi ekonomi yang memburuk di indonesia pada sektor perbankan, pada tanggal 31 desember 1998, pemerintah telah mengeluarkan peraturan pemerintah tentang program rekapitalisasi bank umum yang bertujuan untuk meningkatkan permodalan bank umum agar dapat memenuhi rasio kecukupan modal (CAR) minimum sesuai yang ditetapkan.

Pada tanggal 28 mei 1999, pemerintah mengeluarkan peraturan pemerintah tentang penambahan penyertaan modal pemerintah Republik Indonesia kepada Bank Mandiri melalui penerbitan obligasi rekapitulasi pemerintah oleh menteri keuangan.

Selama obligasi rekapitulasi pemerintah tersebut belum diterbitkan, Bank Mandiri mengakui adanya “ Tagihan kepada Pemerintah “. Sesuai dengan surat Bank Indonesia tanggal 11 oktober 1999, BI menyetujui tagihan kepada pemerintah tersebut diatas termasuk dalam modal inti Bank Mandiri (Tier 1) dalam perhitungan rasio kecukupan modal (CAR) pada tanggal 31 juli 1999 sampai dengan tanggal 30 september 1999.

Bank Mandiri telah menyampaikan pernyataan pendaftaran kepada BAPEPAM pada tanggal 2 juni 2003 dan telah dinyatakan efektif pada tanggal 27 juni 2003.

Pada tanggal 14 juli 2003, Bank Mandiri melakukan penawaran perdana saham kepada masyarakat dan telah dicatatkan di BURSA EFEK INDONESIA ( BEI ).

4.1.2.2. Bank Central Asia.

BCA secara resmi berdiri pada tanggal '21 Februari 1957 dengan nama Bank Central Asia NV. Bank berkedudukan di Jakarta tepatnya di Jln. Jenderal Sudirman kav 22-23. Bank beroperasi sebagai bank umum dan memperoleh ijin untuk melakukan kegiatan devisa pada tanggal 28 maret 1977. Banyak hal telah dilalui sejak saat berdirinya itu, dan barangkali yang paling signifikan adalah krisis moneter yang terjadi di tahun 1997.

Berdasarkan keputusan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) tanggal 28 mei 1998, BPPN mengambil alih operasi dan manajemen bank, sesuai dengan keputusan tersebut, status bank diubah

menjadi Bank Yaken Over (BTO). Bank ditetapkan untuk ikut serta dalam

program rekapitulisasi bank. Sehubungan dengan program rekapitulisasi, pada tanggal 28 mei 1999 bank menerima pembayaran dari pemerintah Republik Indonesia. Pada tanggal yang sama, bank menggunakan

penerimaan tersebut untuk membeli obligasi pemerintah yang baru diterbitkan oleh Bank Indonesia.

Pada tanggal 25 april 2000 BPPN mengembalikan bank kepada Bank Indonesia yang berlaku efektif pada tanggal 28 april 2000, bahwa program rekapitulaisasi telah selesai dan bank telah dikembalikan kedalam pengawasan Bank Indonesia.

Selanjutnya, BCA mengambil langkah besar dengan menjadi perusahaan publik. Penawaran Saham Perdana berlangsung di tahun 2000, dengan menjual saham sebesar 22,55% yang berasal dari divestasi BPPN. Setelah Penawaran Saham Perdana itu, BPPN masih menguasai 70,30% dari seluruh saham BCA. Penawaran saham ke dua dilaksanakan di bulan Juni dan Juli 2001, dengan BPPN mendivestasikan 10% lagi dari saham miliknya di BCA. Dan pada tanggal 10 juli 2001 saham ini telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.

Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 26 mei

2005 menyetujui untuk dilakukannya pembelian kembali saham ( Buy

Back Shares) oleh bank, dengan ketentuan bahwa pembelian kembali saham disetuji oleh Bank Indonesia. Jumlah saham yang akan dibeli kembali ridak melebihi 5% dari jumlah seluruh saham bank yang telah diterbitkan hingga tanggal 31 desember 2004.

Pada tanggal 15 mei 2007 RUPSLB menyetujui untuk dilakukannya pembelian kembali saham tahap II oleh bank, dengan ketentuan telah disetujui oleh Bank Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut pada tanggal 26 November 2008 menyatakan bahwa aktivitas pembelian kembali saham tahap II periode 11 februari 2006 sampai dengan 13 november 2008 telah selesai dilaksanakan.

4.1.2.3. Bank Internasional Indonesia.

PT. Bank Internasional Indonesia Tbk, adalah perusahaan terbatas yang didirikan pada 15 Mei 1959. Pada tanggal 31 Maret 1980 perusahaan melakukan merger (penggabungan) dengan PT. Bank Tabungan Untuk Umum. Pada tanggal 9 november 1988, perusahaan memperoleh peningkatan status menjadi Bank Devisa.

Pada bula februari 1994, perusahaan melakukan penawaran umum terbatas I kepada para pemegang saham. Pada bulan februari 1997, perusahaan melakukan penawaran umum II kepada para pemegang saham. Dan pada tanggal 31 maret 1999, perusahaan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa untuk menyetujui rencana penawaran umum terbatas III kepada para pemegang sahamnya.

Pada bulan juli 2001, Bank Indonesia menetapkan bank sebagai bank dalam penyehatan dan menyerahkan bank kepada Badan

Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), dan pada tanggal 10 oktober 2002, perusahaan telah menambah aktivitas perbankan syariah dalam aktivitas komersial perusahaan. Sehubungan dengan hal tersebut, Gubernur Bank Indonesia mencabut status bank sebagai bank dalam penyehatan dan menerima kembali bank dari BPPN.

