BAB IV TEMUAN DAN ANALISIS
2. Garda Bangsa sebagai Supporitng System Politik
Salah satu sesepuh dalam kesempatan sempat berucap, jika Garda Bangsa besar maka PKB pasti besar. Ungkapan itu sebetulnya mengisyaratkan betapa posisi Garda Bangsa sebagai Banom yang bertugas melakukan
supporting system terhadap PKB sangat strategis.12
Garda Bangsa didirikan pada tanggal 11 Maret 1999, pendirian Garda Bangsa dimaksudkan untuk menggalang dukungan masa pemilih pemuda.
10
http://www.dpp.pkb.or.id/sejarah-pendirian diakses pada tanggal 30 September 2015 pukul 13.05 WIB
11
http://www.dpp.pkb.or.id/sejarah-pendirian diakses pada tanggal 30 September 2015 pukul 13.05 WIB
12
Sekaligus menyiapkan politisi-politisi yang nantinya akan meneruskan regenerasi di PKB. Pada waktu itu bukan tugas mudah untuk menyakinkan kepada para pemuda agar terlibat langsung dalam Parpol, khususnya yang bergelut di kampus, intelektual maupun LSM.13
Dimata mereka, partai politik tak lebih dari kumpulan orang yang haus kekuasaan dan jauh dari niatan untuk memberdayakan masyarakat. Dikotomi partisan dan non-partisan terlihat begitu tajam. Namun perjalanan berikutnya, setelah Gusdur menjadi Presiden RI, hasrat kaum muda untuk terlibat dalam parpol semakin kuat. Perjuangan ekstra parlementer yang selama ini dipilih, dirasa sering kali terbentur tembok tebal.14
Sementara aliansi-aliansi taktis yang dilakukan dengan parpol maupun anggota parlemen tidak memberi jaminan bahwa isu yang diperjuangkan dapat
terealisasi. Karena, pada dasarnya mereka tetap dianggap sebagai “orang luar”,
terlebih lagi dengan runtuhnya rezim otoriter. Pejuang tersebut tidak punya perekat tunggal untuk dapat solid dalam satu barisan, antara LSM dan ormas kepemudaan berjalan sendiri-sendiri serta membangun aliansi jangka pendek dan menengah dengan partai secara sporadis. Sejak saat itu batas-batas antar partisan dan non-partisan mulai kabur. Dengan faktor politik semacam itulah, yang kemudian mendorong sebagian pemuda untuk berpikir realistis. Bahwa perjuangan mengadvokasi kelompok marginal hanya dapat dituntaskan jika kekuasaan sebagai sumber utama munculnya regulasi direbut. Garda Bangsa
13
Hasil wawancara dengan Ketua Garda Bangsa pada tanggal 28 Juni 2016
14
sebagai lembaga kepemudaan PKB, juga merasakan terjadinya pergeseran kesadaran berpolitik anak-anak muda tersebut.15
Sebagian besar pengurus Garda Bangsa di semua tingkatan adalah kader-kader muda yang sebelumnya bergelut di LSM dan Ormas Kepemudaan.16
B.Visi dan Misi
1. Partai Kebangkitan Bangsa
a. Visi : Kebangsaan - Kerakyatan – Humanisme – Religius b. Misi :
1. Mewujudkan cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia sebagaimana yang dituangkan dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945. 2. Mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur secara lahir dan batin,
material dan spiritual.
3. Mewujudkan tatanan politik nasional yang demokratis, terbuka, bersih dan berakhlakul karimah.
2. Garda Bangsa a. Visi
Wadah untuk menghimpun, mengembangkan dan mendistribusikan segenap potensi sumberdaya muda warga negara Indonesia untuk secara bersama-sama meningkatkan pendidikan, kesadaran dan partisipasi politik bagi terwujudnya hak-hak sipil dan politik rakyat.
