• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gaya bahasa argumentatif terdapat pada contoh kalimat nomor (31) hingga nomor (49).

(31) “Kopi khas Indonesia yang lebih lembut, lebih halus, lebih terasa”

(Iklan Nescafe Kopi Susu Tubruk)

Produk Nescafe Kopi Susu Tubruk adalah jenis produk kopi Nestlé. Gaya bahasa yang digunakan dalam iklan di atas adalah gaya bahasa argumentatif. Hal tersebut karena iklan mengedepankan kelebihan produk. Dengan kata lain, produk yang diiklankan memiliki mutu yang lebih baik dibandingkan dengan produk lain yang sejenis. Gaya bahasa argumentatif pada iklan terlihat jelas karena adanya penggunaan kata lebih sebanyak tiga kali, yaitu lebih lembut, lebih halus, dan lebih terasa. Maksud dari penggunaan kata lebih adalah untuk membedakan produk tersebut dengan produk lain sekaligus sebagai strategi mempengaruhi pemirsa agar lebih memilih produk yang diiklankan.

Makna yang terdapat pada iklan di atas adalah makna konotatif. Penggunaan kata lebih memberi nilai positif pada produk sehingga dapat menarik perhatian pemirsa. Tidak hanya untuk

menarik perhatian, penggunaan kata lebih mampu membuat pemirsa mempertimbangkan produk yang diiklankan dengan produk lain dan selanjutnya dapat mengarahkan pemirsa untuk memilih produk yang diiklankan. Makna konotatif juga terdapat pada pernyataan kopi khas Indonesia. Pernyataan tersebut memberi kesan bahwa rasa dari produk tersebut akan sesuai dengan selera pemirsa yang merupakan masyarakat Indonesia. Dengan kata lain, pemirsa tidak perlu meragukan rasa dari produk yang diiklankan.

(32) “Perpaduan istimewa kopi NESCAFE, susu, dan foam lembut istimewa yang menghasilkan minuman khas cita rasa ala Italia” (Iklan Nescafe Capuccino)

Produk Nescafe Capuccino adalah jenis produk kopi Nestlé yang memiliki keunggulan yaitu terdapat bahan foam lembut yang memanjakan lidah untuk berimajinasi berjalan ke Venice.

Gaya bahasa yang digunakan dalam iklan adalah gaya bahasa argumentatif. Hal tersebut karena iklan di atas mengedepankan keunggulan produk melalui penggunaan kata istimewa serta rasa yang ditawarkan, yaitu rasa kopi ala Italia. Negara Italia dalam hal ini juga dimanfaatkan oleh pembuat iklan untuk menghadirkan kesan mewah dan berkelas pada produk. Selaian itu, cita rasa ala Italia yang terdapat dalam iklan dapat dikatakan sebagai inovasi sekaligus strategi untuk membuat pemirsa penasaran dengan rasa produk sehingga pemirsa akan mencoba produk yang diiklankan.

Makna yang terdapat dalam iklan di atas adalah makna denotatif dan konotatif. Iklan tersebut dapat dimengerti secara langsung oleh pemirsa, karena itulah disebut bermakna denotatif. Sementara itu, makna konotatif terdapat pada kata istimewa dan ala Italia. Sebenarnya kata-kata tersebut dapat dipahami langsung oleh pemirsa. Namun, kehadiran kata-kata tersebut yang membuat iklan di atas juga bermakna konotatif karena dapat menambah nilai produk yang diiklankan sehingga tidak terkesan biasa saja.

(33) “Perpaduan unik antara kopi Robusta dan Arabika pilihan. Diciptakan khusus bagi Anda yang menghargai dalam hidup” (Iklan Nescafe Gold)

Produk Nescafe Gold adalah jenis produk kopi Nestlé yang memiliki keunggulan yaitu kopi rendah kafein yang terbuat dari bahan perpaduan unik antara kopi Robusta dan Arabika pilihan.

Gaya bahasa yang digunakan dalam iklan adalah gaya bahasa argumentatif. Hal tersebut karena iklan di atas mengulas tentang kelebihan produk. Kelebihan produk dinyatakan dengan perpaduan unik antara kopi Robusta dan Arabika pilihan. Seperti yang kita ketahui, biji kopi jenis robusta dan arabika merupakan biji kopi yang terkenal berkualitas baik. Iklan di atas juga berusaha menarik minat pemirsa dengan memanfaatkan kata pilihan agar pemirsa percaya bahwa produk tersebut tidak dibuat asal-asalan. Selain itu, iklan di atas juga berusaha mengubah pendapat para pemirsa agar memilih produk yang diiklankan

dengan cara menyatakan bahwa produk tersebut khusus diciptakan untuk para pemirsa.

