1. Pengertian GPS
Menurut Supriono (2010), GPS atau singkatan dari Global Positioning System merupakan suatu teknologi pemantau posisi di bumi yang memanfaatkan teknologi satelit. Untuk menjalankan sistem ini, selain satelit GPS juga dibutuhkan perangkat penerima sinyal GPS (GPS receiver). GPS receiver inilah yang berfungi sebagai titik tujuan yang menentukan lokasi bumi.
Menurut Puntodewo et al., (2003) pada survei untuk fitur line dilakukan pada survei jalan, sungai atau juga perencanaan untuk saluran air dan batas wilayah dengan menggunakan GPS. Sementara data poligon atau area dapat dilakukan pada survei untuk landuse, survei untuk perencanaan wilayah lindung dan banyak lagi. Kemudahan teknologi menjadi faktor penunjang lainnya sehingga penggunaan GPS menjadi pilihan yang paling mudah dalam mengambil data GPS. Saat ini GPS terkoneksi dengan software GIS sehingga bisa mempermudah pengolahan data dari GPS untuk langsung menjadi data digital peta dalam software GIS. Setelah data GPS dikonversi dalam peta digital, langkah selanjutnya adalah menambahkan database sebanyak mungkin yang dilakukan dengan menggunakan software GIS.
2. Cara Kerja dan Langkah-Langkah Menggunakan GPS
Menurut Suryowidiyanto (2008), sebuah receiver GPS bekerja dengan mengukur jarak kearah tiga atau lebih satelit yang ada dalam bidang pandangnya. Receiver mengetahui tempat tiap satelit berada, kapanpun juga karena memiliki almanak (seperti kalender) dalam memorinya.
Untuk mengukur jarak ke suatu tempat yang sangat jauh jaraknya, GPS melakukan dengan mengatur waktu berapa lama sinyal tiba dari satelite dan kemudian menghitung jaraknya berdasarkan kecepatan sinyal radio tersebut. GPS membaca kode dan menghitung perbedaan antara waktu keberangkatan dan kedatangannya sinyal saat meninggalkan satelit.
Berikut merupakan langkah dalam menggunakan GPS : a) Tekan dan tahan untuk menghidupkan unit atau mematikan, b) Tekan dan lepaskan untuk menyesuaikan lampu nyala dan mati,
c) Tekan atas, bawah, kiri, atau kanan untuk menyorot pilihan dan untuk memasukan data, atau memindahkan peta panah,
d) Tekan untuk memperbesar atau memperkecil pada halaman peta, e) Tekan untuk menggulir ke atas atau kebawah daftar pada halaman lain, f) Tekan dan lepaskan untuk siklus melalui halaman utama,
g) Tekan dan tahan untuk menghidupkan atau mematikan kompas, h) Tekan dan tahan setiap saat untuk melihat menu menemukan, i) Tekan terus selama mob,
j) Tekan dan tahan untuk melihat opsi halaman, k) Tekan dua kali untuk melihat menu utama,
l) Tekan dan tahan setiap saat untuk menandai lokasi anda saat ini,
m) Tekan dan lepaskan untuk masuk disorot pilihan, data atau mengkonfirmasi pada pesan layar,
n) Tekan dan tahan untuk membatalkan entri data atau keluar dari halaman.
3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Akurasi Receiver
Menurut Marine (2005), ada beberapa faktor yang secara tetap mempengaruhi akurasi perhitungan GPS terhadap koordinat suatu posisi.
Tabel 1. Perkiraan Kesalahan GPS
Faktor-faktor yang mempengaruhi receiver GPS No Jenis/sumber kesalahan Tingkat akurasi (m)
1 Kesalahan Receiver 1.2
2 Kesalahan Availibility 7.5
3 Kesalahan jam satelit 0.6
4 Kesalahan Atmosfer (ionosfer) 3.6
5 Selective Ephmeris 0.6
Berikut penjelasan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keakurasian sebuah receiver GPS :
a) Kesalahan Receiver, jam direceiver selalu memiliki kesalahan lebih dibanding akurasi jam satelit. Kesalahan ini cukup signifikan, akan tetapi diimbangi dengan melakukan triangulasi 4 satelit.
b) Selective Avaibilility (SA) yang mengembangkan sistem secara intensif dan berselang-seling mengacak dengan sinyal satelit. Sehingga kita tidak pernah tahu kapan receiver GPS kita memberi posisi akurat dan kapan tidak akurat, pengacakan semacam ini disebut Selectif Availibility (SA). Tujuannya agar masyarakat umum dan militer asing tidak bisa menggunakan GPS untuk mendapatkan lokasi yang sangat akurat.
c) Kesalahan jam satelit, satelit memiliki jam atom yang sangat akurat, tetapi selalu ada batas kesalahan yang kecil.
d) Gangguan atmosfer, perubahan tetap dalam lapisan lonosfer di atmosfer bumi mempercepat atau memperlambat sinyal, karena itu membuat perhitungan jarak sedikit tidak tepat.
e) Kesalahan Ephemeris, tiap posisi satelit dapat berubah dari orbit yang dihitung disebabkan oleh tarikan gravitasi dari matahari dan bulan. Satelit tersebut dimonitor oleh stasiun kontrol oleh militer AS dan biasanya selalu dikoreksi
Sumber kesalahan yang berbeda, yang tidak dikontrol karena satu atau lain sebab, disebabkan oleh konfigurasi satelit. Ingat bahwa triangulasi menjadi paling akurat jika titik-titik tempat melakukan triangulasi berada pada sudut yang lebar satu sama lain relatif ke tempat berdiri. Jika semua satelit berkelompok di satu tempat di angkasa, perhitungan posisi tidak akan seakurat jika satelit-satelit tersebut tersebar secara luas. Masing-masing dari 24 satelit GPS bergerak dalam orbitnya sendiri atau memiliki garis edar mengelilingi bumi, sehingga satelit-satelit tersebut selalu mengubah konfigurasi di angkasa. Ketika satelit tersebut dikonfigurasikan sehingga beberapa berada dalam bidang pandang receiver dan tersebar melintasi angkasa, lokasi yang dihitung akan sangat akurat.
4. Ketelitian GPS
Akurasi atau ketepatan perlu mendapat perhatian bagi penentuan koordinat sebuah titik atau lokasi. Koordinat posisi ini akan selalu mempunyai faktor kesalahan yang lebih dikenal dengan tingkat akurasi. Misalnya alat tersebut menunjukkan sebuah titik koordinat dengan akurasi 3 meter, artinya posisi sebenarnya bisa berada di mana saja dalam radius 3 meter dari titik koordinat (lokasi) tersebut. Makin kecil angka akurasi, maka posisi alat akan menjadi semakin tepat.
GPS tipe navigasi hanya cocok untuk pengukuran dalam pembuatan peta dengan skala diatas 10.000. Jika peta yang dihasilkan menggunakan skala dibawah 10.000 maka harus menggunakan GPS tipe geodetik dengan ketelitian yang lebih tinggi, terutama jika pengambilan titik (point) tidak berada diruang terbuka. Hal ini dikarenakan faktor ketelitian data yang dihasilkan,
semakin tinggi tingkat ketelitian GPS maka semakin tinggi pula presisi ketelitian data yang didapatkan.
5. Memilih GPS yang Tepat
Menurut Suryowidiyanto (2008), banyak sekali jenis navigasi yang disediakan oleh pasar, dari berbagai macam pabrik hingga berbagai macam fitur yang disediakan. Hal ini bisa membuat seorang pemula menjadi bingung dalam memilih. Kebutuhan masing-masing pengguna tidaklah sama, sehingga hanya pengguna yang dapat menentukan pilihannya, orang lain hanya dapat memberikan informasi atau berbagi pengalaman saja.
Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam memilih GPS. a) Kemudahan dalam download dan upload data.
b) Tingkat ketelitian GPS.
c) Menggunakan Support basemap atau tidak. d) Tingkat sensitifitas GPS.
e) Ketersediaan memory external. f) Ukuran layar.
g) Kemudahan operasi.
h) Fasilitas kompas GPS dan Altimeter.
i) Jumlah tracklog dan waypoint yang bisa direcord dalam GPS.