BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
4.1. Grafik P-P Plot
disimpulkan bahwa data residual berdistribusi normal maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.
Pada Gambar 4.2. terlihat bahwa data juga data berdistribusi normal, ini dapat dilihat pada histogram yang menunjukkan bahwa data memiliki bentuk kurva dengan kemiringan seimbang sisi kiri dan kanan, atau tidak condong ke kiri maupun ke kanan, melainkan ke tengah dengan bentuk seperti lonceng.
2) Analisis Kolmogorov-Smirnov
Pengujian normalitas dilakukan berdasarkan uji statistik non-parametrik Kolmogorov-Smirnov (K-S). Menurut Nugroho (2005:112) dasar pengambilan keputusan untuk Kolmogorv-Smirnov yaitu nilai value
pada kolom Asymp. Sig. (2-tailed) > level of significant (=5%).
Tabel 4.8.
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized
Predicted Value
N 100
Normal Parametersa, Mean 14.0100000 Std. Deviation 2.24410013 Most Extreme Differences Absolute .063
Positive .050
Negative -.063
Kolmogorov-Smirnov Z .628
Asymp. Sig. (2-tailed) .825
a. Test distribution is Normal.
Berdasarkan pengolahan data pada Tabel 4.8. diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) di atas 0,05 atau 0,825 > 0,05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas.
b. Uji Multikolinieritas
Uji ini bertujuan untuk menguji apakah di dalam model regresi linier ditemukan adanya korelasi yang tinggi di antara variabel bebas. Menurut Nugroho (2005:58) untuk menguji apakah variabel terkena multikol atau tidak maka nilai Vriance Inflation Factor (VIF) < 5 dan nilai Tolerance
>0,1. Hasil uji multikolinieritas dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.9. Uji Multikolinieritas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardiz ed Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Toleran ce VIF 1 (Consta nt) .044 1.014 .043 .96 5 Produk .178 .062 .185 2.877 .00 5 .736 1.3 59 promosi .181 .086 .156 2.097 .03 9 .549 1.8 20 harga .192 .055 .255 3.485 .00 1 .564 1.7 73 tempat .531 .091 .416 5.808 .00 0 .591 1.6 92 motivasi .073 .084 .070 .873 .38 5 .467 2.1 41 a. Dependent Variable: perilaku keputusan keuangan
Pada tabel 4.9. dapat dilihat bahwa nilai Tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 5 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model regresi bebas gangguan multikolinieritas.
c. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik heteroskedastisitas yaitu adanya ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model
regresi. Prasyarat yang harus terpenuhi dalam model regresi adalah tidak adanya gejala heteroskedastisitas.
Tabel 4.10. Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1.798 .629 2.860 .005 produk -.042 .038 -.126 -1.084 .281 promosi .091 .053 .228 1.699 .093 harga -.016 .034 -.064 -.483 .630 tempat -.002 .057 -.005 -.037 .971 motivasi -.080 .052 -.223 -1.532 .129 a. Dependent Variable: ABS_RES
Dari hasil uji heteroskedtisitas metode gletsjer diperoleh nilai signifikansi variabel produk sebesar 0,281 > 0,05, variabel promosi sebesar 0,093>0,05, variabel harga 0,630>0,05, variabel tempat 0,971>0,05 dan motivasi sebesar 0,129 >0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai signifikansi masing- masing variabel tidak signifikan atau lebih besar dibandingkan dengan derajat signifikansi α = 5% (α = 0,05), dengan demikian model tidak terjadi heteroskedastisitas
2. Analisis Regresi Linier Berganda
Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap perilaku keputusan keuangan pengunjung Draco Waterpark yaitu produk, promosi, harga, dan tempat karena nilai signifikan <0,05. Sedangkan variabel motivasi tidak berpengaruh karena
memiliki nilai 0,385. Pada kolom Unstandardized Coefficient bagian B, diperoleh persamaan regresi linier bergandanya adalah sebagai berikut:
Y = 0,044 + 0,178X1 + 0,181X2 + 0,192X3 + 0,531X4 + 0,073X5 + e Berdasarkan persamaan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
a. Konstanta (a) = 0,044. Ini mempunyai arti bahwa variabel sikap dan psikologis dianggap konstan maka perilaku keputusan keuangan (Y) sebesar 0,044.
