Artefak merupakan suatu gangguan pada tampilan citra radiografi akibat berbagai kesalahan. Baik itu kesalahan akibat pencucian, noda pada Intensifying Screen (IS) dan lain-lain. Dalam banyak situasi artefak tidak mempengaruhi keakuratan visibilitas obyek dan diagnostik. Tapi artefak dapat mengaburkan bagian gambar atau dapat ditafsirkan sebagai fitur anatomi. Berbagai faktor yang terkait dengan setiap metode imaging dapat menyebabkan artefak gambar.
2. Blur Summery (kekaburan)
Kekaburan mempunyai batas untuk mampu dilihat pada bayangan yang kecil. Sehingga kekaburan itu mengakibatkan keterbatasan pengelihatan detail gambar. Kekaburan menurunkan penampakan struktur kecil dari kontras objek.
Dan hal ini sering terjadi pada citra medik. Bila kekaburan kecil maka objek yang besar masih dapat kita lihat. Tetapi apabila kekaburan makin besar maka bukan hanya objek kecil yang tidak bisa kita lihat, objek yang besar juga akan sulit kita amati.
Ada 3 (tiga) pengaruh dari kekaburan, yaitu :
1. Sebagaimana yang telah kita amati, kekaburan mengakibatkan penurunan kemampuan untuk memperlihatkan detail anatomi objek. Padahal hal tersebut sangat penting dalam penggambaran citra medik.
2. Kekaburan menurunkan nilai ketajaman (sharpness) struktur dan objek citra medik sehingga ketidaktajaman (unsharpness) sering digunakan sebagai pengganti istilah kekaburan (blurring).
3. Efek dari Noise
Setiap kolom pada gambar di bawah ini mempunyai seri rentang kontras dari mulai yang tinggi (bagian bawah) sampai yang mempunyai kontras rendah (bagian atas). Terdapat 3 (tiga) tingkatan rendah, medium dan tinggi noise pada ketiga kolom gambar disamping. Efek dari noise adalah untuk menurunkan visibilitas dari objek yang dimiliki dengan kontras rendah.
Gambar 2.1 Contoh noise
Baik blur maupun noise sebenarnya merupan ciri umum unsur yang tidak diinginkan pada citra medik karena bisa menurunkan visibilitas objek tertentu.
Ilustrasi gambar dibawah ini menunjukkan diagram Kontras Detail. Objek dirancang menurut penurunan ukuran (detail) dari kiri ke kanan, dan menurut penurunan kontras dari bawah ke atas. Bagian yang besar dan tinggi nilai kontras objek di dalam wilayah kiri bawah harus terlihat sebagai gambaran umum kondisi citra medik yang semestinya. Anggaplah noise dan kekaburan (blur) adalah dua hal yang secara bersama menghasilkan โtabir ketidaktampakanโ (curtain of invisibility).
Noise menurunkan visibilitas objek dengan kontras rendah. Sedangkan blur menurunkan visibilitas objek yang ukurannya kecil. Biasanya kebanyakan objek
dengan ukuran anatomi yang kecil akan mempunyai nilai kontras yang relatif rendah dan visibilitasnya menurun karena faktor noise dan blur.
Gambar 2.2 Efek noise dan blur
2.4 Grid (Kisi)
Grid radiografi terdiri dari serangkaian strip foil timbal (Pb) yang dipisahkan oleh celah dari strip timah tersebut. Hal ini ditemukan oleh Dr.
Gustave Bucky pada tahun 1913 ,dan masih merupakan cara yang paling epektif untuk menghilangkan radiasi hambur agar tidak sampai ke film rontgen di bidang radiografi. Bahan dari grid ini dapat berupa kertas atau aluminium, tapi dalam grid modern biasanya terbuat dari serat karbon, strip timah hitam (Pb).
Radiasi primer berorientasi pada sumbu yang sama dengan strip timah dan melewati diantara strip timah tersebut untuk sampai ke film. Radiasi hambur muncul dari berbagai titik dari pasien dan yang meliputi dari segala arah (multi
arah), sehingga sebagian besar diserap oleh timah (grid) dan hanya sejumlah sinar-x yang lewat dan sampai ke film.
Grid terdiri atas lajur-lajur lapisan tipis timbal (Pb) atau dapat juga dijelaskan pada saat mengambil gambar radiografi semua sinar primer jatuh pada jaringan yang tidak dapat terlewati. Beberapa sinar dapat melewati jaringan, beberapa sinar terrefleksikan dalam berbagai tingkatan ketebalan jaringan dan sinar yang tertinggal terabsorbsi oleh jaringan. Sinar yang terrefleksikan menyebabkan radiasi yang terpecah. Radiasi yang terpecah tersebut jatuh ke film bersamaan dengan sinar primer menghasilkan gambar yang buram pada film.
Untuk menghindari pemecahan sinar diperlukan sebuah alat yang dinamakan grid yang digunakan dalam radiografi. Penggunaan grid diperlukan untuk jaringan dengan ketebalan 11 cm. Grid ditempatkan diantara bagian yang terekspose pada kaset.
Gambar 2.3 Grid bergerak (Bucky)
2.4.1 Jenis-jenis Grid (kisi)
1. Grid diam (Stationary Grid atau Lisholm).
Grid ini mempunyai macam-macam ukuran sesuai dengan ukuran kaset, dan grid ini bisa dibawa atau bersifat mobile.
