b. Hak minoritas atas laba bersih Anak perusahaan adalah sebagai berikut:
b. Minority interests in net income of Subsidiaries are as follows:
2008 2007
PT Sungai Rangit 3.589.534 3.302.532 PT Sungai Rangit
PT Aek Tarum 1.092.956 322.344 PT Aek Tarum
PT Binasawit Makmur 793.729 151.236 PT Binasawit Makmur
PT Telaga Hikmah 597.434 441.634 PT Telaga Hikmah
PT Mutiara Bunda Jaya 332.314 249.513 PT Mutiara Bunda Jaya
PT Gunung Tua Abadi 46.203 70.475 PT Gunung Tua Abadi
Jumlah 6.452.170 4.537.734 Total
26. CADANGAN WAJIB 26. STATUTORY RESERVE
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diadakan pada tanggal 14 Maret 2008, Perusahaan telah membuat penyisihan untuk cadangan wajib sebesar Rp10.994.710. Cadangan
ini dibuat sesuai dengan Undang-undang
No. 40/2007 mengenai Perseroan Terbatas yang diberlakukan sejak bulan Agustus 2007, yang
mengharuskan perusahaan Indonesia untuk
membuat penyisihan cadangan paling sedikit sebesar 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor. Undang-undang tersebut tidak mengatur jangka waktu untuk mencapai cadangan
wajib minimum tersebut.
Based on the Extraordinary Shareholders’ Meeting dated March 14, 2008, the Company has set up a statutory reserve amounting Rp10,994,710. The statutory reserve is in accordance with Indonesian Corporate Law No. 40/2007 introduced in August 2007 which requires companies to set up a reserve reaching to a minimum 20% of the Company’s issued share capital. There is no set period of time
over which this amount should be accumulated.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 27 Juni 2008, para pemegang saham kembali menyetujui untuk meningkatkan cadangan wajib sebesar Rp3.000.000 yang diambil dari laba ditahan.
Based on the Annual Shareholders’ General Meeting dated June 27, 2008, the shareholders approved to appropriate Rp3,000,000 of its
retained earnings as statutory reserve.
27. DIVIDEN 27. DIVIDENDS
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 14 Maret 2008, dividen yang dibagikan dari saldo laba per 31 Desember 2006 adalah Rp126 (jumlah penuh) per lembar saham
sehingga jumlah dividen adalah Rp238.140.000.
Based on the Extraordinary Shareholders’ Meeting dated March 14, 2008, dividends to be distributed in respect of retained earnings per December 31, 2006 was approved to be Rp126 (full amount) per
share amounting to a total dividend of
Rp238,140,000.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 27 Juni 2008, dividen yang dibagikan dari saldo laba per 31 Desember 2007 adalah Rp21 (jumlah penuh) per lembar saham
sehingga jumlah dividen adalah Rp39.690.000.
Based on the Annual Shareholders’ General Meeting dated June 27, 2008, dividend distribution in respect of retained earnings per December 31, 2007 was Rp21 (full amount) per share amounting to a total dividend of Rp39,690,000.
SAMPOERNA
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 27 Juni 2008, para pemegang saham menyetujui pemberian sumbangan bagi
perbaikan pendidikan nasional yang akan
disalurkan melalui program di Yayasan Putera Sampoerna sebesar Rp4.300.000 atau 2,0% dari laba bersih tahun 2007.
Based on the Annual Shareholders’ General Meeting dated June 27, 2008, the shareholders approved a donation to improve national education which will be channelled through education programs in Putera Sampoerna Foundation amounting to Rp4,300,000 or 2.0% from the 2007 net income.
29. IKATAN DAN KEWAJIBAN KONTINJENSI 29. COMMITMENTS AND CONTINGENCIES
a. Sesuai dengan perjanjian pinjaman Plasma dengan BRI pada tahun 2000, Telaga Hikmah diminta untuk bertindak sebagai penjamin
(avalist) atas pembayaran pinjaman petani
dengan jadwal dan angsuran yang telah ditentukan. Untuk tujuan tersebut, Telaga
Hikmah akan melakukan pembayaran
pinjaman yang berasal dari bagian penjualan TBS yang dihasilkan dari kebun petani Plasma. Jika hasil penjualan TBS tersebut
tidak mencukupi angsuran yang telah
ditentukan tersebut, maka Telaga Hikmah, sebagai penjamin, akan menanggung selisih dari angsuran tersebut.
a. In accordance with the Plasma loan
agreement with BRI in 2000, Telaga Hikmah is required to act as the guarantor (avalist) for the repayment of Plasma loan in the agreed schedule and installment. For that purpose, Telaga Hikmah will collect the loan repayment from a portion of the sales proceeds of FFB produced from farmers’ Plasma areas. If such proceeds are insufficient for the installment payment, Telaga Hikmah, as the guarantor, has to cover the difference of the installment.
Sesuai dengan perjanjian dengan BRI, Mutiara Bunda Jaya diminta untuk bertindak sebagai penjamin hutang plasma (di bawah program PIR Trans) sampai seluruh hutang plasma dilunasi, sementara itu Telaga Hikmah diminta untuk menjadi penjamin hutang plasma. Setelah pengalihan kebun Plasma kepada petani Plasma dilakukan, maka jaminan hutang petani Plasma sehubungan dengan perjanjian hutang Mutiara Bunda Jaya dan Telaga Hikmah dengan BRI adalah berupa
sertifikat tanah yang bersangkutan.
Pembayaran pinjaman Plasma tersebut
dilakukan dengan cara memotong hasil yang diterima petani atas penjualan TBS yang diproduksi dari lahan petani Plasma. Mutiara Bunda Jaya dan Telaga Hikmah akan membeli semua TBS hasil produksi Plasma sampai seluruh hutang Plasma terbayar.
Under the loan agreement with BRI, Mutiara Bunda Jaya is required to act as guarantor for the Plasma loans (under PIR Trans Program) until the Plasma loans is repaid in full, while Telaga Hikmah is required to act as guarantor for the Plasma loan. After all the Plasma areas
are converted and turned over to
smallholders, the collateral for the Plasma loan under the Mutiara Bunda Jaya’s and Telaga Hikmah’s loan agreements with BRI shall be the related landright certificates of the Plasma participants. Repayments are to be made out of a portion of the proceeds from the sale of FFB produced from the farmers’ Plasma areas. Mutiara Bunda Jaya and Telaga Hikmah are required to purchase all Plasma FFB production until all of the Plasma loans have been settled.
29. IKATAN DAN KEWAJIBAN KONTINJENSI