Antropologi SMA K-1 1
PENYUSUN
Dra. Retno Kinteki, M.Sos.
( PPPPTK PKn DAN IPS )
PEMBAHAS
Syamsul Bachri, S.Si, M.Sc, Ph.D
( Universitas Negeri Malang )
Geografi SMA K - 1 i
MODUL
PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN
MATA PELAJARAN
GEOGRAFI SMA
KELOMPOK KOMPETENSI 1
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN
PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
PPPPTK PKn DAN IPS
2015
PENYUSUN
Dra. Retno Kinteki, M.Sos.
( PPPPTK PKn DAN IPS )
PEMBAHAS
Syamsul Bachri, S.Si, M.Sc, Ph.D
( Universitas Negeri Malang )
PENYUSUN
Dra. Hj. Widarwati, M.S.Ed., M.Pd
( PPPPTK PKn DAN IPS )
Susvi Tantoro, S.Sos.
( PPPPTK PKn DAN IPS )
Erning Wijayati, S.A.B., M.M.
( PPPPTK PKn DAN IPS )
PEMBAHAS
Dr. Sukamto, M.Pd., M.Si.
( Universitas Negeri Malang )
Geografi SMA K - 1 ii PENGANTAR
Salah satu komponen yang menjadi fokus perhatian dalam peningkatan kualitas pendidikan adalah peningkatan kompetensi guru. Hal ini menjadi prioritas baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Sejalan dengan hal tersebut, peran guru yang profesional dalam proses pembelajaran di kelas menjadi sangat penting sebagai penentu kunci keberhasilan belajar siswa. Disisi lain, Guru diharapkan mampu untuk membangun proses pembelajaran yang baik sehingga dapat menghasilkan pendidikan yang berkualitas.
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) diperuntukkan bagi semua guru. Sejalan dengan hal tersebut, pemetaan kompetensi baik Kompetensi Pedagogik maupun Kompetensi Profesional sangat dibutuhkan bagi Guru. Informasi, tentang peta kompetensi tersebut diwujudkan dalam buku modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dari berbagai mata pelajaran.
PPPPTK PKn dan IPS merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, mendapat tugas untuk menyusun Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), khususnya modul PKB untuk mata pelajaran PPKn SMP, IPS SMP, PPKn SMA/SMK, Sejarah SMA/SMK, Geografi SMA, Ekonomi SMA, Sosiologi SMA, dan Antropologi SMA. Masing-masing modul Mata Pelajaran disusun dalam Kelompok Kompetensi 1 sampai dengan 10. Dengan adanya modul ini, diharapkan semua kegiatan pendidikan dan pelatihan baik yang dilaksan dengan pola tatap muka maupun on-line bisa mengacu dari modul-modul yang telah disusun ini.
Semoga modul ini bisa dipergunakan untuk menjadi acuan dan pengembangan proses pembelajaran, khususnya untuk mata pelajaran PKn dan IPS.
Jakarta, Desember 2015 Direktur Jenderal
Guru dan Tenaga Kependidikan
Sumarna Surapranata, Ph.D NIP. 195908011985032001
Geografi SMA K - 1 iii DAFTAR ISI Halaman Halaman judul... Kata Pengantar………... i ii
Daftar Isi……… iii
Daftar Gambar……….. iv Daftar Tabel……….. vi BAGIAN 1: PENDAHULUAN……… 1 1. Deskripsi………. 1 2. Prasyarat……… 2 3. Petunjuk Penggunaan……….. 2 4. Tujuan Akhir……….. 3
5. Kompetensi Inti dan Kompetensi dasar……… 3
BAGIAN 2: PEMBELAJARAN………. 4
A. BAB I METODE PENELITIAN GEOGRAFI……….. 4
B. BAB II PENGETAHUAN DASAR GEOGRAFI……….. 28
C. BAB III LITOSFER……….. 50
D. BAB IV ATMOSFER……… 75
E. BAB V SEBARAN FAUNA DAN FLORA……… 93
F. BAB VI KARTOGRAFI……… 123
G. BAB VII TEORI METODE DAN MODEL PEMBELAJARAN……… 141
H. BAB VIII MEDIA PEMBELAJARAN……… 179
I. BAB IX PENILAIAN PENDIDIKAN……… 194
J. BAB X PENGANTAR DESAIN PEMBELAJARAN……… 220
K. BAB XI PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)……… 233
BAGIAN 3: PENUTUP……… 260
Geografi SMA K - 1 iv DAFTAR GAMBAR
Judul Gambar Halaman
Gambar 1. Prosedur Ilmiah ……… 6
Gambar 2. Penampang Gunung Api ……… 52
Gambar 3. Tipe Erupsi Gunung Api………. 53
Gambar 4. Diagram Letusan ……… 55
Gambar 5 Tipe-tipe Gunung ……… 58
Gambar 6. Persebaran Gunungapi di Indonesia ……….. 58
Gambar 7. Pergerakan Lempeng ………. 60
Gambar 8 Pertemuan Lempeng……… 61
Gambar 9. Batas Garis Lempeng Tektonik Bumi……….. 67
Gambar 10. Gerak epirogenesa positif, terjadi di Pantai Skandinaviadan Pantai Timor……….. 68 Gambar 11. Gerak epirogenesa negatif, terjadi di Teluk Hudson. ……….. 68
Gambar 12. Lipatan ……… 69
Gambar 13. Bentuk-bentuk Lipatan ……… 70
Gambar 14 Patahan ……… 70
Gambar 15. Dekstral dan Sinistral ……… 71
Gambar 16 Struktur Vertikal Atmosfer ………. 77
Gambar 17 Peta Wilayah Persebaran Fauna Dunia Menurut Alfred Russel Wallace ………. 92 Gambar 18. Fauna Asiatis ………. 96
Gambar 19 Fauna Peralihan……… 97
Gambar 20 fauna Peralihan Asiatis ……… 99
Geografi SMA K - 1 v Gambar 22 Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) ……… 129 Gambar 23 Contoh Peta Chorografi……….. 131 Gambar 24 Contoh Peta Tematik (Peta Kepadatan Penduduk P. Jawa)... 132 Gambar 25 Penyebaran Curah Hujan ……… 132 Gambar 26. Peta Orthofoto Dan Citra Satelit……….. 136 Gambar 27 Siklus Kegiatan PTK ………. 255
Geografi SMA K - 1 vi DAFTAR TABEL
Judul Tabel Halaman
Tabel 1;Permasalahan Lingkungan 17
Tabel 2;Jenis Penelitian……… 25
Tabel 3. Jarak Episentral dan kedalaman Fokus Gempa Tabel 4:Skala kekuatan Gempa Bumi Tabel 5:Gas Utama Dalam Udara Kering Tabel 6:Suhu Udara Dikota Tabel 7:Format Pengamatan Dan Pengukuran Tabel 8:Tahapan_tahapan Model PBL Tabel 9:Daftar Cek Penilaian Unjuk Kerja Tabel 10:Contoh Skala Penilaian Tabel 11:Contoh Sistematika dan Rambu Penilaian Tabel 12:Teknik Penilaian dan Instrumen Penilaian Tabel 13:Identifikasi Permasalahan Tabel 14:Unsur Penelitian Tindakan Tabel 15:PTK Tabel 16:Penilaian Sikap
64 65 77 81 90 171 205 206 215 228 240 241 253 254
Geografi SMA K - 1 1 BAGIAN 1: PENDAHULUAN
Pengembangan keprofesian berkelanjutan sebagai salah satu strategi pembinaan guru dan tenaga kependidikan diharapkan dapat menjamin guru dan tenaga kependidikan secara terus menerus memelihara, meningkatkan, dan mengembangkan kompetensi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Pelaksanaan kegiatan PKB akan mengurangi kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki guru dan tenaga kependidikan dengan tuntutan profesional yang dipersyaratkan.
Guru dan tenaga kependidikan wajib melaksanakan PKB baik secara mandiri maupun kelompok. Khusus untuk PKB dalam bentuk diklat dilakukan oleh lembaga pelatihan sesuai dengan jenis kegiatan dan kebutuhan guru. Penyelenggaraan diklat PKB dilaksanakan oleh PPPPTK dan LPPPTK KPTK atau penyedia layanan diklat lainnya. Pelaksanaan diklat tersebut memerlukan modul sebagai salah satu sumber belajar bagi peserta diklat. Modul merupakan bahan ajar yang dirancang untuk dapat dipelajari secara mandiri oleh peserta diklat berisi tujuan, indikator pencapaian kompetensi, uraian materi, aktivitas pembelajaran, latihan/kasus/tugas, rangkuman, umpan balik dan tindak lanjut yang disusun secara sistematis dan menarik untuk mencapai tingkatan kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya.
Modul ini dapat digunakan dengan baik dengan cara mempelajarinya sebagai berikut.
