• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual dapat dinilai dengan

Goodness of Fit-nya. Secara statistik setidaknya ini dapat diukur dari nilai koefisien

determinasi, nilai statistik F dan nilai statistik t. Perhitungan statistik disebut signifikan

secara statistik apabila nilai uji statistiknya berada dalam daerah kritis (daerah dimana H0

ditolak), sebaliknya disebut tidak signifikan bila nilai uji statistiknya berada dalam daerah

92 4.3.5.1. Uji t

Uji t dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh satu variabel

independen (harga dan kualitas produk) secara individual dalam menerangkan variabel

dependen (keputusan pembelian). Hasil uji t pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel 4.10.

a. Variabel Harga

H0 : b1 = 0 : Harga tidak berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan

pembelian.

H1 : b1 ≠ 0 : Harga berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan

pembelian.

Hasil pengujian dengan SPSS diperoleh untuk variabel X1 (harga) diperoleh nilai t

hitung = -0.082 dengan tingkat signifikansi 0.393. Dengan menggunakan batas

signifikansi 0.05, nilai signifikansi tersebut berada di atas taraf 5%, yang artinya

harga secara partial tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Berarti H0

93

b. Variabel Kualitas Produk

H0 : b2 = 0 : kualitas produk tidak berpengaruh positif signifikan terhadap

keputusan pembelian

H2 : b2 ≠ 0 : kualitas produk berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan

pembelian

Hasil pengujian dengan SPSS diperoleh untuk variabel X2 (Kualitas produk)

diperoleh nilai t hitung = 3.290 dengan tingkat signifikansi 0.001. Dengan

menggunakan batas signifikansi 0.05, nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari

taraf 5%, yang artinya kualitas produk secara partial berpengaruh terhadap

keputusan pembelian. Berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, maka

Hipotesis kedua diterima.

Dari hasil regresi linear berganda dan uji t pada tabel 4.14 menunjukkan bahwa

kelima koefisien regresi tersebut bertanda positif dan signifikan. Dari model regresi tersebut

dapat dijelaskan lebih lanjut yakni sebagai berikut:

1. Variabel Harga (X1) secara partial tidak berpengaruh terhadap Keputusan

Pembelian (Y) dengan nilai regresi -0.082 dan nilai t hitung = -0.858 dengan

tingkat signifikansi 0.393.

2. Variabel Kualitas Produk (X1) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap

Keputusan Pembelian (Y) dengan nilai regresi 0.316 dan nilai t hitung = 3.290

94 4.3.5.2. Uji F

Hasil perhitungan parameter model regresi secara bersama-sama sebagai berikut :

Tabel 4.11

Hasil Analisis Regresi Secara Bersama-sama ( Uji F)

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 124.261 2 62.131 5.841 .004a

Residual 1031.739 97 10.636

Total 1156.000 99

a. Predictors: (Constant), KuaProduk, Harga b. Dependent Variable: KepPembelian

Sumber : Data Primer yang diolah, 2015

Uji F digunakan untuk menguji ada tidaknya pengaruh variabel-variabel independen

terhadap variabel dependen secara simultan (bersama-sama). Hasil uji F dapat dilihat pada

Lampiran F. Dikaitkan dengan hipotesis yang diajukan, yaitu:

a. H0 : b1, b2 = 0 berarti tidak ada pengaruh yang signifikan dari harga dan kualitas

produk terhadap keputusan pembelian.

b. Ha : b1, b2 ≠ 0 berarti ada pengaruh yang signifikan dari harga dan kualitas produk,

terhadap keputusan pembelian.

