KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
2. Bagi guru Program Akselerasi Belajar
Proses pembelajaran dan evaluasi belajar bagi peserta didik cerdas
Istimewa, hendaknya dibedakan dengan peserta didik reguler dari segi strategi, metoda ataupun pendekatannya. Proses dan evaluasi
belajar pada program akselerasi belajar harus variatif sehingga dapat menumbuhkan motivasi,minat dan bakat peserta didik cerdas istimewa 3. Bagi Peneliti dan Penyelenggara Program Akselerasi Belajar
Peneliti merekomendasikan alternatif gagasan layanan belajar bagi peserta didik cerdas istimewa yang dilayani kebutuhan belajarnya bersama-sama dalam kelas reguler dengan waktu tempuh sama dengan reguler, pengecualiannya, mereka dapat memilih pelajaran yang diminatinya dengan system SKS, dan apabila mampu menyelesaikan materi pelajaran lebih cepat maka berhak untuk loncat kelas, hendaknya diteliti lebih lanjut untuk nantinya dapat dijadikan rujukan dan masukan bagi peneliti khususnya dan dapat dipertimbangkan oleh para pemegang kekuasaan (stakeholder) dan team pengembang program akselerasi belajar umumnya, sebagai alternative lain selain program akselerasi belajar demi tercapainya perkembangan layanan belajar bagi peserta
Dewi Chandrakirana Damayanti, 2013
Penyelenggaraaan Program Akselerasi Belajar Bagi Peserta Didik Cerdas Istimewa Dilihat Dari Opini Guru,Orangtua Dan Peserta Didik (Studi Kasus Pada SMPN 1 Baleendah Kabupaten Bandung)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
didik cerdas istimewa kearah yang lebih baik, dan terealisasinya pendidikan inklusif bukan “pendidikan eksklusif”
Mengingat penelitian ini hanya mengungkapkan sebagian kecil dari sebagian kasus yang ada pada SMP Negeri I Baleendah sebagai satu - satunya sekolah penyelenggara program akselerasi belajar di lingkungan Kabupaten Bandung, maka sangatlah perlu untuk ditindak lanjuti oleh penelitian lain yang lebih cermat, intensif dan kritis.
Dewi Chandrakirana Damayanti, 2013
Penyelenggaraaan Program Akselerasi Belajar Bagi Peserta Didik Cerdas Istimewa Dilihat Dari Opini Guru,Orangtua Dan Peserta Didik (Studi Kasus Pada SMPN 1 Baleendah Kabupaten Bandung)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Daftar Pustaka
Ahmadi, Iif Khoiru, Hendro, Ari Setyono, dan Sofan Amri. (2011).
Pembelajaran Akselerasi. Jakarta : Prestasi Pustaka
Alimin, Z. (2005). Memahami Pendidikan Inklusif dan Anak Berkebutuhan Khusus. Makalah tidak diterbitkan. Bandung: Jurusan PLB FIP Universitan Pendidikan Indonesia.
Alsa, Ahmadi. (2007). Kelemahan dan Keunggulan Program Akselerasi (Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Pada Fakultas Psikologi UGM). Tidak dipublikasikan
Argo, Wikajanti. ( 2004). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Yogyakarta. Pustaka Widyatama
Arikunto,Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian suatu Pendekatan praktik. Jakarta : Rineka Cipta.
Artanti, Hydra (2009). Upaya Mengefektifkan Program Akselerasi Dalam Rangka Pengembangan Potensi siswa Berbakat Intelektual (tesis ). Tidak dipublikasikan
Ary, Donald., Jacobs, L.C., & Razavieh, Asghar. Introduction to Research in Education. Alih Bahasa oleh: Furchan, Arief. (1982). Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional.
Bungin Burhan, (2006). Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: Raja Gratindo Persada
Dellar, B, Graham. (1998). School Climate, School Improvement and Site-based Management. Learning Environments Research, Volume 1, Number 3 / October, 1998. Springer Netherlands.
Depdiknas. (2007). Penatalaksanaan Psikologi Layanan program cerdas istimewa, Jakarta: Direktorat PLB Dirjen Mandikdasmen Depdiknas Depdiknas. (2007). Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Untuk
Peserta Didik Berkecerdasan Istimewa(Program Akselerasi). Jakarta: Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Pendidikan Luar Biasa
Dewi Chandrakirana Damayanti, 2013
Penyelenggaraaan Program Akselerasi Belajar Bagi Peserta Didik Cerdas Istimewa Dilihat Dari Opini Guru,Orangtua Dan Peserta Didik (Studi Kasus Pada SMPN 1 Baleendah Kabupaten Bandung)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Direktorat pembinaan SLB. (2010). Panduan untuk Guru dan Orang Tua. Memahami dan Menangani Cerdas Istimewa dengan Berbagai Masalah yang Menghambat Prestasi Akademis. Jakarta : Dirjen Kementrian Pendidikan Nasional.
