• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II DASAR TEORI

Posisi 2 balok (balok a dan balok b) pada interval waktu yang sama berturut-turut diwakili oleh kotak bernomor yang

6. Macam-macam gaya

a) Sentuhan pada benda padat - pasif

Konsep selanjutnya yang akan dibahas disini adalah

mengenai sentuhan benda padat-pasif pada soal nomor 6. Pada

soal ini, siswa ditanya gaya apa saja yang bekerja pada buku

yang berada di atas meja? Dari jawaban siswa, dapat diketahui

miskonsepsi terbanyak terdapat pada jawaban siswa yang

menjawab bahwa gaya yang bekerja pada buku adalah gaya ke

bawah yang disebabkan oleh gravitasi, sebanyak 47,37% yang

menjawab salah dengan alasan“buku diatas meja memiliki gaya gravitasi-SMA_31”. Jawaban ini terkait dengan miskonsepsi adanya hambatan. Dan ada sebanyak 17,89% siswa menjawab

tidak ada satu pun gaya, selama buku berada di atas meja tidak

ada gaya yang bekerja dengan alasan“Buku diam=tidak ada

gaya yang bekerja-SMA_88”. Miskonsepsi siswa yang terkait dengan jawaban ini adalah tidak ada gerak menyatakan tidak ada

gaya. Itu artinya, siswa beranggapan bahwa buku yang diam

yang berada diatas meja tidak melakukan gaya apapun, karena

buku tersebut tidak bergerak.Beberapa siswa memahami bahwa

buku yang diam di atas meja, tidak mempunyai gaya yang

bekerja pada buku tersebut padahal menurut fisika, benda itu

sebagai reaksinya, meja melakukan gaya reaksi terhadap buku

tersebut yang besarnya sama tetapi berlawanan arah.

b) Sentuhan benda padat impuls

Konsep gaya selanjutnya berhubungan dengan sentuhan

benda padat impuls terdapat pada soal nomor 8. Siswa ditanya,

ketika bola karet dijatuhkan ke lantai, maka apa yang

menyebabkan bola terpantul kembali?Miskonsepsi terbanyak

ada pada sub konsep ini ada pada jawaban siswa yang menjawab

momentum bola kekal, sebanyak 30,53% siswa dengan alasan

“memiliki momentum dari bola itu sendiri-SMA_88”. Miskonsepsi yang terjadi pada jawaban siswa ini adalah hanya

perantara/peralatan aktif yang menyebabkan gaya. Dalam kasus

ini, saat bola jatuh ke lantai, maka bola akan menyentuh lantai

dalam waktu yang sangat singkat, sehingga terjadi gaya impuls.

Gaya kontak yang terjadi secara singkat. Gaya inilah yang

diberikan lantai ke bola sehingga bola terpantul kembali ke atas.

c) Gesekan yang berlawanan dengan gerakannya

Konsep berikut berkaitan dengan gesekan yang

berlawanan dengan gerakannya. Konsep ini dijelaskan pada soal

nomor 20. Pada soal dijelaskan bahwa kotak besar didorong

m/s. lalu siswa ditanya apa yang akan terjadi jika gaya yang

bekerja pada kotak tiba-tiba dihentikan? Miskonsepsi terbanyak

pada sub konsep ini adalah gerakan yang menyatakan bahwa

terdapat gaya aktif pada benda.Terdapat pada 49,47% siswa

yang memilih jawaban bahwa kotak akan segera berhentidengan

alasan“karena gaya gesek lebih besar dari gaya yang diberikan untuk mendorong kotak, sehingga kotak akan segera

berhenti-SMA_89”. Sebanyak 32,63% siswa juga menjawab salah denganmemberikan jawaban memiliki kecepatan yang konstan

pada periode waktu yang pendek lalu secara pelan-pelan

berhentidengan alasan“karena kotak masih mempunyai energi

yang tersimpan untuk bergerak dalam beberapa

waktu-SMA_71”, miskonsepsi yang terjadi pada jawaban ini adalah menghilangnya dorongan. Dalam kasus ini, kotak tersebut akan

berhenti dikarenakan gaya yang semula bekerja pada kotak

dihentikan sehingga gaya gesek yang arahnya berlawanan

dengan arah kotak membuat kotak tersebut berhenti selain itu

tidak ada gaya lagi yang memberikan dorongan pada kotak.