1. Deskripsi
Modul ini berisi materi yang terdiri atas penelitian geografi, pengetahuan dasar geografi, litosfer, atmosfer, sebaran fauna dan flora, kartografi, teori metode dan model pembelajaran, media pembelajaran, penilaian pendidikan, pengantar desain pembelajaran, dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Kegiatan pembelajaran dalam mempelajari modul ini terdiri atas melaksanakan aktivitas pembelajaran, mengerjakan latihan/kasus/tugas, mencermati rangkuman, dan memberikan umpan balik serta tindak lanjut.
Geografi SMA K - 1 2 2. Prasyarat
Prasayarat penggunaan modul ini adalah guru atau tenaga kependidikan yang mengampu masta pelajaran geografi pada jenjang SMA/MA. Telah mengikuti Uji Kompetensi Guru yang diselenggarakan oleh Direktorat Guru dan tenaga
Kependidikan. 3. Petunjuk Penggunaan
Modul ini dapat digunakan dan berhasil dengan baik dengan memperhatikan petunjuk penggunaan berikut.
a. Baca deskripsi, prasyarat, dan petunjuk penggunaan modul dengan cermat. b. Cermati tujuan, Kompetensi Inti, dan Kompetensi Dasar, serta peta
konsep/alur pencapaian kompetensi yang akan dicapai selama maupun setelah proses pembelajaran dengan menggunakan modul ini.
c. Baca dan simak uraian materi sebagai bahan untuk mengingat kembali (refresh) atau menambah pengetahuan. Kegiatan membaca dilakukan secara individual.
d. Lakukan aktivitas pembelajaran sesuai dengan urutan yang dijabarkan dalam modul untuk mencapai kompetensi. Disarankan aktivitas pembelajaran dilakukan secara berkelompok dengan metode diskusi sehingga terjalin prinsip saling berbagai pengalaman (sharing) dengan asas asih, asah, dan asuh. e. Laporkan hasil aktivitas pembelajaran Ibu/Bapak secara lisan, tertulis, atau
pajangan (display).
f. Kerjakan latihan/kasus/tugas yang diuraikan dalam modul untuk memperkuat pengetahuan dan/atau keterampilan dalam penguasaan materi, sekaligus untuk mengetahui tingkat penguasaan (daya serap) Ibu/Bapak (self assessment).
g. Berikan umpan balik yang bermanfaat untuk perbaikan pembelajaran Ibu/Bapak dan perbaikan modul ini pada masa-masa mendatang.
h. Simpan seluruh produk pembelajaran Ibu/Bapak sebagai bagian dari dokumen portofolio yang bermanfaat bagi pengembangan keprofesian berkelanjutan.
Geografi SMA K - 1 3 4. Tujuan Akhir
Tujuan akhir setelah mempelajari modul ini adalah dikuasainya kompetensi dasar dan minimal untuk geografi jenjang SMA/MA.
5. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
Kompetensi inti yang harus dikuasai adalah kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan selama pelatihan. Sedangkan kompetensi dasar yang harus dicapai adalah kompetensi yang mencakup materi dan pembelajarannya tentang
penelitian geografi, pengetahuan dasar geografi, litosfer, atmosfer, sebaran fauna dan flora, kartografi, teori metode dan model pembelajaran, media pembelajaran, penilaian pendidikan, pengantar desain pembelajaran, dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
6. Peta konsep/Alur Pencapaian Kompetensi
Bahan: Penelitian geografi, pengetahuan dasar geografi,
litosfer, atmosfer, sebaran fauna dan flora, kartografi, teori metode dan model
pembelajaran, media pembelajaran, penilaian pendidikan, pengantar desain pembelajaran, dan Penelitian
Tindakan Kelas (PTK).
Pembelajaran: Menggali informasi dari uraian
materi melakukan aktivitas pembelajaran mengerjakan latihan/kasus/tugas mencermati rangkuman memberikan umpan balik dan
tindak lanjut
Hasil:
Peningkatan kompetensi Produk bukti kinerja
Geografi SMA K - 1 4
BAGIAN 2: PEMBELAJARAN
A. BAB I METODE PENELITIAN GEOGRAFI
1. Kegiatan Belajar 1 Pengertian dan Jenis-Jenis Penelitian (Riset)/1 JP
a. Tujuan Pembelajaran1) Menjelaskan pengertian penelitian (riset). 2) Membedakan jenis-jenis penelitian (riset). b. Uraian Materi
Pengertian Penelitian (Riset)
Pengertian penelitian diterjemahkan dari kata “research” (Inggris) yaitu re (kembali) dan to search (mencari atau mencari kembali), yang kemudian oleh para ahli diterjemahkan sebagai riset. Penelitian merupakan aktivitas menelaah sesuatu masalah dengan menggunakan metode ilmiah secara terancang dan sistematis untuk menemukan pengetahuan baru yang terandalkan kebenarannya (obyektif dan sahih) mengenai “dunia “alam” atau “dunia sosial” (Faisal,1999). Hillway dalam Saragih (1997) mengatakan bahwa penelitian tidak lain dari suatu metode studi yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadapa suatu masalah, sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut. Sedangkan Whitney dalam Saragih (1997) mengemukakan pengertian penelitian adalah pencarian atas sesuatu (inquiry) secara sistematis dengan penekanan bahwa pencarian ini dilakukan terhadap masalah-masalah yang dapat dipecahkan. Dengan demikian selain merupakan suatu proses dan metode, penelitian diharapkan mampu mencari pemecahan masalah yang diteliti (problem solving).
Menurut Faisal (1999), objek telaah penelitian sosial adalah gejala-gejala sosial (social phenomena) atau kenyataan-kenyataan sosial (social fact). Dalam hal ini manusia dilihat sebagai makhluk sosial (social being). Dalam suatu “dunia sosial” terdapat komponen-komponen individu-individu,
Geografi SMA K - 1 5 kelompok-kelompok, institusi-institusi sosial, dan juga lingkungan-lingkungan sosial yang lebih luas. Suatu gejala atau kenyataan sosial tertentu barulah dapat difahami atau dimengerti manakala kita tahu konteks sosial di mana gejala atau kenyataan itu berada.
Ada beberapa macam pengertian penelitian (research) yang lain, antara lain :
1. Riset dapat diartikan sebagai suatu usaha untuk mengumpulkan, mencatat dan menganalisis fakta-fakta mengenai sesuatu masalah. 2. Menurut J.Supranto mengutip dari Webster's New World Dictionary, riset
adalah penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati serta sistematik.
3. Menurut Sutrisno Hadi, sesuai dengan tujuannya riset dapat diartikan sebagai usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, usaha mana dilakukan dengan menggunakan metode-metode ilmiah.
4. Menurut David H Penny, penelitian adalah pemikiran yang sistematik mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta.
Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian adalah kegiatan yang dilakukan secara sistematis untuk menemukan ilmu/menafisirkan kembali ilmu yang sudah ada dengan menggunakan prosedur yang benar. Kata kunci dari definisi penelitian adalah : 1) sistematis, 2) menemukan/menafsirkan ilmu, 3) prosedur yang benar.
Riset dijalankan untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan atau soal-soal melalui aplikasi suatu prosedur ilmiah. Kalau digambarkan terjadinya riset adalah sebagai berikut.
Geografi SMA K - 1 6 Diselesaikan Dengan Cara Jenis-Jenis Penelitian.
1. Jenis Penelitian Berdasarkan Tujuan
Menurut Selitiz dan Hyman dalam Koentjaraningrat (1997); Faisal (1999); Singarimbun (1987), pemilihan metode penelitian tergantung pada maksud dan tujuan penelitian. Berdasarkan tujuannya, penelitian dapat dibedakan sebagai berikut :
a. Penelitian yang bersifat menjelajah/penjajagan (eksploratif).
Penelitian ini bertujuan untuk memperdalam pengetahuan mengenai gejala tertentu. Dapat pula bertujuan untuk memperoleh ide-ide baru mengenai suatu gejala (masih mencari-cari) dengan maksud untuk merumuskan hipotesis-hipotesis, karena belum ada referensi untuk mendeduksi hipotesis.
b. Penelitian yang bersifat deskriptif.
MASALAH
Apa Bagaimana Mengapa RISET (Penelitian) - tidak ilmiah- subyektif - Ilmiah (sistematik dan berdasar ilmu pengetahuan - obyektif
- Kekerasan hati - Otoritas/kewibawaan - Intuisi
Geografi SMA K - 1 7 Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara tepat sifat-sifat individu, keadaan, gejala atau hal-hal yang khusus dalam masyarakat. Penelitian jenis ini bisa sudah ada hipotesis bisa pula belum tergantung dari ada tidaknya pengetahuan tentang masalah yang bersangkutan. Penelitian deskriptif yang biasa disebut juga dengan penelitian taksonomik (taxonomic research), dimaksudkan untuk eksplorasi dan klarifikasi mengenai sesuatu fenomena atau kenyataan sosial, dengan jalan mendepenelitiankan sejumlah variabel yang berkenaan dengan masalah dan unit yang diteliti. Menurut Singarimbun dalam Singarimbun dan Effendi (1989), penelitian deskriptif dimaksudkan untuk pengukuran yang cermat terhadap fenomena sosial tertentu, misalnya perceraian, pengangguran, keadaan gizi, preferensi terhadap politik tertentu dan lain-lain. Peneliti mengembangkan konsep dan menghimpun fakta, tetapi tidak melakukan pengujian hipotesis.
c. Penelitian yang besifat menerangkan (explanatory research).