Makna yang terdapat dalam iklan di atas adalah makna konotatif. Makna tersebut dapat diketahui melalui penggunaan kata unik. Kata tersebut dapat menambah nilai produk karena produk akan terkesan berbeda dari produk-produk sebelumnya. Selain itu, pernyataan diciptakan khusus bagi Anda yang menghargai dalam hidup juga menunjukkan adanya makna konotatif dalam iklan di atas. Pernyataan tersebut sengaja digunakan dalam iklan agar pemirsa yang merasa diri mereka termasuk orang yang menghargai hidup menaruh perhatian pada produk yang diiklankan. Apalagi iklan tersebut juga menyatakan bahwa produk memang diciptakan khusus bagi pemirsa. Hal tersebut tentu membuat pemirsa merasa diistimewakan dan pada akhirnya akan mencoba produk yang diiklankan.

(34) “Minum kopi pasti belum lengkap tanpa Coffee Mate” (Iklan Coffee Mate)

Produk Coffee Mate adalah jenis produk kopi Nestlé. Produk Coffee Mate merupakan bubuk krimer kopi bebas kolesterol yang diformulasikan khusus untuk minuman kopi yang dapat menambah kenikmatan rasa kopi, menjadikan kopi lebih creamy, meningkatkan kekentalan kopi, serta mengurangi rasa asam dan pahit kopi.

Gaya bahasa yang digunakan dalam iklan adalah gaya bahasa argumentatif. Hal tersebut karena iklan di atas berusaha mempengaruhi pemirsa dengan pernyataan pasti belum lengkap. Pernyataan tersebut secara tidak langsung mengukuhkan pendapat bahwa produk yang diiklankan harus ada setiap kali pemirsa minum kopi. Dengan kata lain, pemirsa tidak akan dapat merasakan nikmatnya minum kopi jika tidak didampingi dengan produk yang diiklankan.

Makna yang terdapat dalam iklan adalah makna emotif. Hal tersebut karena pilihan kata dalam iklan cenderung mempengaruhi pemirsa bahwa produk yang diiklankan memang diciptakan khusus sebagai pelengkap saat menikmati kopi.

(35) “Ada break, ada KITKAT” (Iklan Kit-Kat)

Produk Kit-Kat adalah jenis produk kembang gula, coklat, dan snek Nestlé. Gaya bahasa yang digunakan oleh iklan di atas adalah gaya bahasa argumentatif. Hal tersebut karena iklan di atas berusaha mempengaruhi pemirsa untuk mengkonsumsi produk yang diiklankan. Kata break dalam bahasa Indonesia berarti istirahat. Istirahat merupakan kegiatan santai yang dilakukan setiap orang agar tidak terlalu penat dan lelah dalam menjalani rutinitas seperti bekerja atau sekolah. Istirahat bertujuan agar badan dan pikiran segar kembali sehingga siap melanjutkan aktivitas yang sedang dikerjakan. Salah satu hal yang bisa dilakukan agar badan dan pikiran segar kembali adalah mengkonsumsi

makanan tertentu seperti coklat. Penelitian yang dilakukan oleh para ahli menunjukkan bahwa coklat memiliki kandungan zat yang dapat menghilangkan rasa stress. Oleh karena itu, pembuat iklan mempengaruhi pemirsa agar mengkonsumsi produk setiap kali sedang istirahat atau break.

Makna yang terdapat dalam iklan tersebut adalah makna emotif. Pernyataan ada break ada KITKAT jelas menunjukkan adanya unsur subjektif yang berasal dari pembuat iklan untuk mempersuasif pemirsa. Mengapa demikian? Hal itu karena pada kenyataannya apabila kita tidak mengkonsumsi produk yang diiklankan atau mengkonsumsi produk lain, waktu istirahat atau break tidak akan bermasalah. Namun, permainan kata dalam iklan mampu mempersuasif pemirsa bahwa mengkonsumsi produk yang diiklankan menjadi suatu kebutuhan yang mungkin akan lebih baik jika terpenuhi.