c. Pengujian pengaruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikatnya

dilakukan dengan menggunakan uji F. Hasil perhitungan statistik menunjukkan nilai F

hitung = 5.841 dengan signifikansi sebesar 0,004 < 0,05. Hal ini berarti bahwa semua

variabel independen (harga dan kualitas produk) secara bersama-sama mempunyai

95 4.3.5.3. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model

dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol

dan satu (Ghozali, 2001). Nilai koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel 4.12 dibawah

ini: Tabel 4.12 Koefisien Determinasi (R2) Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .328a .107 .089 3.26136

a. Predictors: (Constant), KuaProduk, Harga b. Dependent Variable: KepPembelian

Sumber : Data Primer yang diolah,2015

Hasil perhitungan dengan menggunakan program SPSS versi 21 dapat diketahui

bahwa koefisien determinasi (adjusted R Square) yang diperoleh sebesar 0,089. Hal ini

berarti bahwa variabel indepanden (harga dan kualitas produk) yang diteliti memiliki

pengaruh kontribusi sebesar 89% terhadap variabel keputusan pembelian, sedangkan 11%

96 4.4. Pembahasan

Pengaruh masing-masing variabel independen (harga dan kualitas produk) dan variabel

dependen (keputusan pembelian) dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Pengaruh Harga Terhadap Keputusan Pembelian

Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa harga tidak memiliki pengaruh positif dan

signifikan terhadap keputusan pembelian. Hal ini bertolak belakang dengan teori dan

hasil penilitian yang mengemukakan bahwa variabel harga berpengaruh positif dan

signifikan terhadap keputusan pembelian. Seperti teori dan hasil penelitian yang

dikemukan oleh :

1. Menurut Kotler dan Amstrong (2001) harga adalah sejumlah nilai yang dibebankan

atas suatu produk, atau jumlah dari niali yang ditukar konsumen atas manfaat –

manfaat karena memiliki atau menggunakan produk tersebut. Dalam penelitian ini

harga adalah kemampuan seseorang dalam menilai suatu barang dengan satuan alat

ukur rupiah untuk dapat membeli produk yang ditawarkan.

2. Aditya Pradana (2010) dengan judul penelitian “Analisi Pengaruh Harga, Kualitas

Produk, Desain Produk dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Mobil Toyota

(Study Pada Pembeli – Pengguna Mobil Toyota Avanza di Semarang). Hasil analisis

dari penelitian ini mengemukakan bahwaa variabel harga berpengaruhh positif dan

97

3. Septhani Rebeka Larosa (2011) dengan judul penelitian “Analisis Pengaruh Haraga,

Kualitas Produk dan Lokasi Terhadap Keputusan Pembelian (Study kasus pada

warung-warung makan di sekitar simpang lima). Hasil analisis dari penelitian ini

mengemukakan bahwa variabel harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap

keputusan pembelian pada warung-warung makan di sekitar simpang lima.

4. Dheany Arumsari (2012) dengan judul penelitian “Anaalisis Pengaruh Kualitas

Produk, Harga dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Air Minum Dalam

Kemasan (AMDK) Merek AQUA (Study kasus pada konsumen Toko Bhakti Mart

KPRI Bhakti Praja Provinsi Jawa Tengah). Hasil dari penelitian tersebut adalah

variabel harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian

AMDK Merek AQUA.

5. May Margiyanto (2013) dengan judul penelitian “Analisis Pengaruh Citra Merek,

Persepsi Harga dan Promosi GTerhadap Keputusan Pembelian Blackberry di Kota

Semarang. Hasil analisis dari penelitian ini adalah seluruh variabel independen (citra

merek, persepsi harga, kualitas produk, dan promosi) berpengaruh positif dan

98

Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa harga secara signifikan tidak berpengaruh secara

signifikan terhadap keputusan pembelian Jelly Cup Wong Coco. Dalam penelitian ini

mendapatkan bahwa banyak hal mengenai karakteristik harga Jelly Cup Wong Coco belum

sesuai dengan kriteria yang diharapkan oleh konsumen, dimana dalam hal ini konsumen

mengharapkan harga produk yang murah dan terjangkau dibandingkan produk lain

sedangkan pada produk Jelly Cup Wong Coco harga yang ditawarkan lebih mahal

dibandingkan dengan produk lain yang sejenis.