15
Hasil wawancara dengan Ketua Garda Bangsa pada tanggal 28 Juni 2016
16
b. Misi
Sarana mencetak kader-kader pemuda agar memiliki komitmen yang tinggi, pemahaman yang utuh dan kemampuan yang andal untuk didaya-gunakan secara optimal guna mengamankan aset-aset sumber daya, mengembangkan kualitas serta menopang keberhasilan upaya-upaya pencapaian cita-cita dan tujuan perjuangan Kebangkitan Bangsa.
C.Makna Lambang
1. Partai Kebangkitan Bangsa
Lambang Partai terdiri dari bola dunia yang dikelilingi sembilan bintang dengan tulisan nama partai pada bagian bawah, dengan bingkai dalam empat persegi bergaris ganda, dan tulisan PKB di bawahnya yang diberi bingkai luar dengan garis tunggal.
1. Arti Gambar adalah sebagai berikut:17
a. Bumi dan peta Indonesia, bermakna tanah air Indonesia yang merupakan basis perjuangan partai dalam usahanya untuk mencapai tujuan partai. b. Sembilan bintang bermakna idealisme partai yang memuat 9 (sembilan)
nilai, yaitu kemerdekaan, keadilan, kebenaran, kejujuran, kerakyatan, persamaan, kesederhanaan, keseimbangan, dan persaudaraan.
c. Tulisan nama Partai dan singkatannya bermakna identitas diri partai yang berfungsi sebagai sarana perjuangan aspirasi politik rakyat Indonesia yang memiliki kehendak menciptakan tatanan kehidupan bangsa yang demokratis.
d. Bingkai segi empat dengan garis ganda yang sejajar bermakna garis perjua ngan Partai yang menempatkan orientasi duniawi dan ukhrawi, material dan spiritual, lahir dan batin, secara sejajar.
2. Arti warna adalah sebagai berikut :18
a. Putih, bermakna kesucian, ketulusan dan kebenaran yang menjadi etos perjuangan partai.
b. Hijau, bermakna kemakmuran lahir dan batin bagi seluruh rakyat Indonesia yang menjadi tujuan perjuangan.
c. Kuning, bermakna kebangkitan Bangsa yang menjadi nuansa pembaharuan dan berpijak pada kemaslahatan umat manusia
.
17
Anggaran dasar/ Anggaran Rumah Tangga Partai Kebangkitan Bangsa Hasil Muktamar Luar Biasa PKB. (Jakarta: DPP PKB 2008), h. 25
18
Anggaran dasar/ Anggaran Rumah Tangga Partai Kebangkitan Bangsa Hasil Muktamar Luar Biasa PKB. (Jakarta: DPP PKB 2008), h. 25
2. Garda Bangsa
a. Makna gambar dan tulisan yang ada dalam lambang organisasi ini adalah: 19
1) Bola dunia, garis lintang, garis bujur dan garis khatulistiwa, bermakna
missi rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil ‘alamin) yang
berorientasi duniawi dan ukhrawi, material dan spiritual, lahir dan batin, secara utuh menyeluruh (kaffah/holistik);
2) Peta Indonesia, bemakna tanah air Indonesia sebagai centrum gerakan dan/atau basis perjuangan organisasi dalam usaha mencapai tujuan organisasi sebagaimana termaktub dalam pasal 7 Peraturan Dasar; 3) Sembilan bintang segilima dcngan bintang di tengah lebih besar,
bermakna idealisme Organisasi yang mcmuat 9 (sembilan) nilai, yaitu kemerdekaan, keadilan, kebenaran, kejujuran, kerakyatan, persamaan, kesederhanaan, keseimbangan, dan persaudaraan; berdasarkan kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab,
19
Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/perwakilan, dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,
4) Tulisan nama organisasi yang melingkari sembilan bintang, bermakna identitas dirii organisasi yang berfungsi sebagai sarana rnemperjuangkan aspirasi dan menggerakkan sumber daya politik rakyat Indonesia yang memiliki kehendak menciptakan tatanan kehidupan bangsa yang demokratis;
5) Lingkaran merah putih di tepi luar, bermakna keberanian untuk membela, dan dengan cara, yang benar;
6) Bentuk tangan penyangga dan tulisan singkatan nama organisasi, bermakna segenap potensi sumberdaya organisasi didaya-gunakan secara optimal untuk mengamankan asetaset sumber daya, mengembangkan kualitas serta mengawal, menjadi garda depan dan menopang keberhasilan upaya-upaya pencapaian cita-cita dan tujuan perjuangan PKB.