d) Bekerja pada fluida - Hambatan Udara

Pada konsep hambatan udara nomor 14, diberi keterangan

sebuah bola golf dipukul kemudian diamati ketika melintas di

Siswa ditanya gaya apakah yang terjadi pada bola golf

selama berada di udara? Miskonsepsi terjadi pada 17% siswa

yang menjawab gaya gravitasi dan gaya pukulan. Sebagian besar

siswa memberikan alasan “gaya gravitasi akan membuatnya

jatuh tetapi adanya gaya pukulan sebelum jatuh bola akan

melengkung-SMA_59”. Ada pula sebesar 46,32% siswa menjawab gaya gravitasi, gaya pukulan dan gaya gesek udara

dengan alasan“gaya pukulan lebih tepat disebut gaya dorong

-SMA_78”. Jawaban siswa ini mengalami miskonsepsi yang sama tentang dorongan, yaitu gaya dorong oleh pukulan. Pada

gambar, bola membentuk lintasan parabola, pukulan tersebut

tidak menyebabkan gerak parabola namun gaya tersebut

memberikan kecepatan awal pada bola golf tersebut sehingga

bola bergerak. Sedangkan bola bergerak dengan lintasan

parabola dipengaruhi oleh gaya gravitasi dan gaya gesek udara

sehingga kecepatan bola menurun dan bola kembali ke tanah.

e) Tekanan Udara

Untuk konsep gaya terkait dengan tekanan udara terdapat

pada soal nomor 6, dan sudah dijelaskan sebelumnya soal ini

benda padat-pasif. Menurut hasil jawaban siswa, dapat diketahui

miskonsepsi terbanyak terdapat pada jawaban siswa yang

menjawab bahwa gaya yang bekerja pada buku adalah gaya ke

bawah yang disebabkan oleh gravitasi, sebanyak 47,37% yang

menjawab salah dengan alasan“buku diatas meja memiliki gaya gravitasi-SMA_31”. Jawaban ini terkait dengan miskonsepsi

mengenai beberapa pengaruh dalam gerak yaitu menggunakan

hambatan bukan gaya. Dan ada sebanyak 17,89% siswa

menjawab tidak ada satu pun gaya, selama buku berada di atas

meja tidak ada gaya yang bekerja dengan alasan“Buku

diam=tidak ada gaya yang bekerja-SMA_88”. Miskonsepsi siswa yang terkait dengan jawaban ini adalah tidak ada gerak

menyatakan tidak ada gaya. Itu artinya, siswa beranggapan

bahwa buku yang diam yang berada diatas meja tidak

melakukan gaya apapun, karena buku tersebut tidak

bergerak.Beberapa siswa memahami bahwa buku yang diam di

atas meja, tidak mempunyai gaya yang bekerja pada buku

tersebut padahal menurut fisika, benda itu mempunyai gaya

yang bekerja pada meja. Benda itu tetap diam sebagai reaksinya,

meja melakukan gaya reaksi terhadap buku tersebut yang

f) Gravitasi

Untuk mengetahui pemahaman dan miskonsepsi tentang

gaya yang berhubungan dengan gravitasi, maka soal yang

berkaitan dengan konsep ini terdapat pada soal nomor 6, 10, dan

14. Pada bahasan kali ini akan dibahas konsep gravitasi pada

soal nomor 10 karena soal nomor 6 dan 14 sudah dijelaskan

pada konsep sebelumnya. Pada soal, siswa diminta menjelaskan

apa yang akan terjadi bilasebuah batu jatuh dari atap gedung

berlantai satu ke permukaan tanah. Sebanyak 15,79% siswa

menjawab batu mencapai kecepatan maximun segera setelah

dilepaskan dan kemudian jatuh dengan kecepatan konstan (yang

sama), jawaban dipilih dengan alasan“Karena gaya gravitasi

menuju kecepatan konstan-SMA_22”. Miskonsepsi yang terjadi pada jawaban siswa ini adalah gaya menyebabkan percepatan

menuju ke pusat kecepatan. Sebanyak 33,68% siswa

menjawabkecepatan batu bertambah pada saat jatuh karena

semakin dekat ke tanah semakin besar gaya gravitasinya dengan

alasan“jatuhnya benda dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Semakin besar gaya gravitasi maka semakin cepat pula jatuhnya

benda-SMA_58”. Miskonsepsi yang terjadi pada jawaban siswa ini berhubungan dengan gaya aktif yaitu percepatan menyatakan

bertambahnya gaya dan terkait pula dengan gravitasi yaitu

terakhir sebanyak 27,37% siswa menjawabbatu jatuh karena

dipengaruhi oleh gravitasi bumi dan tekanan udara yang

mendorongnya ke bawah.Dikutip dari alasan siswa yang

menyatakan “semua benda akan jatuh ke tanah jika ada gaya gravitasi dan tekanan udara ke bawah-SMA_15”.Perbedaan besarnya gravitasi terjadi pada tempat yang memiliki perbedaan