2. Grid bergerak (Moving Grid atau Bucky)
Grid bergerak (moving grid) diciptakan oleh Dr Hollis E. Potter pada tahun 1920 dan selama bertahun-tahun, grid bergerak itu disebut grid Potter Bucky. Dalam beberapa tahun terakhir nama telah disingkat menjadi grid Bucky, yang sangat disayangkan, karena nama penemu dihilangkan. Grid digerakkan untuk mengaburkan bayangan strip timah hitam (lajur grid).
Biasanya grid ini digerakkan oleh motor yang berada di bawah meja pemeriksaan atau tepatnya terletak diatas film. Sehingga disaat eksposure dengan cepat grid bergerak sehingga hasil pada gambar radiografi strip tidak lagi terlihat.
Gambar 2.4 Penyerapan selektif radiasi hambur oleh sebuah Grid
Sebuah grid tersusun atas strip dan materi radiotransparan seperti kayu atau aluminium teratur pada saat focal spot diposisikan tepat ditengah grid, strip pada grid disejajarkan dengan tumbukan primer. Contoh sederhana alat yang dapat kita temui adalah grid yang dapat bergerak yaitu Potter-Bucky Diafragma (Bucky). Grid ini tetap bergerak selama waktu terjadinya pemaparan sinar. Pada saat grid yang tidak bergerak digunakan strip pada grid akan tergambar pada radiograf. Untuk menghindari hasil dari strip ini maka digunakan strip yang bergerak.
Gambar 2.5 Susunan lempeng (Pb) 2.4.2 Grid Ratio
Grid ratio adalah perbandingan antara tinggi lempengan timbal dengan jarak antara lempeng
๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ ๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐ฎ๐ฎ๐น๐น = ๐๐ ๐ซ๐ซ
Semakin tinggi grid ratio semakin banyak hamburan yang diserap oleh grid, faktor eksposi yang digunakan semakin besar. Grid dengan ratio 8:1 atau 10:1 grid sering digunakan di dalam pemeriksaan thorak dan sebagainya. Grid
ratio 5:1 akan menyerap radiasi 85 % dimana grid ratio 16:1 penyerapan radiasi sebesar 97 %.
Ratio grid didefenisikan sebagai perbandingan antara tinggi dari strip dengan jarak.
Gambar 2.6 Karakteristik grid
Atau
๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ ๐ญ๐ญ๐ฎ๐ฎ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ฎ๐ฎ = ๐๐ ๐น๐น + ๐ซ๐ซ
2.4.3 Cara Kerja Grid (kisi)
Grid digunakan untuk meningkatkan kontras dengan menyerap radiasi sekunder sebelum mencapai film. Grid ideal akan menyerap semua radiasi sekunder dan bukan radiasi primer, itu akan memberikan kontras film maksimum tanpa peningkatan yang tidak perlu dalam eksposure pasien.
Konstruksi grid dirancang sedemikian rupa agar dapat menyerap radiasi yang menuju ke film. Adapun prinsip konstruksinya adalah hamburan akan diserap oleh lempengan timbal, sinar akan dilewatkan oleh lempengan timbal
tersebut terdapat jarak (interspace) dan juga terdapat tinggi lempeng timbal tersebut (tinggi Lead Strip).
Sinar-x (radiasi primer) akan tersebar kesegala arah pada waktu mengenai suatu benda (gambar 2.7). Sinar tersebar ini dinamakan sinar hambur (radiasi sekunder atau scattered radiation). Walaupun sinar hambur mempunyai panjang gelombang yang lebih pendek tetapi efek fotografinya tetap ada sehingga dapat menimbulkan gangguan pada film rontgen. Sinar hambur ini harus ditiadakan dengan menggunakan grid.
Gambar 2.7 Peletakan dan fungsi grid
2.4.4 Grid Berdasarkan Susunannya Dari susunannya dibagi dalam :
1. Linier: Jalur lempeng (Pb) yang satu dengan yang lain sejajar.
2. Focused: Jalur lempeng (Pb) berangsur tambah miring dari pusat ke tepi, disusun sedemikian rupa mengikuti arah sinar.
3. Crosed Grid: dua grid diletakkan satu atas yang lain (bersilang), Crossed Grid sebagian pusat sinar-x tepat ditengah grid.
Jadi grid (kisi) yang memenuhi syarat adalah:
1. Dapat menyerap sinar hambur 80 โ 90 %.
2. Dapat menyerap sinar primer 10 โ 15 %.
3. Dapat menaikkan kontras.
Penambahan kontras dapat diukur dengan faktor perbaikan kontras (K), dengan
๐ฒ๐ฒ =๐ญ๐ญ๐น๐น๐ญ๐ญ๐น๐น๐ฎ๐ฎ๐น๐น๐ญ๐ญ ๐ญ๐ญ๐ฎ๐ฎ๐ญ๐ญ๐น๐น๐ฎ๐ฎ โ ๐๐ ๐ฎ๐ฎ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ ๐ ๐น๐น๐ญ๐ญ ๐ ๐ ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ ๐ญ๐ญ๐น๐น๐ญ๐ญ๐น๐น๐ฎ๐ฎ๐น๐น๐ญ๐ญ ๐ญ๐ญ๐ฎ๐ฎ๐ญ๐ญ๐น๐น๐ฎ๐ฎ โ ๐๐ ๐ญ๐ญ๐น๐น๐ญ๐ญ ๐ ๐ ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