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis-hipotesis tentang adanya hitungan sebab akibat antara berbagai variabel yang diteliti. Hipotesis merupakan titik tolak langkah-langkah penelitian selanjutnya. Hipotesis itu sendiri menggambarkan hubungan antara dua atau lebih variabel; untuk mengetahui apakah sesuatu variabel berasosiai ataukah tidak dengan variabel lainnya; atau apakah sesuatu variabel disebabkan/dipengaruhi ataukah tidak oleh variabel lainnya (Faisal, 1999). Oleh karena itu dibutuhkan pengolahan statistik yang relevan, apakah untuk mengetahui korelasi antarvariabel ataukah untuk mengetahui signifikansi perbedaan mengenai sesuatu variabel di antara kelompok-kelompok sampel yang diteliti (berarti menuntut penggunaan statistik inferensial).
Di samping ketiga jenis penelitian di atas, beberapa ahli mengemukakan dua jenis penelitian lagi, yakni Penelitian Eksperimen (Experimental Research) dan Penelitian Aksi (Action Research).
Geografi SMA K - 1 8 d. Penelitian Eksperimen (Experimental Research).
Penelitian eksperimen sangat sesuai untuk menguji hipotesis tertentu dan dimaksudkan untuk mengetahui hubungan sebab-akibat variabel penelitian. Pelaksanaannya memerlukan konsep dan variabel yang jelas sekali dan pengukuran yang cermat. Pada penelitian eksperimen, peneliti secara sengaja memanipulasi suatu variabel (memunculkan atau tidak memunculkan sesuatu variabel) kemudian memeriksa efek atau akibat yang ditimbulkannya. Artinya, melalui eksperimen, ingin diketahui “Apakah yang akan terjadi jika sesuatu variabel dikontrol atau dimanipulasikan secara terkendali?”. Asumsinya, jika terdapat dua situasi atau kondisi yang keadaannya serba sama, kemudian kepada salah-satunya ditambahkan (atau dikurangi) satu elemen, maka perbedaan yang berkembang di antara kedua situasi atau kondisi tersebut merupakan akibat dari elemen yang ditambahkan (atau dikurangi) tadi. Sejalan dengan asumsi tadi, pada suatu eksperimen, lazimnya terdapat “kelompok pembanding” (control group) dan terdapat “kelompok eksperimen” untuk menghindari terhadap keraguan keabsahannya.
Eksperimen, juga merupakan tipe pendekatan dalam penelitian yang dimaksudkan untuk menarik generalisasi; untuk membangun dan mengembangkan teori. Karenanya, teknik pengambilan sampel (pemilihan warga yang dikenai penelitian, baik untuk kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen) merupakan persoalan yang harus dipertimbangkan sedemikian rupa, sehingga kekuatan generalisasinya dapat diandalkan.
e. Penelitian Tindakan (Action Research).
Dalam penelitian tindakan (action research) peneliti tidak hanya melakukan penelitian sampai pada kesimpulan mengenai hubungan antar variabel saja tetapi juga meneliti sampai action hubungan antar variabel.
Geografi SMA K - 1 9 memperoleh penemuan yang signifikan secara operasional sehingga dapat digunakan ketika kebijakan dilaksanakan. Tujuan dari penelitian tindakan secara umum adalah:
Untuk memperoleh keterangan yang objektif dalam rangka membenarkan kebijakan atau kegiatan yang telah dibuat.
Untuk memberikan keterangan yang dapat digunakan sebagai dasar untuk kegiatan dan tindakan yang akan datang.
Untuk membenarkan penundaan aksi, pengambilan tindakan atau tidak mengambil tindakan apapun.
Untuk menstimulasikan pekerja-pekerja pelaksanaan program kearah yang lebih dinamis serta lebih menggiatkan implikasi dari berbagai alat untuk mencapai tujuan.
Penelitian tindakan mengadakan rangka kerja penelitian empiris yang didasarkan pada observasi objektif pada masa sekarang untuk memecahkan masalah-masalah baru, serta praktis dan aktual dalam kegiatan-kegiatan kerja. Karena itu, penelitian tindakan mempunyai sifat lebih fleksibel, dan dapat mengorbankan kepentingan kontrol demi adanya inovasi dan bekerja dengan on the spot experimentation. Validitas internal dan eksternal dari penelitian tindakan secara relatif lemah, karena sampel kurang representatif masih dibenarkan, demikian juga kontrol terhadap variabel bebas tidak terlalu ditekankan.
2. Jenis Penelitian Berdasarkan Cara Pengumpulan Data
Sedangkan tipe penelitian dilihat dari cara mengumpulkan data dapat dibedakan menjadi:
a. Penelitian Survei.
Penelitian survei merupakan salah satu metode penelitian sosial yang amat luas penggunaannya. Pengertian survei dibatasi pada penelitian yang datanya dikumpulkan dari sampel atas populasi untuk mewakili seluruh populasi. Dalam penelitian survei, informasi
Geografi SMA K - 1 10 dikumpulkan dari responden dengan menggunakan kuesioner (Efendi dalam Singarimbun dan Efendi,1997). Dengan demikian penelitian survei adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok.
Menurut Sinaga (1997) penelitian (metode) survei dengan mengambil contoh dari suatu populasi lebih sering digunakan dibandingkan dengan pencacahan lengkap, karena alasan-alasan berikut :
Metode survei lebih cepat dan biaya lebih rendah. Memberikan informasi yang lebih luas (comprehensive).
Memberikan hasil dengan ketelitian (accuracy) yang lebih tinggi. Memungkinkan penghematan dalam waktu dan biaya, maka
penelitian dengan contoh survei dapat menggunakan populasi-populasi yang lebih besar dengan berbagai jenis variasi. Salah satu keuntungan utama dari penelitian ini adalah mungkinnya pembuatan generalisasi untuk populasi yang besar.
Pada umumnya yang merupakan unit analisa dalam penelitian survei adalah individu. Untuk penelitian tertentu, unit analisa mungkin pasangan suami isteri, pasangan yang sudah bercerai atau rumah tangga sebagai keseluruhan tetapi satu wawancara untuk kuesioner tetap ditujukan kepada satu orang.
Unit analisa ini perlu sekali diperhatikan, terutama bagi peneliti pemula agar dapat menarik kesimpulan yang benar-benar bisa menggambarkan keadaan populasi yang diteliti.
Penelitian survei dapat digunakan untuk maksud (1) penjajagan (eksploratif), (2) deskriptif, (3) penjelasan (explanatory atau confirmatory) yakni untuk menjelaskan hubungan kausal dan pengujian hipotesis, (4) evaluasi, (5) prediksi atau meramalkan
Geografi SMA K - 1 11 kejadian tertentu di masa yang akan datang, (6) penelitian operasional, dan (7) pengembangan indikator-indikator sosial.
b. Penelitian Sensus.
Penelitian sensus yaitu penelitian yang datanya/ informasinya dikumpulkan dari seluruh populasi. Di samping itu didukung pula oleh data-data sekunder yang biasanya diperoleh dari instansi yang terkait. Contoh dari penelitian sensus ini adalah sensus penduduk. Sensus penduduk sendiri dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses pengumpulan, kompilasi dan publikasi data yang berkenaan dengan data demografi, ekonomi, dan sosial pada waktu-waktu tertentu,mencakup semua orang di suatu negara atau teritorial terbatas dengan definisi yang jelas (Rusli,1996).
c. Participation Observation (Pengamatan Berpartisipasi).
Menurut Agusta (1998) pengamatan (observation) mengacu pada proses mengamati perilaku anggota masyarakat yang berpola, dan partisipasi menunjuk kepada kegiatan meneliti suatu masyarakat, lalu berusaha berperan sebagaimana salah seorang anggota masyarakat. Dalam teknik pengamatan partisipatif kedua kegiatan tersebut dilakukan bersamaan dan peneliti tinggal di daerah penelitian, mengamati dan mengambil data (tinggal dalam jangka waktu yang lama).
Terdapat beberapa alasan penggunaan teknik pengamatan berpartisipasi yaitu:
(1) Beberapa hubungan sosial hanya dapat dipahami dengan benar kalau peneliti melihat sendiri kejadian tersebut,
(2) Pengamatan berpartisipasi diperlukan ketika diinginkan penglihatan menurut warga setempat (in-sight, emik, vertehen) tentang suatu interaksi sosial,
Geografi SMA K - 1 12 (3) Pengamatan berpartisipasi berguna untuk memperoleh keterangan yang dianggap kurang penting ditampilkan oleh warga asli, dan
(4) Terdapat data dan informasi yang sukar dan enggan diceritakan oleh warga setempat, sehingga harus diamati langsung oleh peneliti. Dalam teknik pengamatan berpartisipasi, secara umum peneliti mencari data pola dan hubungan sosial yang melembaga, serta native point of view (pandangan hidup penduduk asal), contohnya nilai serta kepercayaan. Selain itu peneliti menempatkan subyek penelitian atau informan dalam konteks struktur sosial yang lebih luas. Contoh dari pelaksanaan penelitian ini adalah penelitian tentang Budaya Jawa oleh antropolog Clifford Geertz yang ditulis dalam bukunya Abangan, Santri, Priyayi dalam Masyarakat Jawa.
d. Rapid Rural Appraisal.