b. Koefisien X1 (b1) = 0,178. Variabel produk terhadap perilaku keputusan keuangan dengan koefisien regresi sebesar 0,178, artinya bahwa setiap terjadi kenaikan produk sebesar 1 satuan, maka perilaku keputusan keuangan akan naik sebesar 0,178.
c. Koefisien X2 (b2) = 0,181. Variabel promosi terhadap perilaku keputusan keuangan dengan koefisien regresi sebesar 0,181, artinya bahwa setiap terjadi kenaikan promosi sebesar 1 satuan, maka perilaku keputusan keuangan akan naik sebesar 0,181.
d. Koefisien X3 (b3) = 0,192. Variabel harga terhadap perilaku keputusan keuangan dengan koefisien regresi sebesar 0,192, artinya bahwa setiap terjadi kenaikan harga sebesar 1 satuan, maka perilaku keputusan keuangan akan naik sebesar 0,192.
e. Koefisien X4 (b4) = 0,531. Variabel tempat terhadap perilaku keputusan keuangan dengan koefisien regresi sebesar 0,531, artinya bahwa setiap terjadi kenaikan tempat sebesar 1 satuan, maka perilaku keputusan keuangan akan naik sebesar 0,531.
f. Koefisien X5 (b5) = 0,073. Variabel motivasi terhadap perilaku keputusan keuangan dengan koefisien regresi sebesar 0,073, artinya bahwa setiap terjadi kenaikan motivasi sebesar 1 satuan, maka perilaku keputusan keuangan akan naik sebesar 0,073.
3. Pengujian Hipotesis
a. Uji F (Uji Simultan / Serentak)
Uji f (uji simultan/serentak) dilakukan untuk melihat secara bersama-sama pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat (Y). Model hipotesis yang digunakan dalam uji F ini adalah sebagai berikut: Ho : b1 = b2 = b3 = b4 = b5 = 0, artinya secara serentak tidak terdapat
pengaruh positif dan signifikan dari variabel bebas (X1, X2, X3, X4, X5) berupa produk, promosi, harga, tempat, dan motivasi terhadap variabel terikat (Y) yaitu perilaku keputusan keuangan. Ha : b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ b4 ≠ b5 ≠ 0, artinya secara serentak terdapat pengaruh
positif dan signifikan dari variabel bebas (X1, X2, X3, X4, X5) berupa produk, promosi, harga, tempat, dan motivasi terhadap variabel terikat (Y) yaitu perilaku keputusan keuangan.
Untuk menentukan nilai F maka diperlukan adanya derajat bebas pembilang dan derajat bebas penyebut, dengan rumus sebagai berikut: df (pembilang) = k-1
df (penyebut) = n-k Keterangan:
n = jumlah sampel penelitian
k = jumlah variabel bebas dan terikat
Pada penelitian ini, diketahui jumlah sampel (n) = 100 dan jumlah keseluruhan variabel (k) adalah 6, sehingga diperoleh:
df (pembilang) = k-1 6 – 1 = 5 df (penyebut) = n-k 100 – 6 = 94
Nilai Fhitung akan diperoleh dengan menggunakan bantuan Software SPSS versi 17.0 for Windows, kemudian akan dibandingkan dengan nilai Ftabel pada tingkat = 5% (5:94) = 2,31 dengan kriteria uji sebagai berikut: Ho diterima bila Fhitung < Ftabel pada = 5%
Ha diterima bila Fhitung > Ftabel pada = 5%
Tabel 4.11.
