ANALISA DISTORSI DAN KONTRAS RADIGRAFI PADA THORAK AKIBAT PENGARUH GRID
SKRIPSI
Kenca Sembiring 110821003
PROGRAM S-1 FISIKA MEDIK JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2013
ANALISA DISTORSI DAN KONTRAS RADIGRAFI PADA THORAK AKIBAT PENGARUH GRID
SKRIPSI
Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Sains
Oleh : Kenca Sembiring
110821003
PROGRAM S-1 FISIKA MEDIK JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2013
LEMBAR PERSETUJUAN
Judul : ANALISA DISTORSI DAN KONTRAS RADIGRAFI PADA THORAK AKIBAT PENGARUH GRID.
Kategori : SKRIPSI
Nama : Kenca Sembiring
NIM : 110821003
Program Studi : SARJANA (S1) FISIKA Departemen : FISIKA
FAKULTAS : MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (FMIPA) UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Diluluskan di Medan, 26 Agustus 2013
Diketahui/Disetujui Oleh
Pembimbing Departemen FisiKA FMIPA USU
Drs. Herli Ginting,MS Dr. Marhaposan Situmorang NIP.195505191986011002 NIP.195510301980031003
PERNYATAAN
ANALISA DISTORSI DAN KONTRAS RADIGRAFI PADA THORAK AKIBAT PENGARUH GRID
SKRIPSI
Saya mengakui bahwa skripsi ini adalah hasil kerja saya sendiri, kecuali beberapa kutipan dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya.
Medan, Agustus 2013
Kenca Sembiring, 110821003
ANALISA DISTORSI DAN KONTRAS RADIOGRAFI PADA THORAK AKIBAT PENGARUH GRID
ABSTRAK
Telah dilakukan penelitian tentang distorsi dan kontras radiografi pada thorak akibat pengaruh grid. Grid merupakan salah satu komponen radiografi yang digunakan untuk memperjelas gambar dari foto radiografi, sehingga berpengaruh terhadap terbentuknya distorsi pada gambar. Dari hasil gambar yang diperoleh menggunakan tegangan 55 kilovolt diketahui bahwa pemakaian grid pada hasil radiografi lebih jelas dibandingkan dengan tidak memakai grid. Dimana grid berfungsi untuk menyerap radisi hambur sebelum sampai ke film. Ketika tegangan dinaikkan menjadi 60 kilovolt dan 65 kilovolt gambar dan kontras terlihat lebih jelas, karena daya tembus sinar-x untuk melewati bahan lebih besar.
Distorsi terbentuk secara foreshortening dengan nilai distorsi sekitar 10,25%. Ini membuktikan bahwa penggunaan grid menyebabkan terjadinya pembesaran bayangan.
Kata Kunci : Sinar-x, Tegangan, Grid, Distorsi, Kontras, Radiografi.
ANALYSIS DISTORTION AND CONTRAS RADIOGRAPY IN THE THORAX CAUSED BY THE INFLUENCE OF THE GRID
ABSTRACT
Has been do research on distortion and contrast radiolography in the thorax caused by the influence of the grid. Grid is one of the components that are used to clarify the radiographic image of the photograph radiograph, but the effect on the formation of distortion in the image. From images obtained by using a voltage 55 kilovolt grid is known that the use of the images look clearer than not using a grid, drawing in fact clearer when the voltage increased to 60 kilovolt. At a voltage 65 kilovolt images also clesrly visible but slightly darker image result.
Distortion formed with foreshortening distortion value approximately 10.25%.
this proves that the use of the grid leads to changes in the from of images.
Key word : X-ray,voltage, distortion, contast, radiographic
PENGHARGAAN
Puji dan syukur Penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga Penulis dapat menyelesaikan Penulisan skripsi ini guna memenuhi persyaratan jenjang Sarjana (S-1) Departemen Fisika Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara.
Didalam Penulisan skripsi ini, Penulis menyadari masih banyak kekurangan yang terjadi. Hal tersebut dikarenakan kemampuan Penulis yang terbatas. Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca sekalian demi kesempurnaan Penulisan skripsi ini.