b. Makna warna-warna yang ada dalam lambang organisasi itu adalah:20 1) Hijau, bermakna kemakmuran lahir dan batin bagi seluruh rakyat
Indonesia di dunia dan di akhirat;
2) Hijau terang, bermakna suasana yang kondusif untuk menghimpun, mencetak, mempersemaikan dan mengembangkan kader-kader pemimpin bangsa
20
3) Kuning emas, bermakna kebangkitan, pembaruan dan kejayaan bangsa untuk pencerahan dan kemaslahatan seluruh umat manusia; 4) Hitam, bermakna kesungguhan, ketegasan, dan keabadian;
5) Merah, bermakna keberanian moral dan sikap;
6) Putih, bermakna kesucian jiwa, ketulusan hati, serta kebenaran kata dan perbuatan.
c. Lambang organisasi digunakan pada atribut-atribut organisasi, yang ketentuan penggunaannya akan diatur lebili lanjut oleh Dewan Koordinasi Nasional dalam suatu Peraturan organisasi.21
d. Lambang organisasi hanya dapat dirubah dan/atau diganti melalui Kongres Garda Bangsa.22
21
Anggaran dasar/ Anggaran Rumah Tangga Garda Bangsa. (Jakarta: 2010), h. 5
22
54
TEMUAN DAN ANALISIS
A.Pola Komunikasi antara Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) dan Dewan Koordinator Nasional (DKN) Garda Bangsa
Berdasarkan wawancara kepada Bapak H. Abdul Kadir Karding selaku Sekretaris Jenderal DPP PKB pada tanggal 23 November 2015 diketahui bahwasanya Garda Bangsa yang didirikan pada tanggal 11 Maret 1999 sebagai perpanjangan tangan yang bertugas menggalang atau mencari dukungan kaum muda atau pemilih pemula, yang nantinya disiapkan sebagai politisi-politisi dalam rangka regenerasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).1 Sedangkan berdasarkan wawancara kepada H. Cucun Syamsul Rijal selaku ketua Garda Bangsa pada tanggal 27 Juni 2016 diketahui bahwasanya posisi Garda Bangsa adalah sebagai sayap politik atau kepanjangan tangan dari PKB yang menaungi kaum muda-mudi yang ingin mengetahui dan mempelajari politik. Terdapat berbagai banyak banom. Namun, Garda Bangsalah yang menaungi kepemudaan dan edukasi terhadap politik.2
Data dari KPU hasil pemilu 2014 menyatakan bahwa PKB menempati posisi kelima dengan total perolehan suara sebanyak 11.298.957 atau 4,94%. Kemenangan PKB terbesar salah satunya di daerah Jawa Timur, kemudian disusul
1
Hasil wawancara dengan Sekjen DPP PKB Bapak H. Abdul Kadir Karding pada tanggal 20 November 2015
2
Hasil wawancara dengan Ketua DKN Garda Bangsa Bapak H. Cucun Syamsul Rijal pada tanggal 28 Juni 2016
oleh daerah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Sementara data dari KPU hasil pemilu 2009, menyatakan bahwa PKB menempati posisi ketujuh dengan perolehan suara sebanyak 5.146.122 atau 9,07%. Artinya, terdapat peningkatan yang signifikan dan hal tersebut tidak mungkin terealisasi tanpa peranan Garda Bangsa.