Djojonegoro, Wardiman. (2004). Permasalahan Pelaksanaan Pendidikan Dasar Dalam Era Otonomi Daerah. [tersedia online] : http://www.diknas-jabar.go.id/tentang/pendas/pendasotonomi.htm. 01-02-2004.
Efiaty. (2012). “ Pengembangan Pendidikan Khusus”
Artikel.http//www:republic.co.id/Suplemen/detail. 05-05-2013 http : //www.alcenter.com/alindex.html. diakses 17 Mei 2013
Hawadi, Reni Akbar .(1993). Melacak Bakat Intelektual Anak Menurut Konsep Renzulli. Depok: Disertasi FPs Universitas Indonesia
Hawadi, Reni Akbar. ( 2004) . Akselerasi A-Z, Informasi Program Percepatan Belajar dan Anak Berbakat Intelektual. Jakarta : Grasindo
Hendyat Soetopo, (2002) . Kelas Akselerasi Bisa Perkosa Perkembangan AnakDidik, Kompas Cyber Media. 31-05-2013 Kepmendiknas No. 19. (2005). Jakarta. Depdiknas
Meier, Dave. (2002). The Accelerated Learning Handbook: Panduan kreatif dan efektif merancang program pendidikan dan pelatihan, Bandung: Kaifa
Moleong, Lexy J. (2000). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya
Munandar, Utami ( 2009). Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta : Rineka Cpta
Munandar, Utami; freeman, Joan (2004). Cerdas dan Cemerlang. Kiat Menemukan dan Mengembangkan Bakat Anak Usia 0 – 5 Tahun.
Jakarta : Gramedia
Dewi Chandrakirana Damayanti, 2013
Penyelenggaraaan Program Akselerasi Belajar Bagi Peserta Didik Cerdas Istimewa Dilihat Dari Opini Guru,Orangtua Dan Peserta Didik (Studi Kasus Pada SMPN 1 Baleendah Kabupaten Bandung)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI. (2009). Pendidikan inklusif bagi Peserta Didik Yang memiliki Kelainan dan Memiliki Potensi Kecerdasan dan /atau Bakat istimewa. Jakarta: Permendiknas Permendiknas . (2006). No. 34/2006 Tentang Pembinaan Prestasi
Peserta Didik yang memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau bakat istimewa. Jakarta : Depdiknas
Permendiknas. No 34 (2006). Tentang Pembinaan PrestasiPeserta Didik.
Jakarta : Depdiknas
Pyryt, M.C (1999). Acceleration : Strategic and Benefits. Paper Presented at the 9th annual SAGE Conference , 6-7 Calgary Alberta, http://www.calgary.ca/ ~ giftedue / resources/ articles/pyryt.html (diambil tanggal 15 April 2013)
Rusyan,AT.( 1990). Profesionalisme Tenaga Pendidik. Bandung: Karya Sarjana mandiri
Saifuddin. (2012). Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Jogyakarta Pustaka Pelajar
Semiawan, Conny. (1997). Perspektif Pendidikan Anak Berbakat. Jakarta : Grasindo.
Sugiyono, (2009) Metode Penelitian Kualitatif dan R &D, Bandung: IKAPI Alfabeta
Sunarjo, Widodo. (1984). Filsafat Manusia Dalam Islam. Yogyakarta: Pustaka Belajar
Team Pengembang CI+BI. (2012). Selayang Pandang Program Layanan CI+BI (Akselerasi) SMPN 1 Baleendah. Tidak dipublikasikan _________________________.(2005). Pedoman Pengembangan Pusat
Sumber bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Bandung: Disdik Jabar.
Undang-Undang RI. No 20 Tahun 2003 . (2003). Sisdiknas. Jakarta : Dep. Pendidikan Nasional RI
Dewi Chandrakirana Damayanti, 2013
Penyelenggaraaan Program Akselerasi Belajar Bagi Peserta Didik Cerdas Istimewa Dilihat Dari Opini Guru,Orangtua Dan Peserta Didik (Studi Kasus Pada SMPN 1 Baleendah Kabupaten Bandung)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Undang-Undang No 23 (2002). Tentang Perlindungan Anak. Jakarta: Depdiknas
Undang-Undang RI. No 14 Tahun 2005. (2005). Jakarta.
Undang-Undang Dasar RI Tahun 1945, Pasal 31 ayat 1, ayat 2 dan ayat 3 Zamroni. (2002). Pola Induk Sistem Pengujian Hasil KBM Berbasis
Kemampuan Dasar Sekolah Menengah Umum (SMU). Jakarta : Direktorat Dikmenum, Dirjen Dikdasmen. Departemen Pendidikan Nasional: .