Rapid Rural Appraisal (RRA) merupakan kumpulan metode yang dapat dipergunakan oleh orang-orang, dalam kualifikasi tertentu, untuk menggali informasi sesuai keperluannya mengenai wilayah pedesaan yang dikunjungi dengan waktu relatif cepat. Kata “rapid” berarti cepat, atau diartikan oleh Beebe dalam Agusta (1998) sebagai “....limited time... usually a period of a view days or afew weeks”; atau dalam waktu yang terbatas, sementara “rural appraisal” sendiri berarti pemahaman tentang pedesaan. Bebee dalam Agusta (1998) menyatakan bahwa RRA merupakan teknik-teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam rentang waktu antara 4 hari hingga 3 minggu. Di bawah 4 hari setiap pengumpulan data tidak akan mencapai sasaran dan di atas waktu 3 minggu sudah tidak dapat lagi dinyatakan “cepat”. Penelitian ini digunakan bila penelitian dibutuhkan secara cepat (bottom up). Biasanya dilaksanakan oleh instansi-instansi yang membuat solusi yang cepat.
Geografi SMA K - 1 13 Untuk mendapatkan data yang cukup terpercaya mengenai pedesaan, Chambers dalam Agusta (1998) mengemukakan beberapa metode dan pendekatan dalam melaksanakan Rapid Rural Appraisal, yaitu:
1. Existing Information (Mencari informasi yang telah tersedia). Peneliti dapat mengetahui informasi mengenai suatu kawasan pedesaan dan penduduknya dari laporan-laporan survei, peta wilayah, data statistik pemerintah, makalah-makalah atau laporan akademis terdahulu dan sumber lainnya.
2. Learning Indegenous Technical Knowledge (Belajar dari orang desa). Belajar memahami masalah yang diteliti dari penduduk yang ada di daerah penelitian karena mereka lebih tahu problem yang dihadapinya. Penduduk desa sering mempunyai kekayaan pengetahuan, misalnya tentang tanah, musim, tumbuhan, ternak dan lain-lain yang paling adaptif dengan ekologi setempat. Pengetahuan tersebut bisa dipelajari dari orang desa.
3. Using Key Indicators (Mengidentifikasi dan menggunakan indikator-indikator kunci).
Untuk memahami permasalahan yang ada hendaknya mempergunakan indikator tertentu. Indikator-indikator tersebut bisa berupa indikator nyata seperti ukuran dan kualitas rumah sebagai indikator sosial, ataupun indikator yang tidak nyata seperti jenis mata pencaharian, basis sumberdaya dan nilai-nilai ambang. Beberapa contoh yang lain adalah:
a) Warna tanah sebagai indikator tingkat kesuburan.
b) Bentuk dan jenis rumah sebagai indikator tingkat kesejahteraan. c) Berat lahir sebagai indikator kesehatan dan tingkat gizi ibu hamil. d) Tingkat kekeruhan air yang mengalir di sungai sebagai indikator tingkat erosi.
Geografi SMA K - 1 14 4. Direct observation (pengamatan langsung). Peneliti melakukan observasi langsung dan melibatkan diri dalam masyarakat yang bersangkutan, melihat variabel-variabel dan hubungan-hubungannya, mengamati fenomena sosial yang terjadi selanjutnya merumuskan permasalahan di daerah penelitian.
5. Penelitian lokal yang bersifat ad hoc. Metode ini akan bagus jika peneliti mempunyai hubungan dengan desa yang akan diteliti sehingga ia tidak hanya dapat menjadi seorang informan kunci, tetapi juga seorang peneliti kunci di mana ia mampu menemukan apa yang perlu diketahui dengan secara cepat dan efisien.
6. Menggunakan”Key Informan” (informan kunci), yaitu orang yang memberikan data-data akurat. Informan kunci merupakan satu sarana utama bagi RRA. Informan dapat memberikan informasi yang mendalam dan seringkali mengemukakan hal-hal yang tidak terduga. 7. Wawancara Kelompok (Group Interview). Wawancara kelompok terutama sangat berguna untuk mendapatkan informasi tentang sumberdaya alam yang mencakup daerah geografis yang lebih luas, dan informasi tentang pokok masalah dapat dicakupi oleh lebih dari satu responden. Wawancara kelompok juga baik untuk tipe-tipe informasi sosial tertentu dimana seorang responden mungkin takut untuk mengungkapkan hal-hal yang sebenarnya tetapi jika diungkapkan dalam forum bersama kekhawatiran itu akan hilang. 8. Wawancara informal. Wawancara informal merupakan metode paling luas dalam RRA. Wawancara ini dilakukan tanpa berpedoman pada kuesioner resmi, bersifat fleksibel sehingga pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada responden satu bisa berbeda dengan yang lainnya.
9. Menggunakan “The Best Variable”, yaitu menggunakan variabel yang paling kuat diduga menimbulkan permasalahan.
Geografi SMA K - 1 15 10. Inspeksi survei dari udara. Survei jenis ini dapat digunakan untuk menghitung sumberdaya tertentu dan tidak hanya dapat memberikan perspektif ruang umum pada suatu kawasan melainkan juga dapat mengurangi bias perkotaan.
11. Harus dilakukan oleh peneliti yang berpengalaman, mempunyai sensitivitas tinggi yang bisa menangkap fenomena-fenomena sosial (skeptis; yang selalu menanyakan sebab-sebab fenomena-fenomena yang terjadi, peneliti aktif).
12. Using The Guided Interview. Dalam mengadakan wawancara hendaknya menggunakan beberapa pertanyaan pokok sebagai penuntun (guided).
e. Partisipatory Rural Appraisal.
Penelitian yang bersifat top down, memecahkan masalah tetapi dengan asumsi masyarakat mengetahui masalahnya. Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai fasilitator. Data yang didapat yaitu diambil dengan memotivasi masyarakat untuk mengeluarkan pendapat.
f. Penelitian Kualitatif.
Penelitian kualitattif adalah jenis penelitian yang menghasilkan temuan yang tidak berasal dari prosedur pengukuran statistik atau pengukuran kuantitatif. Penelitian ini dapat berhubungan dengan kehidupan masyarakat seperti tingkah laku, fungsi organisasi, pergerakan sosial atau interaksi kekeluargaan (Strauss and Corbin, 1990). Menurut Agusta (1998) Penelitian Kualitatif merupakan penelitian yang mengambil fakta berdasarkan pemahaman subjek penelitian (vertehen), mengetengahkan hasil pengamatan itu secara sangat rinci (thick description) seraya menghindari komitmen terhadap model teoretik terdahulu.
Geografi SMA K - 1 16 Penelitian kualitatif justeru berusaha membangun teori, minimal teori tentang masyarakat yang diteliti.
Dalam penelitian kualitatif, peneliti mengumpulkan data melalui wawancara, pengamatan, studi dokumen, pustaka bahkan data yang dikuantitatifkan seperti sensus. Keahlian yang diperlukan untuk mengerjakan penelitian kualitatif antara lain: kemampuan melakukan analisa secara kritis, menghindarkan adanya bias, memperoleh data yang valid dan dapat dipercaya serta mampu berfikir secara abstrak. Untuk melakukan hal ini peneliti kualitatif hendaknya memiliki sensitifitas teoritis yaitu pengetahuan teoritis untuk menafsirkan apa yang dilihat dan memiliki kecerdikan dalam pengamatan. Pada dasarnya ada tiga komponen utama dari penelitian kualitatif yaitu:
1. Data yang dapat berasal dari berbagai sumber, wawancara dan pengamatan merupakan sumber yang umum digunakan,
2. Analisis atau prosedur interpretasi untuk memperoleh teori, 3. Laporan tulisan atau lisan. Laporan ini mungkin berupa
penulisan dalam jurnal ilmiah atau pengujian temuan dalam suatu acara seminar.
Terdapat beberapa alasan untuk melakukan penelitian kualitatif. Metode kualitatif dapat digunakan untuk memahami adanya suatu fenomena dan metode kualitatif dapat memberikan semua hal tentang fenomena yang sulit diberitahukan melalui metode kuantitatif. Dalam melakukan kegiatan penelitian dapat melakukan kombinasi antara metode kualitatif dengan metode kuantitatif. Salah satunya mungkin menggunakan data kualitatif untuk mengilustrasikan atau menerangkan data temuan yang diperoleh secara kuantitatif.
Geografi SMA K - 1 17 c. Uraian Kegiatan/Aktivitas Pembelajaran
• Baca secara cermat wacana berikut ini sebelum mengerjakan tugas/latihan.
• Lakukan kegiatan sesuai prosedur.