Hasil uji F (Uji Simultan / Serentak) ANOVAb
Model
Sum of
Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 498.563 5 99.713 47.23
6
.000a
Residual 198.427 94 2.111 Total 696.990 99
a. Predictors: (Constant), motivasi, produk, tempat, harga, promosi b. Dependent Variable: perilaku keputusan keuangan
Berdasarkan Tabel 4.11. bahwa nilai Fhitung adalah 47,236 dengan tingkat signifikansi 0,000, sedangkan Ftabel pada tingkat kepercayaan 95% (= 5%) adalah 2,31. Dengan demikian bahwa Fhitung > Ftabel dan tingkat signifikansi (p=0,000 < 0,05), artinya bahwa variabel produk, promosi, harga, tempat, dan motivasi secara serempak atau bersama-sama
berpengaruh positif terhadap perilaku keputusan keuangan pengunjung Draco Waterpark.
b. Uji Signifikansi (uji t)
Uji t dilakukan untuk menguji secara parsial apakah variabel bebas yang terdiri dari produk, promosi, harga, tempat, dan motivasi berpengaruh signifikan masing-masing terhadap perilaku keputusan keuangan pengunjung Draco Waterpark.
Model hipotesis yang akan digunakan adalah sebagai berikut:
Ho : b1 = b2 = b3 = b4 = b5 = 0, artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan dari variabel bebas (X1, X2, X3, X4, X5) berupa produk, promosi, harga, tempat, dan motivasi terhadap variabel terikat (Y) yaitu perilaku keputusan keuangan. Ha : b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ b4 ≠ b5 ≠ 0, artinya secara parsial terdapat pengaruh
positif dan signifikan dari variabel bebas (X1, X2, X3, X4, X5) berupa produk, promosi, harga, tempat, dan motivasi terhadap variabel terikat (Y) yaitu perilaku keputusan keuangan.
Kriteria pengambilan keputusan yaitu: Ho diterima bila thitung < ttabel pada = 5% Ha diterima bila thitung > ttabel pada = 5%
Nilai thitung diperoleh dengan menggunakan Software SPSS versi 17.0 for Windows, kemudian dibandingkan dengan nilai ttabel pada tingkat
kepercayaan () = 5% yakni yang diperoleh derajat bebas = df – k (df = jumlah sampel dan k = jumlah variabel keseluruhan) yaitu df1 = 6-1 = 5, dan df2 = 100 – 6 = 94. Uji thitung yang dilakukan adalah uji dua arah maka ttabel yang digunakan adalah t5% atau t0,05 (94) = 1,661.
Tabel 4.12. Hasil uji t (uji Parsial)
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) .044 1.014 .043 .965 produk .178 .062 .185 2.877 .005 promosi .181 .086 .156 2.097 .039 harga .192 .055 .255 3.485 .001 tempat .531 .091 .416 5.808 .000 motivasi .073 .084 .070 .873 .385 a. Dependent Variable: perilaku keputusan keuangan
Berdasarkan Tabel 4.12. dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Variabel Produk
Nilai thitung dari variabel produk adalah 2,877 dengan tingkat signifikan 0,005 dan nilai ttabel pada alpha 5% dan df1 = 94 adalah 1,661. Variabel produk berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap perilaku keputusan keuangan pengunjung Draco Waterpark. Nilai thitung (2,877) > ttabel (1,661) artinya jika variabel produk meningkat 1 satuan (unit) maka perilaku keputusan keuangan (Y) pengunjung Draco Waterpark akan meningkat sebesar 2,877 satuan. 2) Variabel Promosi
Nilai thitung dari variabel promosi adalah 2,097 dengan tingkat signifikan 0,039 dan nilai ttabel pada alpha 5% dan df1 = 94 adalah 1,661. Variabel promosi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap perilaku keputusan keuangan pengunjung Draco Waterpark. Nilai thitung (2,097) > ttabel (1,661) artinya jika variabel promosi meningkat 1 satuan (unit) maka perilaku keputusan keuangan (Y) pengunjung Draco Waterpark akan meningkat sebesar 2,097 satuan. 3) Variabel Harga
Nilai thitung dari variabel harga adalah 3,485 dengan tingkat signifikan 0,001 dan nilai ttabel pada alpha 5% dan df1 = 94 adalah 1,661. Variabel harga berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap perilaku keputusan keuangan pengunjung Draco Waterpark. Nilai thitung (3,485) > ttabel (1,661) artinya jika variabel harga meningkat 1 satuan (unit) maka perilaku keputusan keuangan (Y) pengunjung Draco Waterpark akan meningkat sebesar 3,485 satuan.
