• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kasus Posisi Dalam Gugatan Perkara Perdata Nomor 16/Pdt.G/2012/PN.Stb Tanggal 12 September 2013 dan Putusan Banding Pengadilan Tinggi Medan

KEKUATAN HUKUM PEMBUKTIAN ATAS AKTA PHGR YANG DIBUAT DIHADAPAN NOTARIS

A. Kasus Posisi Dalam Gugatan Perkara Perdata Nomor 16/Pdt.G/2012/PN.Stb Tanggal 12 September 2013 dan Putusan Banding Pengadilan Tinggi Medan

Nomor 76/Pdt/2014/PT-Mdn

Pengadilan Negeri Stabat menerima gugatan dari pihak- pihak yaitu Herbert Benyamin Pasaribu, dkk (Penggugat I s/d VII) yang semuanya diwakili oleh kuasa hukumnya yaitu Panangian Sinambela, SH dan Ricky P Sihombing, SH. Melawan Ahmad Suwandi, Wagimun dan Yenti (Tergugat dan Penggugat Intervensi I dan II). Adapun dalil-dalil Penggugat adalah sebagai berikut :

1. Para Penggugat memiliki, menguasai dan mengusahai tanah seluas 254.905 M2 (dua ratus lima puluh empat ribu sembilan ratus lima meter persegi), jadi jika dibulatkan kira - kira 25 hektar, dan data – data tersebut ada pada sertifikat hak milik sebanyak 13 sertifikat yang terletak di Desa Telaga Tujuh, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Propinsi Sumatera Utara ; 2. Tanah tersebut telah dikuasai oleh Para Penggugat sejak tahun 1993 sampai dengan sekarang ini dan telah dikerjakan dengan cara menanam pada, jagung dan tanaman lainnya ;

3. Pada tahun 2008 terbitlah Sertifikat hak Milik atas nama para penggugat sebanyak 13 Sertifikat Hak Milik yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan

Nasional cq. Kantor Pertanahan kabupaten Deli Serdang yang mana tanah tersebut sampai saat ini juga dalam penguasaan para penggugat.

4. Tanah yang dimiliki Para Penggugat seluas ± 25 hektar seperti tersebut diatas, dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Tanah atas nama HERBERT BENYAMIN PASARIBU, No. Sertifikat Hak Milik 599 luas 19.608 m2, surat ukur tanggal 17/12/2008 No. 452/ Telaga Tujuh / 2008, yang diterbitkan tanggal 22 Desember 2008.

2. Tanah atas nama HERBERT BENYAMIN PASARIBU, No. Sertifikat Hak Milik 450 luas 19.608 m2, surat ukur tanggal 17/12/2008 No. 579/ Telaga Tujuh / 2008, yang diterbitkan tanggal 11 Desember 2008.

3. Tanah atas nama SITTA ULINA MARPAUNG, No. Sertifikat Hak Milik 597 luas 19.608 m2, surat ukur tanggal 17/12/2008 No. 450 / Telaga Tujuh / 2008, yang diterbitkan tanggal 22 Desember 2008.

4. Tanah atas nama SITTA ULINA MARPAUNG, No. Sertifikat Hak Milik 448 luas 19.608 m2, surat ukur tanggal 17/12/2008 No. 577 / Telaga Tujuh / 2008, yang diterbitkan tanggal 11 Desember 2008.

5. Tanah atas nama ABRAHAM P. PASARIBU, No. Sertifikat Hak Milik 598 luas 19.609 m2, surat ukur tanggal 17/12/2008 No. 451 / Telaga Tujuh / 2008, yang diterbitkan tanggal 22 Desember 2008.

6. Tanah atas nama ABRAHAM P. PASARIBU, No. Sertifikat Hak Milik 70 luas 19.608 m2, surat ukur tanggal 31/10/2008 No. 450 / Telaga Tujuh / 2008, yang diterbitkan tanggal 14 Nopember 2008.