jauh karena pusat bumi lah yang melakukan gravitasi. Dalam

kasus ini, bila batu jatuh pada ketinggian yang sangat jauh dari

bumi, misalnya 5000 meter di atas tanah, maka semakin dekat

dengan tanah kecepatannya semakin besardipengaruhi oleh gaya

gravitasi. Tetapi dalam soal ini, batu jatuh dari atap gedung

berlantai satu ke permukaan tanah, sehingga besarnya gaya

gravitasi yang bekerja tetap sama. Oleh karena itu siswa tersebut

mengalami miskonsepsi tentang tekanan udara dibantu gravitasi.

g) Percepatan tidak dipengaruhi berat benda

Konsep percepatan bebas untuk berat terdapat pada soal

nomor 1. Pada soal ini, siswa ditanya mengenai waktu yang

dibutuhkanbolauntuk mencapaitanah jikadua buah bola (A dan

B) terbuat dari logamdengan ukuran yang sama, tetapi bola A

massanya 2x lipat lebih besar dari bola B. Pada waktu yang

sama kedua bola itu dijatuhkandarilantai dua sebuahgedung.

B setengah lebih lama dibandingkan bola Adengan alasan

“massa benda mempengaruhi kecepatan-SMA_69”.Dan sebanyak 32,63% siswa menjawab waktu yang dibutuhkan bola

B untuk mencapai tanah lebih lama. Siswa menyatakan bahwa

“benda dengan massa lebih besar akan jatuh lebih cepat dibanding benda dengan massa yang lebih kecil-SMA_11”. Banyak siswa yang mengalami miskonsepsi tentang percepatan

gravitasi. Dari jawaban siswa, terlihat bahwa banyak siswa

secara spontan berfikir bahwa benda yang massanya lebih besar

akan jatuh lebih cepat daripada benda yang lebih ringan pada

peristiwa gerak jatuh bebas. Banyak siswa yang beranggapan

bahwa benda A yang massanya 2 kali lebih besar dari benda B,

akan jatuh dilantai lebih cepat dari benda B. Padahal, menurut

prinsip fisika, kedua benda itu akan jatuh dengan percepatan

yang sama dan waktu yang ditempuh hingga menyentuh lantai

pun sama (bila tidak ada unsur lain yang mempengaruhi) (Paul

Suparno, 2005)

h) Lintasan parabola

Konsep peluru yang berbentuk parabola terdapat pada soal

nomor 9.Pada soal diberi gambar, dan siswa ditanya lintasan

manakah yang menunjukkan gerakan peluru meriam yang

Pada konsep ini, miskonsepsi terbanyak dapat dilihat dari

41,05% siswa yang menjawab gerakan peluru sesuai dengan

lintasan C, jawaban dipilih olehsiswa dengan alasan “Adanya

kecepatan dan gaya sehingga terjadi lengkungan-SMA_48”, miskonsepsi yang terjadi pada jawaban ini adalah

menghilangnya dorongan. Miskonsepsi lainnya terdapat pada

11,58% siswa yang menjawab gerakan peluru sesuai dengan

lintasan D,siswa berfikir bahwa “adanya gaya dorong sehingga

kecepatan konstan sementara dan turun karena

gravitasi-SMA_03”, miskonsepsi yang terjadi pada jawaban ini berkaitan dengan gravitasi, yaitu gravitasi bekerja setelah dikenai

dorongan. Dalam kasus ini, setelah peluru menerima gaya

dorongan dari meriam, maka gaya gravitasi akan langsung

berpengaruh pada pergerakan peluru tersebut dan akan

C. Implikasi

Dari analisa pemahaman dan miskonsepsi konsep gaya pada siswa

SMA Swasta di Yogyakarta, menunjukan bahwa tingkat pemahaman konsep

gaya masih sangat kurang. Kualifikasi tertinggi dari hasil penelitian ini adalah

kurang, yaitu untuk konsep hukum II Newton sedangkan untuk kualifikasi

terendah terdapat pada konsep prinsip super posisi.

Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka masalah pemahaman dan

miskonsepsi ini perlu mendapatkan perhatian khusus dari pihak guru dan

pendidik. Untuk meningkatkan pemahaman dan menghindari atau

mengurangi miskonsepsi konsep gaya, maka perlu adanya implikasi yang

harus dilakukan, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Sebagai seorang guru atau calon guru harus mampu menguasai materi

pembelajaran dengan baik, sehingga dapat mengajarkan konsep dengan

benar. Dengan demikian konsep tersebut akan jelas maknanya dan dapat

dipahami oleh siswa dengan benar.