4) Variabel Tempat
Nilai thitung dari variabel tempat adalah 5,808 dengan tingkat signifikan 0,000 dan nilai ttabel pada alpha 5% dan df1 = 94 adalah 1,661. Variabel tempat berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap perilaku keputusan keuangan pengunjung Draco Waterpark. Nilai thitung (5,808) > ttabel (1,661) artinya jika variabel tempat meningkat 1 satuan (unit) maka perilaku keputusan keuangan (Y) pengunjung Draco Waterpark akan meningkat sebesar 5,808 satuan.
Nilai thitung dari variabel motivasi adalah 0,873 dengan tingkat signifikan 0,385 dan nilai ttabel pada alpha 5% dan df1 = 94 adalah 1,661. Variabel motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku keputusan keuangan pengunjung Draco Waterpark. Nilai thitung (0,873) < ttabel (1,661) atau nilai signifikan (0,385>0,05).
Dari kelima variabel yang diteliti, variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap perilaku keputusan keuangan pengunjung Draco Waterpark adalah faktor tempat (5,808).
c. Uji Koefisien determinasi (R2)
Pengujian koefisien determinasi (R2) bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel bebas menjelaskan variabel terikat. Dalam output SPSS, koefisien determinasi terletak pada tabel Model
summaryb dan tertulis R Square.
Tabel 4.13.
Pengujian Koefisien Determinasi (R2) Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .846a .715 .700 1.453
a. Predictors: (Constant), motivasi, produk, tempat, harga, promosi b. Dependent Variable: perilaku keputusan keuangan
Berdasarkan Tabel 4.13. di atas diketahui bahwa :
1) Nilai R sebesar 0,846 sama dengan 84,6% yang menunjukkan bahwa hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat memiliki hubungan yang erat.
2) Nilai R Square sebesar 0,715 berarti 71,5% perilaku keputusan keuangan pengunjung Draco Waterpark dapat dijelaskan oleh produk,
promosi, harga, tempat, dan motivasi. Sedangkan sisanya 28,5% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
3) Standard Error of Estimate artinya mengukur variabel dari nilai yang diprediksi. Nilai Standard Error of Estimate adalah 1,453, semakin kecil Standard Error of Estimate berarti model semakin baik.
4.3. Pembahasan
4.3.1. Pengaruh Produk Terhadap Perilaku Keputusan Keuangan
Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa produk yang ada di Draco Waterpark berpengaruh signifikan terhadap perilaku keputusan keuangan pengunjung Draco Waterpark. Hasil ini didukung oleh teori Kotler & Armstrong (2006) bahwa kualitas dan peningkatan produk merupakan bagian yang penting dalam strategi pemasaran. Meskipun demikian, hanya memfokuskan diri pada produk perusahaan akan membuat perusahaan kurang memperhatikan faktor lainnya dalam pemasaran. Pengertian produk konsumen adalah produk dan jasa yang dibeli oleh konsumen dengan tujuan untuk konsumsi pribadi. Pemasar biasanya menggolongkan produk dan jasa ini berdasarkan cara konsumen membelinya.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Antyadika (2012) yang meneliti di Wong Art Bakery & Café Semarang mendapatkan hasil bahwa lokasi, harga, dan kualitas produk memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan analisis data statistik, indikator-indikator pada penelitian ini bersifat valid dan variabelnya bersifat reliabel. Pada pengujian asumsi klasik, model regresi bebas multikolonieritas,
tidak terjadi heteroskedastisitas, dan berdistribusi normal. Urutan secara individu dari masing-masing variabel yang paling berpengaruh adalah variabel kualitas produk lalu harga, sedangkan variabel yang berpengaruh paling rendah adalah lokasi.
Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Yunita (2012) di Kasimura
Supermart Medan dengan judul Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan, Promosi, Produk Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen mendapatkan hasil bahwa produk berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen.
Dalam menjalankan suatu bisnis, produk maupun jasa yang dijual harus memiliki kualitas yang baik atau sesuai dengan harga yang ditawarkan. Agar suatu usaha atau perusahaan dapat bertahan dalam menghadapi persaingan, terutama persaingan dari segi kualitas, perusahaan perlu terus meningkatkan kualitas produk atau jasanya. Karena peningkatan kualitas produk dapat membuat konsumen merasa puas terhadap produk atau jasa yang mereka beli, dan akan mempengaruhi konsumen untuk melakukan pembelian ulang.
Perilaku responden dalam memutuskan keuangan di Draco Waterpark karena responden menyenangi dengan produk-produk yang ditawarkan Draco Waterpark sangat variatif, keamanan produk Draco Waterpark sebagai jasa hiburan sangat tinggi, produk jasa hiburan memiliki banyak manfaat, dan sarana permainan hiburan di Draco Waterpark selalu ada yang baru. Produk- produk tersebut dirasakan sebagian besar pengunjung mampu membuat mereka
merasa puas dan tidak menyesal telah menghabiskan uang untuk menikmati produk-produk yang ada di Draco Waterpark.
4.3.2. Pengaruh Promosi Terhadap Perilaku Keputusan Keuangan
Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa promosi yang telah dilakukan pihak Draco Waterpark berpengaruh signifikan terhadap perilaku keputusan keuangan pengunjung Draco Waterpark. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Dharmmesta (2007) bahwa promosi adalah arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran. Sedangkan menurut Tjiptono (2001) Promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran. Komunikasi pemasaran adalah aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/ membujuk, dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan. Promotion mix adalah kombinasi strategi yang paling baik dari variabel variabel periklanan, personal selling, dan alat promosi yang lain, yang semuanya direncanakan untuk mencapai tujuan program penjualan (Stanton dalam Dharmmesta, 2007).
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Yunita (2012) yang melakukan penelitian di Kasimura Supermart Medan dengan judul Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan, Promosi, Produk Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen mendapatkan hasil bahwa promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Hasil penelitian Rahardi (2012) berjudul Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Keputusan
Konsumen Membeli Sepeda Motor Merk Honda Beat mendapatkan hasil bahwa secara parsial promosi penjualan berpengaruh signifikan terhadap variabel keputusan pembelian sepeda motor merk Honda Beat
Demikian juga hasil penelitian yang dilakukan oleh Aryuningsih (2012) yang meneliti Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Pasta Gigi (Studi Pada Konsumen Produk Pepsodent Di Semarang) mendapatkan hasil bahwa promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.
Pengunjung Draco Waterpark sebagian besar menyatakan bahwa promosi yang telah dibuat dan ditayangkan oleh pihak Draco Waterpark membuat mereka tertarik untuk datang berkunjung dan mencoba wahana yang ada di Draco Waterpark seperti yang telah mereka iklankan. Menurut sebagian besar pengunjung bahwa iklan yang ditayangkan menarik, cukup jelas, dan mudah dimengerti. Dengan iklan yang tepat sasaran maka akan menarik minat orang datang dan ingin mencoba apakah yang mereka dapatkan sesuai dengan apa yang ada di iklan tersebut. Menurut Tjiptono (2001), promosi merupakan salah satu penentu faktor keberhasilan suatu program pemasaran. Betapapun berkualitasnya suatu produk, bila konsumen belum pernah mendengarnya dan tidak yakin bahwa produk itu tidak akan berguna bagi mereka, maka mereka tidak akan pernah membelinya.
