BAB 3. HASIL EVALUASI STRANAS PPRG
3.2. GENDER STOCKTAKING KEMENTERIAN PENGGERAK PPRG
Keberadaan Kementerian Penggerak ditetapkan secara resmi melalui SEB 4 Menteri pada tahun 2012. Adapun masa berlaku Stranas PPRG mengikuti masa RPJMN II yaitu hingga tahun 2014. Implikasi dari hal ini adalah mandat Kementerian Penggerak untuk melaksanakan Strategi Nasional Percepatan PUG melalui PPRG secara resmi berakhir pada akhir tahun 2014. Namun demikian, atas pertimbangan pentingnya keberlanjutan pelaksanaan PUG, maka ke-empat Kementerian Penggerak masih terus melanjutkan melaksanakan hal-hal yang diperlukan agar PPRG tidak berjalan di tempat, apalagi berhenti sama sekali.
Evaluasi terhadap ke-empat Kementerian Penggerak menjadi penting dilakukan untuk menjadi dasar langkah kebijakan selanjutnya terkait percepatan pelaksanaan PUG ke depan. Berdasarkan hasil evaluasi terhadap ke-empat Kementerian Penggerak PPRG, secara umum Kementerian Penggerak telah melakukan amanat yang diberikan sesuai dengan Surat Edaran Bersama (SEB) 4 Menteri pada tahun 2012. Namun demikian masih ada beberapa amanat yang belum optimal atau bahkan belum dilakukan oleh Kementerian Penggerak.
Adapun data dan informasi yang diperoleh berdasarkan kuesioner yang telah diterima kemudian direkapitulasi untuk mendapatkan gambaran umum mengenai kondisi dan progres yang terjadi di Kementerian Penggerak. Rekapitulasi dibuat per kementerian penggerak dan memuat pernyataan-pernyataan responden terkait dasar hukum, koordinasi perencanaan, pelaksanaan, penganggaran pemantauan dan evaluasi pelaksanaan PUG melalui PPRG. Berikut disajikan rekapitulasi kementerian penggerak terkait capaiannya sesuai mandat Stranas PPRG.
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK SKOR
UNIT KERJA
TERLIBAT 1. Biro Perencanaan dan Data 2. Deputi Bidang Kesetaraan Gender 3. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat KUESIONER B - Penggerak
DESKRIPSI
H a l a m a n 27 | KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK SKOR I. PENGUATAN
DASAR HUKUM Sudah dilakukan MoU sebanyak 69 baik kepada K/L maupun lembaga terkait
Hampir semua K/L sudah menindaklanjuti MoU tersebut dengan, antara lain: - Membentuk gender focal point dan kelompok kerja PUG - Menetapkan panduan pelaksanaan PUG - Menetapkan dan menyusun kegiatan yang responsif gender
K/L yang belum memilki MoU karena adanya pergantian Kabinet dan perubahan pejabat di lingkup K/L sehingga menyebabkan adanya perubahan kebijakan;
1/1
II. PENGUATAN KOORDINASI PERENCANAAN
Waktu pelaksanaan sosialisasi: - Sosialisasi sedilaksanakan tiap triwulan sekali dengan mengikutsertakan seluruh pegawai di lingkup Kemen PP dan PA;- TOF bagi SDM Penggerak di tingkat K/L
SKPD yang menjadi penggerak PPRG di daerah tersebar di 34 Provinsi dengan focal pointnya di Bappeda dan Badan PPPA Provinsi. Unit yang menjadi penggerak PPRG dalam sosialisasi antara lain Bappeda, Badan PP PA dan Seluruh SKPD secara bertahap
Advokasi dilakukan biasanya bersamaan dengan kegiatan rapat pimpinan bersama dengan eselon I ataupun Menteri dan dilakukan secara rutin setiap bulan. Karena juga sebagai bahan evaluasi terkait pola pelaksanaan kegiatan yang akan dilakukan. Advokasi yang dilakukan berupa mendorong kepada unit eselon I/ II untuk bisa mengintervensi program dan kegiatan yang ada di K/L ataupun SKPD
Hampir semua K/L sudah mendapatkan advokasi PPRG kepada pejabat eselon I dan II. Advokasi dilakukan secara berkala, Deputi PUG sudah membagi K/L kedalam masing-masing penanggung jawabnya yang ada di keasdepan.