• Jika ada permasalahan/kesulitan diskusikan dengan teman atau nara sumber.
Wacana/teks/kasus.
Bagaimana menyelesaikan permasalahan tersebut melalui penelitian (riset).
Berdasarkan tujuannya penelitian yang akan dilakukan termasuk jenis penelitian apa. Berikan alasannya.
Berdasarkan cara pengumpulan datanya penelitian yang akan dilakukan termasuk penelitian apa. Berikan alasannya.
Cobalah buat dan gunakan pedoman wawancara.
Dari kasus di atas buatlah draft rancangan untuk melakukan penelitian.
d. Evaluasi kegiatan belajar dan kunci jawaban • Jelaskan pengertian penelitian/riset.
• Buatkan bagan jenis-jenis penelitian berdasarkan tujuan dan cara pengumpulan datanya.
Akhir-akhir ini, siswa sekolah menengah atas di kota-kota besar mulai memiliki kebiasaan yang berubah dari sebelumnya. Mereka lebih senang menghabiskan waktunya di mal atau tempat hiburan daripada membaca, baik membaca buku sekolah, novel atau bacaan ringan lainnya.atau aktivitas lain yang lebih bermanfaat seperti olah raga misalnya.
Fenomena ini tentunya menarik untuk diteliti dan memerlukan sensitivitas peneliti untuk menemukan akar permasalahan dan mencoba menemukan jawabnya atau membantu memecahkan permasalahan tersebut.
Geografi SMA K - 1 18 • Jelaskan secara singkat jenis-jenis penelitian/riset berdasarkan tujuan dan
cara pengumpulan datanya.. e. Umpan balik dan tindak lanjut
• Amatilah permasalahan di lingkungaan tempat tinggal anda. Tuliskan permasalahan lingkungan di lingkungan tempat anda tinggal. Buatkan daftar permasalahan seperti dalam table berikut ini.
Tabel:1 No. Permasalahan geografis Penyebab Alternatif Penyelesaian Masalah Keterangan 1. Fisik: 2. Sosial: f. Kunci jawaban
• Dapat digunakan untuk self assesment sekiranya diperlukan sebagai tolak ukur untuk mengetahui keberhasilan diri sendiri.
2. Kegiatan Belajar 2 Tahap-Tahap Penelitian a. Tujuan Pembelajaran
Geografi SMA K - 1 19 • Mengidentifikasi permasalahan yang dapat diselesaikan melalui riset.
• Mendeskripsikan tahap-tahap penelitian sesuai prosedur riset. b. Uraian Materi
Masalah Penelitian.
Setiap seseorang akan melakukan penelitian, maka penelitian tersebut pasti dimulai dari masalah. Karena dengan melakukan penelitian, peneliti akan menyelesaikan masalah tersebut secara ilmiah. Menurut Kerlinger 1986, masalah adalah "a problem, then is interogative sentence or statement that ask : What relation exists between two or more variables. The answer is what being sought in the research". Artinya masalah pada umumnya dirumuskan ke dalam suatu pertanyaan bagaimana hubungan antara dua variabel atau lebih. Masalah dapat juga diartikan adanya jarak (gap) antara apa yang diharapkan dan apa yang menjadi kenyataan. Sedangkan masalah yang bagus adalah yang aktual, belum pernah diteliti, mengisi (melanjutkan) penelitian terdahulu.
Ada beberapa sumber masalah yang dapat diteliti:
1. Pengalaman pribadi. Pengalaman seseorang, seseorang bisa saja menemukan permasalahan dalam bidang profesi maupun tempat kerja mereka dimana tidak diketahui jawabannya.
2. Perkembangan dan perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi. Semakin pesatnya perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan ada banyak inovasi yang harus pula dilakukan oleh setiap orang atau masyarakat. Hal inilah yang menjadikan peluang sebagai masalah penelitian.
3. Kegiatan akademis, seperti diskusi ilmiah, seminar, membaca buku teks, laporan penelitian, artikel jurnal dan sebagainya. Sering kali dengan membaca pustaka akan mengungkapkan suatu areal yang tidak terselediki atau menyarankan topik yang dibutuhkan pembanguan lebih lanjut. Salah satu cara untuk sampai pada penemuan masalah adalah
Geografi SMA K - 1 20 dengan meminta saran dari peneliti, seminar yang banyak melakukan penelitian pada bidang minatnya. Hal ini disebabkan karena banyaknya peneliti berpengalaman yang telah mengetahui apa yang telah dilakukan dan apa yang perlu dilakukan dalam areal substantif tertentu.
Untuk memilih pokok permasalahan perlu dipertimbangkan apakah topik itu memenuhi empat hal berikut ini atau tidak.
1. Manageble, yaitu terjangkau oleh peneliti setelah mempertimbangkan latar belakang pengetahuan, kecakapan dan kemampuan, dana yang tersedia dan waktu.
2. Obtainable, yaitu tersedia bahan-bahan kepustakaan, faktor-faktor yang merintangi pengumpulan seperti masalah letak daerah, penguasaan bahasa, dan sebagainya dapat diatasi.
3. Significance, yaitu cukup penting untuk diselidiki yang akan menghasilkan problematik baru atau pemecahan baru, bukan duplikasi serta mempunyai kegunaan praktis.
4. Interested, yaitu menarik minat untuk dibahas dan diteliti yang timbul dari keinginan ilmiah (scientific truth).
Berikut contoh menemukan masalah penelitian dari hasil membaca jurnal penelitian dengan Latar Belakang Masalah sebagai beikut :
“Sejumlah penelitian tenang kepuasan kerja di perusahaan mengungkapkan bahwa kompensasi finansial bukan merupakan faktor yang paling menonjol sebagai penentu kepuasan kerja (Anwar, 1980; Hery, 1986 dan Sofia, 1987). Hasil ini telah pula divalidasi dan mendapatkan dukungan dari temuan-temuan terakhir yang dilaporkan dalam penelitian Kolopaking 1990 dan Riswanto 1992”.
Dari hasil-hasil penelitian yang dilaporkan diatas belum banyak diungkapkan faktor-faktor non finansial yang menentukan kepuasan kerja pegawai. Karenanya usaha untuk mengungkapkan lebih jauh tentang faktor-faktor non finansial yang mempengaruhi kepuasan kerja pegawai, diperlukan suatu kegiatan penelitian. Penelitian akan dilakukan dalam rangka mengisi
Geografi SMA K - 1 21 celah tersebut diatas, dan diharapkan akan mempunyai implikasi praktis dalam usaha meningkatkan kepuasan kerja karyawan di suatu perusahaan.
Salah satu bagian yang paling sulit dalam melakukan penelitian adalah memulai. Dua pertanyaan utama yang tampak sangat bermasalah yaitu: (a) bagaimana saya menemukan permasalahan yang dapat diteliti dan, (b) bagaimana saya merumuskan masalah itu supaya secara operasional
dapat dikerjakan.
Namun demikian salah satu sifat yang harus dimiliki oleh seseorang peneliti adalah adalah sensitifitas teoritis. Sensitifitas teoritis mengacu kepada kelengkapan dan penguasaan teori serta kemampuan mengartikan data dalam kaitannya dengan dengan pengembangan teori.
Sumber-sumber sensitifitas teoritis yang pertama bersumber dari literatur yang meliputi bacaan tentang teori, penelitian dan dokumen (kebijaksanaan pemerintah dan sebagainya). Dengan mempunyai beberapa pengenalan dengan publikasi tersebut, peneliti akan memiliki banyak latar belakang informasi yang “mensensitifkan” peneliti terhadap apa yang terjadi pada fenomena yang sedang dipelajari.
Tahap-tahap Penelitian.
Menurut Faisal (1999) tahap-tahap yang lazimnya dilalui pada setiap penelitian adalah (1) pemilihan dan analisis masalah penelitian, (2) penentuan strategi pemecahan masalah, atau penentuan metodologi penelitian yang akan digunakan, (3) pengumpulan data, (4) pengolahan, analisis, dan interpretasi data, serta (5) penyusunan laporan penelitian. Kelimanya akan dijelaskan sebagi berikut:
1. Pemilihan dan Analisis Masalah yang Akan Diteliti.
Tujuan suatu penelitian adalah untuk memecahkan atau menemukan jawaban terhadap suatu masalah. Oleh karena itu, pada setiap penelitian, tahap pertamanya ialah menentukan atau memilih sesuatu pokok masalah
Geografi SMA K - 1 22 yang akan diteliti. Pokok masalah tersebut biasanya tercermin dalam judul atau topik suatu penelitian.
Pokok masalah yang diteliti akan tampak jelas (batasan, lingkup, latar belakang, dan signifikansinya) setelah dilakukan analisis terhadap pokok masalah bersangkutan. Dalam hubungan ini, diperlukan telaahan kepustakaan; termasuk telaahan terhadap hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan pokok masalah yang akan diteliti. Hasil telaahan kepustakaan tersebut bisa dijadikan masukan dan landasan dalam menjelaskan dan merinci masalah-masalah yang akan diteliti; termasuk juga memberi latar belakang mengapa masalah tadi penting diteliti; dan bagi penelitian eksplanasi, bisa menjadi acuan di dalam mengembangkan hipotesis.
