• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

4.1.1. Gambaran Umum Tempat Penelitian

4.1.1.1. Profil Singkat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah

yang terbesar di Indonesia. Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan

di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan namaDe Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inladsche Hoofden atau Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto, suatu lembaga keuangan yang

melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga tersebut

berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari

kelahiran BRI.

Dalam perkembangannya bank ini telah mengalami perubahan nama

beberapa kali, karena disesuaikan dengan kondisi Indonesia yang mengalami

penjajahan oleh bangsa asing yaitu berubah menjadi De Poerwokertosche Hulp Spaar-en Landbouw Creditbank, yang perkembangannya lebih dikenal masyarakat sebagai Volksbank (Bank Rakyat). Pada tahun 1934 menjadi Centrale Kas Voor Het Volscredietwezen (AVB) berubah menjadi Syomin Gink.

pertama Republik Indonesia. Namun pada masa agresi Belanda pada tahun 1947

terutama dengan adanya perjanjian Renville, kelancaran operasional BRI menjadi

terganggu sehingga sempat terhenti selama kurang lebih satu tahun sampai

disepakatinya perjanjian Roem-Royen pada tahun 1949. Selanjutnya BRI aktif

kembali dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat

(BARRIS).

Aturan Bank Rakyat Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1

tahun 1946 diperbaharui dengan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 1951 tanggal

20 April 1951 yang mengajukan Bank Rakyat Indonesia sebagai Bank Menengah.

Pada tanggal 17 Agustus 1950 negara RIS kembali menjadi Negara Kesatuan

Republik Indonesia, dan Algemene Volkscrediet Bank dibubarkan tanggal 29 Oktober 1951 dengan Undang-Undang No. 12 tahun 1951 yang mencabut

Staatsblad 1934-1982 tentang pendirian Algemene Volkscrediet Bank. Dengan demikian maka terhitung sejak tanggal tersebut Bank Rakyat Indonesia menjadi

ahli waris satu-satunya dari Algemene Volkscrediet Bank diseluruh Indonesia.

Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuklah Bank

Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank

Tani Nelayan dan Nederlandsche Maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden (PenPres) No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam

Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan.

Setelah berjalan selama satu bulan, keluar PenPres No. 17 tahun 1965

BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural,

sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit II bidang Ekspor Impor

(Exim).

Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang Undang-undang

Pokok Perbankan dan Undang No. 13 tahun 1968 tentang

Undang-Undang Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia

sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rular dan

Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat

Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia. Selanjutnya berdasarkan

Undang-Undang no. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai

bank umum.

Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7

tahun 1992 dn Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah

menjadi perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan

Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia

memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga menjadi perusahaan

publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih

digunakan sampai dengan saat ini.

Gambar 4.1

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang didirikan sejak tahun 1895

tetap konsistenmemfokuskan pada pelayanan kepada masyarakat kecil,

diantaranya dengan memberikan fasilitas kredit kepada golongan pengusaha kecil.

Seiring dengan perkembangan dunia di bidang perbankan yang semakin pesat

sampai saat ini, Bank Rakyat Indonesia memiliki unit kerja yang berjumlah 4.447

buah, terdiri atas 1 Kantor Pusat BRI, 12 Kantor Wilayah, 12 Kantor Inspeksi/SPI,

170 Kantor Cabang (dalam negeri), 145 Kantor Cabang Pembantu, 1 Kantor

Cabang Khusus, 1 New York Agency, 1 Caymand Island Agency, 1 Kantor

Perwakilan Hongkong, 40 Kantor Kas Bayar, 6 Kantor Mobil Bank, 193 P.Point,

3.705 BRI UNIT dan 357 Pos Pelayanan Desa.

Salah satu kantor unit yang dimiliki oleh Bank Rakyat Indonesia adalah

Kantor Bank Rakyat Indonesia Unit Setia Budi yang berlokasi di Jl. Setia Budi

No. 94 J Medan. Bank Rakyat Indonesia memiliki satu BRI Terasa Pasar yang

membantu kinerja BRI Unit Setia Budi.

