pelanggaran BMPK sebagaimana ketentuan yang diatur oleh Bank Indonesia.
Adapun penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana besar posisi 31 Desember 2015 adalah sebagai berikut:
Penyediaan Dana Jumlah Nominal
(Rupiah)
Kepada Pihak Terkait 6,319,603,795
Kepada Debitur Inti: 5,955,106,225,687
Individu 247,140,845,471
Group 5,707,965,380,216
X TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN DAN NON KEUANGAN BANK, LAPORAN PELAKSANAAN GCG DAN PELAPORAN INTERNAL
Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan Bank Victoria mengacu dan tunduk pada ketentuan dan peraturan perbankan yang berlaku, dengan memperhatikan dan menerapkan prinsip kehati – hatian melalui prinsip mengenal nasabah maupun pengelolaan risiko operasional, risiko hukum dan risiko reputasi sesuai peraturan dan pedoman yang telah dimiliki Bank.
Bank Victoria telah mengungkapkan kondisi keuangan dan non keuangan secara lengkap dalam Laporan Publikasi dan Laporan Tahunan maupun laporan lainnya.
Akses Informasi dan Data Perusahaan
Bank Victoria telah menyediakan informasi kepada stakeholders yang memungkinkan Stakeholders menggunakan haknya. Penyebaran informasi Bank antara lain dilakukan melalui media sebagai berikut: 1. Media elektronik seperti situs dan email ([email protected]) untuk menyampaikan informasi
yang relevan termasuk laporan tahunan. Stakeholders yang ingin mendapatkan informasi Terkait Bank secara berkala melalui email tersebut dapat mendaftarkan identitas dan alamat email pada mailing list melalui situs Bank Victoria (www.victoriabank.co.id)
2. Dalam situs www.victoriabank.co.id juga telah disediakan bagian khusus informasi Pemegang saham, berbagai laporan dan publikasi yang dengan mudah dapat diunduh oleh Stakeholders.
3. Informasi mengenai perkembangan harga saham Bank Victoria dapat diakses melalui website Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id).
4. Informasi melalui media lainnya, antara lain email, majalah/ buletin internal, poster dan banner. Informasi-informasi yang disajikan dalam website senantiasa diperbaharui secara berkala.
Shares Option
Shares option adalah opsi untuk membeli saham oleh anggota Dewan Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif yang dilakukan melalui penawaran opsi saham dalam rangka pemberian kompensasi yang telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham. Sampai dengan 31 Desember 2015, Bank Victoria tidak melakukan shares option.
Buy Back Share dan Buy Back Obligasi Bank
Buy Back Shares atau Buy Back obligasi adalah upaya Bank untuk mengurangi jumlah saham atau obligasi yang telah diterbitkan Bank dengan cara membeli kembali saham atau obligasi tersebut yang tata cara pembayarannya dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sampai dengan 31 Desember 2015, tidak terdapat buy back shares maupun buy back obligasi yang dilakukan oleh Bank.
Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah
Rasio gaji tertinggi dan terendah antara Dewan Komisaris, Direksi, Tim Manajemen dan Karyawan Bank Victoria selama2015 tergambar dari tabel di bawah berikut.
Good Corporate Governance2015
Uraian Rasio
Gaji pegawai tertinggi dan terendah 18 : 1 Gaji Direksi tertinggi dan terendah 2 : 1 Gaji Komisaris tertinggi dan terendah 2 : 1 Gaji Direksi tertinggi dan Pegawai Tertinggi 2,5 : 1
Hubungan (Komunikasi) Investor dan Media
Bank Victoria berusaha membangun komunikasi dengan para stakeholders melalui berbagai media termasuk Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), publikasi Laporan Keuangan baik triwulanan maupun tahunan, menyelenggarakan public expose merupakan salah satu media yang dimanfaatkan oleh Bank Victoria, baik informasi keuangan maupun non keuangan. Selain itu, Bank Victoria secara rutin memiliki situs www.victoriabank.co.id yang dapat diakses untuk memperoleh informasi lainnya.
Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing System)
Bank telah mengimplementasikan sistem pelaporan pelanggaran (whistleblowing policy) melalui kebijakan dan mekanisme whistleblowing yang diterapkan Bank sebagai rangkaian dari kebijakan dan prosedur anti
fraud.
Dalam rangka meningkatkan efektifitas penerapan sistem pengendalian fraud dan mendeteksi kejadian
fraud, Bank menetapkan kebijakan whistleblowing yang merupakan kebijakan terpisah dari Pedoman Penyelesaian Pengaduan Nasabah. Kebijakan whistleblowing merupakan bentuk komitmen Bank dalam menerapkan strategi anti fraud dan sebagai panduan bagi stakeholders dalam mekanisme pengaduan pelanggaran dan menjamin adanya proteksi bagi pelapor.
Bank berkewajiban menerima pengaduan pelanggaran baik dari pihak internal maupun eksternal termasuk mantan karyawan Bank. Pengaduan pelanggaran tersebut wajib diselesaikan oleh Bank baik dari pelapor yang mencantumkan identitasnya dengan jelas dan benar ataupun yang bersifat tanpa identitas namun disertai dengan bukti awal adanya pelanggaran.
Pengelolaan Whistleblowing System
Pengaduan pelanggaran dikelola oleh Unit Anti fraud sebagai unit sebagai tim Whistleblowing System
yang berada didalam Biro Hukum dan Remedial dan bertanggung jawab secara langsung kepada Direktur Utama serta memiliki jalur komunikasi secara langsung kepada Dewan Komisaris.
Berdasarkan mekanisme whistleblowing yang diterapkan Bank, setiap pengaduan pelanggaran akan diverifikasi oleh Unit Anti Fraud dalam laporan tertulis yang ditujukan kepada Direktur Utama dan atau Dewan Komisaris secara langsung atau melalui Kepala Divisi Biro Hukum & Remedial. Apabila hasil verifikasi menunjukkan adanya indikasi pelanggaran yang disertai dengan bukti-bukti yang cukup, maka pengaduan akan diproses ke tahap investigasi sesuai jenis pengaduan dan pelaku pelanggaran.
Pelaku pelanggaran yang telah terbukti berdasarkan hasil investigasi, akan diproses sesuai dengan peraturan yang berlaku dan apabila terbukti adanya pelanggaran oleh pegawai yang mengarah ke tindak pidana, maka akan dilanjutkan proses hukum yang berlaku kepada lembaga penegak hukum dengan Direksi sebagai pejabat penyerah perkara. Pemantauan tindak lanjut dan penyampaian tanggapan atas pengaduan pelanggaran akan dilakukan oleh Unit Anti Fraud.
Dalam rangka perlindungan terhadap pelapor (whistleblower protection), Bank akan memberikan perlindungan penuh baik untuk pihak internal maupun eksternal Bank, baik bagi pelapor maupun saksi yang berpartisipasi dalam proses investigasi, penyelidikan dan penyidikan termasuk sidang terhadap perkara yang menjadi perhatian publik. Kerahasiaan identitas pelaporan hanya dimungkinkan untuk diungkapkan apabila diperlukan dalam proses investigasi lanjutan dan untuk mematuhi hukum dalam proses penyidikan pihak berwajib.
Penanganan Pelaporan Pelanggaran
Apabila pelaporan yang diterima terindikasikan pelanggaran Fraud, maka penerima laporan Tim Anti Fraud dan Direktur Utama, memberikan inisiasi kepada Tim Anti-Fraud. Sedangkan, jika Pelaporan yang