BAB II LANDASAN TEORI
C. Guru Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)
Guru secara bahasa adalah orang yang mendidik, mengadakan pengajaran, memberi bimbingan, menambahkan pelatihan fisik atau non fisik, memberi penilaian dan melakukan evaluasi. Guru merupakan kunci keberhasilan sebuah lembaga pendidikan baik atau buruknya perilaku atau cara mengajar guru akan sangat mempengaruhi lembaga pendidikan.43
Guru juga sebagai pendidik dan pengajar anak, guru di ibaratkan seperti ibu yang mengajarkan berbagai macam hal yang baru dan sebagai fasilitator anak
42Ibid, hal. 163.
43Budiono, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Masa Kini, (Jakarta: Bintang Indonesia, tanpa tahun), hal. 65.
supaya dapat belajar dan mengembangkan potensi dasar dan kemampuannya secara optimal.
Menurut Moh.Uzer Usman pendidik atau guru ialah jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru ataupun orang yang pandai berbicara dalam bidang tertentu belum tentu dapat disebut sebagai guru yang profesional yang harus menguasi pelajaran dalam berbagai ilmu pengetahuan.44
Menurut Undang-undang No. 14 tahun 2005 Guru adalah pendidik profesioanal dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah
Menurut Zainal Asril mengemukakan bahwa PPL merupakan kegiatan pelatihan untuk menerapkan berbagai pengetahuan, sikap, keterampilan dalam proses pembelajaran secara utuh dan terintegrasi.45
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dapat diartikan sebagai satu program dalam pendidikan prajabatan guru yang dirancang khusus untuk menyiapkan para calon guru menguasai kemampuan keguruan yang terintegrasi dan utuh, sehingga setelah menyelesaikan pendidikannya dan diangkat menjadi guru.
Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa guru Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah kegiatan yang membawa calon guru kepada penguasaan tugas-tugas nyata dilapangan. Kegiatan pengalaman lapangan merupakan ajang latihan bagi mahasiswa calon guru untuk mengetahui berbagai pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam melaksanakan pendidikan. Oleh sebab itu Guru praktik pengalaman lapangan (PPL) juga harus mampu
44Moh. Uzer Usman, Menjadi ..., hal. 106.
45Zainal Asril, Micro ..., hal. 91-92.
mempersiapkan diri ketika berada didalam lingkungan sekolah, guru praktik pengalaman lapangan (PPL) harus menunjukkan kepribadian yang lebih baik dihadapan guru-guru dan peserta didik yang berada dilingkungan sekolah.
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bertujuan membentuk mahasiswa praktikan agar menjadi calon tenaga kependidikan yang profesional, sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan berdasarkan kompetensi, yang meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.
Kemudian guru praktik pengalaman lapangan (PPL) juga harus menguasai bahan ajar yang akan disampaikan selama proses pembelajaran berlangsung agar tidak merasa gugup dan tidak percaya diri atau bersikap malu dihadapan peserta didik ketika proses pembelajaran berlangsung. Itulah sebabnya guru praktik pengalaman lapangan (PPL) memang harus menguasai banyak hal yang bersangkutan dengan proses pembelajaran terlebih dalam keterampilan mengajar, sebab syarat menjadi guru PPL ialah mahasiswa yang sudah terdaftar sebagai mahasiswa aktif, telah menyelesaikan mata kuliah micro teaching, dan menyelesaikan mata kuliah dengan bobot 100 sks, serta sudah mempunyai bekal untuk proses pembelajaran di sekolah maupun di masyarakat.
47 A. Jenis Penelitian dan Metode Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan metode survey. Penelitian survey ialah teknik pengumpulan informasi/data yang dilakukan dengan cara menyusun daftar pertanyaan yang diajukan kepada responden.1 Peneliti meneliti tentang pendapat, karakteristik suatu objek dan perilaku yang terjadi pada masa lampau atau saat ini, tentang keyakinan dan perilaku dirinya sendiri.2
B. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi
Penelitian ini dilakukan di SMAN 3 Langsa, tepatnya di Jl. Cut Nyak Dhien No.27, Desa Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota, Kabupaten Kota Langsa.
2. Waktu
Waktu Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil yakni pada tanggal 05 sampai 18 Desember 2020 di kelas XI dan XII tahun ajaran 2019/2020.