(36) “Rangkaian produk dari Nescafe dengan pilihan rasa ala menu cafe yang benar-benar manjain kamu dan bikin seru hidupmu” (Iklan Nescafe Menu)

Produk Nescafe Menu adalah jenis produk kopi Nestlé. Gaya bahasa yang digunakan oleh iklan di atas adalah gaya bahasa argumentatif. Hal tersebut karena iklan di atas mengulas keunggulan yang terdapat dalam produk berupa rasa kopi seperti racikan kopi yang dijual di kafe. Keunggulan rasa yang ditawarkan menjadi poin penting dalam menarik perhatian pemirsa. Pembuat iklan juga membuat pemirsa

semakin tertarik dengan pernyataan benar-benar manjain kamu dan bikin seru hidupmu yang berpotensi meningkatkan keinginan pemirsa untuk membeli produk.

Makna yang terdapat dalam iklan tersebut adalah makna konotatif dan emotif. Makna konotatif terdapat pada rasa ala menu cafe. Kata-kata tersebut membuat citra produk terkesan berbeda dari produk lain di pasaran. Hal tersebut karena kafe dikenal lebih berkelas dan minuman yang dijual biasanya diracik secara khusus sehingga menghasilkan rasa yang berbeda. Sementara itu, makna emotif terdapat dalam benar-benar manjain kamu dan bikin seru hidupmu. Kata benar-benar menunjukkan adanya kesungguhan serta menjadi semacam jaminan yang akan dirasakan pemirsa apabila mengkonsumsi produk yang diiklankan.

(37) “Kombinasi menyegarkan teh dan lemon” (Iklan Nestea)

Produk Nestea adalah jenis produk minuman Nestlé. Produk Nestea lemon tea adalah minuman serbuk teh rasa lemon yang menyegarkan dan kaya akan vitamin C disetiap sajinya. Nestea lemon tea hadir dalam kemasan sachet yang dapat ditemukan di toko-toko terdekat, dan bisa dinikmati di berbagai macam restoran dan tempat belanja.

Gaya bahasa yang digunakan oleh iklan di atas adalah gaya bahasa argumentatif. Meskipun kalimat iklan tergolong singkat dan sederhana, tetapi kalimat tersebut mampu mempengaruhi pemirsa agar tertarik mengkonsumsi produk. Kata menyegarkan pada iklan tersebut menjadi

poin penting yang menjelaskan kelebihan sekaligus daya tarik produk yang diiklankan.

Makna yang terdapat dalam iklan tersebut adalah makna denotatif dan konotatif. Makna setiap kata pada iklan dapat dipahami secara langsung oleh pemirsa, karena itulah iklan tersebut bermakna denotatif. Namun, kata menyegarkan dalam hal ini juga bermakna konotatif. Kata menyegarkan memiliki nilai rasa tersendiri yang menjadi daya tarik iklan. Tanpa adanya kata menyegarkan, iklan tersebut tidak akan menarik perhatian pemirsa. Meskipun pemirsa pada umumnya mengetahui jika teh dan lemon dikombinasikan atau dicampur akan menghasilkan minuman yang menyegarkan, tetapi penggunaan kata menyegarkan tetap diperlukan dalam iklan untuk lebih meyakinkan pemirsa.

(38) “Sereal sarapan gandum dengan rasa coklat yang dahsyat” (Iklan Nestle Koko Krunch)

Produk Nestle Koko Krunch adalah jenis produk sereal sarapan Nestlé. Gaya bahasa yang digunakan oleh iklan di atas adalah gaya bahasa argumentatif. Hal tersebut karena iklan di atas berusaha mempengaruhi pemirsa dengan memanfaatkan kata dahsyat. Kata tersebut dapat memancing imajinasi pemirsa tentang rasa produk. Imajinasi akan membuat pemirsa penasaran dan akhirnya akan membeli produk yang diiklankan.

Makna yang terdapat dalam iklan tersebut adalah makna konotatif dan emotif. Dua makna tersebut terdapat dalam kata dahsyat. Kata

dahsyat berasal dari pembuat iklan, karena itulah kata dahsyat bermakna emotif sebab bersifat subjektif. Namun, kesubjektifan tersebut bertujuan untuk menarik perhatian pemirsa. Penggunaan kata dahsyat juga dapat membuat produk tampak spesial dibanding produk lain.