Advokasi dilakukan disamping juga untuk melakukan pemantauan dan evaluasi bagi K/L yang sudah melaksanakan PPRG
Advokasi dilakukan secara berkala sewaktu rapat Dengar Pendapat dan Focus Group Discussion (FGD) dengan anggota Legislatif
Mekanisme Penggerak dan Juklak PPRG sudah disusun dan sudah disosialisasikan baik kepada K/L maupun SKPD di provinsi. Sosialisasi ini sasarannya antara lain focal point gender, pejabat eselon I/ II dan Komponen Perencana di masing-masing unit
Standar fasilitator sudah ditetapkan melalui panduan. Sudah disosialisasikan pada tahun 2015 kepada K/L serta di tingkat provinsi kepada Pemda, Badan PP Prov/ Kab/ Kota, dan masyarakat. Sudah dilaksanakan di tingkat nasional/ provinsi Jumlah fasilitator yang sudah distandardisasi 78 orang
Sudah dilakukan advokasi PPRG kepada 34 Provinsi baik Kepala daerah maupun DPRD Provinsi;b. Advokasi dilakukan secara rutin oleh Asdep PUG bidang Politik. Bentuk advokasi berupa Bimtek, ToT, sosialisasi dan intervensi kebijakan dalam perubahan kebijakan
9/9
H a l a m a n 28 | KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK SKOR
PPRG sudah dintegrasikan dalam kurikulum di LAN ditunjukkan dengan adanya buku pedoman pengajaran bagi widyaiswara
III. PENGUATAN KOORDINASI PENGANGGARAN
sudah dilaksanakan pelatihan analisis gender pada level kebijakan dan NSPK di K/L dan provinsi melalui Bimtek, ToT, dan sosialisasi tentang analisis gender telah dilaksanakan di 34 provinsi dan hampir seluruh KL
Sudah dilaksanakan pendampingan penyusunan lembar ARG di K/L dan provinsi pada saat Bimtek dan ToT tentang PPRG, serta pendampingan penyusunan ARG telah dilaksanakan di 34 provinsi dan hampir seluruh KL.
Sudah dilaksanakan pelatihan penelaahan lembar ARG di K/L dan provinsi melalui Bimtek dan ToT tentang PPRG, serta pendampingan penyusunan ARG telah dilaksanakan di 34 provinsi dan hampir seluruh KL
3/3 pelaksanaan kegiatan K/L dan provinsi yang telah ada lembar ARG
1/1
VI. PENGUATAN KOORDINASI EVALUASI
Evaluasi dokumen ARG tahun sebelumnya dilakukan antara lain pada saat pendampingan dan Bimtek PPRG, terutama untuk memperbaiki kualitas GAP, GBS dan ToR untuk perencanaan tahun berikutnya
Melalui APE (Anugerah Parahita Ekapraya)
2/2
REKOMENDASI 1. Dilakukannya MoU keoada K/L yang belum.
2. Peserta sosialisasi diharapkan tidak berganti-ganti
3. Setiappeserta sosialisasi diharuskan untuk melakukan sosialisasi atau workshop di K/L atau SKPD yang bersangkutan sampai ketingkat teknis.
Total Skor Maksimal = 17 16
KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS
KEMENTERIAN BAPPENAS SKOR
UNIT KERJA
TERLIBAT
1. Biro Perencanaan, Organisasi, dan Tatalaksana 2. Biro Sumber Daya Manusia
3. Biro Umum
4. Pusat Pembinaan, Pendidikan, Pelatihan Perencana 5. Inspektur Bidang Kinerja Kelembagaan
6. Direktorat Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda, dan
Sudah dilaksanakan sosialisasi PPRG di internal Bappenas.