C. Variabel Penelitian
Variabel dalam penelitian ini adalah keterampilan mengajar guru PPL.
1Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2019), hal. 59.
2Ibid, hal. 60.
D. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan peneliti, kemudian ditarik kesimpulannya.3 Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI dan XII SMAN 3 Langsa yang berjumlah 169, kelas ini merupakan kelas yang proses pembelajarannya dibimbing oleh kedua guru PPL tersebut.
Tabel 3.1
Jumlah Populasi Siswa Kelas XI dan XII SMAN 3 Langsa
No Kelas Jumlah Siswa
1 XI IPA 1 34
2 XI IPA 3 33
3 XI IPA 4 34
4 XII IPA 5 36
5 XII IPS 1 33
Jumlah 169
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh pupulasi tersebut.4 Untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini maka diperlukan adanya teknik sampling. Menurut Suharsimi Arikunto jika populasi kurang dari 100 orang maka jumlah sampelnya diambil
3Karunia Eka Lestari dan Mokhammad Ridwan Yudhanegara, Penelitian Pendidikan Matematika, (Bandung: PT Refika Aditama, 2015), hal. 107-108.
4Ibid, hal. 102.
secara keseluruhan, tetapi jika populasinya lebih besar dari 100 orang, maka bisa diambil 10-15% atau 20-25% dari jumlah populasinya.5
Namun dalam penelitian ini peneliti mengambil sampel 50% dari jumlah populasi 169 siswa, maka sampel yang digunakan adalah 84,5 dibulatkan menjadi 85 siswa.
Teknik pengambilan sampel menggunakan Probability Sampling dengan sampling Simple Random Sampling (sederhana) teknik ini digunakan untuk pengambilan anggota sampel dari populasi yang sudah dilakukan secara acak tanpa memperhatikan sastra yang ada dalam populasi.6
Pada penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dalam bentuk berupa undian, dimana setiap siswa diberikan label/nomor absen agar mempermudah dalam pengambilan sampel.
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Teknik yang digunakan untuk memperoleh data dalam penulisan skripsi ini, peneliti menggunakan teknik :
1. Kuesioner
Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan apa yang diharapkan dari
5Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2014), hal. 45.
6Ibid, hal. 107.
responden.7 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengambil data tentang persepsi siswa terhadap keterampilan mengajar guru PPL dalam bidang studi PAI di SMAN 3 Langsa.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket yang akan disebarkan melalui google form pada sampel yang terpilih, terkait dengan keadaan pada masa pandemi covid-19 sehinggga siswa tidak diperkenankan melakukan proses pembelajaran secara tatap muka melainkan secara online. Teknik ini dipilih supaya mempermudah responden dalam memberikan jawaban serta memudahkan peneliti untuk mengambil data lebih cepat.
2. Dokumentasi
Dokumentasi dalam penelitian ini peneliti gunakan untuk mengumpulkan daftar nama siswa (absen) dan foto siswa ketika mengisi angket
F. Instumen Penelitian
Instumen penelitian pada prinsipnya adalah penelitian yang melakukan dengan cara pengukuran maka harus ada alat ukur yang baik. Alat ukur dalam penelitian biasanya dinamakan instrumen penelitian. Jadi instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Secara spesifik semua fenomena ini disebut variabel penelitian.8
Instrumen penelitian ini menggunakan alat ukur skala likert yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang maupun
7Sugiyono, Metode ..., hal. 234.
8Ibid, hal. 167.
kelompok sosial.9 Pengukuran dengan skala likert memiliki gradasi positif dan negatif. Pengukuran dengan skala 5 jawaban yaitu: SS (selalu), SR (sering), KD (kadang-kadang), HTP (hampir tidak pernah), dan TP (tidak pernah). Skor yang digunakan untuk menilai setiap jawaban responden dapat dilihat.
Tabel 3.2 Alternatif Jawaban Skala Likert
Kuesioner ini disusun berdasarkan kisi-kisi instrumen variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah keterampilan mengajar guru PPL di SMAN 3 Langsa.
Tabel 3.3
Kisi-kisi Instumen Keterampilan Mengajar
Variabel Sub Variabel Indikator Nomor
butir c. Pemindahan giliran 18
d. Penyebaran 19
e. Memberi waktu berfikir 20 f. Memberi tuntunan 58
9Ibid, hal. 168.
