• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menurut Agus Suprijono belajar memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia, “yaitu manusia terlahir sebagai makhluk lemah yang tidak mampu berbuat apa-apa serta tidak mengetahui apa-apa. Akan tetapi melalui proses belajar dalam fase perkembangannya, manusia bisa menguasai berbagai skill (kemahiran/keterampilan) maupun pengetahuan.”24

23“Kartun dan Seni Ilustri”.Artikel diakses pada 15 oktober 2013 dari file;//C:User/Public/Dokuments/Kartun-dan Seni-Ilustri.html

24

Agus Suprijono. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. (Jakarta: PT. UIN Jakarta Press, 2005), cetakan.1. h.88

kelakuan melalui pengalaman. (learning is defined as the modification or

strengthening of behavior through experiencing).” Menurut pengertian ini,

belajar adalah merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari pada itu, yakni mengalami. Selain itu Oemar Hamalik juga menyatakan bahwa

“belajar adalah memperoleh pengetahuan; belajar adalah latihan-latihan pembentukan kebiasaan secara otomatis, dan seterusnya.”25

Beberapa pakar pendidikan mendefinisikan belajar sebagai berikut26: 1) Gagne

Belajar adalah perubahan disposisi atau kemampuan yang dicapai seseorang melalui aktivitas. Perubahan disposisi tersebut bukan diperoleh langsung dari proses pertumbuhan seseorang secara alamiah. 2) Travers

Belajar adalah proses menghasilkan penyesuaian tingkah laku. 3) Cronbach

Learning is shown by a change in behavior as a result of experience. (Belajar adalah perubahan perilaku sebagai hasil dari pengalaman). 4) Harold Spears

Learning is to observe, to read, to imitate, to try something themselves, to listen, to follow direction. (Belajar adalah mengamati, membaca, meniru, mencoba sesuatu, mendengar dan mengikuti arah tertentu). 5) Geoch

Learning is change in performance as a result of practice. (Belajar

adalh perubahan performance sebagai hasil latihan) 6) Morgan

Learning is any relatively permanent change in behavior that is a

result of past experience. (Belajar adalah perubahan perilaku yang

bersifat permanen sebagai hasil dari pengalaman). b. Ciri-ciri Belajar

Pada hakikatnya belajar menunjuk ke perubahan dalam tingkah laku si subjek dalam situasi tertentu berkat pengalamannya yang berulang-ulang, dan perubahan tingkah laku tersebut tak dapat dijelaskan atas dasar kecenderungan-kecenderungan respon bawaan, kematangan atau keadaan

25

Oemar Hamalik, Kurikulumdan Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), Ed. 1 Cet. 9. h. 36

26

Agus Suprijono, Cooperatve Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2009), h. 2

Menurut Oemar Hamalik dengan pengertian tersebut, “maka ternyata belajar sesungguhnya memiliki ciri-ciri (karakteristik) tertentu, yaitu:

1) Belajar berbeda dengan kematangan

2) Belajar dibedakan dari perubahan fisik dan mental 3) Belajar yang hasilnya relatif menetap.”27

Wiliiam Burton menyimpulkan “uraiannya yang cukup panjang tentang prinsip-prinsip belajar sebagai berikut:

1) Proses belajar ialah pengalaman, berbuat, mereaksi, dan melampaui (under going).

2) Proses itu melalui bermacam-macam ragam pengalaman dan mata pelajaran-mata pelajaran yang terpusat pada suatu tujuan tertentu. 3) Pengalaman belajar secara maksimum bermakna bagi kehidupan

murid.

4) Pengalaman belajar bersumber dari kebutuhan dan tujuan murid sendiri yang mendorong motivasi yang kontinu.

5) Proses belajar dan hasil disyarati oleh hereditas dan lingkungan.

6) Proses belajar dan hasil usaha belajar secara materiil dipengaruhi oleh perbedaan – perbedaan individual di kalangan murid-murid.

7) Proses belajar berlangsung secara efektif apabila pengalaman -pengalaman dan hasil-hasil yang diinginkan disesuaikan dengan kematangan murid.

8) Proses belajar yang terbaik apabila murid mengetahui status dan kemajuan.