Sosialisasi dilakukan rutin dua kali dalam satu tahun dalam bentuk Workshop, Rapat Koordinasi
Sudah dilaksanakan sosialisasi PPRG kepada K/L pada saat
5/6
H a l a m a n 29 |
KEMENTERIAN BAPPENAS SKOR
penyusunan dokumen perencanaan (Renja K/L) pada semua K/L. Tematik ARG diintegrasikan ke dalam Pedoman trilateral meeting
Pernah dilakukan advokasi PPRG kepada Sekjen/Sesmen K/L dan Karoren K/L (pada saat Musrenbangpus), namun tidak setiap tahun Semua KLPUG diintegrasikan dalam bahan pidato Menteri PPN untuk Musrenbangnas
Tidak semua K/L melakukan advokasi PPRG saat penyusunan RKP , hanya K/L yang aktif (seperti Kementan, KUKM, Kemendagri, PU, BPOM, KPPPA, Kemenlu, Polri, Kemendes, Lemhanas, Kemenko PMK)
sudah dilaksanakan advokasi PPRG kepada pejabat eselon I dan II Bappenas tapi tidak rutin Sosialisasi, workshop, FGD
PPRG yang diintegrasikan dalam kurikulum Pelatihan Fungsional Perencana masih terbatas pada diklat non gelar dan non penjejangan
2. PENGUATAN KOORDINASI PENGANGGARAN
Instrumen penelaahan lembar ARG/GBS sudah disusun, namun belum ditetapkan dan belum dilaksanakan
1/1
3. PENGUATAN KOORDINASI PELAKSANAAN
Penelahaan Lembar ARG/GBS K/L, pada saat TM hanya mengidentifikasi kegiatan tematik ARG
Belum melakukan penelaahan lembar ARG/GBS K/L dikarenakan belum disepakatinya waktu dengan DJA dan K/L
Keterbatasan tempat sekbernas dan pendanaan, namun sudah dilakukan pengusulan anggota Sekbernas di tahun 2013 maka belum dilakukan pembentukan sekretariat PPRG Pusat (Anugerah Parahita Ekapraya/APE)
1/1
REKOMENDASI 1. Dilakukanya integrasikan dalam kurikulum Pelatihan Fungsional Perencana yang masih terbatas pada diklat non gelar dan non penjejangan
2. Dilakukannya penelaahan lembar ARG/GBS antara Bappenas, DJA Kemenkeu dan K/L terkait.
3. Disepakati tenpat Sekbernas PPRG Pusat
Total Skor Maksimal = 11 8
KEMENTERIAN KEUANGAN
KEMENTERIAN KEUANGAN SKOR
UNIT KERJA
TERLIBAT 1. Direktorat Sistem Penganggaran, DJA 2. Direktorat Anggaran I-III, DJA
KUESIONER B - Penggerak Kementerian Keuangan pada Eselon 1,2,3,4 hingga staf dalam bentuk workshop, dan FGD
Sudah dilaksanakan sosialisasi PMK RKA K/L di K/L dalam
2/5
H a l a m a n 30 |
KEMENTERIAN KEUANGAN SKOR
bentuk workshop, dan FGD
Belum dilakukan advokasi kepada Sekjen/Sesmen K/L dan Karoren K/L terkait integrasi PPRG dalam Pagu Anggaran
Belum dilaksanakan advokasi PPRG kepada pejabat eselon I dan II Kementerian Keuangan
PPRG sudah diintegrasikan dalam kurikulum diklatpim 2. PENGUATAN
KOORDINASI PENGANGGARAN
Sudah. Sejak tahun 2009 telah diatur di PMK tentang Petunjuk penyusunan dan penelaahan RKA-K/L.· Mulai tahun 2009 sudah dilaksanakan oleh K/L yang telah mendapatkan pendampingan KPPPA tentang PPRG. K/L sudah menyusun GBS pada saat penyusunan RKA-K/L.·
Penelitian lembar ARG/GBS dilakukan oleh Bappenas terhadap GBS yang telah disampaikan oleh K/L.·
Penelaahan lembar ARG/GBS pada saat proses penelaahan RKA-K/L adalah memastikan bahwa telah dilakukan penandaan ARG pada aplikasi RKA-K/L DIPA.
1/1
3. PENGUATAN KOORDINASI PELAKSANAAN
Jumlah K/L yang sudah mengimplementasikan lembar ARG/GBS pada kegiatannya tahun 2009=7, tahun 2010=11, tahun 2011=11, tahun 2012=19, 2013=19.Untuk tahun 2014 sampai 2016, tidak terdapat data di database
Sudah ada mekanisme penghargaan/ reward PPRG bagi K/L dan Provinsi/Kab/kota
1/1
REKOMENDASI I. Dilakukannya advokasi kepada Sekjen/Sesmen K/L terkait integrasi PPRG dalam Pagu Anggaran
II. Dilakukannya advokasi PPRG kepada pejabat eleson I dan II di internal Kemenkeu
III. Dilakukannya Evaluasi K/L yang telah mengimplementasikan lembar ARG/GBS pada tahun 2014
Total Skor Maksimal = 8 5
KEMENTERIAN DALAM NEGERI
KEMENTERIAN DALAM NEGERI SKOR
UNIT KERJA
TERLIBAT 1.
