• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.2 Landasan Teori

2.2.3 Gaya bahasa pada Bahasa Mandarin

Menurut arti pada buku 修辞学发凡 xiūcíxué fāfán (1997:71), gaya bahasa adalah ―人们在长期的语言交际过程中,在本民族语言特点的基础上,为提 高语言表达效果而形成的格式化的方法、手段‖ yang artinya ―sebuah cara atau metode yang terbentuk dari proses komunikasi bahasa manusia, demi meningkatkan hasil penyampaian bahasa tersebut.‖

Menurut (Huáng dan Liào, 1991:240) dalam buku xiàndài hànyǔ diuraikan ada dua puluh satu macam gaya bahasa pada bahasa Mandarin, namun karena keterbatasan penulis, maka penulis akan menjabarkan gaya bahasa menurut Huang dan Liao dan hanya memaparkan sebagian saja contohnya, yaitu sebagai berikut :

1. Gaya Bahasa Perumpamaan (比喻Bǐyù)

Huang dan Liao (1991:240), menjelaskan Bǐyù adalah perumpamaan, yakni menggunakan benda atau hal yang berbeda satu sama lain namun memiliki titik persamaan untuk menggambarkan suatu hal atau benda lain. Benda yang dibandingkan disebut ―Benti‖ dapat diterjemahkan menjadi ―noumenon‖, dan benda yang digunakan sebagai pembanding disebut ―Yuti‖ dapat diterjemahkan sebagai ―pembanding‖, kata yang menghubungkan kedua benda disebut dengan

―Yuci‖ yang diterjemahkan sebagai ―kata banding‖. Noumenon dan pembanding haruslah sesuatu benda atau hal yang sifatnya berbeda, namun menggunakan satu sisi kemiripan untuk melakukan perbandingan. Gaya bahasa perumpamaan dapat dibagi menjadi tiga jenis, yakni: Míngyù, Ànyù dan Jièyù.

a. Gaya Bahasa Míngyù (明喻)

Menurut Huang dan Liao (1991: 241-242), pada gaya bahasa Míngyù (perumpamaan), noumenon (benda yang dibandingkan), dan Yuti (pembanding) muncul bersamaan diantaranya terdapat kata banding seperti: ―像xiàng, 如rú,似 shì,仿�fǎngfú, 犹如yóurú, �如yǒurú, 一般yībān‖ dan lain-lain.

Contoh: 叶子出水限高,像亭亭舞女裙�

Yè zǐ chūshuǐ xiàn gāo, xiàng tíngtíng wǔnǚ qún

Daun batasan air tinggi, sepertirok para penari perempuan di paviliun.

Pada contoh di atas yang menjadi noumenon adalah ―daun‖, pembandingnya adalah ―rok penari‖, dan kata bandingnya adalah ―seperti‖.

b. Gaya Bahasa Ànyù (暗喻)

Huang dan Liao dalam buku Xiandai Hanyu mengatakan gaya bahasa Ànyù disebut juga sebagai gaya bahasa Yinyu. Pada gaya bahasa ini noumenon dan pembanding muncul, namun kata pembandingnya berupa: ―是shì (adalah), 变 成biànchéng (menjadi), 成为chéngwéi (menjadi), 等于děngyú (sama dengan)‖

dan lain-lain.

Contoh: 爱护书籍吧,他是知识的源泉。

Àihù shūjí ba, tā shì zhīshì de yuánquán.

Cintailah buku-buku, dia adalah sumber dari pengetahuan.

Pada contoh di atas noumenon adalah ―buku‖, pembandingnya adalah

―sumber dari pengetahuan‖, sementara kata bandingnya ―adalah‖.

c. Gaya Bahasa Jièyù (借喻)

Pada gaya bahasa ini noumenon tidak muncul, tidak terlihat pada kalimat, langsung menggunakan pembanding untuk menggantikan noumenon (Huang,1991: 242).

