BAB IV : HASIL PENELITIAN
B. Gambaran Umum URM RSIA Hermina Pandanaran
1. Struktur Organisasi Rekam Medis di RS Hermina Pandanaran Semarang
Gambar 4.1 Struktur Organisasi Unit Rekam Medis RSIA Hermina
2. Tugas Pokok dan Wewenang Kepala Instalasi Rekam Medis, PJ Interval, PJ Pengelolaan, PJ Pelaporan, PJ Penyimpanan :
a. Tugas Pokok dan Wewenang Kepala Instalasi Rekam Medis
1) Melaksanakan kegiatan program rutin peningkatan mutu dan pengembangan bidang penunjang medis instalasi Rekam Medis. 2) Mengatur dan mengawasi kegiatan pelayanan rekam medis
meliputi registrasi, retrieval dan penyimpanan, pengolahan BRM dan pelaporan di instalasi Rekam Medis
3) Merencanakan kebutuhan dan memberdayakan tenaga, sarana, prasarana dan fasilitas di Instalasi Rekam Medis.
4) Mengawasi pelaksanaan sistem prosedur / SPO kebijakan dan keputusan komite medik yang diberikan di Instalasi Rekam Medis.
5) Mengendalikan upaya pencegahan dan penanganan kejadian yang tidak diharapkan di Instalasi Rekam Medis.
6) Melakukan pemantauan atau deteksi dini kejadian potensial bermasalah di Instalasi Rekam Medis dan berkoordinasi dalam upaya pencegahan dan penanganannya.
7) Memberi masukan kepada panitia Rekam Medis tentang standar formulir, revisi formulir dan petunjuk tehnis pengisian BRM. 8) Mengawasi tenaga yang bertugas Instalasi Rekam Medis dalam
memberikan pelayanan selalu memperhatikan etika profesi. 9) Melaksanakan kegiatan administrasi pelayanan di Instalasi
Rekam Medis.
10) Memberikan usulan penyusunan program kegiatan rutin, program pengembangan dan program Instalasi Rekam Medis bila dibutuhkan.
11) Mengkoordinasikan kegiatan pelayanan Instalasi Rekam Medis dengan instalasi atau urusan dari bidang bagian yang terkait hubungan kerja.
12) Melakukan analisa, evaluasi dan menyusun laporan kinerja Instalasi Rekam Medis sebagai bahan masukan kepada Manajer Penunjang Medis.
Wewenang Kepala Instalasi Rekam Medis :
1) Mengkoordinasikan program dan mengawasi pelaksanaan kegiatan di instalasi Rekam Medis
2) Menilai kinerja karyawan di Instalasi Rekam Medis
3) Memberikan masukan/usulan kepada manajer penunjang medis untuk pengembangan di Instalasi Rekam Medis.
1) Melaksanakan kegiatan program rutin peningkatan mutu dan pengembangan bidang penunjang medis di instalasi Rekam Medis
2) Memberdayakan tenaga, sarana, prasarana dan fasilitas terkait retrieval dan penyimpanan di Instalasi Rekam Medis.
3) Melaksanakan sistem prosedur / SPO dan kebijakan terkait interval dan penyimpanan yang berlaku di Instalasi Rekam Medis.
4) Mengawasi pengambilan dan peminjaman dan penyimpanan berkas rekam medis pasien rawat jalan, rawat inap maupun pasien IGD.
5) Mencatat peminjaman berkas rekam medis dan perpanjangan peminjaman bila telah melewati masa pinjam.
6) Melaksanakan upaya pencegahan dan penanganan kejadian yang tidak diharapkan di Instalasi Rekam Medis.
7) Mengawasi tenaga yang bertugas di Unit retrieval dan penyimpanan Instalasi Rekam Medis dlam memberikan pelayanan selalu memperhatikan etika profesi.
8) Melaksanakan kegiatan administratif pelayanan di unit retrieval dan penyimpanan Instalasi Rekam Medis.
9) Membuat laporan kinerja unit retrieval dan penyimpanan Instalasi Rekam Medis.