Nama Partai
Tahun
2009 2014
Partai NasDem 0 6,27%
Partai Kebangkitan Bangsa 4,94% 9,07% Partai Keadilan Sejahtera 7,88% 6,61%
PDI Perjuangan 14,03% 19,77%
Partai Golkar 14,45% 14,61%
Partai Gerindra 4,46% 11,80%
Partai Demokrat 20,85% 9,73%
Partai Amanat Nasional 6,02% 7,47%
Partai Persatuan Pembangunan 5,32% 7,08%
Partai Hanura 3,77% 5,26%
Partai Bulan Bintang 1,79% 1,36%
PKPI 0,90% 0,97%
Tabel 4.1. Data Hasil Rekapitulasi KPU pada tahun 2009 dan 2014
Apabila ditinjau dari visi misinya, Garda Bangsa sebagai wadah untuk menghimpun, mengembangkan dan mendistribusikan segenap potensi sumber
daya muda, yang mana secara bersama-sama meningkatkan pendidikan, kesadaran dan partisipasi politik bagi terwujudnya hak-hak sipil dan politik rakyat. Sarana mencetak kader-kader muda, agar memiliki komitmen yang tinggi, pemaham yang utuh dan berkemampuan yang handal untuk didayagunakan secara optimal, agar bisa mengamankan aset-aset sumber daya, mengembangkan kualitas serta menopang keberhasilan upaya-upaya pencapaian cita-cita dan tujuan-tujuan perjuangan kebangkitan bangsa.
1. Teknik Komunikasi Vertikal a. Pola Komunkasi Atas - Bawah
Komunikasi antara atasan dengan bawahan berarti komunikasi yang dilakukan oleh pimpinan kepada karyawan atau dari jabatan yang tinggi ke rendah. Biasanya pesan yang disampaikan tentang pekerjaan, kebijakan, dan ide-ide kepada para bawahan. Komunikasinya dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Komunikasi ini dimaksudkan agar anggota suatu organisasi mengetahui yang harus dikerjakan, bagaimana pelaksanaannya dan bagaimana metode kerjanya.
Berdasarkan wawancara kepada H. Cucun Syamsul Rijal diketahui juga pola komunikasi yang dibangun antara DPP PKB dengan Garda Bangsa adalah atas bawah dan bawah atas atau lebih tepatnya senior kepada junior dan junior kepada senior.3 Dari data-data yang ditemukan, dapat dicermati, komunikasi atas bawah dapat direlasikan dengan
3
Hasil wawancara bersama Ketua DKN Garda Bangsa Bapak H. Cucun Syamsul Rijal pada tanggal 28 Juni 2016
kedudukan DPP PKB yang berada di atas - senior, sedangkan Garda Bangsa yang berada di bawah - junior.
Keberadaan Dewan Pengurus Pusat bagi sebuah partai politik merupakan pimpinan tertinggi partai yang bersifat kolektif, artinya Garda Bangsa berada di bawahnya. Ketika Dewan Pengurus Pusat memiliki sebuah kebijakan dan agenda, Garda Bangsa harus berperan aktif dan membantu pelaksanaan dari kebijakan dan agenda tersebut. Sebagaimana dituliskan dalam AD/ART PKB bahwasanya pada pasal 33 ayat 1 yang berbunyi badan otonom adalah perangkat partai yang berfungsi membantu melaksanakan kebijakan partai, khususnya yang berkaitan dengan kelompok masyarakat tertentu dan merupakan basis massa serta sumber kader partai di berbagai segmen dan/atau lapisan sosial masyarakat.
Sebagai badan otonom dari PKB, Garda Bangsa selalu memprioritaskan dari arahan dan instruksi DPP PKB. Ide dan usulan tentang pengembangan dan pelebaran sayap, datangnya bisa darimana pun, baik di tingkat wilayah hingga ke pusat. Setelah ide dan usulan tersebut telah beralih menjadi instruksi, proses selanjutnya adalah mengembangkannya dalam sebuah rapat di tingkat DKN Garda Bangsa dan kemudian diteruskan dalam rapat panitia yang di dalamnya dibahas strategi-strategi untuk mensukseskan sebuah program.