Keterampilan
d. Pemberian tekanan 14 e. Penggunaan balikan 15 Keterampilan
Membuka dan Menutup Pelajaran
a. Menarik perhatian siswa 3 b. Timbul motivasi 5, 7
a. Memusatkan pikiran 10 b. Berpendapat 29, 31 c. Menganalisis 30, 32 d. Meningkatkan pola pikir 33 e. Memberi kesempatan
berpartisipasi
35, 34
f. Menutup diskusi 36, 37
Keterampilan
a. Mengadakan pendekatan 47 b. Pengorganisasian 49
G. Teknik Analisis data
Analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain yang terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, menyajikan data pada setiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan.10
Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan statistik deskriptif yaitu, digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul dalam bentuk tabel, grafik, diagram lingkaran, pitogram, perhitungan modus, median, mean (pengukuran tendensi sentral), perhitungan desil, persentil, perhitungan
10Ibid, hal. 115.
penyebaran data melalui perhitungan rata-rata, dan standar deviasi, perhitungan presentase.11
Dalam penelitian ini data yang terkumpul akan dikategorikan dalam 5 kategori yaitu sangat baik, baik, sedang, kurang baik dan sangat tidak baik. Data yang telah dikumpulkan kemudian akan dianalisis dengan menggunakan Software IBM SPSS Statistics Version 23 untuk menentukan presentase disetiap komponen
keterampilan mengajar guru. Adapun ketentuan 5 kriteria tersebut adalah sangat baik, baik, sedang, tidak baik dan sangat tidak baik. Range untuk setiap kategori pada setiap komponen keterampilan mengajar berbeda disesuikan dengan jumlah item pernyataan pada setiap komponennta dan liket scale yang tersedia
Tabel 3.4
Nilai Kriteria Presentase
Nilai Kategori
0,80 -1,00 Sangat Baik
0,60- 0,75 Baik
0,39 - 0,50 Sedang
0,19 - 0,25 Tidak baik
0,10 - 0,00 Sangat Tidak Baik
H. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian digunakan agar mempermudah peneliti mengetahui tahap-tahap penelitian. Berikut langkah-langkah dalam penelitian
1. Tahap Persiapan
11Ibid, hal. 116.
Tahap ini merupakan suatu tahap persiapan untuk melakukan suatu perlakuan, pada tahap ini langkah-langkah yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut:
a) Mengajukan surat permohonan izin penelitian kepada kampus, pihak sekolah untuk mendapat izin penelitian di sekolah SMAN 3 Langsa.
b) Konsultasi dengan kepala sekolah dan guru bidang studi Agama SMAN 3 Langsa dalam rangka untuk mengetahui bagaimana aktivitas dan kondisi sekolah yang akan diteliti.
c) Peneliti meminta absen siswa yang diajar oleh guru PPL yaitu kelas XI dan XII kepada guru agama di SMAN 3 Langsa
2. Pelaksanaan Penelitian
Adapun langkah-langkah dalam pelaksaan penelitian adalah sebagai berikut:
a) Peneliti membuat instrumen penelitian
b) Peneliti melakukan validasi instrumen kepada dosen IAIN Langsa c) Peneliti membuat angket di google form
d) Peneliti menunjukkan angket google form kepada guru agama SMAN 3 Langsa
e) Peneliti melaksanakan penelitian dengan menyebarkan link angket di google form kepada seluruh siswa yang terpilih
3. Pengumpulan Data
Dalam tahap pengumpulan data peneliti mengumpulkan data yang ada di goolge form lalu melihat hasil responden siswa pada setiap indikator keterampilan mengajar guru
4. Tahap Akhir
Pada tahap akhir peneliti meminta surat bukti telah melakukan penelitian kepada pihak sekolah SMAN 3 Langsa dan selanjutnya membuat pelaporan.
I. Uji Coba Instrumen Penelitian 1. Uji Validitas
Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (megukur) itu valid. Valid berarti instrument tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.12 Dalam penelitian ini menggunakan face valididity sebagai alat untuk mengukur kevalidan instrumen penelitian.
Face validity ketepatan susunan kalimat atau kata-kata yang digunakan pada suatu butir pertanyaan atau pernyataan dalam instrumen tersebut dapat dipahami dan tidak menimbulkan tafsiran lain (ambigu).13 Dalam hal ini item pernyataa yang akan peneliti gunakan dinilai kevalidannya oleh pakar profesional.
