• Tidak ada hasil yang ditemukan

KABUPATEN SIMALUNGUN A. Peternak dan Pemilik Sapi

B. Hak dan Kewajiban Peternak 1. Hak peternak

Adapun hak-hak tersebut adalah:73

a. Jika ternak itu betina, lalu pada saat sapi melahirkananak sapi pertama, maka anak sapi tersebut dibagi dua, 50% untuk pemilik sapi dan 50%

untuk si peternak, dan apabila sapi betina tersebut melahirkan anak kedua,

73Jaufendi (peternak), Wawancara, Nagori Tinjowan Kecamatan Ujung Padang Kabupaten Simalungun, 15 September 2020.

maka anak sapi yang pertama untuk pemilik sapi dan anak sapi yang kedua untuk si peternak begitu seterusnya, jika ternak itu jantan, maka sewaktu diserahkan pada peternak harus ditentukan harganya lalu setelah dijual laba dibagi dua. Dalam pembagiannya, harga jual di kurangi harga modal dan sisanya merupakan keuntungan yang akan di bagi rata sesuai dengan kesepakatan 50:50.

b. Jika ternak itu mandul, maka dijual, biasanya dikeluarkan juga uang rumput pemeliharaan dan peternak mempunyai hak terdahulu jika ia ingin membeli atau memelihara kembali.

c. Peternak mendapat keuntungan sesuai dengan keterampilannya

d. Modal yang digunakan adalah sebagai amanah yang wajib dijaga, sekiranya terjadi kerugian maka tidak ada ganti rugi dan tuntutan

e. Kedudukan peternak adalah sebagai agen,yang dapat menggunakan modal atas persetujuan pemilik sapi. Tetapi tidak berhak membeli dan menjual sapi tersebut.

f. Apabila ada keuntungan,maka dia berhak mendapatkan imbalan atas usaha dan tenaganya, sekiranya usaha itu rugi, dia berhak mendapatkan upah.

g. Apabila pekerja itu tidak bekerja di daerahnya sendiri, seperti di kota yang jauh, maka dia pun berhak mendapatkan uang makan dan sebagainya.

h. Peternak mempunyai hak eksklusif untuk mengelola tanpa campur tangan pemilik sapi.

i. Mendapatkan sebagian hasil dari perjanjian bagi hasil (belah sapi), yang dimana jika seorang peternak berhasil membesarkan sapinya hingga menghasilkan anak sapi maka hasil pembagian adalah anak sapi yang lahir pertama untuk si pemilik sapi dan anak kedua yang dilahirkan oleh sapi yang di pelihara peternak adalah untuk si peternak.

j. Mendapatkan fasilitas dari pemilik sapi seperti keranjang samping, mesin babat rumput, arit, sekop, angkong, kandang.

Adapun kewajiban peternakyaitu :74

a. Peternak menyediakan tempat untuk kandang sapi.

b. Peternak memberi makan dan minum serta memenuhi semua kebutuhan sehari-hari.

c. Peternak membeli dedak dan garam untuk campuran minum sapi yang akan membuat sapi gemuk dan akan meningkatkan kualitas sapi sehingga berdampak pada harga jualnya. Dalam penyertaan modal ini tentu akan berhubungan dengan pembagian keuntungan antara pemilik sapi dan peternak sesuai dengan kontribusi yang diberikan kedua belah pihak.

d. Peternak berkewajiban menyediakan keahlian, waktu, pikiran dan upaya untuk mengelola dan memelihara sapi tersebut serta berusaha untuk memperoleh keuntungan seoptimal mungkin.

e. Peternak sendiri, tanpa ada campur tangan dari pemilik sapi yakni mengelola dan memelihara sapi tersebut.

74Jaufendi (peternak), Wawancara, Nagori Tinjowan Kecamatan Ujung Padang kabupaten Simalungun, 15 September 2020.

f. Peternak berkewajiban untuk mematuhi syarat-syarat dan ketentuan- ketentuan perjanjian bagi hasil (belah sapi) selama mengurus sapi yang bersangkutan. Apabila peternak dihadapkan pada masalah yang bagi masalah itu tidak terdapat petunjuk-petunjuk yang khusus, maka peternak harus mengikuti kebiasaan-kebiasaan praktik yang berlaku.

g. Peternak memiliki sifat sebagai seorang wali amanah (trusted) disamping sebagai kuasa bisnis yang bersangkutan. Sebagai seorang wali amanah, peternak berkewajiban untuk bertindak dengan hati-hati atau bijaksana dan beriktikad baik dan bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi karena kelalaiannya. Sebagai seorang kuasa, peternak diharapkan untuk menjaga sapi yang telah dititipkan sedemikian rupa sehingga memperoleh keuntungan seoptimal mungkin tanpa melanggar perjanjian bagi hasil (belah sapi).