Program kerja Garda Bangsa yang rutin adalah Pendidikan dan Pelatihan Dasar atau disingkat Diklatsar, Satgas, Bela Negara, Apel
Kesetiaan NKRI dan Kaderisasi Kepengurusan. Diklatsar merupakan kegiatan pelatihan bagi generasi muda di bidang politik guna membentuk loyalitas ideologi. Kegiataan ini rutin menjadi agenda tahunan dari Garda Bangsa, sebagai bukti rasa cinta terhadap NKRI dan menjadi ajang kaderisasi juga di dalam kepengurusan.
Berdasarkan penjabaran di atas, dapat digambarkan dalam sebuah bagan terkait dengan pola komunikasi atas – bawah sebagai berikut:
Atas - Senior
Bawah – Junior
Bagan 4.1. Pola komunikasi atas – bawah DPP PKB dan Garda Bangsa
Bagan ini menggambarkan bagaimana salah satu pola komunikasi yang selama ini dilakukan yakni atas – bawah. Keberadaan Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) sebagai yang di atas, yang menyetujui dan yang memproduksi kebijakan serta instruksi, sementara DKN Garda Bangsa sebagai yang di bawah dan yang
Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa
Dewan Kordinator Nasional Garda Bangsa
Kebijakan Instruksi
melaksanakan kebijakan serta instruksi. Pola komunikasi seperti ini mempermudah pelaksanaan suatu program dan efektif yakni ada yang menjadi kepala dan ada yang berperan sebagai tangan dan kakinya.
Komunikasi ke bawah juga merupakan hal yang sangat penting dalam suatu organisasi, sebab komunikasi yang dilakukan berorientasi menjalankan sistem koordinasi, informasi, evaluasi, dan koreksi setiap permasalahan serta pengarahan pekerjaan, komunikasi penyampaian pendapat oleh bawahan dan untuk mengetahui rasa kepuasan kerja di dalam organisasi.
Komunikasi ke bawah selain dilakukan untuk penyampaian hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan, seorang pimpinan juga harus mampu menjalin hubungan personal dengan bawahannya karena dengan adanya aspek hubungan manusiawi tersebut dapat menunjang suasana dan efektifitas lingkungan organisasi sehingga akan tercipta iklim kerja yang kondusif.
Berdasarkan uraian diatas semua itu sesuai dengan Katz dan Kahn, bahwa ada lima jenis informasi yang bisa dikomunikasikan dari atasan kepada bawahan4 :
1) Informasi mengenai bagaimana melakukan pekerjaan
DPP PKB yang berada diatas memberikan ide-ide, kebijakan dan instruksi untuk ditindaklanjuti oleh Garda Bangsa. Kemudian dimusyawarahkan dalam rapat pleno dan dilaksanakan.
4
R. Wayne Pace dan DON F. Faules, Komunikasi Organisasi Strategi Meningkatkan Kinerja Perusahaan, h. 185
2) Informasi mengenai dasar pemikiran untuk melakukan pekerjaan Garda Bangsa sebelum melaksanakan ide, kebijakan dan instruksi yang diberikan oleh DPP PKB, terlebih dahulu melaporkan hasil musyawarah dari dalam rapat pleno Garda Bangsa, sebagai dasar pemikiran untuk melakukan ide, kebijakan dan instruksi yang diberikan oleh DPP PKB.
3) Informasi mengenai kebijakan dan praktik-praktik organisasi
DPP PKB akan mendapatkan laporan sementara dari Garda Bangsa atas praktik-praktik yang telah dilaksanakannya. Sehingga, DPP PKB dapat mengetahui atas segala kebijakan, ide dan instruksi yang telah diberikannya sejauh mana.