Dalam penelitian ini yang menjadi validator adalah Bapak Yustizar, M.Pd.I dan Bapak Mahyiddin, S.Ag. MA.
12Ibid, hal. 121.
13Ibid, hal. 191.
57 A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
1. Sejarah Singkat SMAN 3 Langsa
Pada tanggal 1 Oktober 1991 Sekolah Pendidikan Guru (SPG) dialihfungsikan menjadi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Langsa, sehingga lambat laun sekolah yang dulunya berfungsi sebagai sarana untuk melahirkan tenaga pendidik sekarang menjadi lebih meluas fungsinya sebagai sarana untuk melahirkan serta mempersiapkan generasi-generasi penerus bangsa yang cerdas serta religious yang sanggup menjawab segala tantangan di masa yang akan datang. Selain itu, kehadiran SMAN3 Langsa juga bermanfaat bagi Kota Langsa khususnya Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) umumnya yang merupakan penjabaran dari dari visi dan misi SMA Negeri 3 Langsa.
SMAN 3 Langsa didirikan atas Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0456 / 0 / 1991 tanggal 15 Juli 1991 yang merupakan pengalihan dari Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Negeri Langsa yang berubah menjadi SMAN Langsa. Dialihkannya lembaga SPG Negeri Langsa menjadi SMAN 3 Langsa dengan pertimbangan kebijaksanaan nasional dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan guru dari tingkat SD, SMP, SLTA hingga ke jenjang yang lebih tinggi yaitu Diploma tingkat D2.
Selain itu, tujuan dialihfungsikan SPG Negeri Langsa menjadi SMAN3 Langsa adalah untuk memperluas daya tampung sekolah dan guna meningkatkan mutu pendidikan nasional. Sejak masa peralihan SPG Negeri Langsa menjadi
SMAN 3 Langsa minat masyarakat untuk menyekolahkan putra dan putri mereka mengalami peningkatan yang signifikan tiap tahunnya. Hal ini ditandai dengan banyak terjualnya formulir Penerimaan Siswa Baru (PSB) tiap tahunnya.
2. Identitas Sekolah
Adapun data yang peneliti peroleh tentang lokasi penelitian adalah sebagai berikut:
Nama Sekolah : SMA Negeri 3 Langsa
Tempat : Langsa
Nomor/Tgl. BK.Penegrian : 0426/0/1991/15 Juni 1991 Nomor Statistik Sekolah (NSS)/NPSS : 30.1.06.63.03.001/10105737
Nomor Rutin Sekolah : 167763
Terhitung mulai tanggal : 1 Oktober 1991
Alamat Sekolah/Kode Pos : Jln. Cut Nyak Dhien/24416
Provinsi : Aceh
Kabupaten/Kodya : Langsa
Kecamatan : Langsa Kota
Gedung Sendiri/Menumpang : Gedung Sendiri
Permanen/Semi Permanen : Permanen dan Semi Permanen
Jumlah Ruang Lokal : 29 Ruang
Gedung Asrama : Tidak Ada
Jumlah Jam Pelajaran Seminggu : -
3. Visi Misi SMAN 3 Langsa
Tabel 4.1
Visi Misi SMAN 3 Langsa
Visi Misi
1. Membentuk peserta didik berakhlak dan berbudi pekerti luhur
2. Menumbuhkan minat baca bagi masyarakat sekolah
3. Meningkatkan prestasi akademik peserta didik
4. Meningktakan prestasi ekstra kurikuler peserta didik
5. Meningktakan kemampuan membaca al qur’an dengan baik bagi masyarakat sekolah 6. Meningkatkan kemampuan berbahasa inggris
bagi masyarakat sekolah
7. Meningkatkan kemampuan teknologi informasi bagi masyarakat sekolah 8. Menumbuhkan semangat berkompetisi di
dalam dan dil uar sekolah
9. Meningkatkan proporsi kelulusan ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri
(UMPTN)/seleksi bersama masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) bagi peserta didik.
B. Hasil Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk memperoleh informasi tentang keterampilan mengajar guru PPL FTIK IAIN Langsa dalam bidang studi PAI di SMAN 3 Langsa yang meliputi: keterampilan bertanya, keterampilan memberi penguatan, keterampilan mengadakan variasi, keterampilan menjelaskan, keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, keterampilan mengelola kelas, keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan.
