II. GAMBARAN UMUM KABUPATEN
2.1 Geografis, Topografis dan Geohidrologi
2.1.3 Geohidrologi
Potensi hidrologi Kabupaten Aceh Tenggara sangat baik, ini terlihat dengan banyaknya sungai dan hutan sebagai jaminan komunitas air. Hingga saat ini potensi ini dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari sehingga dirasakan cukup. Sumber air permukaan di Kabupaten Aceh Tenggara barasal dari beberapa mata air, sungai dan gunung.
Di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara terdapat dua buah sungai besar dan beberapa sungai kecil, yaitu sungai Lawe Alas, yang panjangnya ± 200 km dengan kedalaman rata 3 meter dan lebar rata-rata 30 meter, dan sungai Lawe Bulan. Aliran sungai Lawe Alas melalui Kecamatan Darul Hasanah, Badar, Babussalam, Bambel, Lawe Alas, Babul Rahmah, dan Babul Makmur. Pada bagian hilir, sungai ini masuk ke dalam wilayah Kabupaten Aceh Singkil. Sedangkan Lawe Bulan melintasi wilayah Kecamatan Badar, Deleng Perkison, dan Bambel serta bermuara di Sungai Alas dalam wilayah Kecamatan Bambel. Selain kedua sungai besar ini, seluruh wilayah Aceh Tenggara dilintasi banyak sungai kecil. Sungai-sungai ini berperan besar dalam pemenuhan kebutuhan air masyarakat, baik sebagai sumber air bersih (untuk kebutuhan rumah tangga, seperti untuk mandi, mencuci, dan air minum), pengairan persawahan dan lahan pertanian lainnya, serta untuk budidaya ikan.
Di samping mempunyai pengaruh positif, keberadaan sungai dimaksud juga memberikan pengaruh negatif, terutama pada saat curah hujan meningkat, sehingga mengakibatkan banjir di sekitar DAS (Daerah
Aliran Sungai). Selama ini sering terjadi banjir dan pengikisan area di sepanjang DAS yang umumnya berupa lahan pertanian dan perkebunan, serta pemukiman penduduk. Hal ini sangat merugikan masyarakat yang mendiami DAS tersebut. Daerah Aliran Sungai secara rinci dapat dilihat pada peta berikut :
Gambar 2.3.
Peta Daerah Aliran Sungai Kab. Aceh Tenggara
Ditunjang oleh keadaan topografi di Kabupaten Aceh Tenggara yang sebagian besar berbukit dan bergunung mengakibatkan banyak sungai-sungai di wilayah ini mempunyai aliran air yang cukup deras. Hidrologi di Kabupaten Aceh Tenggara dicirikan oleh sungai panjang, yaitu Sungai Lawe Alas dan anak-anak sungai (ratusan jumlahnya) yang berhulu dari banyak gunung, diantaranya Gunung Leuser, Gunung Kemiri,
Gunung Bendahara dan Gunung Perkison. Umumnya anak-anak sungai tersebut selalu berair sepanjang tahun. Kondisi topografi menyebabkan air sungai mengalir melalui celah-celah bukit dan lereng yang terjal terkadang dapat juga membentuk kantong-kantong air/embun kecil di perbukitan yang diakibatkan oleh penyumbatan pada aliran sungai.
Gambar 2.4.
Sungai Lawe Alas dan Kali Bulan Kab. Aceh Tenggara
Kawasan tangkapan air di Kabupaten Aceh Tenggara antara lain di Gunung Perkison dan Bendahara yang merupakan sumber air bagi sungai-sungai yang mengalir ke pantai Timur. Selain untuk pengairan dan fasilitas perhubungan, sungai-sungai yang ada dipakai pula untuk saluran pembuangan air kotor dan air hujan. Keadaan sungai-sungai di Kabupaten Aceh Tenggara dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.2.
Sungai-sungai Utama di Kab. Aceh Tenggara
No. Nama Sungai Hulu Muara Keterangan
1 Lawe Alas Gn. Leuser Singkil Arus deras dan banyak ikan.
2 Lawe Mamas Gn. Leuser Lawe Alas Arus deras dan besar.
3 Lawe Pungga Gn. Leuser Lawe Alas Arus tidak deras
4 Lawe Geger Gn. Perkison P.Cingkam
-5 Lawe Natam Gn. Perkison Lawe Alas
-6 Lawe Sikap - Gulo
-7 Lawe Buuk - Tanjung
-8 Lawe Bulan Gn. Perkison Terutung Payung,
Lawe Alas
Arus sedang
9 Lawe Kinga - -
-10 Lawe Kisam - Lawe Alas
-11 Lawe Pangkat - Tanjung lama
-12 Lawe Rutung - Kutacane lama
-13 Lawe Sempilang - Kutacane Lama
-Sungai Lawe Alas
Sumber : RTRW Kutacane Sumber : RTRW Kutacane
Berdasarkan aspek geologi dan struktur tanah di wilayah Perencanaan Kota Kutacane, sifat batuan yang terkandung dalam struktur geologi tersebut memiliki beberapa bagian yang mengandung sumber air cukup tinggi karena di dalam lapisan batuan tersebut terdapat lapisan pasir, kerikil yang pada umumnya merupakan lapisan produktif. Keadaan hidrologi di Kota Kutacane terdiri dari air tanah, air sumur dan air sungai.
Air tanah yang mengalir di wilayah perencanaan Kota Kutacane berasal dari daerah pegunungan lipatan sebelah utara sebagai hasil peresapan air hujan atau air permukaan yang mengalir ke bawah permukaan tanah sehingga membentuk suatu aliran air bawah tanah.
Di daerah Kota Kutacane dan daerah sekitarnya disamping terdapat sumber air tanah, juga terdapat sumber air lainnya, yaitu berupa air sumur, air sungai dan air hujan. Air ini sangat membantu mencukupi sebagian besar penduduk kota untuk dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-harinya terutama bagi penduduk yang belum mendapatkan pelayanan dari perusahaan Air Minum Tirta Agara. Hampir semua air sumur di wilayah Perencanaan Kota Kutacane dapat dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Kedalaman sumur rata-rata berkisar antara 3 sampai 6 meter. Air sumur di wilayah perencanaan Kota Kutacane mengalami kekeringan pada musim kemarau terutama di Kecamatan Badar.
Di wilayah Kota Kutacane terdapat beberapa buah sungai yang mengalir dari Utara ke Selatan. Sungai-sungai tersebut adalah Sungai
Lawe Alas yang merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Lawe Alas dan merupakan sungai besar yang memiliki lebar antara 50 m sampai 100 m yang berlokasi disebelah Barat dari wilayah perencanaan.
Sungai-sungai lainnya merupakan anak-anak sungai dari sungai Lawe Alas yaitu Sungai Lawe Kisam, Lawe Rutung, Lawe Bulan dan Kemijin, sungai-sungai tersebut bersatu dengan Sungai Lawe Kisam di daerah Kecamatan Bambel dan kemudian bermuara di Sungai Lawe Alas. Sebagian besar penduduk yang tinggal di sekitar sungai mempergunakan air sungai tersebut untuk mandi dan mencuci.