h. Mengontrol setiap hari hewan ternak agar didapatkan hasil yang maksimal dan menangani langsung bila terjadi masalah.

i. Peternak bertanggung jawab atas sapi yang dipeliharanya. Sebelum si pemelihara berangkat mencari pakan, mereka harus membersihkan kotoran-kotoran sapi. Peternak pergi mencari pakan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari.

j. Untuk memperoleh modal berupa vitamin ternak guna meningkatkan kualitas ternak, si pemelihara mengumpulkan kotoran-kotoran ternak ke dalam karung, kemudian menjual kotoran tersebut kepada petani untuk dijadikan pupuk. Kemudian dari hasil penjualan tersebut si pemelihara

membelikan konsentrat untuk sapi berupa gabah, limbah jagung, limbah pisang dan ampas tahu.

k. Mengikuti organisasi ternak setempat agar mendapatkan informasi- informasi yang bermanfaat untuk usaha ternak, informasi dari pemerintah itu dapat berupa layanan kesehatan ternak secara gratis.

l. Menjaga agar kandang sapi tetap bersih dan kering agar tidak ada parasite-parasit yang dapat hidup di udara lembab dan basah.

m. Waktu yang dibutuhkan dalam satu periode panen sapi biasanya bervariasi tergantung dari peternak, ada yang 10 (sepuluh) bulan, 1 (satu) tahun, 2 (dua) tahun kemudian ketika sapi tersebut siap untuk dijual maka hasil penjualannya dikurangi dengan modal awal yaitu pada saat pertama kali sapi dibeli oleh pemilik modal. Sehingga kedua belah pihak harus mengetahui harga pembelian sapi sebelum melakukan praktik kerjasama perjanjian bagi hasil (belah sapi).

Biasanya harga beli sapi berkisar sekitar Rp.10.000.000 sampai Rp.25.000.000.

n. Jika ternak itu mati di tangan si peternak karena kegagalan teknis, biasanya kedua belah pihak pasrah kepada takdir tersebut.

Adapun kewajiban cara pemeliharaan sapi tersebut yang dilakukan oleh peternak, dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 8.Cara Pemeliharaan Sapi Yang Dilakukan:

No Cara Pemeliharaan Sapi Persentase

1. Digembalakan di padang rumput 80%

2. Dikandangkan dengan memberikan

rumput dan konsetat (makanan tambahan) 6%

3. Kombinasi antara kedua cara pemeliharaan sapi diatas

14%

Jumlah 100%

Sumber : Data Olahan Hasil Penelitian

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa 80% (delapan puluh persen) orang yang memelihara sapi dengan cara digembalakan di padang rumput, namun 6% (enam persen) orang menyatakan bahwa mereka memelihara sapi dengan cara dikandangkan dengan cara memberikan rumput dan konsetat (makanan tambahan), dan 14% (empat belas persen) menjawab bahwa mereka memelihara sapi dengan cara kombinasi antara keduanya.

Berdasarkan dari hasil dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa pemeliharaan sapi tersebut dilakukan dengan cara digembalakan dipadang rumput dan dikandangkan dengan pemberian rumput, pada jenis pemeliharaan ini peternak banyak mengeluarkan biaya maupun tenaga karena harus banyak dalam pemberian rumput kepada sapi. Pemeliharaan dengan cara dikandangkan ini dapat melindungi sapi dari hujan dan panas matahari, menjaga keamanan dan kesehatan sapi serta dapat mempermudah peternak dalam perawatan dan pemantauan sapi. Hal ini dilakukan peternak dengan harapan sapi yang mereka pelihara dapat menghasilkan sapi yang gemuk dan layak jual sehingga dapat berpengaruh pada besarnya bagi hasil mereka.

Selain itu adapun sistem pengelolaan bagi hasil peternak dengan pemilik sapi, hal ini dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 9.Sistem Pengelolaan Bagi Hasil

No Sistem Pengelolaan Persentase

1. Dikelola secara perseorangan (swakelola) 40%

2. Kerjasama Bagi Hasil dengan Peternak 60%

Sumber : Data Olahan Hasil Penelitian

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa 40% (empat puluh persen) orang menjawab mereka melakukan ternak sapi secara perseorangan, dan 60 % (enam puluh persen) orang menjawab mereka melakukan bagi hasil dengan peternak.