9) Proses belajar merupakan kesatuan fungsional dari berbagai prosedur 10)Hasil-hasil belajar secara fungsional bertalian satu sama lain, tetapi

dapat didiskusikan secara terpisah.

11)Proses belajar berlangsung secara efektif di bawah bimbingan yang merangsang dan membimbing tanpa tekanan dan paksaan.

12)Hasil-hasil belajar adalah pola-pola perbuatam, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi, abilitas, dan keterampilan.

13)Hasil-hasil belajar diterima oleh murid apabila memberi kepuasan pada kebutuhannya dan berguna serta bermakna baginya.

14)Hasil-hasil belajar dilengkapi dengan jalan serangkaian pengalaman-pengalaman yang dapat dipersamakan dan dengan pertimbangan yang baik.

15)Hasil-hasil belajar itu lambat laun dipersatukan menjadi kepribadian dangan kecepatan yang berbeda-beda.

16)Hasil-hasil belajar yang telah dicapai adalah bersifat kompleks dan

27

c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar

Dalam belajar ada faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar. Faktor-faktor tersebut ada yang berasal dari dalam diri orang yang belajar dan ada yang berasal dari luar diri orang yang belajar. Faktor yang berasal dari luar diri pembelajar adalah waktu, udara, letak tempat belajar yang bising, alat-alat peraga yang digunakan dalam belajar sebagai media belajar sehingga belajar tidak bersifat memperkenalkan materi saja. Menurut Sumadi

Suryabrata, ”faktor-faktor tersebut disebut faktor nonsosial dalam

belajar.”29

Faktor lain yang mempengaruhi proses belajar adalah pendekatan belajar. Pendekatan belajar merupakan cara dalam menyampaikan materi belajar. Muhibin Syah berpendapat bahwa “pendekatan belajar merupakan faktor yang berasal dari luar diri manusia yang mempengaruhi belajar.”30 Pendekatan belajar dapat berupa penyampaian materi secara berulang-ulang, melibatkan siswa dalam penelitian ilmiah, atau melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran.

Menurut Sumadi Suryabrata, “faktor-faktor yang berasal dari dalam diri

manusia adalah faktor fisiologis dan psikologis.”31

Faktor fisiologis berupa kondisi jasmani yang sehat dalam hal ini dipengaruhi oleh kecukupan nutrisi dan kondisi kesehatan. Kondisi fisiologis juga termasuk kondisi fungsi-fungsi pancaindera. Faktor lain yang berasal dari dalam diri pembelajar adalah keadaaan psikologis pembelajar seperti motivasi yang mendorong seseorang untuk melaksanakan aktivitas belajar, minat, cita-cita, sifat manusia yang ingin mengembangkan pengetahuan yang dimilikinya.

Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar adalah faktor-faktor yang berasal dari

28

Ibid., h. 31 29

Sumadi Suryabrata, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2008), h. 233.

30

Muhibin Syah. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. (Bandung: PT. Remaja Rosydakarya, 2009) h.136

31

cita-cita, dan sifat manusia yang ingin mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. Faktor lain yang mempengaruhi proses belajar adalah kondisi tempat belajar, sarana dan prasarana, metode pembelajaran, lingkungan belajar, dan pendidik.

d. Pengertian Hasil Belajar

Menurut S. Nasution hasil belajar siswa dirumuskan sebagai “Tujuan Intrusional Umum (TIU) yang dinyatakan dalam bentuk yang lebih spesifik dan merupakan komponen dari tujuan umum matakuliah atau bidang studi. Hasil belajar ini menyatakan apa yang akan dapat dilakukan atau dikuasai siswa sebagai hasil pelajaran itu”.32 Menurut Purwanto “Hasil belajar

merupakan perolehan dari proses belajar siswa sesuai dengan tujuan pengajaran (ends are being attained). Tujuan pengajaran menjadi hasil belajar potensial yang akan dicapai oleh anak melalui kegiatan belajarnya”.33

Merujuk pemikiran Bloom yang dikutip Agus Suprijono bahwa:

