i. Kunci Jawaban
F. Gempa Bumi
Gempa bumi merupakan proses endogen yaitu akibat adanya pergerakan atau bergetarnya permukaan bumi. Penyebab gempa adalah :
1. Gempa bumi vulkanik akibat aktivitas magma 2. Gempa bumi runtuhan (Terban)
3. Gempa bumi tektonik (dislokasi batuan litosfer) Karakteristik gempa ada 2 macam yaitu :
1. Hiposentrum (pusat gempa di lithosfer) ( berdasarkan kedalamannya pusat gempa secara vertical)
Dibedakan menjadi 3 macam yaitu :
a. Gempa dalam yakni jarak hiposentrum 300 – 700 km b. Gempa pertengahan yakni jarak hiposentrum 100 – 300 km c. Gempa dangkal dengan kedalaman < 100 km
2 Episentrum (titik perambatan gempa di permukaan bumi) gerak seismik kearah horisontal.
Gempa bumi merupakan goncangan-goncangan yang disebabkan kerusakan atau pergerakan blok batuan yang cukup banyak dilapisan kulit bumi. Tekanan yang muncul biasanya menyebabkan batuan retak dan bergerak sepanjang patahan. Ketika hal ini terjadi, banyak energi yang dikeluarkan dan gerakan terus menerus mulai terjadi bergerak menjauh dari pusat gempa melalui bumi. Gempa bumi merupakan getaran bumi yang disebabkan oleh gelombang yang lewat melalui pusat gempa.
Geografi SMA K - 1 61 Pergerakan yang menyebabkan terjadinya gempa bumi terjadi sepanjang patahan-patahan. Bumi kita terdiri dari atas puluhan lempeng-lempeng yang terus bergerak sepanjang waktu. Bila pergerakan lempeng terjadi secara tiba-tiba dapat menyebabkan terjadinya gempa bumi. Selama lempeng terus bergerak, gempa bumi akan terus terjadi. Para pakar membagi bumi ini menjadi tiga bagian utama, yaitu kerak bumi (crust), mantle atau selimut bumi, dan inti bumi (core). Kerak bumi ini terbagi dua bagian, yaitu kerak samudra (permukaan yang ada di dalam samudra) dan kerak benua (permukaan daratan). Dari teori Tektonik Lempeng, seluruh lempeng yang ada di bumi berjumlah delapan lempeng. Ke delapan lempeng tersebut adalah Lempeng Pasifik, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Eurasia, Lempeng Amerika Utara, Lempeng Amerika Selatan, Lempeng Afrika, Lempeng Antartika, dan Lempeng Nazca.
Sedangkan ketiga lapisan utama diatas berbeda-beda jenis material penyusunnya sehingga berpengaruh kepada sifat fisiknya, antara lain mempengaruhi kecepatan gelombang yang merambat di dalam setiap lapisan. Kerak bumi memiliki ketebalan yang variatif antara 10 kilometer dan 50 km (ada juga yang menyebutkan antara 5 km dan 70 km). Di setiap lokasi berbeda ketebalannya. Sementara kerak samudra memiliki ketebalan variatif yang lebih tipis dari pada
Geografi SMA K - 1 62 kerak bumi, yaitu 10-12 km.
Di dalam lapisan selimut bumi tersebut terdapat lapisan yang disebut astenosfer (asthenosphere) yang bersifat cair kental dengan suhu ribuan derajat Celsius. Magma yang Bering kita bicarakan jika kits membicarakan Gunung Merapi terbentuk di lapisan ini. Lempeng-lempeng bumi ini bergerak mengambang di atas cairan kental dan panas tadi sehingga selalu berinteraksi satu sama lain. Kecepatan gerak lempeng-lempeng ini antara 1 cm dan 13 cm per tahun dengan arah tertentu untuk setiap lempeng.
Pertemuan antarlempeng bisa berupa subduksi (penunjaman), seperti antara Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke Lempeng Eurasia, atau Baling tarik-menarik (divergensi), atau Baling geser. Daerah penunjaman antardua lempeng itu disebut sebagai zona subduksi.
Daerah batas antar lempeng ditandai dengan adanya palung (trench), punggungan samudra (deretan gunung di laut), dan pegunungan yang sejajar pantai, seperti Pegunungan Bukit Barisan di Sumatera. Dengan memperhitungkan daerah-daerah pertemuan antar lempeng tersebut bisa dibuat zonasi daerah rawan bencana gempa bumi. Daerah yang berdekatan dengan daerah pertemuan dua lempeng, seperti zona subduksi, termasuk daerah rawan bencana gempa bumi.
Geografi SMA K - 1 63 Alat untuk mengukur kekuatan gempa dan titik pusat gempa dapat menggunakan seismograf, dengan skala kekuatan gempa yaitu Skala Gempa ini dapat menghancurkan daerah-daerah luas, menelan korban jiwa dan memporak-porandakan kota-kota besar dan kecil. Namun demikian, jumlah per tahun dari gempa bumi yang menghancurkan jarang sekali melampaui angka 10 meskipun lapisan kerak bumi setiap tahun mengalami ratusan ribu kali kejutan goncangan dan tampaknya masih terus berlangsung. Gempa bumi dibagi dalam tiga kelompok, tergantung kepada penyebabnya:
1. Gempa Bumi Runtuhan (fall earthquake).
Terjadi akibat runtuhnya batu-batu raksasa dari sisi-sisi gunung, atau akibat runtuhnya atau gua-gua besar. Terjadi setempat, misalnya di daerah pertambangan, lereng tebing yang curam, daerah karst, dan sebagainya. Peruntuhan yang terjadi di daerah daerah demikian sering menciptakan getaran gempa yang dikelompokkan ke dalam gempa bumi robohan. Gempa robohan ini sangat jarang terjadi dan hanya sekitar 3% gempa adalah dari jenis ini.