4) Informasi mengenai kinerja pegawai
Garda Bangsa akan melaporkan hasil dari ide, kebijakan dan instruksi yang telah diberikan oleh DPP PKB secara detail, sehingga DPP PKB dan Garda Bangsa dapat menilai kinerja kader-kadernya. Dengan tujuan juga sebagai bahan evaluasi untuk kader-kadernya. 5) Informasi untuk mengembangkan rasa memiliki tugas (Sense of
Mission)
Garda Bangsa menunjuk setiap kadernya yang mumpuni dalam bidangnya, untuk melaksanakan ide, kebijakan dan instruksi yang diberikan oleh DPP PKB. Sehingga dengan begitu, kader Garda Bangsa tersebut akan ada rasa memiliki tugas.
b. Pola Komunikasi Bawah - Atas
Komunikasi antara bawahan kepada atasan adalah pesan yang disampaikan dari bawahan kepada atasan. Komunikasi ini tujuannya untuk memperoleh informasi, keterangan tentang kegiatan dan pelaksanaan tugas para karyawan pada tingkat rendah atau bawah. Bentuk-bentuk informasinya dapat berupa laporan, keluhan, pendapat dan saran.
Selain pola komunikasi atas – bawah, terjadi pula komunikasi yang sebaliknya, yakni bawah – atas. Sebagaimana dikatakan H. Cucun Syamsul Rijal, Pola komunikasi bawah – atas pun diketahui terjadi, yakni ketika Garda Bangsa melaksanakan instruksi dan merealisasikan kebijakan-kebijakan dalam bentuk program acara yang khususnya dalam kaitannya dengan calon pemilih muda dan edukasi politik.
Adapun salah satu program kerjanya yang berkaitan dengan edukasi politik adalah Akpolbang atau Akademi Politisi Kebangsaan, TOI (Training of Instructor), PKM (Pendidikan Kader Menengah) dan PKP (Pendidikan Kader Pertama). Berdasarkan informasi dalam situs pkb.or.id (2012), maksud dan tujuan dari kegiatan Akpolbang sebagai medium/sarana untuk memperkenalkan partai politik kepada pemilih potensial dan dalam rangka untuk merubah cara pandang (mindset) dan perilaku (behavior) pemuda terhadap partai politik khususnya terhadap PKB.
PKB memiliki basis massa kaum Nahdliyyin, dari yang muda sampai yang tua dan turun temurun. Sasaran utama yang potensial besar dari rentang usia kaum Nahdliyyin adalah generasi muda. Generasi muda
Nahdliyyin tersebar di berbagai komunitas dan wilayah, di kantung-kantung pesantren, organisasi, LSM dari kota hingga ke desa-desa. Berdasarkan data dari republika.co.id (2011), diketahui terdapat 25.000 pesantren di Indonesia dan terdapat kurang lebih 5 organisasi kepemudaan Nadlatul Ulama, yakni: GP Ansor, Fatayat, IPNU, IPPNU dan PMII. Hal tersebut menjadi peluang besar bagi Garda Bangsa untuk mengakrabi dan merangkul kaum muda Nahdliyyin untuk tujuan pengkaderan.
Garda Bangsa sebagai badan otonom PKB yang menargetkan anak muda sebagai kader dan simpatisannya pun telah membuktikan bahwa banyak kader-kader mereka yang kesuksesannya dimulai dari Garda Bangsa. Beberapa tokoh yang mengawali kesuksesannya dari Garda Bangsa, diantaranya Bapak H. Imam Nahrawi selaku Mentri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan Bapak H. Hanif Dhakiri selaku Mentri Tenaga Kerja Republik Indonesia pada Kabinet Kerja Jokowi - Jusuf Kalla.
Seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh Garda Bangsa bermula dari ide-ide yang dikemukakan DPP PKB yang memungkinkan pula berasal dari usulan Dewan Pimpinan Wilayah. Garda Bangsa dalam pelaksanaan programnya, didukung sepenuhnya oleh DPP PKB. Namun
soal pendanaan, bisa bersifat mandiri, selain berasal dari Pusat. Seluruh kegiatan yang dilakukan Garda Bangsa wajib dilaporkan kepada Ketua Umum DPP PKB dan Sekjen DPP PKB, yaitu Bapak H. A. Muhaimin Iskandar, M. Si dan H. A. Kadir Karding. Bentuk laporannya adalah baik tulisan maupun lisan. Sebagai contoh, kegiatan seperti Akpolbang ini setelah pelaksanaannya akan dilaporkan ke DPP PKB.