(39) “Sereal sarapan keping, jagung panggang. Kini lebih bernutrisi dengan biji jagung utuh”

(Iklan Nestlé Comflakes)

Produk Nestlé Comflakes adalah jenis produk sereal sarapan Nestlé. Gaya bahasa yang digunakan oleh iklan di atas adalah gaya bahasa argumentatif. Hal tersebut karena pembuat iklan memaparkan keunggulan produk yang diiklankan untuk menarik perhatian pemirsa. Pemaparan keunggulan produk dapat diketahui melalui pernyataan kini lebih bernutrisi dengan biji jagung utuh. Pernyataan yang demikian mampu mempengaruhi sekaligus mengarahkan pemirsa untuk lebih memilih produk yang diiklankan daripada produk lain yang menjadi pesaing.

Makna yang terdapat dalam iklan tersebut adalah makna denotatif dan konotatif. Iklan bermakna denotatif karena kata-kata yang digunakan oleh iklan dapat dimengerti secara langsung oleh pemirsa. Makna konotatif yang terkandung dalam iklan terdapat pada kata lebih dan utuh. Dua kata tersebut menjadi kata kunci untuk menarik perhatian pemirsa. Kata lebih menunjukkan bahwa produk yang diiklankan memiliki kualitas di atas produk lain yang sejenis. Kata lebih dapat pula diartikan

bahwa perusahaan Nestle telah meningkatkan kualitas produk yang diiklankan bila dibandingkan produksi sebelumnya. Sementara itu, kata utuh dalam iklan menunjukkan tidak ada pengurangan bahan dalam produk. Kata utuh dalam hal ini dapat mengurangi keraguan pemirsa untuk mengkonsumsi produk yang diiklankan karena biaya yang dikeluarkan sesuai dengan kualitas produk.

(40) “Sereal sarapan dengan gandum utuh berbentuk biskuit cokelat” (Iklan Nestlé Cookies Crisp)

Produk Nestlé Cookies Crisp adalah jenis produk sereal sarapan Nestlé. Gaya bahasa yang digunakan oleh iklan di atas adalah gaya bahasa argumentatif. Hal tersebut karena iklan di atas memaparkan keunggulan produk yang terbuat dari gandum utuh. Kata utuh dalam hal ini merupakan poin penting dalam menarik perhatian pemirsa. Pembuat iklan berusaha mempengaruhi pemirsa dengan menawarkan keunggulan produk.

Makna yang terdapat dalam iklan tersebut adalah makna denotatif. Iklan bermakna denotatif karena kata-kata yang digunakan dapat dimengerti dengan mudah oleh pemirsa. Tidak hanya mudah dimengerti, iklan di atas juga tergolong singkat. Meskipun singkat, bukan berarti kata-kata yang digunakan tidak memiliki nilai jual. Bentuk singkat tersebut justru langsung mengenalkan produk pada pemirsa sehingga pemirsa tidak perlu terlalu lama berpikir tentang produk yang diiklankan.

(41) “Kepingan kaya rasa terbuat dari jagung renyah berbalut kelezatan manisnya madu”

(Iklan Nestlé Honey Gold Flakes)

Produk Nestlé Honey Gold Flakes adalah jenis produk sereal sarapan Nestlé. Gaya bahasa yang digunakan oleh iklan di atas adalah gaya bahasa argumentatif. Hal tersebut karena iklan di atas berusaha mempersuasif pemirsa dengan menawarkan keistimewaan produk. Kata-kata yang digunakan dalam iklan seperti kaya rasa, renyah, dan kelezatan merupakan kata-kata yang memiliki daya persuasif agar pemirsa mengkonsumsi produk yang diiklankan.

Makna yang terdapat dalam iklan tersebut adalah makna denotatif dan konotatif. Makna denotatif karena kata-kata yang digunakan dalam iklan mudah dimengerti oleh pemirsa. Sementara itu, makna konotatif terdapat pada kaya rasa dan kelezatan. Frasa kaya rasa dapat menimbulkan penasaran pada pemirsa untuk mengetahui rasa yang ditawarkan oleh produk. Pemirsa mungkin berimajinasi tentang rasa yang akan mereka dapatkan apabila mengkonsumsi produk yang diiklankan. Oleh karena itu, frasa kaya rasa berperan penting dalam menimbulkan citra baik produk tersebut. Kata kelezatan dalam hal ini juga berperan dalam meningkatkan daya tarik pemirsa karena kelezatan selalu diinginkan dalam tiap produk makanan.