4.1.1.2.Produk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Adapun beberapa produk yang ditawarkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia

(Persero) Tbk Unit Setia Budi Medan adalah sebagai berikut:

1. Produk Simpanan

a. Tabungan:

1. Tabungan Simpedes

Tabungan Simpedes adalah simpanan masyarakat dalam bentuk

tabungan dengan mata uang rupiah, yang dapat dilayani di

Unit / Teras BRI, yang jumlah penyetoran dan pengambilannya

tidak dibatasi baik frekuensi maupun jumlahnya, sepanjang

memenuhi ketentuan yang berlaku.

2. Tabungan BritAma

Tabungan ini merupakan jenis Tabungan dari BRI dengan

sistem Real Time On-Line diseluruh Indonesia.Nasabah dapat melakukan penyetoran dan penarikan tunai di Unit Kerja Bank

BRI dan dilengkapi dengan Fasilitas BritAma Prime Card. 3. Tabungan BritAma Junio

b. Deposito

1. Deposito BRI Rupiah

2. Deposito BRI Valas

3. Deposit On Call (DOC)

2. Produk Pinjaman

Pada dasarnya kredit terbagi menjadi dua, yaitu:

a. Kredit konsumsi adalah kredit yang digunakan untuk membeli sesuatu yang sifatnya konsumtif, seperti membeli rumah atau

kendaraan pribadi. Contohnya KPR (Kredit Perumahan Rakyat),

dan KKB (Kredit Kendaraan Bermotor).

b. Kredit Modal Kerja

Kredit ini terbagi menjadi dua, yaitu:

a) Briguna Karya

Kredit ini diperuntukkan bagi pegawai yang telah diangkat

sebagai pegawai tetap: Pegawai Negeri Sipil(PNS) pusat

dan daerah, anggota TNI, anggota POLRI, pegawai

BUMN, pegawai BUMD, pegawai perusahaan swasta yaitu

pegawai tetap dari badan usaha atau badan hukum bukan

milik negara, yang didirikan berdasarkan peraturan

perundang-undangan yang berlaku.

b) Briguna Purna

Kredit ini diperuntukkan bagi pensiunan dan atau

janda/duda-nya, dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) pusat dan

daerah, anggota TNI, anggota POLRI, pegawai BUMN,

pegawai BUMD. Selain itu, kredit ini juga diberikan

kepada pensiunan pegawai swasta yang instansinya

mempunyai dana pensiun, yang menerima pension secara

tetap dari perusahaan asuransi atau perusahaan dana

pension yang didirikan sesuai dengan ketentuan Menteri

Keuangan. Serta suami/istri pekerja BRI yang menjadi

pegawai atau pensiunan dari instansi pensiun diatas.

2. Kredit Modal Usaha

Kredit yang diperuntukkan dalam mengembangkan dan

a) KUR

KUR (Kredit Usaha Rakyat) adalah salah satu jenis kredit

modal usaha yang ada di BRI unit setia budi dengan jumlah

plafond 1.000.000 – 20.000.000 , jangka waktu pembayaran

1 - 4 tahun (48 bulan) dengan bunga 1,025% dan tanpa

agunan.

b) Kupedes

Kupedes ( Kredit Umum Pedesaan ) adalah salah satu

kredit modal usaha yang ada di BRI unit setia budi dengan

jumlah plafond 1.000.000 – 100.000.000, jangka waktu

pembayaran 1 – 5 tahun (60 bulan). Untuk pinjaman

1.000.000 – 20.000.000 bunga yang diberikan sebesar

1.025 %, untuk pinjaman diatas 20.000.000 – 50.000.000

bunga yang diberikan 1.20 % dan untuk pinjaman diatas

50.000.000 – 100.000.000 bunga yang diberikan 1.00%.

Kupedes harus menyertakan agunan yang berupa surat

tanah.

Dokumen terkait