BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
F. Pembahasan Hasil Penelitian
1. Gaya Kepemimpinan pada PT. Jembatan Citra Nusantara
Gaya kepemimpinan pada PT Jembatan Citra Nusantara yaitu gaya kepemimpinan demokratis, hal tersebut tercermin pada kebebasan karyawan dalam memilih rekan kerja untuk melaksanakan tugas lapangan, karena dengan bekerjasama maka tugas cepat terselesaikan. Selain itu, pemimpin juga menjalin hubungan baik dan rasa saling percaya dengan bawahannya. Pemimpin juga memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengaktulisasikan diri lewat kemampuan dan potensi yang dimiliki dalam menyelesaikan pekerjaan, karyawan juga memiliki peluang untuk memberi pendapat dalam proses pengambilan keputusan perusahaan. 2. Kepuasan Kerja pada Karyawan PT. Jembatan Citra Nusantara
Tingkat kepuasan kerja pada karyawan PT. Jembatan Citra Nusantara dapat dikatakan cenderung puas, hal ini disebabkan oleh balas jasa berupa gaji yang mereka terima cukup memuaskan. Selain itu, lingkungan / kondisi kerja yang mendukung seperti diterapkannya jam kerja sesuai dengan standar Depnaker, tersedianya sarana dan prasarana
yang memadai dan adanya interaksi dengan rekan sekerja membuat karyawan merasa puas dalam bekerja.
3. Kinerja Karyawan pada PT. Jembatan Citra Nusantara
Definisi kinerja karyawan adalah hasil yang diberikan oleh karyawan untuk perusahaan.
Kinerja karyawan pada PT Jembatan Citra Nusantara dapat dikatakan baik, diindikasikan lewat tindakan karyawan dalam berusaha untuk melaksanakan visi dan misi perusahaan yakni mengutamakan kepuasan konsumen. Salah satu contohnya adalah apabila ada pelanggan yang mengalami masalah / kerusakan jaringan pada malam hari maka karyawan berusaha untuk segera memberikan pelayanan / service pada konsumen yang bersangkutan sesegera mungkin. Kinerja karyawan yang baik juga terlihat pada kemampuan mereka untuk bekerja sama dengan siapapun antara lain konsumen dan rekan kerja.
4. Hubungan Kepuasan Kerja Dengan Kinerja Karyawan
Setelah dilakukan uji korelasi maka diperoleh hasil bahwa ada hubungan antara kepuasan kerja dan kinerja karyawan, dengan demikian disimpulkan bahwa kepuasan kerja dan kinerja karyawan merupakan dua variabel yang berhubungan satu dengan yang lain, dikarenakan apabila ada peningkatan yang satu maka akan mempengaruhi yang lain, begitupun sebaliknya apabila terjadi penurunan pada satu sisi maka akan mempengaruhi yang lain.
Sebagai contoh, karena mendapat gaji dengan jumlah yang memuaskan maka karyawan merasa memiliki tanggung jawab untuk menjaga kredibilitas perusahaan dengan cara memberi pelayanan yang terbaik bagi pelanggan, perasaan puas dalam hubungan dengan rekan kerja mendorong karyawan tidak merasa keberatan bila harus bekerja lebih dari waktu yang ditetapkan (over time), saat ada rekan kerjanya yang berhalangan hadir.
5. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan
Setelah ditambahkan dengan faktor gaya kepemimpinan ternyata gaya kepemimpinan tidak mempengaruhi hubungan kepuasan kerja dengan kinerja karyawan, ini terjadi pada gaya kepemimpinan demokratis maupun yang otoriter. Berarti gaya kepemimpinan bukan faktor yang mempengaruhi hubungan kepuasan kerja dan kinerja karyawan. Untuk memperoleh informasi faktor apa yang mempengaruhi kepuasan kerja dan kinerja karyawan, maka penulis melakukan wawancara dengan dua orang karyawan. Dari wawancara tersebut diperoleh data sebagai berikut:
“Setiap karyawan mempunyai tanggung jawab pekerjaan masing-masing, contohnya saya bekerja sebagai satpam maka saya akan menjaga kemanan perusahaan selama 24 jam. Perusahaan aman maka kegiatan yang ada dalam perusahaan juga akan lancar. Menurut saya dalam bekerja kita harus mempunyai suasana hati yang senang sehingga dalam bekerja tidak cepat merasa bosan”. (Andi - Satpam)
“Walapun ada rasa malas saya tetap hadir untuk bekerja di perusahaan karena saya merasa mempunyai tanggung jawab untuk bekerja, saya juga akan bekerja dengan sebaik-baiknya misalnya ketika waktu jam pulang tetapi di perusahaan masih ada tugas
yang harus diselesaikan dan itu merupakan tanggung jawab saya maka tugas tersebut diselesaikan terlebih dahulu baru pulang. Selain itu dari perusahaan memberikan planning setiap bulan yang berupa membuat hasil karya dan ini dilakukan untuk divisi technical networking dan karyawan tersebut bersaing untuk membuat hasil karya sebaik mungkin. Apabila hasil karya saya dipilih yang terbaik saya merasa puas dan kinerja saya baik walupun hasil karya yang dipilih tidak mendapatkan penghargaan yang berupa uang maupun piagam.