Harga yang murah seharusnya permintaan akan barang tersebut tinggi, sebaliknya harga

yang mahal cenderung permintaan akan produk tersebut randah, namun tidak demikian

persepsi harga terhadap suatu produk tidak harus suatu barang yang harganya murah

cenderung permintaannya tinggi dan sebaliknya harga produk yang mahal cenderung

permintaan sedikit. Karena tinggi atau rendahnya permintaan konsumen terhadap suatu

produk dipengaruhi oleh persepsi harga produk tersebut. Harga yang wajar dan sesuai dengan

kualitas akan menjadi keputusan bagi konsumen untuk membeli produk tersebut. Dapat

disimpulkan bahwa persepsi harga yang berbeda-beda mempengaruhi keputusan konsumen

dalam membeli suatu produk.

99

1. Pengaruh Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian

Hasil pengujian terhadap variabel kualitas produk menjelaskan bahwa variabel kualitas

produk memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap keputusan pembelian. Hal ini

berarti bahwa konsumen akan memilih produk dengan kualitas produk yang baik. Dalam

penelitian ini konsumen yang menilai bahwa produk Jelly Cup Wong Coco memiliki

kualitas produk yang baik dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Hasil penelitian

menunjukkan adanya pengaruh kualitas produk yang positif dan signifikan terhadap

keputusan pembelian. Hasil penelitian ini relevan dengan teori dan hasil penelitian yang

dikemukakan oleh :

1. Menurut Kotler dan Armtrong (2004) arti dari kualitas produk adalah kemampuan.

Suatu perusahaan yang mengetahui hal tersebut, tentu tidak hanya menjual produk

itu sendiri, tetapi juga manfaat dari produk tersebut dimana pada akhirnya hal

tersebut membantu perusahaan untuk meningkatkan penjualan karena akan

berpengaruh pada keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen sebuah

produk dalam memperagakan fungsinya.

2. Mohd Rizaimy Shaharudin, Suhardi Wan Mansor, Anita Abu 3 Hassan, Maznah

Wan Omarand Etty Harniza Harun (2011) dengan judul “The relationship between

product quality and purchase intention: The case of Malaysia’s national

motorcycle/ scooter manufacturer“. Hasil analisis dari penelitian tersebut yaitu,

kualitas produk memang berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian, akan

tetapi tidak hanya faktor kualitas produk saja yang dilihat oleh konsumen dalam

100

3. Krisnasakti Anggar PP (2012) dengan judul “analisis Pengaruh Harga, Kualitas

Produk Dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Honda (Studi

Kasus Pada Konsumen di Kota Semarang)”. Hasil penelitian ini mengemukakan

bahwa kualitas produk memang berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian

sepeda motor Honda di Kota Semarang.

4. Triastuti (2011)dengan judul “Pengaruh Kualitas Produk Dan Promosi Terhadap

Keputusan Pembelian Yamaha Mio (Studi Kasus pada Harpindo Jaya Rembang)”

menyatakan bahwa variabel kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan

terhadap keputusan pembelian.

5. Arifin (2009) dengan judul “pengaruh kualitas produk terhadap keputusan

pembelian konsumen (study pada warga Perumnas Sawojajar pelanggan Koran

Jawa Pos Radar Malang). Hasil penelitian menyatakan bahwa kualitas produk

berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Koran Jawa Pos

Radar Malang.

Hasil ini menunjukan bahwa kualitas produk yang menjadi bahan pertimbangan dalam

keputusan pembelian suatu produk. Konsumen akan membandingkan kualitas produk

dengan produk lain sehinnga konsumen produk mana yang akan dipilih. Hasil penelitian ini

mendapatkan bahwa dalam banyak hal karakteristik kualitas produk Jelly Cup Wong Coco

sudah sesuai dengan kriteria sebagaimana yang diharapkan oleh responden, dimana dalam

hal ini responden atau calon konsumen menginginkan produk yang mudah untuk

Dokumen terkait