7. Tanah atas nama PESTA B. SIMANJUNTAK, No. Sertifikat Hak Milik 321 luas 19.608 m2, surat ukur tanggal 21/11/2008 No. 313 / Telaga Tujuh / 2008, yang diterbitkan tanggal 01 Desember 2008.

8. Tanah atas nama PESTA B. SIMANJUNTAK, No. Sertifikat Hak Milik 483 luas 19.608 m2, surat ukur tanggal 17/12/2008 No. 612 / TelagaTujuh / 2008, yang diterbitkan tanggal 11 Desember 2008.

9. Tanah atas nama HENDRIK L. PASARIBU, No. Sertifikat Hak Milik 600 luas 19.608 m2, surat ukur tanggal 17/12/2008 No. 453 / Telaga Tujuh / 2008, yang diterbitkan tanggal 22 Desember 2008.

10.Tanah atas nama HENDRIK L. PASARIBU, No. Sertifikat Hak Milik 449 luas 19.608 m2, surat ukur tanggal 17/12/2008 No. 578 / Telaga Tujuh / 2008, yang diterbitkan tanggal 11 Desember 2008.

11.Tanah atas nama FREDDY S. PASARIBU, No. Sertifikat Hak Milik 447 luas 19.608 m2, surat ukur tanggal 17/12/2008 No. 576 / Telaga Tujuh / 2008, yang diterbitkan tanggal 11 Desember 2008.

12.Tanah atas nama RUMONDANG A. SIAHAAN, No. Sertifikat Hak Milik 322 luas 19.608 m2, surat ukur tanggal 21/11/2008 No. 314 / Telaga Tujuh / 2008, yang diterbitkan tanggal 01 Desember 2008.

13.Tanah atas nama RUMONDANG A. SIAHAAN, No. Sertifikat Hak Milik 484 luas 19.608 m2, surat ukur tanggal 17/12/2008 No. 613 /Telaga Tujuh / 2008, yang diterbitkan tanggal 11 Desember 2008.

5. Pada tanggal 11 Februari 2010, Tergugat menguasai dan mengerjakan tanah milik Para Penggugat tanpa izin dari Para Penggugat atau kuasanya yang sah, sebagaimana terlihat dari Pengaduan HERBERT PASARIBU (Penggugat No. Urut 1) kepada POLRES KP3 Belawan dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan No. Pol. STPL / 54 / II / 2010 / SPK ”C” tertanggal 11 Februari 2010.

6. Dan tergugat melakukan pembatasan dengan mendirikan benteng dari tanah yang dikerok pakai beko (Escavator) yang secara nyata adalah milik Para Penggugat, kemudian menanami sawit di tanah milik Para Penggugat tersebut. 7. Terhadap tindakan yang dilakukan oleh Tergugat, Para Penggugat melalui

Kuasanya telah berusaha menegur Tergugat melalui surat dengan No. 65 / P&P / Som / VII / 2010, agar Tergugat menghentikan pengerjakan dan meninggalkan tanah milik Para Penggugat tersebut, namun hal tersebut tidak diindahkan oleh Tergugat dan tetap melakukan penguasaan dan pengerjaan di atas tanah milik Para Penggugat.

8. Para penggugat melalui Perpu Nomor 51 tahun 1960 tentang Larangan Pemakaian tanah tanpa izin yang berhak atau kuasanya telah dengan jelas melarang orang memakai tanah tanpa izin dari yang berhak atau kuasanya yang sah, yang mana berarti juga melarang dengan nyata milik para penggugat tanpa izin dari Para Penggugat atau kuasanya yang sah;