Pemilihan masalah barulah bermakna kalau disertai dengan analisis masalah (merinci masalah-masalah yang akan diteliti, mempertegas batasannya, mempertegas tujuan dan/atau hipotesisnya, serta mempertegas latar belakang dan kegunaan mengapa masalah tersebut diteliti). Analisis tersebut, barulah kokoh dan kuat landasannya jika mendasarkan diri pada hasil penelitian sebelumnya.
Analisis masalah, juga sampai pada pemerincian fakta atau informasi yang perlu dikumpulkan untuk dapat menjawab masalah, tujuan dan/atau hipotesis penelitian; atau rincian data apa saja yang akan dikumpulkan.
2. Penentuan Metodologi Penelitian.
Penentuan metodologi penelitian ini, sering pula disebut dengan "strategi pemecahan masalah"; karena pada tahap ini, mempersoalkan "bagaimana" masalah-masalah penelitian tersebut hendak dipecahkan atau ditemukan jawabannya.
Pada tahap ini, yang perlu ditentukan adalah (1) jenis, atau format penelitian yang akan digunakan, (2) metode, sumber, dan alat pengumpulan data (untuk survei disertai teknik pengambilan sampel, dan
Geografi SMA K - 1 23 untuk eksperimen disertai pola eksperimen yang akan dilakukan), dan (3) strategi analisis data.
Mengenai jenis, atau format penelitian yang akan digunakan, pada dasarnya menunjuk pada tipe pendekatan penelitian yang akan digunakan; apakah studi kasus, survei, atau eksperimen; juga apakah tujuan dari penelitian, apakah untuk tujuan eksplanasi; dan apakah unit studinya individu, ataukah unit studinya kelompok.
Berikutnya, metode, sumber, dan alat pengumpul data juga perlu ditentukan; apakah metode pengumpulan datanya wawancara, ataukah angket, ataukah dokumenter, ataukah tes, ataukah observasi, atau lainnya; apakah sumber datanya (kalau orang, siapa orangnya dan untuk mendapatkan data yang mana; kalau dokumen, dokumen apa saja, dan untuk mendapatkan data yang mana; kalau situasi atau kondisi, situasi atau kondisi apa saja, dan untuk mendapatkan data yang mana); apa dan bagaimanakah alat pengumpulan datanya (apakah pedomen wawancara, ataukah panduan observasi, ataukah form isian dokumentasi, ataukah angket, ataukah soal-soal tes; dan bagaimanakah alat-alat tersebut disusun dan dikembangkan, sehingga memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas). Masih dalam hubungan ini, bila survei yang digunakan, perlu ditegaskan populasinya, serta teknik pengambilan sampel yang akan dilakukan; dan bila eksperimen yang digunakan, perlu dinyatakan secara tegas pola eksperimen yang akan digunakan.
Mengenai strategi analisis data, pada dasarnya menunjuk pada bagaimana data (yang hendak dikumpulkan) akan diolah, dianalisis, dan diinterpretasikan untuk menjawab masing-masing masalah dan hipotesis. 3. Pengumpulan Data
Data dikumpulkan sesuai dengan sumber, metode, dan instrumen pengumpulan data yang dinyatakan dalam tahap kedua. Pada tahap ini peneliti mewawancarai responden-responden yang menjadi sumber data penelitian (menggunakan pedoman wawancara yang telah disiapkan sebelumnya); atau mengobservasi sesuatu keadaan, suasana, peristiwa,
Geografi SMA K - 1 24 dan/atau tingkah laku (menggunakan panduan observasi yang telah disusun sebelumnya); atau menghimpun, memeriksa, mencatat dokumen-dokumen yang menjadi sumber data penelitian (menggunakan Form Pencatatan Dokumen yang telah disiapkan sebelumnya); atau menyebarkan dan menghimpun kembali angket yang disebarkan ke responden-responden yang menjadi sumber data penelitian (menggunakan angket yang telah disusun sebelumnya); atau menguji testee yang menjadi sumber data penelitian (menggunakan bahan tes yang telah disiapkan sebelumnya); atau melakukan perlakuan tertentu dan memeriksa/mengobservasi efek dari perlakuan tersebut.
4. Pengolahan, Analisis, dan Interpretasi Data.
Setelah data dikumpulkan, selanjutnya perlu diikuti kegiatan pengolahan (data proscessing). Pengolahan data mencakup kegiatan mengedit (editing) data dan mengkode (coding) data. Mengedit data ialah kegiatan memeriksa data yang terkumpul; apakah sudah terisi secara sempurna atau tidak; lengkap atau tidak, cara pengisiannya sudah benar atau tidak. Mengkodekan data, berarti memberikan kode-kode tertentu kepada masing-masing kategori atau nilai dari setiap variabel yang dikumpulkan datanya. Setelah semua data dikodekan, selanjutnya dipindahkan ke dalam rekapitulasi data.
Setelah data diolah, berikutnya menganalisis dan menginterpretasikan data. Analisis data menunjuk pada kegiatan mengorganisasikan data ke dalam susunan-susunan tertentu di dalam rangka penginterpretasian data; ditabulasi, sesuai dengan susunan sajian data yang dibutuhkan untuk menjawab masing-masing masalah dan/atau hipotesis penelitian; juga melakukan penghitungan-penghitungan tertentu sesuai dengan jenis pengolahan statistik yang digunakan di masing-masing masalah dan/atau hipotesis penelitian; dan akhirnya diinterpretasikan atau disimpulkan, baik untuk masing-masing masalah atau hipotesis penelitian maupun untuk keseluruhan masalah yang diteliti. 5. Penyusunan Laporan Penelitian.
Geografi SMA K - 1 25 Pada laporan penelitian, peneliti mengkomunikasikan apa yang ia teliti, bagaimana ia menelitinya, dan hasil penelitian yang ia temukan. Karenanya, di tahap akhir ini, peneliti perlu menjelaskan dalam laporan yang disusunnya: (1) masalah yang diteliti, (2) metodologi penelitian yang digunakan, dan (3) hasil-hasil penelitian yang ditemukan.
Dalam menjelaskan masalah yang diteliti, hendaknya juga dijelaskan mengenai latar belakang mengapa masalah tersebut perlu diteliti, batasannya, ruang lingkupnya, serta kegunaannya (untuk penelitian eksplanasi, juga perlu dijelaskan hipotesis yang diajukan dan hendak diuji dalam penelitian tersebut).
Paparan metodologi penelitian mencakup penjelasan mengenai jenis atau format penelitian yang digunakan, sumber serta metode dan alat pengumpul data, dan strategi analisis data yang digunakan; bila format penelitiannya survei, juga perlu dijelaskan tentang populasi penelitian beserta teknik pengambilan sampel penelitian; dan bila format penelitiannya eksperimen, perlu dijelaskan pola eksperimen yang digunakan.
Mengenai hasil-hasil penelitian, perlu disajikan data yang telah diolah dan dianalisis; termasuk menjelaskan kesimpulan penelitian beserta segala implikasinya.
Dengan selesainya penyusunan laporan penelitian, berarti berakhir pula suatu penelitian. Bila tahap ini telah selesai, tentu saja laporannya perlu disampaikan kepada pihak atau lembaga yang menugaskan dan/atau mensponsori penelitian tersebut.
c. Uraian Kegiatan/Aktivitas Pembelajaran
• Cermatilah kembali tahap-tahap dalam melakukan penelitian.
• Identifikasilah masalah geografis yang segera membutuhkan penyelesaian di lingkungan sekitar anda dari tugas pada kegiatan pembelajaran 1 di atas.
Geografi SMA K - 1 26 • Buatlah draft sederhana jenis penelitian yang akan dilakukan
menggunakan tabel berikut. Tabel:2 No Kegiatan Keterangan/Penjelasan 1. Identifikasi Masalah 2. Penentuan Metode Penelitian 3. Pengumpulan Data 4. Pengolahan, Analisis, dan Interpretasi Data
5. Penyusunan Laporan
d. Evaluasi kegiatan belajar dan kunci jawaban
1. Apa saja yang harus dipertimbangkan dalam memilih permasalahan penelitian. Berikan penjelasan secara singkat.
2. Jelaskan secara singkat tahapan melakukan penelitian. e. Umpan balik dan tindak lanjut
Buatlah draft proposal penelitian, yang dimulai dari: 1. Identifikasi/Analisis masalah yang akan diteliti, 2. Penentuan metode penelitian, 3. Pengumpulan data, 4. Pengolahan, Analisis, dan Interpretasi data, 5. Penyusunan Laporan.
Geografi SMA K - 1 27 f. Kunci jawaban
Dapat digunakan untuk self assesment sekiranya diperlukan sebagai tolak ukur untuk mengetahui keberhasilan diri sendiri.
