• Tidak ada hasil yang ditemukan

2012 GCG Practice Independent Assessment Result

Dalam dokumen sarinah annual report 2012 (Halaman 71-74)

77,80

Penilaian Mandiri Praktik GCG

GCG Practice Independent Asessment

PT Awal Pertumbuhan Bersama 2012

Indikator parameter yang digunakan untuk tahun 2008- 2010 adalah Company Corporate Governance Scorecard (CCGS) yang dikeluarkan oleh Kementerian BUMN, sementara untuk tahun 2012 menggunakan parameter yang dikembangkan oleh Forumfor Corporate Governance in Indonesia.

Hasil Penilaian Mandiri Praktik GCG 2012

Parameter yang digunakan terdiri dari 4 (empat) pengelompokan penilaian yang terbagi menjadi Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Kepala Divisi (Vice President). Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan penyebaran kuesioner penilaian praktik mandiri GCG kepada responden-responden tersebut. Total nilai yang didapat sebesar 77,80% yang termasuk dalam kategori BAIK.

Parameter indicator being used for 2008-2010 is a Company Corporate Governance Scorecard (CCGS) which is issued by SOE Ministry, while for 2012 use the parameter developed by Forum for Corporate Governance in Indonesia.

2012 GCG Practice Independent Assessment Result

The parameter used consisting of 4 (four) evaluation groupings which is divided into Board of Commissioners, Board of Directors, Audit Committee and Division Head (Vice President). The method conducted is through distribution of GCG independent practice evaluation questionnaire to respondents. The total score obtained is 77.80% which is included in GOOD category.

I

n order to receive objective evaluation, Sarinah hires the service of independent party to perform evaluations on the GCG application effectiveness (GCG assessment). GCG Assessment Period 2008-2010 is conducted by an independent party. For 2011 Sarinah did not implement GCG assessment with consideration that GCG assessment implementation is conducted once in every 2 (two) years. While for 2012, evaluation of GCG implementation practice is conducted by self-assessment method. The result of Sarinah GCG assessment 2008-2012 can be seen in the following table:

In accordance with Law No. 40 of 2007 on Limited Liability Company, company organs consist of General Meeting of Shareholders, the Board of Directors and the Board of Commissioners.

• General Meeting of Shareholders (GMS), which

further is referred to as GMS is the company organ that has authority which is not delegated to the Board of Directors or the Board of Commissioners within limit stipulated in the Law and/or Statutes;

• Board of Commissioners is Company Organ which

functions to perform supervision in general and/or particular in accordance with the Statutes and to give advice to the Board of Directors.

• Board of Directors is Company Organ which has

authority and be responsible fully for Company management and represents the Company, inside and outside court of law according to the Statutes;

The Company Organs play key roles in the accomplishment of GCG implementation. Company organs performs their functions in accordance with legislative regulations, Company Statutes and other stipulation based on the principle that each organ has independence in conducting their duties, functions and responsibilities for the Company’s interest.

Sesuai dengan Undang Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Organ Perseroan terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham, Direksi dan Dewan Komisaris.

• Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), yang selanjutnya disebut RUPS adalah Organ Perseroan yang mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris dalam batas yang ditentukan dalam Undang Undang dan/atau Anggaran Dasar;

• Dewan Komisaris adalah Organ Perseroan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum dan/ atau khusus sesuai dengan Anggaran Dasar serta memberi nasihat kepada Direksi;

• Direksi adalah Organ Perseroan yang berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan Perseroan untuk kepentingan Perseroan, sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan serta mewakili Perseroan, baik didalam maupun diluar pengadilan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar.

Organ Perseroan tersebut memainkan peran kunci dalam keberhasilan pelaksanaan GCG. Organ Perseroan menjalankan fungsinya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, Anggaran Dasar Perseroan dan ketentuan lainnya atas dasar prinsip bahwa masing-masing organ mempunyai independensi dalam melaksanakan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya untuk kepentingan Perseroan.

GMS, Board of Commissioners and Board of Directors respect each other’s duty, responsibility and authority according to the prevailing legislative regulations and Statutes.

To carry out day to day operational activity, Sarinah describes such idea into various systems and procedures. The system and procedure become joint commitment which is performed continuously.

To improve performance and compliance with GCG principle implementation, Sarinah composes Good Corporate Governance Code (GCG Code) in order to be able to apply them consistently so that all values belonged to interested parties can be effectively used and result in a mutual economic relation pattern. Good Corporate Governance constitutes crystallization of GCG principles, prevailing legislative regulations, cultural values being adopted, vision and mission, and GCG best practices.

The position of GCG Code constitutes policy parent, therefore all regulations, decisions and policies issued by the company must refer to the Company’s GCG Code which continuously be reviewed and evaluated to adjust to the latest development.

Besides GCG code, Sarinah has composed Ethic Behavior Guide, Audit Committee Charter, Internal Audit Charter and various policies and procedures in supporting the implementation of good corporate governance. All of the said policies and procedures are intended to move Sarinah to be able to conduct checks and balances in every business activity based on GCG principles.

RUPS, Dewan Komisaris dan Direksi saling menghormati tugas, tanggung jawab dan wewenang masing-masing sesuai Peraturan Perundang-undangan dan Anggaran Dasar.

Untuk menjalankan aktivitas operasional sehari-hari, Sarinah menjabarkan hal tersebut ke dalam berbagai sistem dan prosedur. Sistem dan Prosedur menjadi sebuah komitmen bersama yang dijalankan secara terus menerus. Untuk meningkatkan kinerja dan kepatuhan terhadap implementasi prinsip-prinsip GCG, Sarinah menyusun Pedoman Tata Kelola Perusahaan (GCG Code) agar mampu diterapkan secara konsisten sehingga semua nilai yang dimiliki oleh pihak-pihak yang berkepentingan dapat didaya-gunakan secara optimal dan menghasilkan pola hubungan yang ekonomis yang saling menguntungkan. Pedoman Tata Kelola Perusahaan merupakan kristalisasi prinsip-prinsip GCG, peraturan perundang-undangan yang berlaku, nilai-nilai budaya yang dianut, visi dan misi, serta praktik-praktik terbaik GCG.

Kedudukan Pedoman Tata Kelola Perusahaan merupakan induk kebijakan, dengan demikian seluruh peraturan, keputusan atau kebijakan yang dikeluarkan perusahaan harus merujuk pada Pedoman Tata Kelola Perusahaan yang senantiasa dilakukan review dan evaluasi untuk menyesuaikan dengan perkembangan terkini.

Selain pedoman GCG, Sarinah telah menyusun Pedoman Perilaku Etika, Piagam Komite Audit, Piagam Internal Audit dan berbagai kebijakan dan prosedur dalam mendukung terlaksananya tata kelola yang baik. Semua kebijakan dan prosedur tersebut dimaksudkan untuk mendorong Sarinah mampu melakukan check and balance pada setiap aktivitas bisnis berdasarkan prinsip-prinsip GCG.

General Meeting of Shareholders (GMS) has authority which is not delegated to the Board of Directors or Board of Commissioners. GMS has authority to appoint and terminate members of the Board of Directors and the Board of Commissioners, evaluate performance of the two boards, endorse Revision of Statutes, give approval on the Annual Report, decide the allocation of proit use, appoint public accountant, and determine the amount and types of compensation and facilities.

In 2012 Sarinah holds 1 (one) time Annual GMS and does not convene Extraordinary GMS.

Dalam dokumen sarinah annual report 2012 (Halaman 71-74)

Dokumen terkait