2. Implikasi terhadap pembelajaran mana yang tepat untuk siswa untuk

menghindari semakin banyaknya miskonsepsi pada konsep gaya, dan

dalam pengajaran fisika lebih menekankan pada pemahaman konsep.

3. Mengubah cara belajar dan soal-soal yang diberikan tidak hanya soal

hitung-hitungan saja, tetapi lebih banyak diberi soal konseptual agar

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Setelah dilaksanakannya penelitian dan data telah diuji menggunakan

instrumen Force Concept Inventory untuk menguji pemahaman dan

miskonsepsi siswa, maka peneliti mencoba menarik kesimpulan. Adapun

kesimpulan yang diambil sehubungan dengan pelaksanaan penelitian yaitu,

pemahaman siswa mengenai konsep gaya secara keseluruhan adalah sangat

kurang, sedangkan menurut sub pokok bahasannya meliputi : pemahaman

konsep kinematika adalah kurang, pemahaman konsep hukum I Newton

adalah sangat kurang, pemahaman konsep hukum II Newton adalah kurang,

pemahaman konsep hukum III Newton adalah sangat kurang, pemahaman

konsep prinsip superposisi adalah sangat kurang, dan pemahaman konsep

macam-macam gaya adalah sangat kurang.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih banyak terjadi

miskonsepsi pada konsep gaya. Secara singkat miskonsepsi yang paling

banyak terjadi meliputi hal-hal berikut ini:

1. Konsep kinematika. Miskonsepsinya siswa tidak dapat membedakan

antara kecepatan dengan percepatan dalam memahami konsep kecepatan

yang dibeda-bedakan dari posisinya.

2. Konsep hukum I Newton. Miskonsepsinya adalah menghilangnya

dorongan dan kehilangan/menerima dorongan aslinya dalam memahami

3. Konsep hukum II Newton. Miskonsepsinya adalah siswa menangkap

bahwa gaya akhir yang menentukan/menetapkan penentuan gerak dalam

memahami konsep gaya yang konstan secara tidak langsung menyetakan

percepatannya konstan.

4. Konsep hukum III Newton. Miskonsepsinya adalah hanya

perantara/peralatan yang aktif yang menyebabkan gaya dan

menghasilkan gaya yang lebih besar.

5. Konsep prinsip super posisi. Miskonsepsinya adalah gabungan gaya

menentukan arah dalam memahami penjumlahan vektor.

6. Macam-macam gaya. Miskonsepsinya adalah gerakan yang menyatakan

bahwa terdapat gaya aktif pada benda dalam memahami konsep gesekan

yang berlawanan. Adanya hambatan dalam memahami konsep sentuhan

pada benda padat pasif. Dan gaya dorong oleh pukulan dalam memahami

konsep bekerja pada fluida: hambatan udara.

B. Saran

Adapun saran peneliti yang ingin disampaikan untuk memperkecil dan

mengurangi miskonsepsi pada konsep-konsep gaya diusahakan antara lain

dengan cara:

4. Sebagai seorang guru atau calon guru harus mampu menguasai materi

pembelajaran dengan baik, sehingga dapat mengajarkan konsep dengan

benar. Dengan demikian konsep tersebut akan jelas maknanya dan dapat

5. Dalam mengajarkan pelajaran Fisika hendaknya guru atau calon guru

dapat membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan

sehingga dapat melatih daya analisa, meningkatkan hasil belajar, melatih

pemusatan perhatian dan mempertahankan perhatian serta dapat menarik

perhatian siswa dalam mempelajari konsep fisika dengan baik.

6. Ditunjukkan pada siswa kesalahan konsep-konsep yang sering terjadi,

agar guru bersama dengan siswa bisa mempelajari dan memperbaiki

bersama.

7. Harus dicari model pembelajaran mana yang tepat untuk siswa untuk

menghindari semakin banyaknya miskonsepsi pada konsep gaya, dan

dalam pengajaran fisika lebih menekankan pada pemahaman konsep.

8. Untuk penelitian selanjutnya, harus lebih memperhatikan terjemahan soal

dari bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia dari instrumen yang digunakan

agar soal lebih mudah dimengerti siswa. Selanjutnya bisa ditambah

dengan metode wawancara pada siswa yang banyak mengalami

kesalahan dalam menjawab soal, agar bisa mengungkap miskonsepsi

yang belum terdeteksi dalam penelitian ini dan dapat mengetahui alasan

Dokumen terkait