(Pran – Technical networking).
Jadi dari hasil wawancara di atas penulis menyimpulkan bahwa faktor yang mendorong untuk memiliki kinerja yang baik adalah karena mereka mendapat kepuasan dalam bekerja, hal tersebut menjadi motivasi atau pendorong bagi mereka untuk menghasilkan kinerja yang baik
Bila dilihat dari kesimpulan diatas maka dapat dijabarkan bahwa karyawan PT. Jembatan Citra Nusantara memperoleh kepuasan dalam bekerja saat kebutuhan mereka terpenuhi (gaji, sarana, hubungan dengan rekan kerja), hal ini bila dikaitkan dengan teori motivasi maka yang berlaku bagi mereka adalah teori Hirarki Kebutuhan milik Abraham Masslow
Sumbangan efektif kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan berpengaruh secara lemah sebesar 0,399 dan sumbangan relatif menunjukkan sebesar 16,4% variabel kinerja karyawan disebabkan oleh kepuasan kerja.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan analisis data dan pembahasan pada bab sebelumnya, berikut ini dirangkum beberapa kesimpulan yang berkaitan dengan rumusan masalah dan hipotesis.
1. Analisis deskriptif terhadap varaiabel gaya kepemimpinan diperoleh hasil bahwa gaya kepemimpinan yang dominan dipraktikkan di PT. Jembatan Citra Nusantara adalah gaya kepemimpinan demokratis. Hal ini didukung dengan hasil perhitungan persentase untuk gaya kepemimpinan demokratis sebesar 63,33% sedangkan persentase gaya kepemimpinan otoriter sebesar 36,67%.
2. Analisis deskriptif terhadap variabel kepuasan kerja disimpulkan bahwa kepuasan kerja di PT. Jembatan Citra Nusantara tergolong puas. Hal ini didukung dengan hasil perhitungan persentase sebesar 46,67%
3. Analisis deskriptif terhadap variabel kepuasan kerja disimpulkan bahwa kinerja karyawan di PT. Jembatan Citra Nusantara tergolong baik. Hal ini didukung dengan hasil perhitungan persentase sebesar 46,67%
4. Pengujian dengan korelasi menyimpulkan bahwa ada hubungan kepuasan kerja dengan kinerja karyawan. Hal tersebut didukung dengan perhitungan nilai. Nilai Thitung = 2,301 lebih besar dari Ttabel = 1,70. Nilai
probabilitas sebesar 0,029 lebih kecil dari taraf signifikansi (α = 5%) atau = 0,05
5. Pengujian model regresi dengan variabel dummy disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh gaya kepemimpinan terhadap hubungan kepuasan kerja dan kinerja karyawan. Hal tersebut didukung dengan perhitungan nilai Fhitung = 2,650 lebih kecil dari Ftabel (2,28) = 3,34. Nilai probabilitas sebesar 0,707 lebih besar dari taraf signifikansi (α = 5%) atau = 0,05. B. Saran
Dari hasil penelitian yang dilakukan di PT. Jembatan Citra Nusantara, penulis dapat memberikan saran sebagai berikut:
1. Gaya kepemimpinan yang diterapkan di PT. Jembatan Citra Nusantara yaitu gaya kepemimpinan demokratis hendaknya dipertahankan, karena gaya kepemimpinan demokratis memberi kesempatan pada karyawan untuk ikut dalam proses pengambilan keputusan perusahaan.
2. Kepuasan kerja di PT. Jembatan Citra Nusantara cenderung puas hendaknya ditingkatkan lagi, misalnya dengan pemberian penghargaan bagi karyawan yang berprestasi agar merasa dihargai atas usahanya dalam bekerja di perusahaan.
3. Kinerja karyawan di PT. Jembatan Citra Nusantara cenderung baik hendaknya ditingkatkan lagi, maka sebaiknya pemimpin lebih memperhatikan karyawan secara individu maupun pada waktu karyawan bekerja secara kelompok dan selalu melibatkan kemampuan dan potensi
yang dimiliki karyawan agar merasa dipercaya dan tercipta suasan kerja yang harmonis sehingga kinerja karyawan meningkat.
4. Penulis berharap ada penelitian tentang pengaruh gaya kepemimpinan terhadap hubungan kepuasan kerja dan kinerja karyawan dengan rancangan yang lebih baik misalnya: dapat melacak kejujuran responden dalam mengisi kuesioner sehingga pengujian penelitian lebih akurat, penyusunan kuesioner yang lebih baik dan bila perlu variabel penelitian lebih dikembangkan dengan menambah variabel seperti motivasi kerja, lingkungan kerja dan lain sebagainya.