(42) “Krimer kental manis yang ideal untuk segelas kopi susu dan kelezatan aneka resep makanan dan minuman, seperti membuat roti, kue, martabak, puding, dan es campur”

(Iklan Carnation)

Produk Carnation adalah jenis produk kuliner Nestlé. Gaya bahasa yang digunakan oleh iklan di atas adalah gaya bahasa argumentatif. Hal tersebut karena iklan di atas mempersuasif pemirsa dengan cara memaparkan keunggulan produk melalui penggunaan kata ideal. Dalam iklan tersebut, penggunaan kata ideal diikuti dengan berbagai macam jenis makanan dan minuman. Hal yang demikian membuat produk yang diiklankan semakin mendapat perhatian dari pemirsa karena pemirsa merasa produk tersebut serba guna sebagai bahan pendukung dalam setiap jenis makanan dan minuman yang dinikmati oleh pemirsa.

Makna yang terdapat dalam iklan tersebut adalah makna denotatif dan emotif. Makna denotatif karena pilihan kata yang terdapat dalam iklan dapat dipahami secara langsung oleh pemirsa. Sementara itu, makna emotif dalam iklan di atas terdapat pada kata ideal. Kata ideal tentu berasal dari pembuat iklan sehingga dapat dikatakan bersifat subjektif demi mempromosikan produk. Meskipun demikian, penggunaan kata ideal dapat dikatakan sebagai kata yang tepat dalam mempersuasif pemirsa agar menggunakan produk yang diiklankan dalam setiap jenis makanan dan minuman yang dinikmati.

(43) “Krimer kental manis yang telah menjadi sahabat ibu dan keluarga di Indonesia sejak 1897”

Produk Nestlé Cap Nona adalah jenis produk kuliner Nestlé. Gaya bahasa yang digunakan oleh iklan di atas adalah gaya bahasa argumentatif. Hal tersebut karena iklan di atas mempersuasif pemirsa dengan memberikan bukti bahwa produk yang diiklankan telah dikonsumsi sejak tahun 1897. Bukti tersebut menunjukkan bahwa produk telah mendapat kepercayaan dari konsumen. Apabila kepercayaan konsumen telah berlangsung begitu lama, maka dapat diartikan produk tersebut memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan produk lain yang sejenis. Keunggulan tersebut menjadi kunci utama dalam mempersuasif pemirsa agar mengkonsumsi produk yang diiklankan.

Makna yang terdapat dalam iklan tersebut adalah makna denotatif dan konotatif. Makna denotatif karena pilihan kata yang terdapat dalam iklan dapat dipahami secara langsung oleh pemirsa. Sementara itu, makna konotatif dalam iklan di atas terdapat pada kata sahabat dan sejak 1897. Kata sahabat tergolong kata yang sensitif bagi hampir setiap orang. Secara sederhana, sahabat dapat diartikan seseorang yang dekat dengan kita sehingga mengetahui apa saja yang kita inginkan. Begitu pula dengan penggunaan kata sahabat pada iklan di atas. Kata sahabat menginterpretasikan bahwa produk yang diiklankan mengerti keinginan para ibu dan keluarga. Iklan juga mencantumkan keterangan sejak 1897 untuk membangun kepercayaan pemirsa sekaligus menegaskan bahwa produk yang diiklankan terjaga kualitasnya. Dengan demikian, keraguan pemirsa akan berkurang dan beralih mengkonsumsi produk tersebut.

(44) “Minuman kopi, krimer dengan kemasan praktis yang memberikan kesegaran di segala aktivitas dan suasana”

(Iklan Nescafé UHT)

Produk Nescafé UHT adalah jenis produk minuman siap minum Nestlé. Gaya bahasa yang digunakan oleh iklan di atas adalah gaya bahasa argumentatif. Hal tersebut karena iklan di atas mempersuasif pemirsa dengan cara memaparkan keunggulan yang dimiliki oleh produk, yaitu kemasan praktis dan kesegaran rasa. Pembuat iklan semakin memperkuat persuasifnya dengan pernyataan memberikan kesegaran di segala aktivitas dan suasana. Pernyataan tersebut membuat pemirsa serasa dimanjakan sehingga pemirsa akan memutuskan untuk membeli produk yang diiklankan.

Makna yang terdapat dalam iklan tersebut adalah makna denotatif dan emotif. Makna denotatif karena setiap kata yang terdapat dalam iklan dapat dipahami secara langsung oleh pemirsa. Sementara itu, makna emotif dalam iklan di atas terdapat pada kata praktis dan kesegaran. Dua kata tersebut seakan menggambarkan keinginan dari pemirsa dan secara kebetulan pembuat iklan memenuhi keinginan tersebut. Dengan demikian, kata praktis dan kesegaran sengaja digunakan untuk menarik minat beli pemirsa.