9. Tergugat mengajukan upaya hukum Banding ke Pengadilan Tinggi Medan (meskipun menurut KUHAP pasal 205 untuk kasus Tindak Pidana Ringan

tidak diperbolehkan banding) dan oleh Pengadilan Tinggi Medan menguatkan putusan Pengadilan Negeri Lubuk Pakam dengan merubah lamanya masa hukuman dari 5 bulan penjara dengan percobaan 10 bulan menjadi 3 bulan penjara dengan percobaan 6 bulan, seperti terlihat dari putusan Pengadlan Tinggi Medan Nomor : 627 / Pid / 2011 /PT. Mdn tertanggal 01 Desember 2011. Dikarenakan perbuatan yang dilakukan Tergugat adalah perbuatan melawan hukum (vide Putusan Pengadilan Negeri Lubuk Pakam jo. Putusan Pengadilan Tinggi Medan) dan merugikan orang lain (ic. Para Penggugat), maka sangat berdasar bagi Majelis Hakim untuk menghukum Tergugat untuk membayar kerugian yang dialami Para Penggugat baik materil maupun moril yang keseluruhannya Rp. 1.300.000.000,- (satu milyar tiga ratus juta rupiah) + Rp. 10.000.000.000,- (sepuluh milyar rupiah) = Rp. 11.300.000.000,- (sebelas milyar tiga ratus juta rupiah) ;

Berdasarkan uraian di atas para penggugat mengajukan permohonan kepada majelis hakim untuk memanggil para pihak dan penggugat menuntut agar :

1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya ;

2. Menyatakan Para Penggugat adalah milik yang sah atas tanah seluas 254.905 m2 (dua ratus lima puluh empat ribu sembilan ratus lima meter persegi) sesuai dengan data 13 buah Sertifikat Hak Milik Tanah

3. Menyatakan perbuatan Tergugat yang menguasai dan mengerjakan tanah milik Para Penggugat bahkan menanam pohon kelapa sawit, juga melakukan pembatasan dengan mendirikan benteng dari tanah yang dikerok pakai beko

(escavator) yang secara nyata adalah milik Para Penggugat adalah merupakan perbuatan melawan hukum (Onrechtmatige Daad) ;

4. Menghukum Tergugat untuk membayar ganti rugi kepada Para Penggugat baik moril maupun materil yang keseluruhan berjumlah Rp. 1.300.000.000,- (satu milyar tiga ratus juta rupiah) + Rp. 10.000.000.000,- (sepuluh milyar rupiah) = Rp. 11.300.000.000,- (sebelas milyar tiga ratusjuta rupiah) ;

Lalu kemudian Wagiman dan Yenti masuk sebagai Penggugat Intervensi I dan II dengan surat gugatan Intervensinya tertanggal 19 Juni 2012, dengan mengajukan gugatan Intervensi terhadap para Tergugat Intervensi sebagai berikut :

a. Penggugat Intervensi I menguasai dan memiliki tanah – tanah seluas ± 120.000 M2 (seratus dua puluh ribu meter persegi) yang terletak dan berlokasi serta dikenal dengan dusun V, Desa Karang Gading, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Propinsi Sumatera Utara dan lainnya sesuain dengan Akta Pelepasan Hak Dengan Ganti Rugi (APHGR) yang diperbuat dihadapan Wenny Adytia Kurniawan, SH, SPN, Notaris di Stabat.

Penggugat intervensi I menguasai dan memiliki tanah-tanah seluas +/- 120.000 M2 berdasarkan jual beli dengan APHGR :

1. APHGR Nomor : 13 A tertanggal 19 Desember 2006. 2. APHGR Nomor : 15 tertanggal 10 Oktober 2007. 3. APHGR Nomor : 16 tertanggal 10 Oktober 2007. 4. APHGR Nomor : 17 tertanggal 10 Oktober 2007. 5. APHGR Nomor : 18 tertanggal 10 Oktober 2007.

6. APHGR Nomor : 26 tertanggal 10 Oktober 2007

Penggugat Intervensi II juga menguasai dan memiliki tanah – tanah seluas ± 140.000 M2 (seratus empat puluh ribu meter persegi), tersebut diatas berdasarkan jual beli dengan dasar APHGR yang diperbuat dihadapan Wenny Adytia Kurniawan, SH, SPN, Notaris di Stabat, yaitu :

