• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Umum UIN Sumatera Utara Medan

Dalam dokumen TESIS OLEH DWI SANDHI ROMADHON (Halaman 66-70)

HASIL DAN PEMABAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Gambaran Umum UIN Sumatera Utara Medan

Sejarah lahirnya UIN Sumatera Utara merupakan perjalanan panjang dari lahir dan dinamika lembaga pendidikan tinggi yang sebelumnya masih berstatus

‘institut’ yaitu Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara. Keinginan mengalih status IAIN SU menjadi sebuah universitas tentu didasari oleh semangat yang menggebu untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan wider mandate di berbagai bidang di Sumatera Utara secara khusus, Indonesia dan Asia Tenggara secara umum.

Berdirinya IAIN Sumatera Utara pada tahun 1973 merupakan perkembangan natural dari kemajuan pendidikan di Sumatera Utara, Dari perspektif sejarah, keberadaan Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara dilatari oleh dua faktor.

Pertama, bahwa perguruan tinggi Islam yang berstatus negeri saat itu belum ada di Provinsi Sumatera Utara. Kedua, pertumbuhan madrasah, pesantren, dan lembaga pendidikan yang sederajat dengan SLTA berkembang pesat di daerah ini, yang pada gilirannya memerlukan adanya lembaga pendidikan yang lebih tinggi. Sejak awal kemerdekaan sampai tahun 1970-an, jumlah alumni pendidikan madrasah dan pondok pesantren yang ingin melanjutkan studinya ke perguruan tinggi semakin meningkat. Karenanya, kehadiran Institut Agama Islam Negeri (IAIN) di wilayah Sumatera Utara terasa semakin mendesak dan sangat penting. Hal itu terlebih-lebih mempertimbangkan bahwa di berbagai kota lain di Indonesia telah

terlebih dahulu berdiri sejumlah IAIN. Karena dukungan bagi berdirinya IAIN Sumatera Utara datang dari berbagai segmen masyarakat Sumatera Utara, mulai dari Pemerintah Daerah, kalangan perguruan tinggi, ulama, dan tokoh masyarakat.

Pada awal berdirinya, IAIN Sumatera Utara hanya membuka dua Fakultas, yaitu Fakultas Syari’ah yang berinduk ke IAIN Ar-Raniry Banda Aceh dan Fakultas Tarbiyah yang berinduk ke IAIN Imam Bonjol Padang. Kemudian dalam perkembangan berikutnya, dua fakultas di atas menjadi Fakultas yang berdiri sendiri, terpisah dari IAIN Ar-Raniry dan Imam Bonjol. Dalam perkembangan selanjutnya, pada tahun akademik 1994/1995 dibuka pula Program Pascasarjana (PPS) jenjang Strata dua (S2) Jurusan Dirasah Islamiyah. Kemudian pada tahun 2004 dibuka pula Program Pascasarjana untuk jenjang strata tiga (S3). Pada awalnya Program Pascasarjana melaksanakan kegiatan kuliah di Kampus IAIN Jln. Sutomo Medan, tetapi kemudian pada tahun 1998 dibangun kampus baru di pondok surya Helvetia Medan. Sekarang PPS IAIN SU sudah mengasuh 6 (enam) Program Studi S2 (Pemikiran Islam, Pendidikan Islam, Hukum Islam, Komunikasi Islam, Ekonomi Islam dan Tafsir Hadis), serta 4 Program Studi S3, yaitu Hukum Islam, Pendidikan Islam, Agama dan Filsafat Islam dan Komunikasi Islam.

Dalam perkembangan saat ini, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan merupakan Perguruan Tinggi Islam yang secara khusus melaksanakan kegiatan Pendidikan, Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam bidang Ilmu-Ilmu Keislaman secara terpadu dan Penerapan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni berdasarkan nilai-nilai Islam.