4.3.3. Pengaruh Harga Terhadap Perilaku Keputusan Keuangan
Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa harga yang ditawarkan di Draco Waterpark berpengaruh signifikan terhadap perilaku keputusan keuangan
pengunjung Draco Waterpark. Hal ini didukung teori Kottler dan Keller (2009), bahwa harga adalah salah satu element bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan, harga merupakan element termudah dalam program pemasaran untuk di sesuaikan, fitur produk, saluran, dan bahkan komunikasi membutuhkan lebih banyak waktu. Agar dapat sukses dalam memasarkan suatu barang atau jasa, setiap perusahaan harus menetapkan harganya secara tepat (Tjiptono, 2001). Dari sudut pandang perusahaan, harga merupakan komponen yang berpengaruh langsung terhadap laba perusahaan, karena tingkat harga yang ditetapkan perusahaan akan mempengaruhi kuantitas produk yang dijualnya. Sedangkan dari sudut pandang konsumen, harga digunakan sebagai pengukur nilai dari manfaat yang dirasakan terhadap barang atau jasa yang pada akhirnya berpengaruh terhadap keputusan pembelian Pada umumnya konsumen bersedia untuk membeli apabila produk sesuai dengan harapan mereka, ketika akan mengkonsumsinya. Sesuai dengan pendapat Parasuraman (2001), konsumen mau mengorbankan uang yang dimilikinya untuk membeli produk tertentu bila produk tersebut mampu memenuhi harapannya.
Harga adalah jumlah uang (ditambah beberapa produk kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari produk dan pelayanan (Dharmmesta, 2007). Harga adalah sejumlah nilai yang konsumen tukarkan untuk sejumlah manfaat dengan memiliki atau menggunakan suatu barang atau jasa. Harga merupakan hal yang diperhatikan konsumen saat melakukan pembelian. Sebagian konsumen bahkan mengidentifikasikan harga dengan nilai.
tersebut memiliki nilai negatif. Konsumen mungkin akan menganggap sebagai nilai yang buruk dan kemudian akan mengurangi konsumsi terhadap produk tersebut. Bila manfaat yang diterima lebih besar, maka yang terjadi adalah produk tersebut memiliki nilai positif.
Draco WaterPark mengharapkan target konsumen menengah ke atas, untuk kenyamanan dan keamanan pengunjung di dalam, Draco Waterpark menggunakan sistem Core yaitu pelayanan penjualan menggunakan perangkat nirkabel untuk pin barcode tiket masuk, pengunjung menggunakan Pembayaran
cashless modul kas Core/ Top - up, dimana para pengunjung dapat menempatkan “cash splash” pada kartu mereka, yang dapat di gunakan untuk Locker, Rental dan Foodcourt. Tanpa Uang Cash. Sebuah kartu yang kami sebut “SMARTCARD" digunakan untuk menyimpan Nilai Uang yang dikreditkan dan akan di-scan saat kapanpun pengunjung akan melakukan transaksi.
Bagi sebagian besar pengunjung Draco Waterpark, harga tiket yang ditawarkan memang termasuk mahal, demikian juga fasilitas tambahan yang ada di Draco Waterpark, termasuk juga harga souvenir yang ada di Draco Waterpark. Harga tiket masuk di Draco Waterpark untuk hari Senin-Jum’at sebesar Rp. 120.000.- sedangkan hari Sabtu-Minggu sebesar Rp. 150.000.-, penyewaan loker sebesar Rp.10.000.-, ban single Rp. 10.000.- sedangkan ban double Rp. 20.000.-. Berbagai merchandise juga tersedia di Draco Waterpark seperti baju renang, boneka, mug, dan lain-lain. Namun bagian sebagian pengunjung Draco Waterpark yang lain bahwa harga yang ditawarkan tersebut sesuai dengan sarana permainan yang mereka dapatkan di Draco Waterpark. Harga akan menjadi relevan jika uang
yang telah mereka keluarkan sesuai dengan apa yang mereka dapatkan. Harga suatu produk sering menjadi pilihan utama bagi sebagian orang untuk memutuskan membeli produk tersebut atau tidak, karena harga yang pantas mereka bayarkan seharusnya sesuai dengan apa yang akan mereka terima.