1. APHGR Nomor : 19 tertanggal 10 Oktober 2007. 2. APHGR Nomor : 20 tertanggal 10 Oktober 2007. 3. APHGR Nomor : 21 tertanggal 10 Oktober 2007 4. APHGR Nomor: 22 tertanggal 10 Oktober 2007 5. APHGR Nomor : 23 tertanggal 10 Oktober 2007 6. APHGR Nomor : 24 tertanggal 10 Oktober 2007 7. APHGR Nomor : 25 tertanggal 10 Oktober 2007

Lalu belakangan Penggugat Intervensi I dan II ketahui ternyata tanah milik Penggugat Intervensi I dan II seluas ± 260.000 M2 yang terletak dan berlokasi serta dikenal dengan Dusun V, Desa Karang Gading, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Propinsi Sumatera Utara tersebut diatas telah dijadikan objek sengketa dan atau dipersengketakan antara Tergugat Intervensi I sampai dengan Tergugat VII melawan Tergugat Intervensi VIII di Pengadilan Negeri Stabat yang terdaftar dibawah register perkara Nomor : 16 / Pdt. G / 2012 / PN. Stb ;

Oleh karena itu Penggugat Intervensi I dan II merasa sangat keberatan dan sangat berkepentingan untuk menjadi pihak dalam perkara perdata Nomor : 16 / Pdt. G / 2012 / PN. Stb tertanggal 11 Mei 2012 tersebut, karena yang menjadi pokok

permasalahan dalam perkara a quo adalah tanah yang nyata - nyata secara hukum seluruhnya adalah pemilik yang sah Penggugat Intervensi I dan II yang terletak dan berlokasi serta dikenal dengan Dusun V, Desa Karang Gading, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Propinsi Sumatera Utara.

Berdasarkan hal - hal yang telah dikemukakan tersebut diatas, Penggugat Intervensi I dan II mohon kehadapan yang terhormat Ketua Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara intervensi ini mengambil dan memberikan keputusan hukum dengan amarnya berbunyi sebagai berikut :

1. Mengabulkan gugatan Intervensi dari Penggugat Intervensi I dan II seluruhnya ; 2. Menyatakan Penggugat Intervensi I dan II adalah Penggugat Intervensi yang baik; 3. Menerima Penggugat Intervensi I dan II sebagai pihak dalam Perkara Perdata

Nomor :16 / Pdt. G / 2012 / PN. Stb ;

4. Menyatakan Tergugat Intervensi I s/d VII telah melakukan perbuatan melawan hukum ;

5. Menyatakan demi hukum :

a. Agar mengabulkan bahwa Penggugat Intervensi I adalah pemilik sah bidang tanah seluas ± 120.000 M2 (seratus dua puluh ribu meter persegi), yang terletak dan berlokasi serta dikenal dengan Dusun V, Desa Karang Gading, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Priopinsi Sumatera Utara, satu dan lainnya sesuai dengan Akta Pelepasan Hak Dengan Ganti Rugi yang diperbuat dihadapan Wenny Adytia Kurniawan, SH, SPN, Notaris di Stabat atas nama Penggugat Intervensi I (Wagimun).

b. Penggugat Intervensi II adalah pemilik sah bidang - bidang tanah ± 140.000 M2 (seratus empat puluh ribu meter persegi), yang terletak dan berlokasi serta dikenal dengan Dusun V, Desa Karang Gading, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Propinsi Sumatera Utara, satu dan lainnya sesuai dengan Akta Pelepasan Hak Dengan Ganti Rugi yang diperbuat dihadapan Wenny Adytia Kurniawan, SH, SPN, Notaris di Stabat atas nama Penggugat Intervensi II (Yenti)