Pasal 5 Undang-undang No.12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi menyatakan bahwa pendidikan tinggi bertujuan ;

a) Mengembangkan potensi mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, terampil, kompeten, dan berbudaya untuk kepentingan bangsa.

b) Menghasilkan lulusan yang menguasai cabang ilmu pengetahuan dan atau teknologi untuk memenuhi kepentingan nasional dan pengingkatan daya saing bangsa.

c) Menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penelitian yang memperhatikan dan menempatkan nilai-nilai humaniora agar bermanfaat bagi kemajuan bangsa, serta kemajuan peradaban dan kesejahteraan umat manusia dan

d) Mewujudkan pengabdian kepada masyarakat berbasis penalaran dan karya penelitian yang bermanfaat dalam memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Untuk melakasanakan amant undang-undang tersebut, maka Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan berkewajiban melaksanakan beberapa hal antara lain;

Pertama, secara terus menerus berinovasi dibidang ilmu pengetahuan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan dan ilmu pengetahuan secara komprehensif tidak hanya dalam ilmu-ilmu keislaman tetapi juga mencakup ilmu-ilmu teknologi dan social lainnya. Demi kepentingan kemajuan bangsa dan Negara.

Kedua, pada waktu bersamaan dengan berinovasi dibidang keilmuan, UINSU Medan secara terus menerus meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan sekaligus meningkatkan mutu pelayanan, untuk itu semua perlu didukung oleh sarana dan prasarana.

Undang–undang Republik Indonesia No. 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negara telah membuka koridor baru bagi penerapan basis kinerja di lingkungan pemerintah. Pasal 68 dan Pasal 69 dari Undang–undang tersebut memberi peluang kepada instansi pemerintah yang tugas pokok dan fungsinya memberi pelayanan kepada masyarakat untuk dapat menerapkan pola pengelolaan keuangan yang fleksibel dengan menonjolkan produktifitas, efisiensi dan efektifitas. Instansi demikian disebut sebagai Badan Layanan Umum (BLU). BLU adalah contoh konkrit yang menonjol dari penerapan manajemen keuangan berbasis pada hasil kerja (kinerja), sebagaimana dijabarkan pada peraturan pemerintah No. 23 tahun 2005.

Dengan sifat–sifat BLU yang tetap menjadi instansi pemerintah yang dipisahkan, dimana seluruh pendapatan yang diperoleh dari APBN dilaporkan dan dikonsolidasikan dalam pertanggungjawaban APBN. Dengan demikian, BLU diharapkan tidak sekedar sebagai format baru dalam pengelolaan APBN, tetapi BLU diharapkan dapat menyuburkan perwadahan baru bagi pembaharuan manajemen keuangan sektor riil, demi meningkatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

Peluang penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU) yang secara khusus disediakan kesempatannya bagi satuan kerja pemerintah yang melaksanakan tugas operasional pelayanan publik (seperti layanan

kesehatan, pendidikan, pengelolaan kawasan dan lisensi), akan membedakannya dari fungsi pemerintah sebagai regulator dan penuntut kebijakan. Aktifitas yang tidak harus dilakukan oleh lembaga Birokrasi murni, tetapi diselenggarakan oleh instansi yang dikelola ala bisnis (bussiness like) sehingga pemberian layanan kepada masyarakat menjadi lebih efisien dan lebih efektif.

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan menjadi salah satu Instansi Pemerintah dibawah naungan Kementerian Agama yang ditetapkan untuk menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU) berdasarkan pada Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 76/KMK.05/2009 tentang Penetapan IAIN Sumatera Utara pada Departemen Agama sebagai Instansi Pemerintah yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan layanan Umum yang ditetapkan pada tanggal 13 Maret 2009

Untuk membiayai seluruh kegiatannya, UIN Sumatera utara Medan memperoleh sumber dana dari APBN (Rupiah Murni) dan dari Masyarakat (PNBP). PNBP merupakan sumber alternative dan sangat potensial, dimana kegiatan-kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan dari APBN (Rupiah Murni) dapat direalisasikan dari dana yang bersumber dari PNBP.

Dalam dokumen TESIS OLEH DWI SANDHI ROMADHON (Halaman 66-70)

Dokumen terkait