Hasil penelitian ini akan dipaparkan berdasarkan persentase yang yang diperoleh dari 85 responden yaitu siswa kelas XI IPA dan XII IPS. Berikut adalah data hasil informasi siswa yang dirangkum pada tabel dibawah ini.
1. Demografi informasi
Demografi informasi merupakan informasi tentang karakter siswa yang merespon dalam penelitian ini. Responden dapat di kasifikasikan berdasarkan jenis kelasnya. Berikut adalah tabel demografi informasi siswa:
Tabel 4.2 Klasifikasi Responden Berdasarkan Jenis Kelasnya
Kelas
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
uValid XI IPA 1 19 22,4 22,4 22,4
XI IPA 3 16 18,8 18,8 41,2
XI IPA 4 13 15,3 15,3 56,5
XII IPA 5 17 20,0 20,0 76,5
XII IPS 1 20 23,5 23,5 100,0
Total 85 100,0 100,0
Hasil presentase menggunakan IBM SPSS Statistics 23.
Berdasarkan dari tabel diatas terlihat bahwa 23,5% responden dari kelas XII IPS 1, 20 % berasal dari kelas XII IPA 5, 15,3% berasal dari kelas XI IPA 4, 18,8% berasal dari kelas XI IPA 3 dan 22,4% berasal dari kelas XI IPA 1.
2. Respon Siswa Terhadap Keterampilan Mengajar Guru PPL Dalam Bidang Studi PAI
Keterampilan mengajar guru PPL merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam proses pembelajaran. PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) merupakan salah satu bidang studi yang berfungsi untuk menyiapkan calon guru yang berkualitas dan profesional yang sudah mampu menguasi komponen keterampilan mengajar guru. Dalam penelitian ini akan dibahas tentang respon siswa terhadap komponen keterampilan mengajar guru PPL yang meliputi:
Keterampilan bertanya, keterampilan memberi penguatan, keterampilan mengadakan variasi, keterampilan menjelaskan, keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, keterampilan mengelola kelas, keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan.
Tabel 4.3
Hasil Rekapitulasi Respon Siswa Terhadap Keterampilan Mengajar Guru FTIK IAIN Langsa PPL Dalam Bidang Studi PAI
No Komponen Keterampilan
3 Keterampilan mengadakan
variasi 30,6 61,2 7,1 1,2 -
4 Keterampilan menjelaskan 52,9 41,2 5,9 - - 5 Keterampilan membuka dan
menutup pelajaran 41,2 55,3 3,5 - -
Hasil data distribusi responden menggunakan IBM SPSS Statistics 23.
Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa manyoritas responden memberi respon baik dan sangat baik terhadap keterampilan bertanya. Mayoritas responden (56,5%) menyebutkan bahwa keterampilan bertanya guru PPL FTIK IAIN Langsa sudah baik, 38,8% lainnya merespon sangat baik dan hanya 1,2% yang merespon kurang baik dalam kemampuan keterampilan bertanya.
Begitu pula dengan responden keterampilan memberi penguatan sudah memberi respon baik dan sangat baik. Hal ini terlihat bahwa mayoritas responden (52,9%) menyebutkan bahwa keterampilan memberi penguatan guru PPL FTIK IAIN Langsa sudah baik, 32,9% lainnya merespon sangat baik. Hanya 1,2% dan 2,4% yang merespon sangat tidak baik dan kurang baik dalam kemampuan memberi penguatan.
Selanjutnya pada responden keterampilan mengadakan variasi baik dalam intonasi suara guru maupun penggunaan media pembelajaran siswa sudah baik dan sangat baik pula. Hal ini terlihat bahwa Mayoritas responden (61,2%)
menyebutkan bahwa keterampilan mengadakan variasi guru PPL FTIK IAIN Langsa sudah baik, 30,6% lainnya merespon sangat baik dan 1,2% yang merespon kurang baik dalam keterampilan mengadakan variasi.
Lalu pada responden keterampilan menjelaskan sudah memberi respon baik dan sangat baik. Hal ini terlihat bahwa mayoritas responden Mayoritas responden (52,9%) menyebutkan bahwa keterampilan menjelaskan guru PPL FTIK IAIN Langsa sudah sangat baik, 41,2% lainnya merespon sudah baik.