2. Gempa Bumi Vulkanis (vulcanic earthquake).
Gempa bumi gunung api merupakan gempa yang disebabkan oleh letusan gunung api, bersifat lemah, dan hanya akan terasa di sekitar tubuh gunung api itu saja. Gempa bumi vulkanis ini dapat terjadi sebelum, selama, atau sesudah letusan gunung api. Dalam banyak peristiwa, gempa bumi ini umumnya mendahului erupsi gunung berapi, tetapi lebih sering mereka terjadi bersamaan. Getaran dalam bumi akibat gempa bumi vulkanis ini disebabkan gesekan magma dengan dinding batuan yang diterobos pada saat magma naik ke permukaan. Di samping itu karena adanya tekanan gas pada saat terjadi peledakan hebat. Perpindahan mendadak dari magma pada tubuh dapur magma juga dapat menyebabkan terjadinya gempa
Geografi SMA K - 1 64 bumi vulkanis ini. Sekitar 75% gempa yang ada, yang pernah mengguncang bumi adalah dari jenis gempa vulkanis ini (Alzwar, 1988). Getaran gempa vulkanis lebih terasa ketimbang getaran gempa runtuhan, di mana getarannya terasa di daerahnya yang lebih luas.
Gempa Bumi Vulkanis, di daerah-daerah yang masih memiliki gunung-gunung berapi yang masih aktif, umpamanya Kamchatka, kejutan goncangan sering mendahului erupsi. Beberapa gempa yang disertai dengan erupsi pernah terjadi pada Gunung Mauna Loa dan Kilauea di Kepulauan Hawaii. Yang paling dahsyat adalah gempa vulkanis yang disebabkan oleh erupsi Gunung Krakatau di Selat Sunda, di mana gempa dan letusan terjadi bersamaan yang mengakibatkan terjadinya gelombang pasang yang melanda seluruh penduduk pulau-pulau di sekitarnya, dan menimbulkan kerusakan berat di Sumatera, Jawa, dan pulau-pulau disekitarnya.
3. Gempa Bumi Tektonik (tectonic earthquake).
Gempa bumi tektonik disebabkan oleh adanya pergeseran-pergeseran di dalam bumi secara tiba-tiba. Gejala ini sangat erat hubungannya dengan pembentukan pegunungan yang biasanya diikuti dengan pembentukan sesar-sesar baru. Ketegangan-ketegangan yang terjadi di dalam bumi pun akan mengaktifkan kembali sesar-sesar lama yang sudah tidak aktif.
Gempa Bumi ini terjadi terutama di dalam lapisan batu sialic, pada ke dalaman sampai 70 km. Gempa bumi yang pernah tercatat pada ke dalaman 800 kilometer, terjadi di Laut Okhotsk. Gempa bumi tektonik terpusat di dua wilayah: yang pertama adalah dirangkaian pegunungan yang melingkari Samudera Pasifik yang mencakup pulau-pulau dan semenanjung di sekitarnya; yang kedua adalah dibentangan timur Teluk Mexico sampai wilayah pinggiran Laut Tengah (Mediterranian) dan terus bersambung dengan gempa bumi Pasifik melalui rangkaian pegunungan Kaukasia dan Asia Tengah.
Geografi SMA K - 1 65 Wilayah gempa bumi lainnya meliputi hamparan Samudera Atlantik Tengah dan wilayah danau-danau besar di Arfika Timur. Jadi, gempa bumi terjadi di wilayah orogeny muda (lipatan Alpen) dan di wilayah orogeny tua tetapi yang sedang mengalami perubahan struktur geologis di mana struktur lapisan kerak bumi mengalami perubahan lipatan (folding) baru.
Gempa bumi dapat diklasifikasikan berdasarkan jarak episentral dan berdasarkan kedalaman fokus gempa seperti di bawah ini.
Tabel:3
1. Berdasarkan jarak episentral :
JENIS GEMPA BUMI JARAK
EPISENTRAL (km)
Gempa bumi
setempat
Gempa bumi jauh Gempa bumi sangat jauh
< 10.000 sekitar 10.000 > 10.000
2. Berdasarkan kedalaman fokus gempa :
JENIS GEMPA BUMI JARAK FOKUS
(km) Gempa bumi dangkal
Gempa bumi
menengah
Gempa bumi dalam
< 60 60 - 300 > 300
Geografi SMA K - 1 66 Skala kekuatan gempa bumi telah banyak dibuat oleh para ahli, meskipun pengamatan terhadap hasil gempa tersebut hanyalah nisbi saja. Berikut adalah skala kekuatan gempa bumi yang dikemukakan oleh Ritcher. Tabel:4 MAGNITUDE EXPLANATION 8 7-7,9 6-6,9 5-5,9 4-4,9 3-3,9 2-2,9 Great earthquake Major earthquake Destructive earthquake Damaging earthquake Minor earthquake Smallest generally felt Sometimes felt
II. Geomorfologi