Pada tanggal 20 mei 2002, perusahaan telah mengajukan pernyataan pendaftaran kepada BAPEPAM sehubungan dengan penawaran umum terbatas IV dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek terlebih dahulu kepada para pemegang sahamnya. Dan pada tanggal 31 desember 2005, 2006, 2007, 2008, seluruh saham perusahaan telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perusahaan menjalankan kegiatan usah di bidang perbankan sesui dengan UU dan peraturan yang berlaku, serta berdasarakan prinsip syariah. Kantor pusat beralamat di Jln. M.H. Thamrin No. 51 Jakarta Pusat dan memiliki 64 kantor cabang dan 181 kantor cabang pembantu serta 4 kantor cabang syariah.

4.1.2.4. Bank Nasional Indonesia.

PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), berdiri sejak 1946, BNI yang dahulu dikenal sebagai Bank Negara Indonesia, merupakan Bank pertama yang didirikan dan dimiliki oleh Pemerintah Indonesia.

Bank Negara Indonesia mulai mengedarkan alat pembayaran resmi pertama yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia, yakni ORI atau Oeang Republik Indonesia, pada malam menjelang tanggal 30 Oktober 1946, hanya beberapa bulan sejak pembentukannya. Hingga kini, tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Keuangan Nasional, sementara hari pendiriannya yang jatuh pada tanggal 5 Juli ditetapkan sebagai Hari Bank Nasional.

Pada tanggal 29 PRIL 1992, telah dilakukan penyesuaian bentuk hukum BNI menjadi perusahaan perseroan ( persero ). Dan pada tanggal 28 oktober 1996, BNI telah melakukan penawaran umum perdana.

Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 30 juni 1999, BNI melakukan penawaran umum terbatas I dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek terlebih dahulu. Dan pada tanggal 30 juli 2007, pemegang saham memutuskan untuk melakukan penawaran umum terbatas II.

Kemampuan BNI untuk beradaptasi terhadap perubahan dan kemajuan lingkungan, sosial-budaya serta teknologi dicerminkan melalui penyempurnaan identitas perusahaan yang berkelanjutan dari masa ke masa. Hal ini juga menegaskan dedikasi dan komitmen BNI terhadap perbaikan kualitas kinerja secara terus-menerus.

Pada tahun 2004, identitas perusahaan yang diperbaharui mulai digunakan untuk menggambarkan prospek masa depan yang lebih baik, setelah keberhasilan mengarungi masa-masa yang sulit. Sebutan 'Bank BNI' dipersingkat menjadi 'BNI', sedangkan tahun pendirian - '46' - digunakan dalam logo perusahaan untuk meneguhkan kebanggaan sebagai bank nasional pertama yang lahir pada era Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Perdagangan perdana dilaksanakan pada tanggal 13 agustus 2007 melalui Bursa Efek Indonesia ( BEI ).

4.1.2.5. Bank Rakyat Indonesia

Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Aria Wirjaatmadja dengan nama Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren atau Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi yang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI.

PT. BRI (Persero) yang didirikan sejak tahun 1895 didasarkan pelayanan pada masyarakat kecil sampai sekarang tetap konsisten, yaitu dengan fokus pemberian fasilitas kredit kepada golongan pengusaha kecil. Hal ini antara lain tercermin pada perkembangan penyaluran KUK pada tahun 1994 sebesar Rp. 6.419,8 milyar yang meningkat menjadi Rp.

8.231,1 milyar pada tahun 1995 dan pada tahun 1999 sampai dengan bulan September sebesar Rp. 20.466 milyar.

Pada tanggal 31 okober 2003, pemerintah melalui menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ), menyetujui untuk melakukan penawaran

umum saham perdana ( Initial Public Offering (IPO) ). Saham yang

ditawarkan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 10 november 2003, pada saat yang bersamaan seluruh saham BRI juga dicatatkan.

Seiring dengan perkembangan dunia perbankan yang semakin pesat maka sampai saat ini Bank Rakyat Indonesia mempunyai Unit Kerja yang berjumlah 4.447 buah, yang terdiri dari 1 Kantor Pusat BRI, 12 Kantor Wilayah, 12 Kantor Inspeksi /SPI, 170 Kantor Cabang(Dalam Negeri), 145 Kantor Cabang Pembantu, 1 Kantor Cabang Khusus, 1 New York Agency, 1 Caymand Island Agency, 1 Kantor Perwakilan Hongkong, 40 Kantor Kas Bayar, 6 Kantor Mobil Bank, 193 P.POINT,3.705 BRI UNIT dan 357 Pos Pelayanan Desa.

4.1.2.6.CIMB Niaga.

CIMB Niaga pertama kali didirikan pada tahun 1955 sebagai bank swasta nasional. Setelah terbentuk, membangun kepercayaan nasabah maupun kesejahteraan dan profesionalisme karyawan menjadi perhatian utama bank. Pada tahun 1969, ketika sektor swasta di Indonesia dilanda krisis, CIMB Niaga mampu bertahan dan berhak memperoleh jaminan dari

Bank Indonesia. CIMB Niaga kemudian merevisi rencana usahanya pada tahun 1974, dan berganti menjadi bank umum agar dapat memenuhi kebutuhan nasabah.

Pada tahun 1981-1982, CIMB Niaga menjadi bank pertama di Indonesia yang menerapkan sistem perbankan jaringan (online) dan sistem jaringan kantor cabang. Selanjutnya, pada tahun 1976 Bank meluncurkan Program Kredit Profesional, yaitu pinjaman bagi para profesional seperti ahli teknik, dokter, dsb. Langkah berikut yang ditempuh Bank adalah membentuk jaringan unit usaha penukaran valuta asing resmi di sejumlah kantor cabang pada tahun 1985 beserta beragam produk baru.

Dokumen terkait