Contoh: 鲁迅在一片文章里,主张打落水狗。他说,如果不打落水狗,

它一跳起来,就要咬你,最低限度也要溅你一身的污泥�

Lǔxùn zài yīpiàn wénzhāng lǐ, zhǔzhāng dǎ luòshuǐgǒu. Tā shuō, rúguǒ bùdǎ luòshuǐgǒu, tā yīdàn tiào qǐlái, jiù yào yǎo nǐ, zuìdī xiàndù yě yào jiànnǐ yīshēn de wū ní

Luxun (novelis) dalam satu karyanya menganjurkan, pukulah anjing yang jatuh ke parit. Dia mengatakan, jika tidak memukulnya, maka saat ia keluar melompat, pasti berniat mengigitmu, kemungkinan paling kecil juga ingin mencipratmu dengan lumpur kotor.

Pada contoh di atas perumpamaan menggunakan klausa ―anjing yang jatuh ke parit‖ sebagai pembanding untuk menyatakan ―musuh yang terpukul‖. Pada contoh tersebut tidak muncul noumenon dan tidak ada kata banding, tetapi langsung menggunakan pembanding sebagai noumenon-nya.

2. Gaya Bahasa Personifikasi (比拟Bǐnǐ )

Bǐnǐ dalam Bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai gaya bahasa personifikasi. Personifikasi adalah semacam gaya bahasa kiasan yang menggambarkan benda-benda mati atau barang-barang yang tidak bernyawa seolah-olah memiliki sifat kemanusiaan (Keraf, 2004:142). Personifikasi (penginsanan) merupakan suatu corak khusus dari metafora yang mengiaskan

benda-benda mati bertindak, berbuat, berbicara seperti manusia (Keraf, 2009:140). Bǐnǐ yaitu menggambarkan benda mati seolah-olah memiliki karakteristik seperti layaknya manusia.

Contoh : 老马识途 Lǎo mǎ shí tú

Kuda tua kenal jalan.

Pada contoh menyatakan kuda tua kenal jalan, biasanya yang mengenal jalan adalah manusia bukan seekor kuda.

3. Gaya Bahasa jièdài (借代jièdài)

Menurut (Huáng dan Liào 1991:248), gaya bahasa jièdài adalah gaya bahasa yang tidak langsung menyebutkan nama ataupun objek yang dimaksud, melainkan meminjam nama-nama yang berhubungan erat dengan hal tersebut untuk menggantikannya.

Contoh : 巾帼不让须眉 Jīnguó bù ràng xūméi

巾帼(Jīnguó)pada contoh di atas menjelaskan wanita 须眉(xūméi)pada contoh di atas menjelaskan pria 4. Gaya Bahasa niān lián(拈连niān lián)

Menurut (Huáng dan Liào, 1991:250), Gaya Bahasa niān lián adalah gaya bahasa yang memanfaatkan kata yang digunakan pada benda atau hal A dan digunakan secara termapil pada benda atau hal B. Benda atau hal A padaumumnya adalah benda konkret, peletakannya kebanyakan didepan.

Sedangkan benda atau hal B pada umumnya adalah benda atau hal abstrak peletakannya kebanyakan di belakang.

5. Gaya Bahasa Hiperbola (夸张kuāzhāng)

Kuāzhāng adalah gaya bahasa yang sengaja membesar-besarkan ataupun mengecil-ngecilkan sebuah deskripsi terhadap orang, hewan maupun benda (Huáng dan Liào, 1991:253).

Contoh : 废寝忘食

Fèi qǐn wàng shí Lupa makan dan tidur.

Pada contoh di atas memiliki arti terlalu serius belajar atau bekerja kita hingga lupa waktu makan dan waktu tidur. Bagaimana seriusnya pun kita belajar atau bekerja tidak akan lupa waktu untuk makan dan tidur.