Sementara itu pada responden keterampilan membuka dan menutup pelajaran memberi respon baik dan sangat baik. Mayoritas responden (55,3%) menyebutkan bahwa keterampilan membuka dan menutup pelajaran guru PPL FTIK IAIN Langsa sudah baik, 41,2% lainnya merespon sangat baik.
Kemudian pada responden keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil memberi respon baik dan sangat baik. Mayoritas responden (49,4%) menyebutkan bahwa keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil guru PPL FTIK IAIN Langsa sudah baik, 41,2% lainnya merespon sangat baik. Namun ada 1,2% yang merespon kurang baik dalam kemampuan keterampilanketerampilan membimbing diskusi kelompok kecil.
Demikian juga pada responden keterampilan mengelola kelas. Mayoritas responden (51,8%) menyebutkan bahwa keterampilan mengelola kelas guru PPL FTIK IAIN Langsa sudah baik, 38,8% lainnya merespon sangat baik. Tetapi 1,2%
yang merespon kurang baik dalam kemampuan keterampilan keterampilan mengelola kelas.
Kemudian pada keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan dengan jumlah responden sudah memberi respon baik dan sangat baik. Mayoritas responden (62,4%) menyebutkan bahwa keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan guru PPL FTIK IAIN Langsa sangat baik, 35,3% lainnya merespon sudah baik.
C. Pembahasan
PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) merupakan sebuah mata kuliah wajib yang harus di penuhi oleh setiap calon sarjana FTIK IAIN Langsa dalam proses PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) mahasiswa dituntut untuk mampu mengembangkan ilmu-ilmu yang sudah diperoleh semasa perkuliahan dalam salah satunya adalah keterampil mengajar yang maliputi:
1. Keterampilan bertanya
2. Keterampilan memberi penguatan 3. Keterampilan mengadakan variasi 4. Keterampilan menjelaskan
5. Keterampilan membuka dan menutup pelajaran 6. Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil 7. Keterampilan mengelola kelas
8. Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan.
Berdasarkan hasil penelitian terdapat respon siswa terhadap keterampilan mengajar guru PPL di sekolah SMAN 3 Langsa menunjukkan bahwa hampir semua rata-rata 8 keterampilan mengajar guru PPL sudah sangat baik dan baik.
Baik itu dalam keterampilan bertanya, keterampilan memberi penguatan,
keterampilan mengadakan variasi, keterampilan menjelaskan, keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, keterampilan mengelola kelas, dan keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan.
Namun demikian ada beberapa responden yang memberi respon kurang baik dilihat dari keterampilan bertanya hanya (1,2%) yang menyebutkan bahwa kemampuan guru PPL masih rendah salah satunya dilihat pada setiap pertanyaan jelas dan singkat dimana guru PPL kurang mampumemberi pertanyaan yang mudah dimengerti oleh siswa kemudian guru PPL juga kurang mampu dalam pemindahan giliran dimana siswa tidak dapat diberi kesempatan untuk menanggapi jawaban dari temannya dalam memberi waktu berfikir hal ini terlihat bahwa guru PPL kurang dalam memberi waktu berfikir kepada siswa yang belum menjawab pertanyaan yang sudah diberikan sebelumnya.
Begitu pula pada keterampilan memberi penguatan guru PPL kurang baik (3,6%) bahwa kemampuan guru PPL dalam menggunakan kalimah isyarat seperti menganggukkan kepala ketika siswa menjawab pertanyaan terlihat masih kurang, begitu pula pada penguatan verbal dimana guru PPL tidak pernah menggunakan kalimat penguatan seperti benar sekali, seratus buat kamu kepada siswa, serta guru PPL juga tidak pernah mendekati siswa yang sedang mengerjakan tugas yang telah diberikan.
Pada keterampilam mengadakan variasi ada beberapa responden yang memberi respon kurang baik dilihat dari keterampilan mengadakan variasi. hanya (1,2%) yang menyebutkan bahwa kemampuan guru PPL masih rendah salah
satunya dilihat pada setiap cara mengajar guru PPL kurang menarik perhatian siswa dalam memahami materi yang di ajarkan guru PPL kemudian intonasi suara
satunya dilihat pada setiap cara mengajar guru PPL kurang menarik perhatian siswa dalam memahami materi yang di ajarkan guru PPL kemudian intonasi suara