Geografi SMA K - 1 28
B. BAB II PENGETAHUAN DASAR GEOGRAFI
1. Kegiatan Belajar 1. Pengertian, Objek Studi, dan Prinsip
Geografi
a. Tujuan
Melalui kegiatan diskusi, peserta diklat dapat menjelaskan konsep dan prinsip geografi.
b. Indikator Pencapaian Kompetensi
1) Menjelaskan pengertian geografi 2) Menjelaskan hakekat geografi 3) Mengidentifikasi objek studi geografi 4) Menjelaskan prinsip geografi
c. Uraian Materi
1) Konsep Geografi
Geografi merupakan istilah yang dikenal sejak lama. Namun, sebagai “disiplin ilmu dan mata pelajaran” pada mulanya masih dianggap kurang populer. Kekurangpopuleran itu terjadi karena sistem pembelajaran selama itu menempatkan bidang ini secara kurang proporsional. Dalam kurikulum sekolah, geografi semula di beri nama ilmu bumi sehingga obyek yang dikaji terfokus pada fenomena alam, sementara fenomena manusianya terabaikan.
Kata geografi berasal dari geo=bumi, dan graphein=mencitra. Ungkapan itu pertama kali disitir oleh Eratosthenes yang mengemukakan kata “geografika”. Kata itu berakar dari geo=bumi dan graphika=lukisan atau tulisan. Jadi kata geographika dalam bahasa Yunani, berarti lukisan tentang bumi atau tulisan tentang bumi. Istilah geografi juga dikenal dalam berbagai bahasa, seperti geography (Inggris), geographie (Prancis), die geographie/die erdkunde (Jerman), geografie/aardrijkskunde (Belanda) dan geographike (Yunani).
Berkaitan dengan kemajuan itu, konsep geografi juga mengalami penyempurnaan. Ekblaw dan Mulkerne mengemukakan
Geografi SMA K - 1 29 bahwa geografi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari bumi dan kehidupannnya, mempengaruhi pandangan hidup kita, makanan yang kita konsumsi, pakaian yang kita gunakan, rumah yang kita huni dan tempat rekreasi yang kita nikmati.
Bintarto (1977) mengemukakan, bahwa geografi adalah ilmu pengetahuan yang mencitra, menerangkan sifat bumi, menganalisis gejala alam dan penduduk serta mempelajari corak khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi dari unsur bumi dalam ruang dan waktu.
Preston James (Sumaatmadja, 1988) mengemukakan, bahwa geografi berkaitan dengan sistem keruangan, ruang yang menempati permukaan bumi ... geografi selalu berkaiatan dengan hubungan timbal balik antara manusia dan habitatnya.
Hasil Seminar Semarang (1988) menyepakati rumusan, bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan atau kelingkungan dalam konteks keruangan.
Studi geografi mencakup analisis gejala manusia dan gejala alam. Dalam studi itu dilakukan analisis persebaran-interelasi-interaksi fenomena atau masalah dalam suatu ruang.
Menurut Murphey (Sumaatmadja, 1988) ruang lingkup geografi sebagai berikut. (1) distribusi dan hubungan timbal balik antara manusia di permukaan bumi dengan aspek-aspek keruangan permukiman penduduk dan kegunaan bumi. (2) hubungan timbal balik antara masyarakat dengan lingkungan fisiknya sebagai bagian studi perbedaan area. (3) kerangka kerja regional dan analisis wilayah secara spesifik.
Berdasarkan uraian tersebut terlihat bahwa ruang lingkup geografi tidak terlepas dari aspek alamiah dan aspek insaniah yang menjadi obyek studinya. Aspek itu diungkapkan dalam satu ruang berdasarkan prinsip-prinsip penyebarannya, relasinya, dan
Geografi SMA K - 1 30 korologinya. Selanjutnya prinsip relasi diterapkan untuk menganalisis hubungan antara masyarakat manusia dengan lingkungan alamnya yang dapat mengungkapkan perbedaan arealnya, dan penyebaran dalam ruang. Akhirnya prinsip, penyebaran, dan korologi pada studi geografi dapat mengungkapkan karakteristik suatu wilayah yang berbeda dengan wilayah lainnya sehingga terungkap adanya region-region yang berbeda satu sama lain.
2) Hakekat Geografi
Karl Ritter berpendapat bahwa geografi mempelajari bumi sebagai tempat tinggal manusia. Berdasarkan konsep itu, bumi sebagai tempat tinggal manusia berkenaan dengan ruang yang memiliki struktur, pola, dan proses yang terbentuk oleh aktivitas manusia. Selain itu konsep “tempat tinggal manusia” tidak hanya terbatas pada permukaan bumi yang ditempati oleh manusia, tetapi juga wilayah-wilayah permukaan bumi yang tidak dihuni oleh manusia sepanjang tempat itu penting artinya bagi kehidupan manusia.
Bertitik tolak pada pemikiran itu studi geografi meluputi segala fenomena yang terdapat dipermukaan bumi, baik alam organik maupun alam anorganik yang ada hubungannya dengan kehidupan manusia. Gejala organik dan anorganik itu dianalisis peyebarannya, perkembangannya, interelasinya, dan interaksinya.
Disiplin ilmu geografi memiliki cakupan obyek yang luas. Obyek itu mencakup fenomena alam dan manusia, dan keterkaitan antar keduanya. Untuk mempelajari obyek yang demikian luas tumbuh cabang-cabang geografi yang dapat memberikan analisis secara mendalam terhadap obyek yang dipelajarinya. Menurut Huntington (Bintarto, 1977), geografi terbagi menjadi empat cabang, yaitu: a) Geografi Fisik yang mempelajari faktor fisik alam.
Geografi SMA K - 1 31 c) Zoogeografi yang mempelajarai hewan.
d) Antropogeografi yang mempelajari manusia.
Menurut Muller dan Rinner (Bintarto, 1977), cabang-cabang geografi terdiri atas: (1) Geografi Fisik yang terdari atas geografi matematika, geografi tanah dan hidrologi, klimatologi, geografi mineral dan sumberdaya, geografi tanaman, dan geografi tata guna lahan. (2) Geografi Manusia meliputi geografi budaya (geografi penduduk, geografi sosial, dan geografi kota); Geografi ekonomi (geografi pertanian; geografi transportasi dan komunikasi) geografi politik. (3) geografi regional.
Menurut Hagget, cabang geografi dapat diuraikan sebagai berikut.
a) Geografi fisik
Geografi fisik merupakan cabang geografi yang mempelajari gejala fisik di permukaan bumi. Gejala fisik itu terdiri atas tanah, air, udara dengan segala prosesnya. Bidang kajian dalam geografi fisik adalah gejala alamiah di permukaan bumi yang menjadi lingkungan hidup manusia. Oleh karena itu keberadaan cabang ilmu ini tidak dapat dipisahkan dengan manusia.
b) Geografi Manusia
Geografi manusia merupakan cabang geografi yang obyek kajiannya keruangan manusia. Aspek-aspek yang dikaji dalam cabang ini termaasuk kependudukan, aktivitas manusia yang meliputi aktivitas ekonomi, aktivitas politik, aktivitas sosial dan aktivitas budayanya. Dalam melakukan studi aspek kemanusiaan, geografi manusia terbagi dalam cabang-cabang geografi penduduk, geografi ekonomi, geografi politik, geografi permukiman dan geografi sosial.
Geografi penduduk merupakan cabang geografi manusia yang obyek studinya keruangan penduduk. Obyek studi ini
Geografi SMA K - 1 32 meliputi penyebar-an, densitas, perbandingan jenis kelamin penduduk dari suatu wilayah.
Geografi ekonomi merupakan cabang geografi manusia yang bidang kajiannya berupa struktur keruangan aktivitas ekonomi. Titik berat kajiannya pada aspek keruangan struktur ekonomi masyarakat, termasuk bidang pertanian, industri, perdagangan, transportasi, komunikasi, jasa, dan sebagainya. Dalam analisisnya, faktor lingkungan alam ditinjau sebagai faktor pendukung dan penghambat struktur aktivitas ekonomi penduduk. Geografi ekonomi mencakup geografi pertanian, geografi industri, geografi perdagangan, geografi transportasi dan komunikasi.
Geografi politik merupakan cabang geografi manusia yang bidang kajiannya adalah aspek keruangan pemerintahan atau kenegaraan yang meliputi hubungan regional dan internasional, pemerintahan atau kenegaraan dipermukaan bumi. Dalam geografi politik, lingkungan geografi dijadikan sebagain dasar perkembangan dan hubungan kenegaraan. Bidang kajian geografi politik relatif luas, seperti aspek keruangan, aspek politik, aspek hubungan regional, dan internasional.
Geografi permukiman adalah cabang geografi yang obyek studinya berkaitan dengan perkembangan permukimam di suatu wilayah permukaan bumi. Aspek yang dibahas adalah kapan suatu wilayah dihuni manusia, bagaimana bentuk permukimannya, faktor apa yang mempengaruhi perkembangan dan pola permukiman.
Geografi regional merupakan diskripsi yang menyeluruh antara aspek manusia dan aspek alam (lingkungan). Fokus kajiannya adalah interelasi, interaksi dan integrasi antara aspek alam dan manusia dalam suatu ruang tertentu.