C. Keterbatasan Penelitian
Dalam melakukan penelitian ini penulis masih merasakan banyak kekurangan dan kelemahan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain:
1. Metode pengumpulan data
Metode pengumpulan data 90% berupa kuesioner sementara metode lain seperti wawancara dan observasi yang juga sangat penting belum dilakukan secara maksimal.
2. Kejujuran pengisian kuesioner
Penulis tidak dapat melacak kejujuran jawaban dari responden dalam menjawab pertanyaan yang ada pada kuesioner. Hasil penelitian ini tergantung dari kejujuran dan keseriusan responden dalam menjawab kuesioner.
DAFTAR PUSTAKA
Abdulrahcman, Arifin. 1970. Theori Pengembangan Dan Filosofi Kepemimpinan kerdja. Jakarta: Bhrathara.
Arikunto, Suharsimi. 2003. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Consuelo.1993. Pengantar Metode Penelitian. Jakarta: Universitas Indonesia.
Dharma, Agus.1984. Gaya Kepemimpinan Yang Efektif Bagi para Manajer. Bandung: Sinar Baru.
Ghozali, Imam. 2001. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang: Universitas Diponegoro.
Goleman, Daniel. 2003. Kepemimpinan Yang Mendatangkan Hasil. Yogyakarta. Amara Books.
Gordon, Thomas.1994. Menjadi Pemimpin Efektif. Jakarta: Gramedia. Griffin dan Ricky W. Dkk. 2005. Bisnis. Klaten: Intan Sejati.
Handoko, Hani. 1995. Manajemen personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE.
Indriantoro dan Supomo. 2002. Metodologi Penelitian Bisnis.Yogyakarta: BPFE.
Irianto, Agus. 2003. Statistik Konsep Dasar Dan aplikasinya. Jakarta: Kencana Prenada Media.
Kreiner, Robert dan Kimicki. 2005. Perilaku Organisasi. Jakarta: Salemba Empat. Luthans, Fred. 2005. Organizatinal Behavior. New York: Mc Graw Hill.
Mangkuprawita dan Hubeis. 2006. Manajemen Mutu Sumber Daya Manusia. Bogor: Ghalia. Martoyo, Susilo.2000. Manajemen Sumber Daya Manusia.Yogyakarta: BPFE.
Masidjo. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa Di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius.
Moenir A.S.1986. Kepemimpinan Kerja. Jakarta: Bina Aksara.
Riberu, J. 1982. Dasar-Dasar Kepemimpinan. Jakarta: Lembaga Penunjang Pengembangan Nasional (LAPENNAS).
Ruky. S, Ahcmad. 2002. Sukses Sebagai manajer Profesioanal Tanpa Gelar MM atau MBA. Jakarta: Gramedia.
Siagian, Sondang P.1989.Teori Motivasi dan aplikasinya. Jakarta: Bina Aksara.
Simamora, Henry. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: STIE YKPN. Sudjana.1996. Metode Statistika. Bandung: Tarsito.
Sugiyono, 2006. Statistik Untuk penelitian. Bandung: CV. Alfabeta. Sudrajat. 1984. Mengenal Ekonometrika Pemula. Bandung. Armico.
Syabdhnyni dkk.2001. Pengembangan Kualitas SDM dari Perspektif PIO X. Depok: Bagian Psikologi Industri.
Teguh, Ambar dan Rosidah. 2003, Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Wahjosumidjo. 1984. Kepemimpinan Dan Motivasi. Jakarta: Ghalia Indonesia. Wyle dan Grothe.1997. Karyawan Bermasalah. Jakarta: Erlangga.
KUESIONER PENELITIAN
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP
HUBUNGAN KEPUASAN KERJA DAN KINERJA
KARYAWAN
Studi Kasus Pada PT. Jembatan Citra Nusantara
Oleh:
Lusiana
NIM: 041334070
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2008
Yogyakarta, 30 Agustus 2008 Kepada Yth :
Bapak/Ibu/Sdr/i
Karyawan Jembatan Citra Nusantara Yogyakarta
Dengan Hormat, Bersama ini saya :
Nama : Lusiana NIM : 041334070
Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Akuntasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta sedang menyusun skripsi dengan judul : “Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Hubungan Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan”.
Untuk maksud tersebut, saya mohon bantuan dan ketersediaan Bapak/Ibu/Sdr/i sebagai responden untuk memberikan pendapat atas pernyataan-pernyataan yang telah disediakan pada kuesioner berikut ini.
Kuesioner ini hanya dimaksudkan untuk penyelesaian tugas akhir. Untuk itu, penulis mohon Bapak/ Ibu/ Sdr/i mengisi jawaban sesuai keadaan yang sesungguhnya.
Atas kerjasama Bapak/ Ibu/ Sdr/ I, penulis ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
KUESIONER A. Identitas responden
Berikut ini adalah data tentang identitas reponden
Nama : ………..(boleh tidak diisi)
Bidang Pekerjaan : ………
Lama bekerja : ………..
B. Pertanyaan dikelompokkan menjadi 3 bagian yaitu: 1. Gaya kepemimpinan
2. Kepuasan Kerja