6. Agar Menyatakan tidak sah atau setidak - tidaknya dinyatakan tidak berkekuatan hukum perikatan - perikatan atau surat - surat yang timbul dari sertifikat hak milik sebagaimana tersebut pada angka 4.1 s/d 4.13 gugatan Penggugat I s/d VIII Tergugat Intervensi I s/d VII tertanggal 11 Mei 2012 sepanjang terhadap bidang tanah milik Penggugat Intervensi I dan II, yang terletak dan berlokasi serta dikenal dengan Dusun V, Desa Karang Gading, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Propinsi Sumatera Utara ; 7. Menyatakan secara hukum Penggugat Intervensi I dan II tanpa halangan dan

hambatan dari pihak - pihak Tergugat - Tergugat Intervensi maupun pihak ketiga yang tidak mempunyai dasar, secara leluasa dapat mengolah dan mengerjakan, serta mengalih dan menjual kepada pihak ketiga dalam arti seluas - luasnya atas tanah milik Penggugat Intervensi I dan II dimaksud ; 8. Menghukum Tergugat Intervensi I s/d VII atau orang lain yang mendapatkan

hak atas tanah dengan cara melawan hukum sepanjang tanah yang diambil dan dikuasai tersebut adalah milik Penggugat Intervensi I dan II dalam

mengosongkan dan menyerahkan kepada Penggugat Intervensi I dan II dalam kondisi baik tanpa halangan dan hambatan dari pihak manapun juga ;

9. Menyatakan putusan dalam perkara ini dapat dijalankan serta merta (Uitvoerbaarbij voorraad) meskipun ada perlawanan, banding maupun kasasi Dalam menimbang gugatan intervensi tersebut, Hakim Pengadilan Negeri Stabat telah menjatuhkan Putusan Sela pada tanggal 26 Juli 2012 Nomor 16/Pdt.G/2012/PN.Stb/Int kemudian mengadili yaitu :

 Mengabulkan permohonan Para Penggugat Intervensi untuk menggabungkan diri pada perkara Perdata Register Nomor :16/Pdt.G/2012/PN. Stb;

 Memerintahkan pihak-pihak yang berperkara melanjutkan pemeriksaan perkara;

 Menangguhkan besarnya biaya perkara sampai putusan akhir;

Tergugat dalam jawabannya juga telah mengajukan gugatan Rekonvensi yang pada pokoknya sebagai berikut :

Sebagaimana dalam jawaban yang disampaikan Penggugat d.r /Tergugat d.k dahulu ada memiliki tanah seluas ± 26 hektar tanah yang terletak di Dusun V, Desa Karang Gading, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Propinsi Sumatera Utara diperoleh dari yang bernama M. MISRAN berdasarkan alas hak yakni Surat Pernyataan Melepaskan Hak atas Tanah Dengan Cara Ganti Rugi tertanggal 27 Desember 2006.

Pada tahun 2007, tanah seluas ± 26 hektar tersebut telah Penggugat d.r / Tergugat dialihkan / jual kepada Turut Tergugat d.r /Penggugat Intervensi I, dan Intervensi II pada tanggal 10 Oktober 2007,dimana pengalihan hak atas tanah tersebut diperbuat dihadapan Wenny Adytia, Notaris di Stabat dengan Akta Pelepasan Hak Dengan Ganti Rugi Nomor : 10, tertanggal 10 Oktober 2007.

Penggugat d.r / Tergugat d.k mengerjakan tanah seluas ± 26 hektar yang terletak di Dusun V, Desa Karang Gading milik Turut Tergugat d.r / Penggugat Intervensi I dan II tersebut, adalah atas suruhan atau kedudukan Penggugat d.r / Tergugat d.k sebagai pekerja yang menerima gaji dari Turut Tergugat d.r / Penggugat Intervensi I dan II.

Pada bulan Februari 2010 ketika Penggugat d.r / Tergugat d.k sedang mengerjakan lahan tanah tersebut, Tergugat d.r / Penggugat d.k telah mengadukan Penggugat d.r / Tergugat d.k ke Polres Pelabuhan Belawan (d/h Polres KP3 Belawan) dengan tuduhan menguasai tanah tanpa hak atas tanah yang terletak di Pulau Benta, Desa Karang Gading yakni tanah milik Turut Tergugat d.r / Penggugat Intervensi I dan II yang di klaim Tergugat d.r / Penggugat d.k sebagai miliknya yang terletak tanahnya di Desa Telaga Tujuh.