Geografi SMA K - 1 33 Dalam pengkajian gejala dan masalah geografi harus selalu terpadu. Walaupun geografi fisik mengkaji aspek fisik, tetapi selalu mengkaitkannya dengan aspek manusia dalam suatu “ruang”. Sebaliknya geografi manusia selalu mengkaitkan dirinya dengan aspek-aspek fisik geografi. Geografi akan kehilangan “jati dirinya” jika tidak terjadi konsep keterpaduan. 3) Obyek Geografi
Setiap disiplin ilmu memilki obyek yang menjadi bidang kajiannya. Obyek bidang ilmu tersebut berupa obyek material dan obyek formal. Obyek material berkaitan dengan substansi materi yang dikaji, sedangkan obyek formal berkaitan dengan pendekatan (cara pandang) yang digunakan dalam menganalisis substansi (obyek material) tersebut.
Pada obyek material, antara bidang ilmu yang satu dengan bidang ilmu yang lain dapat memiliki substansi obyek yang sama atau hampir sama. Obyek material ilmu geografi adalah fenomena geosfer yang meliputi litosfer, hidrosfer, atmosfer, biosfer, dan antroposfer. Obyek material itu juga menjadi bidang kajian bagi disiplin ilmu lain, seperti geologi, hidrologi, biologi, fisika, kimia, dan disiplin ilmu lain. Sebagai contoh obyek material tanah atau batuan. Obyek itu juga menjadi bidang kajian bagi geologi, agronomi, fisika, dan kimia.
Oleh karena itu untuk membedakan disiplin ilmu yang satu dengan disiplin ilmu yang lain dapat dilakukan dengan menelaah obyek formalnya. Obyek formal geografi berupa pendekatan (cara pandang) yang digunakan dalam memahami obyek material. Dalam konteks itu geografi memilki pendekatan spesifik yang membedakan dengan ilmu-ilmu lain. Pendekatan spesifik itu dikenal dengan pendekatan keruangan (spatial approach). Selain pendekatan keruangan tersebut dalam geografi juga dikenali adanya pendekatan
Geografi SMA K - 1 34 kelingkungan (ecological approach), dan pendekatan kompleks wilayah (regional complex approach).
4) Prinsip Geografi
Prinsip merupakan dasar yang digunakan sebagai landasan dalam menjelaskan suatu fenomena atau masalah yang terjadi. Prinsip juga berfungsi sebagai pegangan/pedoman dasar dalam memahami fenomena itu. Dengan prinsip yang dimiliki, gejala atau permasalahan yang terjadi secara umum dapat dijelaskan dan dipahami karakteristik yang dimilikinya dan keterkaitan dengan fenomena atau permasalahan lain.
Setiap bidang ilmu memiliki prinsip sendiri-sendiri. Ada kemungkinan satu atau beberapa prinsip bidang ilmu itu memiliki kesamaan dengan prinsip bidang ilmu yang lain, tetapi juga ada kemungkinan berbeda sama sekali. Dalam bidang geografi dikenali sejumlah prinsip, yaitu: prinsip penyebaran, prinsip interelasi, prinsip deskripsi dan prinsip korologi.
a) Prinsip Penyebaran
Prinsip ini melihat fenomena atau masalah alam dan manusia tersebar di permukaan bumi. Penyebaran fenomena atau permasalahan itu tidak merata.
b) Prinsip Interelasi
Fenomena atau permasalahan alam dan manusia saling terjadi keterkaitan antara aspek yang satu dengan aspek yang lainnya. Keterkaitan itu dapat terjadi antara aspek fenomena alam dengan aspek fenomena alam lain, atau fenomena aspek manusia dengan aspek fenomena manusia.
c) Prinsip Deskripsi
Fenomena alam dan manusia memiliki saling keterkaitan. Keterkaitan antara aspek alam (lingkungan) dan aspek manusia itu dapat dideskripsikan. Pendiskripsian itu melalui fakta, gejala
Geografi SMA K - 1 35 dan masalah, sebab-akibat, secara kualitatif maupun kuantitatif dengan bantuan peta, grafik, dan diagram.
d) Prinsip Korologi
Prinsip korologi merupakan prinsip keterpaduan antara prinsip penyebaran, interelasi dan deskripsi. Fenomena atau masalah alam dan manusia dikaji penyebarannya, interelasinya, dan interaksinya dalam satu ruang. Kondisi ruang itu akan memberikan corak pada kesatuan gejala, kesatuan fungsi dan kesatuan bentuk.
d. Aktivitas Pembelajaran
1) Penyampaian tujuan pembelajaran, yaitu melalui kajian referensi dan diskusi, peserta diklat dapat menjelaskan konsep geografi dan prinsip geografi.
2) Peserta melakukan aktivitas belajar sebagai berikut:
Tugas Individu:
a) Baca dan cermati uraian materi di atas.tentang pengertian, objek studi, dan prinsip geografi.
b) Tulislah secara singkat dan jelas tentang pengertian, objek studi, dan prinsip geografi.
c) Gunakan 2 lembar kertas (kertas HVS, berwarna, atau post it) untuk menuliskannya, dimana lembar ke-1 untuk pengertian dan objek studi geografi. Lembar ke-2 untuk menuliskan prinsip geografi.
Tugas Kelompok:
a) Peserta diminta untuk berhitung untuk mengetahui apakah dirinya termasuk nomor ganjil atau genap.
b) Peserta dibagi menjadi kelompok ganjil dan kelompok genap. Masing-masing kelompok ganjil dapat dipecah menjadi beberapa
Geografi SMA K - 1 36 kelompok kecil agar didapatkan jumlah kelompok ideal, yaitu maksimal 5 orang. Lakukan hal yang sama untuk kelompok genap.
c) Semua kelompok ganjil melakukan diskusi dan membuat peta konsep (mapping concept) di karton manila tentang pengertian dan objek studi geografi. Sementara itu, semua kelompok genap berdiskusi dan membuat peta konsep (mapping concept ) tentang prinsip geografi.
d) Hasil kelompok berupa peta konsep (mapping concept) dipajang agar kelompok lain dapat mencermati dan mempelajari.
3) Kegiatan pembelajaran 1 diakhiri dengan klarifikasi dari fasilitator terhadap hasil diskusi kelas.
4) Refleksi
e. Latihan/Kasus/Tugas
Berikan jawaban pada soal-soal berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Ibu/Bapak terhadap materi yang telah dipelajari!
1) Jelaskan pengertian geografi hasil rumusan pada kegiatan seminar dan lokakarya tahun 1988 di Semarang!
2) Identifikasi ruang lingkup objek material pada studi geografi! 3) Identifikasi ruang lingkup objek formal pada studi geografi! 4) Jelaskan prinsip-prinip geografi secara singkat!
f. Rangkuman
Kata geografi berasal dari geo=bumi, dan graphein=mencitra. Berdasarkan hasil Seminar Semarang (1988) menyepakati rumusan, bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan atau kelingkungan dalam konteks keruangan.
Obyek geografi meliputi obyek material dan obyek formal. Obyek material berkaitan dengan substansi materi yang dikaji, sedangkan
Geografi SMA K - 1 37 obyek formal berkaitan dengan pendekatan (cara pandang) yang digunakan dalam menganalisis substansi (obyek material) tersebut.
Geografi mempelajari bumi sebagai tempat tinggal manusia. Dalam konsep itu, sebagai tempat tinggal manusia berkenaan dengan ruang yang memiliki struktur, pola, dan proses yang terbentuk oleh aktivitas manusia. Disiplin ilmu geografi memiliki cakupan obyek yang luas. Obyek itu mencakup fenomena alam dan manusia, dan keterkaitan antar keduanya. Untuk mempelajari obyek yang demikian luas tumbuh cabang-cabang geografi yang dapat memberikan analisis secara mendalam terhadap obyek yang dipelajarinya.
Prinsip merupakan dasar yang digunakan sebagai landasan dalam menjelaskan suatu fenomena atau masalah yang terjadi. Prinsip juga berfungsi sebagai pegangan/pedoman dasar dalam memahami fenomena itu. Dalam bidang geografi dikenali sejumlah prinsip, yaitu: prinsip penyebaran, prinsip interelasi, prinsip deskripsi dan prinsip korologi.
g. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Setelah kegiatan pembelajaran, Ibu/Bapak dapat melakukan umpan balik dengan menjawab pertanyaan berikut ini:
1) Apa yang Ibu/Bapak pahami setelah mempelajari materi pengertian, objek studi, dan prinsip geografi?
2) Pengalaman penting apa yang Ibu/Bapak peroleh setelah mempelajari materi pengertian, objek studi, dan prinsip geografi? 3) Apa manfaat materi pengertian, objek studi, dan prinsip geografi
terhadap tugas Ibu/Bapak?
4) Apa rencana tindak lanjut Ibu/Bapak setelah kegiatan pelatihan ini?
h. Kunci Jawaban
1) Hasil Seminar Semarang (1988) menyepakati rumusan, bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan