BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
4.7 Golongan obat yang diresepkan selama kehamilan
Berdasarkan 333 kartu rekam medis pasien ibu hamil di Poliklinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Royal Prima Medan didapatkan golongan obat yang paling sering diresepkan pada ibu hamil yaitu golongan vitamin sebanyak 386 obat (64,66%), obat anti anemia 118 obat (19,76%) dan gastrointestinal 21 obat (3,52%). Data dapat dilihat pada Tabel 4.7.
Tabel 4.7 Golongan obat yang diresepkan selama kehamilan
No Jenis Obat Kategori Jumlah Persentase (%) Tabel 4.7 Golongan obat yang diresepkan selama kehamilan (lanjutan)
2 Anti Anemia 118 19,76
Kardiovaskular 4 0,67
Nifedipine C 4 0,67
Gastrointestinal 21 3,52
Omeprazol
Hasil penelitian tidak jauh berbeda dengan penelitian Ginting (2015) yang menggunakan obat vitamin sebanyak 446 (49,66%), obat anti fungi sebanyak 85 (9,46%) dan obat anti anemia sebanyak 72 (8,02%).
Selama kehamilan vitamin merupakan faktor utama dalam mempertahankan kesehatan dan bermanfaat untuk melahirkan janin yang sehat.
Ibu hamil membutuhkan vitamin A untuk pertumbuhan, vitamin B12, vitamin B2, untuk menghasilkan energi. Vitamin B6 berguna untuk mengatur penggunaan protein oleh tubuh dan vitamin B12, serta asam folat berguna untuk pembentukan sel-sel lain. Selain itu juga, ibu hamil membutuhkan vitamin C dan vitamin D (Muskibin, 2005).
Pemberian zat besi pada ibu hamil merupakan salah satu syarat pelayanan kesehatan K4 pada ibu hamil. Cakupan K4 adalah jumlah ibu hamil yang telah memperoleh pelayanan antenatal sesuai dengan standar paling sedikit empat kali sesuai jadwal yang dianjurkan. Dimana jumlah suplemen zat besi yang diberikan selama kehamilan ialah sebanyak 90 tablet (Fe3+). Zat besi merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel darah merah (hemoglobin). Selain digunakan untuk pembentukan sel darah merah, zat besi juga berperan sebagai salah satu komponen dalam membentuk mioglobin (protein yang membawa oksigen ke otot), kolagen (protein yang terdapat pada tulang, tulang rawan, dan jaringan penyambung), serta enzim. Zat besi juga berfungsi dalam sistem pertahanan tubuh. (Depkes RI, 2014).
4.8 Kategori Obat Berdasarkan Risiko Terhadap Janin
Berdasarkan 333 kartu rekam medis pasien ibu hamil di Poliklinik Obstetri
obat diperoleh bahwa kategori tertinggi obat berdasarkan resiko terhadap janin adalah kategori A dengan jumlah 504 obat (84,42%), kategori B dengan jumlah 64 obat (10,72%) dan kategori C dengan jumlah 26 obat (4,36%). Berikut ini tabel data pasien ibu hamil berdasarkan kategori resiko terhadap janin.
Tabel 4.8 Kategori obat berdasarkan kategori resiko terhadap janin
Kategori Jumlah Obat Persentase (%)
A
Penelitian yang di lakukan oleh Ginting (2015),kategori tertinggi di instalasi rawat jalan RSU Bunda Thamrin Medan adalah kategori A dengan jumlah 469 obat (52,28%), kategori B dengan jumlah 249 obat (27,75%) dan kategori C dengan jumlah 177 obat (17,73%).
Indonesia masih mengacu pada sistem klasifikasi yang telah ditetapkan oleh FDA. Beberapa monograf obat di Indonesia masih menggunakan klasifikasi A,B,C,D dan X, dimana kategori A dianggap sebagai obat yang paling aman untuk wanita hamil, sedangkan X adalah yang paling tidak aman dan tidak dianjurkan untuk digunakan pada kehamilan (Christianty,2012).
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 333 kartu rekam medis psien ibu hamil di Poliklinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Royal Prima Medan tahun 2016 dapat disimpulkan bahwa jumlah penggunaan obat pada pasien ibu hamil dengan rata-rata 1,79 obat selama masa kehamilan, golongan obat yang paling banyak digunakan pada pasien ibu hamil adalah golongan vitamin dengan jumlah 386 obat (64,66%) dan penggunaan obat yang paling banyak digunakan menurut kategori FDA adalah kategori A dengan jumlah 504 obat (84,42%).
5.2 Saran
Berdasarkan pelaksanaan dan hasil penelitian di Rumah Sakit Royal Prima disarankan perlu dilakukan penelitian mengenai penggunaan obat oleh ibu menyusui.
DAFTAR PUSTAKA
Almatsier, S. (2009). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Hal.100.
Almatsier S, Susirah S, Moesijanti S. (2011). Gizi Seimbang Dalam Daur Kehidupan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal. 159-195.
Aritonang, E. (2010). Kebutuhan Gizi Ibu Hamil. Bogor: IPB Press. Hal. 89 As’ad, S. (2002). Gizi Kesehatan Ibu dan Anak. Makassar : Proyek Peningkatan
Penelitian Pendidikan Tinggi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depertemen Pendidikan Nasional. Hal. 3-11
Badan Pusat Statistik (BPS). (2016). Profil Kesehatan Ibu dan Anak 2015. Hal.
65-67.
Barasi, M. (2009). At a Glance Ilmu Gizi. Jakarta: Penerbit Erlangga. Hal. 80-81 Briggs G., Freeman R.K., Yaffe S.J,. (2002). Drugs in Pregnacy and Lactation
sixth edition, Philadelphia : Lippincott Williams & Wilkins. Hal. 10 Christianty, F.M. (2012).Penggunaan Obat Selama Kehamilan Tinjauan dari
Aspek Risk and Benefit Ratio. Jurnal. Jember Fakultas Farmasi Universitas Jember, Jember. Hal. 4.
Departemen Kesehatan RI. (2006). Pedoman Pelayanan Farmasi Untuk Ibu Hamil dan Keluarga Berencana. Hal. 27.
Departemen Kesehatan RI. (2014). Profil Kesehatan Indonesia 2014. Hal 80 Ginting, P.A. (2016). Profil Penggunaan Obat Pada Pasien Ibu Hamil di Instalasi
Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Bunda Thamrin Medan Periode Januari 2015- Desember 2015.Skripsi. Medan: Fakultas Farmasi Utara. Hal 25,34-36.
Hauser, A.R.(2007). Antibiotic Basic For Clinicans : Choosing The Right Antibacterial Agent. London: Lippincott Wilkins. Hal. 24,32.
Hayes, E., dan Kee, J. (1996). Farmaskologi Pendekatan Proses Keperawatan.Cetakan Pertama. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. Hal. 606.
Kusumawati, E. (2010).Hubungan Pengetahuan Primigravida Tentang Kehamilan Dengan Kecemasan Dalam Menghadapi Kehamilan Trisemester 1 di Bps
Fathonah Wn. Skripsi. Surakarta : Program Studi DIV Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Hal. 18-19.
Kusumawati, Y. (2006). Faktor-faktor Resiko Yang Berpengaruh Terhadap Persalinan Dengan Tindakan (Studi Kasus di RS dr. Moerwadi Surakarta.
Tesis. Surakarta: Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro Semarang. Hal. 22.
Lacy, C.F., Armstrong, L.L., Goldman, M.P., Lance, L.L. (2008). Drug Information Handbook A Comprehensive Resource for All Clinicians and Healthcare Professionals 17th edition. USA: Lexi-Comp. Hal. 198-203 Manuaba, I.A., Ester M., (2008). Gawat Darurat Obstetri Ginekologi Dan
Obstetri Ginekologi Sosial Untuk Profesi Bidan. Jakarta: EGC. Hal 96 Medidata. (2015). MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi. Edisi 15. Jakarta: PT.
Buana Ilmu Populer. Hal. 53
Muskibin, I. (2005) Ibu Hamil dan Melahirkan.Cetakan Pertama. Yogyakarta:
Mitra Pustaka. Hal. 224.
Notoatmodjo, S. (2010).Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rikena Cipta.
Hal. 27.
Nugrahini, D. (2009). Evaluasi Penggunaan Obat Pada Pasien Ibu Hamil DI Poliklinik Obstetri dan Ginekologi RSUD Dr. Moewardi Surakarta Tahun 2008.Skiripsi. Surakarta: Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah, Surakarta. Hal. 14
Nursalam. (2009). Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pedoman Skripsi, Tesis Dan Instrumen Keperawatan.
Edisi II. Jakarta: Salemba Medika. Hal. 80-89.
Pantikawati, I. (2010). Asuhan Kebidanan 1 (kehamilan). Yogyakarta : Tuya Medika. Hal. 8-9.
Prawirohardjo, S. (2010).Ilmu Kebidanan. Jakarta: YSB-SP. Hal. 279.
Pudjiadi, S. (2001). Ilmu Gizi Klinis pad Anak. Edisi Keempat. Jakarta : Buku Kedokteran EGC. Hal. 58
Rukiyah, Yulianti, Maemunah, Susilawati. (2011) Asuhan Kebidanan (kehamilan), Trans Info Media. Jakarta. Hal. 67
Saifudin, A. (2001). Buku Acuan Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta. Hal. 88
Sartono. (2005). Obat dan Wanita. Bandung: Penerbit ITB. Hal 6.
Sukandar, E.Y., Andrajati R., Sigit I.J., Adnyana .I.k., Adji A.P.S., dan Kusnandar. (2013). ISo Farmakoterapi. Edisi Kedua. Penerbit: PT.ISFI Penerbitan-Jakarta. Hal. 375
Suririnah. (2008). Buku Pintar Kehamilan Dan Persalinan.Jakarta: Penerbit PT.
Gramedia Pustaka Utama. Hal. 92-93.
Zeztra Van der woude, PA, Vroegop, S.Bos,J. DeJong- Van den Berg,LT (2012).
A Population Analysis of Prescription For Asthma Medication During Pregnancy. American Academy of Allergy, Asthma and Immunology.131 (3): 711.
Lampiran 1. Surat Ethical Clearence
Lampiran 2. Surat Izin Penelitian
Lampiran 3. Surat Keterangan Selesai Penelitian
Lampiran 4. Data pasien ibu hamil di poliklinik obstetrik dan ginekologi Rumah Sakit Royal Prima Medan tahun 2016
No No. Rekam Medis usia pasien (tahun ) Usia Kehamilan
(minggu) Paritas Obat Dosis
9 004069 29 30--32
20 007709 28 27--29
32 008200 34 35--36
32--33
54 012754 26 26--27
65 015647 28 26--27
75
84
94 020004t 26 14--15
106
Primigravida Promavit Ossoral
1x1
116 021193 33 23--24 Multigravida Promavit 1x1 BPJS
126 022000 27 28--29 Multigravida Folamil Genio 1x1 BPJS
136
Primigravida Promavit Ossoral
1x1
147 023201 29 10--11
157 023504 26 22--23 Primigravida Etabion 1x1 BPJS
169 024264 35 19--20
Multigravida Etabion Promavit
1x1
179 024653 26 14--15
190 025274 26 6--7
199 025561 29 6--7
Secundagravida Promavit Etabion
1x1
208 026075 33 16--18
Multigravida Promavit Etabion
1x1
218 026433 24 14--15 Primigravida Promavit 1x1 BPJS
1x1
244 028597 24 23--24 Primigravida Piridoxin Hcl 1x1 BPJS
258
268 035220 30 4--5 Secundagravida Folamil Genio 1x1 Umum
276 036498 29 36--37 Secundagravida Folamil Genio 1x1 Asuransi
277 036545 33 16--18 Secundagravida folamil genio 1x1 Umum
ondansetron 2x1
Primigravida Becom C Promavit
1x1
291 037941 39 37--38 Multigravida Promavit 1x1 BPJS
302 040538 39 26--28 Multigravida Promavit 1x1 BPJS
317 044092 35 28--30 Multigravida Folamil Genio 1x1 Umum
AsamTraneksamat ondansetron
Promavit
3x1 1x1
2x1
330 045218 29 34--36 Secundagravida Folamil genio 1x1 Umum
331 045220 35 36--37 Multigravida Folamil genio 1x1 BPJS
332 045339 21 6--8 Primigravida Folamil genio 1x1 Umum
333 045779 29 30--32
Secundagravida
calcifar plus Promavit
1x1
1x1 BPJS