6. Gaya Bahasa shuāngguān(双关shuāngguān)

Menurut (Huáng dan Liào, 1991:256), gaya bahasa shuāngguān adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata yang mempunyai pelafalan dan makna yang sama, yang bermaksud supaya pembaca dapat memperhatikan makna luardan makna dalam sebuah kalimat.

Contoh : 东边日出西边雨,道是无晴还有晴。

Dōngbian rì chū xī biān yǔ, dào shì wú qíng hái yǒu qíng.

Sebelah timur terbit matahari sebelah barat turun hujan, sebenarnya tidak ada yang lebih cerah dari yang cerah

分析:―晴‖表面上是说晴雨的―晴‖,暗中却又是在说情感的―情‖,一语相关

Fēnxī: “Qíng” biǎomiàn shàng shì shuō qíngyǔ de “qíng”, ànzhōng què yòu shì zài shuō qínggǎn de “qíng”, yī yǔ xiāngguān.

Kata 晴yang dimaksudkan untuk ungkapan 晴雨yaitu hujan yang turun pada saat hari cerah, sedangkan 晴yang kedua dimaksudkan adalah 情感yaitu perasaaan.

7. Gaya bahasa fǎngcí(仿词fǎngcí)

Menurut (Huáng dan Liào, 1991:258), gaya bahasa fangci merupakan gaya bahasa yang menurut kebutuhan penyampaian, mengubah salah satu morfem kata dari kalimat yang telah ada dengan kata yang nada atau bacaannya sama dan menciptakan kata yang baru sesuai dengan kebutuhan ekspresi.

Contoh : 自信力—他信力,先发制人—后发制人等.

Zìxìn lì—tā xìn lì, xiānfāzhìrén—hòufāzhìrén děng.

Dia adalah seorang yang percaya diri, menyerang pertama, dan seterusnya Kata 自信力 ungkapan untuk kepercayaan yang tinggi, sedangkan 他信力 untuk menguatkan gagasan yang terdapat dalam kalimat tersebut.

8. Gaya Bahasa Ironi (反语fǎnyǔ)

Fǎnyǔ dalam Bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai gaya bahasa ironi.

Ironi adalah gaya bahasa yang mengungkapkan sindiran halus (Keraf, 1986:143).

Ironi merupakan suatu acuan yang ingin mengatakan sesuatu dengan makna atau maksud berlainan dari apa yang terkandung dalam rangkaian katanya. Ironi adalah gaya bahasa yang bermakna tidak sebenarnya dengan tujuan untuk menyindir.

Contoh : 买椟还珠

Mǎi dú huá nzhū

Membeli kotaknya saja, mutiara di dalamnya di kembalikan.

Pada contoh di atas memiliki arti orang yang mempertimbangkan dan membuat keputusan yang salah.

9. Gaya Bahasa wǎnqū (婉曲wǎnqū)

Menurut (Huáng dan Liào, 1991:262), gaya bahasa wǎnqū adalah gaya bahasa yang sengaja tidak menyatakan sesuatu secara terang-terangan, melainkan meminjam beberapa hal atau objek yang sesuai dengan makna tersebut untuk mengemukakan hal tersebut secara halus atau tidak langsung.

10. Gaya Bahasa Paralisme (对偶duì'ǒu)

Menurut (Huáng dan Liào, 1991:264), gaya bahasa duì'ǒu atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai gaya bahasa paralelisme adalah gaya bahasa yang menggunakan kelompok kata, atau kalimat yang bentuknya sama atau mirip, jumlah hurufnya sama, artinya sangat berkaitan erat dibariskan secara seimbangkiri dan kanan untuk menyatakan maksud yang sama atau berlawanan.

Gaya bahasa ini mempunyai sifat mengekspresikan, mudah dihafal dan dibaca, oleh karena itu gaya bahasa ini banyak di pergunakan dalam karangan.