Atas laporan dan tuduhan tersebut, Penggugat d.r / Tergugat d.k, telah dipanggil oleh Penyidik Kepolisian Resort Pelabuhan Belawan guna menjalani pemeriksaan sebagai tersangka hingga diajukan sebagai Terdakwa Tipiring pada persidangan Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, dan oleh Pengadilan Negeri Lubuk

Pakam telah memvonis Penggugat d.r / Tergugat d.k, dengan dinyatakan bersalah telah menguasai tanpa hak atas tanah dengan hukuman 5 bulan penjara.

Penggugat d.r / Tergugat d.k ulangi yakni diperiksa sebagai Terdakwa dihadapan persidangan, Penggugat d.r / tergugat d.k tidak diberi kesempatan untuk melakukan pembelaan hukum baik mengajukan bukti bukti maupun saksi - saksi seperti Kepala Desa Karang Gading, Camat Labuhan Deli, Pejabat dari Pemda Tk II Deli Serdang dan yang lainnya yang dapat membuat terang dan jelas duduk perkara dimaksud.

Sejak Tergugat d.r / Penggugat d.k, mengajukan Penggugat d.r /Tergugat d.k dengan cara membuat laporan yang tidak benar dan berusaha agar Penggugat d.r / Tergugat menjadi terhukum mengakibatkan tertindasnya hak azasi Penggugat d.r / Tergugat d.k, serta mengakibatkan penderitaan yang sangat mendalam, disamping Penggugat d.r / Tergugat d.k mengalami kehilangan pekerjaan dan juga Penggugat d.r / Tergugat d.k tidak lagi menafkahi terlebih sejak dipanggil berkali kali oleh penyidik hingga sampai kepengadilan dengan memakan waktu yang lama sehingga menjadi beban pikiran yang berlarut - larut hingga Penggugat d.r / Terghugat d.k tidak dapat mencari nafkah lagi.

Bahwa akibat perbuatan Tergugat d.r / Penggugat d.k yang telah merekayasa pengaduannya hingga Penggugat d.r / Tergugat d.k menjadi terpidana sedangkan diketahui bahwa Penggugat d.r / Tergugat d.k hanyalah sebagai pekerja atau mandor yang makan gaji dari Penggugat Intervensi I dan II, menimbulkan kerugian materil yakni telah kehilangan pekerjaan dengan penghasilan sebesar Rp. 8.000.000,-

(delapan juta rupiah) perbulan hingga sampai sekarang, dan akibat adanya gugatan ganti rugi yang diajukan Tergugat d.r / Penggugat d.k yang tidak berdasarkan hukum menimbulkan kerugian bagi Penggugat d.r / Tergugat d.k yakni sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah).

Bahwa selain dari pada itu karena Tergugat d.r / Penggugat d.k telah mengkondisikan Penggugat d.r / Tergugat d.k untuk dihukum dengan sengaja tipu dayanya sedang diketahui Tergugat d.r / Penggugat d.k bahwa yang menguasai tanah dimaksud adalah Turut Tergugat d.r / Penggugat Intervensi I dan II (bukti surat dari Tergugat d.r / Penggugat d.k kepada Turut Tergugat Intervensi I, tentang pengosongan lahan akan diajukan sebagai bukti), oleh karena itu bahwa harkat dan martabat Penggugat d.r / Tergugat d.k sebagai manusia tidak terukur dengan uang namun pantaslah dan sangat beralasan hukum jika Tergugat d.r / Penggugat dihukum membayar ganti-rugi Moril sebesar Rp. 10.000.000.000,- (sepuluh milyar rupiah) ;

Apabila diperhitungkan maka diduga kerugian yang dialami Penggugat d.r / Tergugat d.k yakni :

1. Kerugian materil sejak bulan Februari 2010 akibat hilangnya penghasilan dari pekrjaan Penggugat d.r / Tergugat d.k hinggadiajukannya gugatan ganti rugi oleh Tergugat d.r / Penggugat d.k adalah 32 bulan x Rp. 8.000.000,- sebesar Rp. 256.000.000,- (dua ratus lima puluh enam juta rupiah) ;