Berdasarkan penjabaran di atas, dapat digambarkan dalam sebuah bagan terkait dengan pola komunikasi bawah – atas sebagai berikut:
Atas - Senior
Bawah – Junior
Bagan 4.2. Pola komunikasi bawah – atas “Garda Bangsa dan DPP PKB”
Bagan di atas ini menggambarkan bagaimana pola komunikasi yang lainnya yang selama ini dilakukan antara Dewan Koordinator
Laporan Program Kerja
Dewan Kordinator Nasional Garda Bangsa Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa
Nasional dengan DPP PKB yakni bawah – atas. Keberadaan Garda Bangsa adalah sebagai yang dibawah, yang melaksanakan dan melaporkan atas program yang telah diinstruksikan. Pola komunikasi ini menjadikan pelaksana program memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan instruksi kepada yang memberikan instruksi.
Komunikasi ke atas tidak hanya tentang laporan kerja, tetapi juga informasi mengenai saran-saran. Dalam suatu organisasi sangat diperlukan keterlibatan anggota di dalam unit kerjanya masing-masing untuk menjaga kelancaran tugas organisasi yang diberikan. Sebab apabila terdapat suatu pekerjaan yang tidak lancar akan mempengaruhi kepada tugas-tugas lainnya.
2. Garda Bangsa sebagai Supporitng System Politik
Peran Garda Bangsa sebagai supporting system yang sangat strategis, mulai dari pengkaderan sampai kampanye tidak terbilang ringan dan mudah. Ruang lingkupnya pun tidak terbatasi di salah satu profesi, namun lintas profesi dan harus bisa merangkul berbagai komunitas kepemudaan. Agenda atau program kerjanya pun harus dekat dan menarik perhatian bagi kaum muda secara umum maupun kaum muda Nahdliyyin pada khususnya. Terdapat beberapa peristiwa yang dapat dianalisa dalam penelitian yang dilakukan, yang dapat dipisah dalam kegiatan politik dan yang bersifat sosial.
Program reguler Garda Bangsa berkaitan dengan politik adalah Akpolbang, Diklatsar, Kaderisasi Kepengurusan, Pendidikan Kader Menengah, dan Pendidikan Kader Pertama. Kegiatan semua ini dilaksanakan setiap tahun yang bertempat disetiap wilayah. Dalam pelaksanaannya setiap Dewan Koordinator Wilayah Garda Bangsa berkoordinasi dengan Dewan Pimpinan Wilayah PKB.
Dalam kegiatan politik, termasuk di dalamnya kegiatan pengkaderan hingga kampanye, Garda Bangsa berperan penting, mulai dari memperluas jaringan, merekrut hingga mendidik menjadi kader yang loyal. Sebagai contoh pada kampanye sebelumnya, yakni 2014, berdasarkan penelelusuran berita yang diunggah pada situs resmi PKB, diketahui ada beberapa kegiatan dalam memperluas jaringan yakni Ngerumpi Politik bersama artis-artis Caleg PKB dan Akpolbang Goes to Campus. Akpolbang umumnya dilakukan dilakukan dalam lingkup internal di PKB sebagai bangku perkuliahan dalam mempersiapkan kader partai yang berkualitas dan loyal, akan tetapi sebagai upaya memperluas jaringan, Akpolbang bersama Kelompok Diskusi 49 dan Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Politik (Himajip) FISIP Unas menggelar Akpolbang Goes to Campus pada pertengahan 2012 dengan tema yang diangkat adalah Gus Dur dan Keunikan-Keunikan Pemikirannya.
Berdasarkan pandangan mata pada acara Ngerumpi Politik yang digelar pada April 2013, Ngerumpi politik membicarakan tentang isu-isu politik terkini yang mana pembicaranya adalah dari kalangan artis atau
pekerja seni. Acara ini sangatlah menarik perhatian masyarakat, karna artis atau pekerja seni sudah memiliki penggemarnya masing-masing. Acara