4.3.4. Pengaruh Tempat Terhadap Perilaku Keputusan Keuangan
Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa harga yang ditawarkan di Draco Waterpark berpengaruh signifikan terhadap perilaku keputusan keuangan pengunjung Draco Waterpark. Tempat merupakan variabel yang paling besar pengaruhnya terhadap keputusan keuangan pengunjung Draco Waterpark. Hal ini didukung teori Lamb (2001), pemilihan lokasi yang baik, merupakan keputusan yang sangat penting. Pertama, karena keputusan lokasi mempunyai dampak yang permanen dan jangka panjang, apakah mudah dijangkau/diakses atau tidak. Kedua, lokasi akan mempengaruhi pertumbuhan usaha di masa mendatang. Lokasi yang dipilih haruslah mampu mengalami pertumbuhan ekonomi sehingga usahanya dapat bertahan.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Susanti (2012) yang meneliti Pengaruh Kualitas Pelayanan, Harga, Dan Lokasi Terhadap Keputusan Pembelian Pada Toko Buku Sari Angrek Padang mendapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara lokasi terhadap keputusan pembelian pada Toko Buku Sari Anggrek Padang. Apabila terjadi peningkatan lokasi (X3) sebesar satu satuan maka akan meningkatkan keputusan pembelian konsumen sebesar 0,291 dengan asumsi kualitas pelayanan dan harga tetap.
Penelitian lainnya oleh Yuliani (2005) melakukan penelitian tentang Analisis pengaruh lokasi, harga, dan pelayanan terhadap keputusan pembelian yang dilakukan di ABC Swalayan Purbalingga. Dari hasil analisis diketahui bahwa secara keseluruhan variabel mempunyai pengaruh positif terhadap keputusan berbelanja konsumen di ABC Swalayan Purbalingga. Variabel yang paling berpengaruh dalam penelitian ini adalah lokasi.
Bagi sebagian besar pengunjung Draco Waterpark, lokasi Draco Waterpark Polonia, Medan, Sumatera Utara, relatif mudah dijangkau karena berada tepat pada pusat kota Medan. Selain lokasi yang strategis dan dapat dijangkau oleh seluruh warga Kota Medan, Waterpark Polonia Medan juga memiliki lahan untuk parkir yang cukup luas, dan memiliki tata ruang yang menarik serta memiliki berbagai jenis permainan akan membuat pengunjung merasa aman dan nyaman ketika sedang berekreasi di Draco Waterpark. Sebagian besar pengunjung setuju bahwa lokasi Draco Waterpark mudah dikunjungi baik dengan kendaraan umum maupun dengan kendaraan pribadi, lokasi Draco Waterpark aman dan nyaman, sehingga ketika pengunjung berada di Draco Waterpark tidak merasa was-was akan mengalami hal-hal yang kurang menyenangkan baik terluka karena tempat yang licin ataupun karena kehilangan barang atau benda bawaan pengunjung.
4.3.5. Pengaruh Motivasi Terhadap Perilaku Keputusan Keuangan
Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku keputusan keuangan pengunjung Draco Waterpark. Menurut Kotler dan Amstrong, (2008) motivasi adalah kebutuhan dengan
tekanan kuat yang mendorong seseorang untuk mencari kepuasan atas kebutuhan tersebut. Adanya motivasi seorang konsumen untuk melakukan pembelian suatu produk dipengaruhi oleh adanya kebutuhan terhadap produk tersebut atau juga karena nilai atribut produk yang ditawarkan memberi manfaat dan menarik untuk dibeli atau dikonsumsi.
Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pramita (2010) dengan judul Pengaruh Motivasi Konsumen, Persepsi Kualitas Dan Sikap Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Toyota Avanza di Semarang
menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Toyota Avanza, yang dibuktikan dari hasil uji – t sebesar 2,121