(45) “Susu bubuk bergizi tinggi untuk seluruh keluarga yang lebih terasa gurihnya”

Gaya bahasa yang digunakan oleh iklan di atas adalah gaya bahasa argumentatif. Hal tersebut karena iklan di atas mengulas kelebihan yang dimiliki produk, yaitu bergizi tinggi dan lebih terasa gurih. Ulasan tersebut menjadi poin penting dalam mempersuasif pemirsa agar tertarik mengkonsumsi produk. Dalam iklan tersebut, terdapat dua kata yang sengaja digunakan untuk menarik perhatian pemirsa, yaitu kata tinggi dan lebih. Penambahan kata tinggi setelah kata bergizi semakin meyakinkan pemirsa tentang kualitas produk, sedangkan kata lebih berperan menegaskan kelebihan produk sekaligus pembeda dengan produk lain.

Makna yang terdapat dalam iklan tersebut adalah makna konotatif. Makna tersebut terdapat pada pernyataan bergizi tinggi dan lebih terasa gurihnya yang berperan membuat citra produk lebih baik dibandingkan produk lain. Penggunaan kata tinggi dan lebih dalam hal ini berperan penting dalam meningkatkan peluang beli pemirsa. Tanpa adanya dua kata tersebut, produk yang diiklankan akan terkesan biasa saja atau tidak ada yang istimewa.

(46) “Terbuat dari susu dengan harga terjangkau dan rasa lezat yang merupakan sahabat ibu untuk melengkapi gizi harian keluarga Anda”

(Iklan Nestle Dancow Ideal)

Gaya bahasa yang digunakan oleh iklan di atas adalah gaya bahasa argumentatif. Hal tersebut karena pembuat iklan mempersuasif pemirsa dengan menawarkan harga produk yang terjangkau. Pembuat iklan

sengaja meletakkan pernyataan harga terjangkau di bagian awal agar lebih mudah dan lebih cepat dalam menarik perhatian pemirsa.

Makna yang terdapat dalam iklan tersebut adalah makna konotatif. Makna tersebut terdapat dalam kata sahabat dan melengkapi. Dua kata tersebut berperan penting dalam membangun citra baik produk yang diiklankan. Kata sahabat pada iklan memberi kesan bahwa produk tersebut diciptakan sebagai pendamping setia pemirsa yang akan selalu memberikan hal terbaik. Sementara itu, kata melengkapi secara tidak langsung mempengaruhi pemirsa agar mengkonsumsi produk tersebut karena manfaat yang ditawarkan oleh produk.

(47) “Bubur bayi Nestle Cerelac harga ekonomis mencukupkan nutrisi si kecil”

(Iklan Nestlé Cerelac)

Gaya bahasa yang digunakan oleh iklan di atas adalah gaya bahasa argumentatif. Hal tersebut karena pembuat iklan menggunakan kata ekonomis. Kata tersebut bersifat relatif karena ekonomis menurut produsen atau pembuat iklan belum tentu ekonomis menurut calon konsumen. Namun, penggunaan kata tersebut dapat menarik perhatian calon konsumen sekaligus membuat produk memiliki keunggulan dibandingkan dengan produk lain dari segi harga.

Makna yang terkandung dalam iklan di atas adalah makna konotatif. Hal tersebut terdapat pada kata ekonomis. Kata ekonomis sebenarnya bersifat relatif karena tidak disebutkan harga pasti produk

yang diiklankan. Misalnya saja harga bubur Rp15.000, bagi seseorang harga tersebut mungkin dapat dikatakan ekonomis, tetapi bagi orang lain harga itu tergolong masih mahal. Meskipun bersifat relatif, kata ekonomis umumnya mengacu pada harga yang dapat dijangkau oleh seluruh kalangan. Bila diperhatikan, pembuat iklan lebih mendahulukan informasi tentang harga daripada nutrisi melalui kata ekonomis. Hal demikian dapat dikatakan sebagai trik dalam menarik perhatian pemirsa agar membeli produk yang diiklankan.

(48) “Snack coklat renyah dengan kombinasi rasa coklat yang pas dan krim filling yang lumer di mulut dengan bentuk segitiga yang

Dokumen terkait