KUESIONER B - Penggerak DESKRIPSI
I. PENGUATAN
DASAR HUKUM Sudah dilakukan perubahan Permendagri No.54/2010 tentang pelaksanaan PP No.8/2008 tentang tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah menjadi Permendagri Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun 2015 dan sudah ditetapkan pada tanggal 8 April 2014- Belum terinformasikan mengenai sosialisasinya- Di dalam Permendagri tersebut tidak terdapat bahasan mengenai PUG/PPRG- Ditjen Keuda sebagai komponen yang memiliki kewenangan melakukan sosialisasi tersebut
3/4
H a l a m a n 31 |
KEMENTERIAN DALAM NEGERI SKOR
Setiap tahun Direktorat Jenderal Keuangan daerah melakukan revisi Pedoman Penyusunan APBD setiap tahunnya, dan setiap komponen dilibatkan serta disosialisasikan oelh Ditjen Keuda sebagai komponen yang memiliki kewenangan melakukan sosialisasi tersebut
Belum terinformasikannya apakah telah dilakukan revisi Permendagri tentang Evaluasi Kinerja- Inspektorat Jenderal sebagai komponen yang memiliki kewenangan melakukan sosialisasi tersebut
II. PENGUATAN KOORDINASI PERENCANAAN
Sudah dilaksanakan sosialisasi PPRG di Internal Kementerian Dalam Negeri melalui Biro Perencanaan Setjen Kementerian Dalam Negeri- Melalui rapat-rapat di dalam kantor
1/4
III. PENGUATAN KOORDINASI PENGANGGARAN
Belum terinformasikan 0/2
IV. PENGUATAN KOORDINASI PELAKSANAAN
Belum terinformasikan 0/3
V. PENGUATAN KOORDINASI PEMANTAUAN
Belum terinformasikan 0/1
VI. PENGUATAN KOORDINASI EVALUASI
Belum terinformasikan 0/1
REKOMENDASI Belum dapat diberikan rekomendasi karena banyaknya hal yang perlu diklarifikasi.
1. Klarifikasi terkait belum terinformasikannya terkait revisi Permendagri tentang Evaluasi Kinerja
2. Klarifikasi terhadap point III s.d VI
Total Skor Maksimal = 15 4
PENILAIAN KUESIONER K/L PENGGERAK
Klasifikasi peran K/L Penggerak dibagi menjadi tiga kelas yaitu kurang optimal, sedang, dan optimal.
NO KOMPONEN YANG DIUKUR KURANG
OPTIMAL SEDANG OPTIMAL 1 PENGUATAN DASAR HUKUM (KEMENDAGRI &
KPPA)
Peraturan √ √ √
MoU √ √ √
2 PENGUATAN KOORDINASI PERENCANAAN
Sosialisasi √ √ √
Advokasi - √ / - √
H a l a m a n 32 |
NO KOMPONEN YANG DIUKUR KURANG
OPTIMAL SEDANG OPTIMAL 3 PENGUATAN KOORDINASI PENGANGGARAN
Pelatihan Analisa Gender dan Penelaahan
lembar ARG - √ √
Instrumen penelaahan lembar ARG - √ √
4 PENGUATAN KOORDINASI PELAKSANAAN Implementasi lembar ARGpada kegiatan
Provinsi √ / - √ √
Implementasi lembar ARGpada kegiatanK/L √ / - √ √ 5 PENGUATAN KOORDINASI PEMANTAUAN
(KEMENDAGRI & KPPA)
Pemantauan pelaksanaan kegiatan-kegiatan
Provinsi dan K/L yang telah ada lembar ARG √ / - √ / - √ 6 PENGUATAN KOORDINASI EVALUASI
Pemantauan pelaksanaan kegiatan-kegiatan
K/L dan Provinsi yang telah ada lembar ARG √ / - √ / - √ Mekanisme penghargaan/ reward PPRG bagi
K/L dan Provinsi/Kab/kota √ / - √ / - √
Hasil penilaian tiap K/L Penggerak dalam pelaksanaan PPRG sesuai dengan mandat dalam Stranas PPRG yaitu:
KOMPONEN YANG DIUKUR KPPPA KEMENDAGRI BAPPENAS KEMENKEU
PENGUATAN DASAR HUKUM 1 3
PENGUATAN KOORDINASI
PERENCANAAN 9 1 5 2
PENGUATAN KOORDINASI
PENGANGGARAN 3 0 1 1
PENGUATAN KOORDINASI
PELAKSANAAN 1 0 1 1
PENGUATAN KOORDINASI
PEMANTAUAN 0 0
PENGUATAN KOORDINASI
EVALUASI 2 0 1 1
MAKSIMAL SKOR 17 15 11 8
SKOR 16 (94%) 4 (27%) 8 (73%) 5 (63%)
H a l a m a n 33 | Optimal 75% - 100% dari Skor
Sedang 50% - 74% dari Skor
Kurang Optimal dibawah 50% dari Skor