Dalam Penulisan skripsi ini Penulis telah banyak mendapat bimbingan dan dukungan dari pihak Pendidik, Rumah Sakit Umum Pusat H Adam Malik Medan, Keluarga dan teman-teman. Maka pada kesempatan ini Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Dr. Marhaposan Situmorang selaku Ketua Jurusan Departemen Fisika Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Syahrul Humaidi,M.Sc selaku Sekretaris Jurusan Departemen Fisika Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Drs. Herli Ginting,MS, selaku pembimbing pada penyelesaian skripsi ini yang telah memberikan arahan, panduan, masukan-masukan,
motivasi serta bimbingan sehingga Penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini.
4. Direktur Rumah Sakit Umum Pusat H Adam Malik Medan yang telah memberikan kesempatan pada Penulis untuk ijin belajar pada Penulis.
5. Teristimewa buat ayahanda S. Sembiring dan Ibunda Tercinta J. Br Karo yang dengan sepenuh hati memberikan dukungan sehingga Penulis dapat menyelesaikan pendidikan sarjana ini tepat pada waktunya.
6. Teristimewa buat istriku tersayang dan tercinta Ginem Br Karo yang telah banyak memberikan dukungan, doa dan kasih sayang serta bantuan dalam Penulisan skripsi ini.
7. Buat Anak-anakku Tercinta Laura Afrisa Sembiring, Eliezer Pebrianta Sembiring dan Livia Amanda Putriensi Sembiring yang telah banyak memberikan dukungan dan doa.
8. Buat seluruh keluarga yang selama ini telah banyak memberikan doa, bantuan, dan semangat yang sangat berarti bagi Penulis sehingga Penulisan skripsi ini dapat selesai dengan baik.
9. Seluruh pegawai Rumah Sakit Umum Pusat H.Adam Malik Medan terkhusus bagian Instalasi Radilogi yang telah banyak memberikan dukungan kepada Penulis.
10. Seluruh rekan-rekan mahasiswa Jurusan Fisika Medik dan FisikaInstrumentasi angkatan 2011 di Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara.
11. Serta semua pihak yang telah membantu Penulis dalam menyelesaikan pembuatan skripsi ini yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu.
Akhir kata Penulis mengharapkan semoga Tuhan Yang Maha Esa yang membalas kebaikan dan melipat gandakan pahala pada semua pihak yang telah membantu dan semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan Terima Kasih.
Penulis
DAFTAR ISI
HHaallaammaann H
Haallaammaann JJuudduull………………………………………………………………………………………………………………..((ii)) LeLembmbaarr PPeennggeessaahhaann……………………………………………………………………………………………………..((iiii)) LLeemmbbaarr ppeerrsseettuujjuuaann…………………………………………………………………………………………………… ((iiiiii)) PePerrnnyyaattaaaann …………………………………………………………………………………………………………………….. ((iivv)) PePenngghhaarrggaaaann …………………………………………………………………………………………………………………… ((vv)) AbAbssttrraakk………………………………………………………………………………………………………………………………....((vviiiiii)) AbAbssttrraacct…t…………………………………………………………………………………………………………………………….. ((iixx)) DDaaftftaarr IIssii……………………………………………………………………………………………………………………………… ((xx)) DDaaffttaarr GGaammbbaar…r…………………………………………………………………………………………………………………((xxiiii)) DaDaffttaarr TTaabbeell…………………………………………………………………………………………………………………………((xxiiiiii))
B
BAABB II PPeennddaahhuulluuaann .................................................................................................................................................................................. 11 11..11 LLaattaarr BBeellaakkaanngg .............................................................................................................................................................. 11 11..22 PPeerruummuussaann MMaassalalaahh.............................................................................................................................................. 33 11..33 BBaattaassaan n MMaassaallaahh .......................................................................................................................................................... 33 11..44 TTuujjuuaann PPeenneelliittiiaann........................................................................................................................................................ 44 11..55 MMaannffaaaatt PPeenneelliittiiaann.................................................................................................................................................. 44 11..66.. TTeemmppaatt PPeenneelilittiiaann .................................................................................................................................................... 44 11..77.. SSiisstteemmaattiikkaa PPeennuulliissaann ........................................................................................................................................ 44
BABABB IIII TTiinnjjaauuaann PPuussttaakkaa ................................................................................................................................................................ 66 2
2..11.. RaRaddiiooggrraafifi ........................................................................................................................................................................ 66 2
2..22.. KuKuaalliittaass RRaaddiiooggrraaffii .......................................................................................................................................... 66 2
2..33.. GaGanngggguuaann PPaaddaa CCiittrraa RRaaddiiooggrraaffii ................................................................................................ 1111