Contoh : 天有多高,山有多高

Tian you duo gao, shan you duo gao

Seberapa tinggi langit, seberapa tinggi gunung 11. Gaya bahasa Páibǐ(排比Páibǐ)

Menurut (Huáng dan Liào, 1991:266), gaya bahasa Páibǐ adalah gaya

jumlah yang sama dan merupakan dua kalimat pendek yang mempunyai ikatan erat dalam arti kalimat tersebut.

Contoh : 他的品质是那样的纯洁和高尚,他的意志是这样坚韧和刚强。

Ta de pinzhi shinayang de chunjie he gaoshang, ta de yizhi shi zheyang jianren he gangqiang.

Dia begitu murni dan mulia, kemauannya begitu keras dan kuat.

12. Gaya bahasa céngdì(层递céng dì)

Menurut (Huáng dan Liào, 1991:269), gaya bahasa céngdì adalah gaya bahasa yang menyampaikan sebuah kebenaran berdasarkan hubungan logika suatu objek, yang mempunyai struktur yang sama serta semakin melonjak dan semakin merosot.

Contoh : 保卫家乡!保卫黄河!保卫华北!保卫全中国!

Bǎowèi jiāxiāng! Bǎowèi huánghé! Bǎowèi huáběi! Bǎowèi quán zhōngguó!

Lindungi keluarga, lindungi sungai huang, lindungi rakyat, lindungiTiongkok

Pada kalimat diatas, 保 卫 yang pertama digunakan untuk melindungi bagian kelompok terkecil dari kehidupan yaitu keluarga, selanjutnya melindungi sungai Huang yang merupakan sumber kehidupan, 保卫yang ketiga melindungi bagian dari kehidupan yaitu masyarakat dan terakhir untuk melindungi negara.

13. Gaya bahasa dǐngzhēn(顶真dǐngzhēn)

Menurut (Huáng dan Liào, 1991:270), gaya bahasa dǐngzhēn adalah gaya bahasa yang menggunakan kosakata yang digunakan pada ujung kalimat pertama

untuk dijadikan kosakata pembuka kedua sehingga kalimat pertama dan kalimat kedua menyambung terus.

Contoh : 归来见天子,天子坐明堂。

Gui laijian tianzi, tianzi zuo mingtang

kembali melihat kaisar, kaisar duduk di Mingtang 14. Gaya bahasa huíhuán(回环huíhuán)

Menurut (Huáng dan Liào, 1991:272), gaya bahasa huíhuán adalah gaya bahasa yang menggunakan kata yang sama atau hampir sama tetapi uraiannya berbeda dan digunakan berkali-kali dalam sebuah kalimat.

Contoh : 星岛港迎感岛星。

Xingdao gangying gan xingdao

Pulau bintang menyambut pulau bintang.

15. Gaya bahasa duìbǐ(对比duìbǐ)

Menurut (Huáng dan Liào, 1991:273), gaya bahasa duibi adalah gaya bahasa yang membandingkan dua hal atau kejadian yang sama atau sebaliknya dari dua sisi.

Contoh : 有的人说,他别人就不能活;

Yǒu de rén shuō, tā biérén jiù bùnéng huó

ada orang mengatakan, orang lain tidak bisa hidup 有的人说,他活着为了多数人更好地活。

Yǒu de rén shuō, tā huózhe wèile duōshù rén gèng hǎo de huó.

Ada orang mengatakan, orang lain hidup untuk demi kelangsungan

Kata 不能活yang memiliki arti ―tidak dapat hidup‖ pada kalimat pertama digunakan untuk membandingkan pada 好地活pada kalimat kedua yang memiliki arti kelangsungan hidup yang lebih baik.

16. Gaya bahasa yìngchèn(映衬yìngchèn)

Menurut (Huáng dan Liào, 1991:274), gaya bahasa yìngchèn adalah gaya bahasa yang menggunakan suatu hal atau kejadian yang sama atau sebaliknya untuk mendamping objek tertentu demi menonjolkan sifat-sifatnya.