2. Kerugian materil berupa uang yang dikeluarkan Penggugat d.r /Tergugat d.k selama proses pedana yang diajukan Penyidik Polres KP3 Belawan dan

hingga pengajuan perkara gugatan ganti rugi di Pengadilan Negeri stabat adalah sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) ;

3. Kerugian moril adalah sebesar Rp. 10.000.000.000,- (sepuluh milyar rupiah) ; Jadi keseluruhan kerugian yang dialami Penggugat d.r / Tergugat d.k adalah sebesar Rp. 10.356.000.000,- (sepuluh milyar tiga ratus lima puluh enam juta rupiah)

Berdasarkan hal - hal atau alasan yang kemukakan diatas, Penggugat d.r/ Tergugat mengajukan permohonan kepada hakim sebagai berikut :

1. Mengabulkan Gugatan Rekonpensi Penggugat d.r / Tergugat d.k untuk seluruhnya.

2. Menyatakan perbuatan Tergugat d.r / Penggugat d.k yang telah mengajukan Penggugat d.r / Tergugat d.k ke ranah hukum pidana dengan tuduhan telah menguasai tanpa hak atas tanah yang tidak ada kaitan hukumnya atas kepemilikan tanah seluas 26 hektar yang terletak di Pulau Benta, Dusun V, Desa Karang Gading, Kecamatan Labuhan Deli, adalah perbuatan yang bertentangan dengan hukum ;

3. Menyatakan bahwa perbuatan Tergugat d.r / Penggugat d.k, yang mengklaim tanah objek perkara aqou hingga menyeret Penggugat d.r / Tergugat d.k kepada persoalan hukum dengan tuduhan menguasai tanpa hak hingga dirampasnya hak kemerdekaan Penggugat d.r / Tergugat d.k adalah perbuatan yang bertentangan dengan hukum dalam kategori penindasan dan perampasan kemerdekaan Penggugat d.r / Tergugat d.k ;

4. Menghukum Tergugat d.r / Penggugat d.k membayar ganti rugi oleh karena perbuatannya telah menuduh Penggugat d.r / Tergugat d.k telah menguasai tanpa hak atas tanah yang terletak di Desa Telaga Tujuh, Kecamatan Labuhan Deli hingga teraniaya dan terampas hak kemerdekaannya yakni berupa kerugian material, dan moril yang keseluruhannya sebesar Rp.10.356.000.000.- (sepuluh milyar tiga ratus lima puluh enam juta rupiah) 5. Menghukum Tergugat d.r / Penggugat d.k untuk membayar seluruh biaya

yang timbul atas perkara ini ;

Terhadap gugatan para Penggugat/Tergugat Intervensi I sampai dengan VII/para Tergugat Rekonpensi tersebut di atas, Pengadilan Negeri Stabat telah menjatuhkan Putusan tanggal 19 September 2013 Nomor 16/Pdt.G/2012`/PN.Mdn yang amarnya berbunyi sebagai berikut:

1. Menyatakan gugatan Para Penggugat tidak dapat diterima (Niet Ontvankelijke Verklaard).

2. Menyatakan gugatan Penggugat dalam Rekonpensi/Tergugat dalam Konpensi tidak dapat diterima (Niet Ontvankelijke Verklaard).

3. Menyatakan gugatan Para Penggugat Intervensi tidak dapat diterima (Niet Ontvankelijke Verklaard).

4. Menghukum Para Penggugat dalam Konpensi/Tergugat dalam Rekonpensi/Tergugat Intervensi untuk membayar Ongkos Perkara sebesar Rp. 906.000,- (Sembilan ratus enam ribu rupiah);

Terhadap putusan Pengadilan Negeri tersebut, maka berdasarkan Risalah Pernyataan Permohonan Banding Nomor : 16/Pdt.G/2012 tanggal 03 Oktober 2013, Herbert Benyamin Pasaribu, dkk telah menyatakan banding terhadap putusan Pengadilan Negeri Stabat Nomor 16/Pdt.G/2012/PN-Stb tanggal 19 September 2013 dengan mengajukan Memori Banding tanggal 30 Oktober 2013 yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Stabat pada tanggal 30 Oktober 2013 dengan mendalilkan keberatan-keberatannya sebagai berikut:

1. Bahwa Judex Factie tidak menggali fakta-fakta pada persidangan yaitu para Pembanding/para Penggugat telah mengajukan bukti surat berupa fotocopi Sertifikat Hak Milik yang telah dilegalisir sesuai dengan aslinya yaitu 13 sertipikat yang telah disahkan di atas.