Wewenang PJ interval :
1) Mengoreksi kesalahan peminjaman, Retrieval dan penyimpanan berkas rekam
2) Memonitor jumlah berkas rekam medis yang keluar dari instalasi rekam medis
4) Melarang petugas selain rekam medis untuk masuk kedalam ruang penyimpanan berkas rekam medis.
c. Tugas Pokok dan Wewenang PJ Pengelolaan :
1) Melaksanakan kegiatan rutin pelayanan dan peningkatan mutu di unit pengelolaan BRM di instalasi Rekam Medis 2) Memberdayakan tenaga, sarana, prasarana dan fasilitas
terkait pengelolaan BRM di instalasi Rekam Medis.
3) Melaksanakan sistem prosedur / SPO dan kebijakan terkait pengelolaan BRM di instalasi Rekam Medis di Instalasi Rekam Medis.
4) Mengawasi kegiatan asembling, koding dan analisa kuantitatif BRM.
5) Mengawasi berkas rekam medis pasien rawat inap pulang yang telah terlewat dari 1x24 jam dari semua ruang perawatan.
6) Memantau dan menyeleksi kelengkapan isi berkas rekam medis dan resume medis, bila belum lengkap diajukan untuk dilengkapi DPJP.
7) Menyusun indeks penyakit dan operasi 10 besar penyakit sesuai dengan kode penyakit.
8) Mengajukan pengisian formulir blanko asuransi dan surat keterangan dokter.
9) Melaksanakan upaya pencegahan dan penanganan kejadian yang tidak diharapkan di Instalasi Rekam Medis. 10) Mengawasi tenaga yang bertugas Instalasi Rekam Medis
dalam memberikan pelayanan selalu memperhatikan etika profesi
11) Melaksanakan kegiatan administratif playanan di unit pengelolaan Berkas Rekam Medis Instalasi Rekam Medis. 12) Membuat laporan kinerja unit pengelolaan Berkas Rekam
Medis Instalasi Rekam Medis Wewenang PJ Pengelolaan :
1) Memantau kelengkapan dan ketetapan pengisian formulir rekam medis
2) Meminta kepada DPJP untuk melengkapi Berkas Rekam Medis
3) Memberi pembinaan dan teguran kepada pelaksana.
d. Tugas Pokok dan Wewenang PJ Pelaporan :
1) Melaksanakan kegiatan rutin pelayanan dan peningkatan mutu di unit pengelolaan BRM di instalasi Rekam Medis
2) Memberdayakan tenaga, sarana, prasarana dan fasilitas terkait pengelolaan BRM di instalasi Rekam Medis.
3) Melaksanakan sistem prosedur / SPO dan kebijakan terkait pelaporan di instalasi Rekam Medis di Instalasi Rekam Medis. 4) Melaksanakan rekpitulasi sensus harian dari ruangan dan
memasukannya kedalam formulir rekapitulasi pasien rawat inap. 5) Melaksanakan rekapitulasi jumlah kunjungan pasien rawat jalan
menurut jenis kunjungan.
6) Melaksanakan rekapitulasi dan menginput data ke dalam komputer dan dikirimkan melalui website (laporan harian bulanan bahkan tahunan) ke dalam formulir RL 1-6.
7) Melaksanakan upaya pencegahan dan penanganan kejadian yang tidak diharapkan di Instalasi Rekam Medis.
8) Mengawasi tenaga yang bertugas Instalasi Rekam Medis dalam memberikan pelayanan selalu memperhatikan etika profesi 9) Melaksanakan kegiatan administratif playanan di unit pelaporan
Berkas Rekam Medis Instalasi Rekam Medis. 10) Membuat laporan kinerja di Instalasi Rekam Medis
Wewenang PJ Pelaporan :
1) Meminta dan mencocokan data/laporan kinerja dengan pihak terkait meliputi kegiatan rawat jalan, rawat inap, dan data penunjang medis dari kegiatan Rumah Sakit
2) Mengadakan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Pelaporan Rekam Medis
3) Memberi pembinaan dan teguran kepada pelaksana.[19]