Contoh : 教室里安静极了,只能听见大家的笔划过卷子时的沙沙声.

Jiàoshì lǐ ānjìng jíle, zhǐ néng tīngjiàn dàjiā de bǐhuàguò juàn zǐ shí de shāshā shēng.

Didalam kelas sangat tenang, hanya mendengar suara- suara goresan dari pensil.

17. Gaya bahasa repetisi (反复fǎnfù)

Gaya bahasa repetisi adalah gaya bahasa pengulangan bunyi, suku kata, bagian kalimat yang dianggap penting untuk diulang beberapa kali berturut-turut dalam sebuah konteks yang sesuai (Waridah, 2008:322).

Contoh : 冒着敌人的炮火,前进!前进!前进!

Maozhe diren de paohuo. Qianjin! Qianjin! Qianjin!

Menantang tembakan meriam dari musuh, maju! Maju! Maju!

Contoh di atas berturut-turut mengulang kata ―maju‖ untuk menegaskan semangat berperang yang mendalam

18. Gaya bahasa penegasan (设问shèwèn)

Menurut (Huáng dan Liào 1991:280), gaya bahasa penegasan adalah gayabahasa yang digunakan untuk menegaskan isi, sengaja mengajukan sebuah pertanyaan dan menjawabnya sendiri. Tujuannya adalah untuk menarik perhatian orang untuk memperhatikan serta memikirkan pertanyaan yang diajukan.

Contoh : 是谁创造了人类世界?是我们劳动群人�

Shì shuí chuàngzàole rénlèi shìjiè? Shì wǒmen láodòng qún rén.

Siapakahyang telah menciptakan dunia manusia? Adalah kita para pekerja.

Pada contoh di atas terdapat pertanyaan pada awalnya, namun langsung dilanjutkan dengan jawaban dari pertanyaan tersebut. Kata ―siapakah‖

menunjukkan pertanyaan kemudian diberi pemerkah ―tandatanya‖. Fungsinya agar pembaca memikirkan makna dari pertanyaan tersebut.

19. Gaya bahasa erotesis (反问fǎnwèn)

Gaya bahasa erotesis atau pertanyaan retoris adalah semacam pertanyaan yang digunakan dalam pidato atau tulisan dengan tujuan untuk mencapai efek yang lebih mendalam dan penekanan yang wajar dan sama sekali tidak menghendaki adanya suatu jawaban (Keraf, 2007:134).

Contoh : 我心里在想着,难道美丽的花园里一个人也没有?

Wo xinli xiang zhe, nandao meili de huayuanli yi ge ren ye meiyou?

Dalam hati saya berpikir, apakah taman bunga secantik ini satu

Contoh di atas menggunakan kalimat negasi ―tidak ada‖ untuk menekankan bahwa taman bunga secantik ini pasti ada sangat banyak orang.

20. Gaya bahasa tònggǎn (痛感tònggǎn)

Menurut (Huáng dan Liào, 1991:283), gaya bahasa tònggǎn adalah gaya bahasa yang menyatakan suatu hal atau kejadian yang berhubungan dengan suatu indera untuk dikenakan pada indera lain.

21. Gaya bahasa jǐngcè (警策jǐngcè)

Menurut (Huáng dan Liào, 1991:285), gaya bahasa jǐngcè adalah gaya bahasa yang membuat sebuah kata atau kalimat menjadi lebih mudah dimengerti, menyatakan hal yang bertentangan dengan fakta yang ada serta mempunyai makna yang dalam dan bersifat filosofis.

Contoh : 水清无鱼。

Shui qing wu yu

Air yang terlalu jernih tiada ikan

Pada contoh di atas, peribahasa ini menyatakan air yang terlalu jernih tiada ikan, jika air terlalu jernih tak akan ada ikannya karena terlalu gampang ditangkap.

Dokumen terkait