2. Bukti-bukti surat di atas, para Pembanding semula para Penggugat /Tergugat Intervensi I sampai dengan VII/para Tergugat dalam rekonpensi adalah pemilik yang sah atas beberapa bidang tanah yang bersertifikat tersebut, sehingga para Pembanding/para Penggugat /Tergugat Intervensi I sampai dengan VII/para Tergugat dalam rekonpensi tidak perlu mengajukan gugatan sengketa kepemilikan untuk membuktikan kepemilikan para Pembanding /para Penggugat /Tergugat Intervensi I sampai dengan VII/para Tergugat dalam rekonpensi atas tanah tersebut;

3. Jika ada pihak yang merasa keberatan perihal kepemilikan para Pembanding /para Penggugat /Tergugat Intervensi I sampai dengan VII/para Tergugat dalam rekonpensi atas tanah tsb, maka yang keberatan tersebutlah yang

harusnya yang mengajukan gugatan sengketa kepemilikan terhadap para Pembanding /para Penggugat /Tergugat Intervensi I sampai dengan VII/para Tergugat dalam rekonpensi dan bukannya para Pembanding/para Penggugat /Tergugat Intervensi I sampai dengan VII/para Tergugat dalam rekonpensi yang harus membuktikannya;

4. Berdasarkan point-point diataslah, maka para Pembanding /para Penggugat /Tergugat Intervensi I sampai dengan VII/para Tergugat dalam rekonpensi mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum dan bukannya gugatan tentang sengketa kepemilikan, karena jelas pihak yang menjadi pemilik tanah tsb adalah para Pembanding/para Penggugat /Tergugat Intervensi I sampai dengan VII/para Tergugat dalam rekonpensi.

5. Selain bukti surat, para pembanding/para penggugat/tergugat Intervensi I sampai dengan VII/Para Tergugat dalam rekonpensi juga mengajukan saksi-saksi yang pada pokoknya menerangkan bahwa orang tua dari para pembanding adalah sebagai pemilik tanah yang terletak di Pulau Benta Desa Telaga Tujuh, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang yang sampai saat ini dikuasai oleh para pembanding/para penggugat/tergugat Intervensi I s/d VII/para Tergugat dalam rekonpensi.

Mengenai pertimbangan hukum Pengadilan Negeri yang keliru adalah :

1. Judex Factie dalam pertimbangan hukumnya meneliti gugatan penggugat yang ternyata menurut hakim pada pokoknya adalah gugatan atas adanya suatu perbuatan melawan hukum dan ternyata perbuatan itu menyangkut dengan tanah

yang terletak di kabupaten deli serdang maka hakim menyatakan tanah tersebut bukan di wilayah yang bukan merupakan wilayah hukum Pengadilan Negeri Stabat dan tidak berwenang untuk mengadilinya.

2. Judex factie tidak cermat memahami isi gugatan para Penggugat, gugatan para penggugat tentang perbuatan melawan hukum dan bukan gugatan tentang sengketa kepemilikan tanah sebagaimana yang dimaksudkan sehingga tepat bagi para Pembanding/para Penggugat/Tergugat mengajukan gugatan di Pengadilan Negeri Stabat.

3. Berdasarkan hal diatas maka beralasan dan berdasar hukum bagi hakim Tinggi untuk menolak seluruh pertimbangan hukum Judex Factie Pengadilan Negeri Stabat.

B. Pertimbangan Hukum Majelis Hakim Dalam Putusan Pengadilan Tinggi

Dokumen terkait