“Hasil belajar mencakup kemampuan kognitif, afektif, dan

psikomotorik. Domain kognitif adalah knowledge (pengetahuan, ingatan), comprehension (pemahaman, menjelaskan, meringkas, contoh), application (menerapkan), analysis (menguraikan, menentukan hubungan), synthesis (mengorganisasikan, merencanakan, membentuk bangunan baru), dan evaluation (menilai). Domain afektif adalah receiving (sikap menerima), responding (memberikan respons), valuing (nilai), organization (organisasi), characterization (karakterisasi). Domain psikomotor meliputi initiatory, pre-routine, dan rountinized. Psikomotor juga mencakup keterampilan produktif, teknik, fisik, sosial, manjerial, dan intelektual”.34

Menurut Djamarah, “hasil adalah prestasi dari suatu kegiatan yang telah

dikerjakan, diciptakan, baik secara individu maupun kelompok.”35

Hasil

belajar menurut Gagne seperti yang dikutip W.S Winkel, “dapat dikaitkan

32

S.nasution, Kurikulum dan Pengajaran, (Jakarta: Bumi Kasara, 2009), Cet. V. h. 61 33

Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), Cet. 1, h. h. 45 34

Agus Suprijono. Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi Paikem. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005) h.6-7

35

Nana Sudjana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Cet ke-14, (Bandung: Remaja Rosydakarya. 2009) h.22

diwujudkan dalam lima kategori hasil belahar, yaitu informasi verbal, kemahiran intelektual, pengaturan kegiatan kognitif, keterampilan psikomotorik dan sikap.” 36

Lima kemampuan tersebut lebih lanjut dijelaskan sebagai berikut :

1) Kemampuan intelektual (Intectual Skill), kemampuan yang dimiliki seseorang untuk membedakan, mengabstraksikan suatu objek, menghubung-hubungkan konsep dan dapat menghasilkan suatu pengertian, serta memecahkan suatu permasalahan.

2) Strategi kognitif (Cognitif Strategic), yaitu kemampuan seseorang untuk mengatur dan mengarahkan aktifitas mentalnya sendiri dalam memecahkan persoalan yang dihadapi.

3) Informasi verbal (Verbal informastion), yaitu kemampuan seseorang untuk menuangkan dalam bentuk bahasa baik lisan maupun tertulis.

4) Kemampuan motorik, yaitu kemampuan yang dimiliki seseorang berupa kecendrungan untuk menerima dan menolak suatu objek berdasarkan penelitian atas objek itu.37

Transfer belajar berkenaan dengan adanya konsep yang telah diorganiasikan dalam struktur kogntif siswa. Transfer belajar dapat tercapai bila peserta didik berhasil menguasai pengetahuan dan keterampilan. Prngetahuan dan keterampilan tresebut diperoleh dari pengalaman belajar. Hal

ini sesuai dengan apa yang dikemukakan Nana Sudjana “bahwa kemampuan

-kemampuan yang dimiliki siswa diperoleh setelah ia mengalami pengalaman

belajar yang disebut hasil belajar”.38

Hasil belajar yang dicapai siswa melalui proses pembelajaran yang optimal cenderung mewujudkan hasil yang berciri sebagai berikut; kepuasaan dan kebanggan yang dapat menumbuhkan motivasi belajar instrinsik pada diri siswa:

1) Menambah keyakinan akan kemampuan dirinya 2) Hasil belajar yang dicapai bermakna bagi dirinya

36

W.S Winkel, Psikologi Pengajaran ,(Yokyakarta: Media Abdi, 2007), Cet ke-10, h. 111-117

37

Ahmad Sofyan, Tonih Feronik dan Burhanudin Milama.Evaluasi Pembelajaran IPABerbasis Kompetensi. (Jakarta: UIN Jakarta Press, 2006) h.18-19

38

OemarHamalik, Proses BelajarMengajar, (Jakarta: PT BumiAksara, 2003), cet.Ke-2, h.30

4) Kemampuan siswa untuk mengontrol/menilai dan mengendalikan dirinya terutama dalam menilai hasil yang capainya maupun menilai mengendalkan proses dan usaha belajarnya.39

Adapun hasil belajar yang dimaksud disini adalah sesuatu yang diketahui, diperoleh atau didapat setelah melalui proses belajar, baik karena ada guru yang mengajar ataupun siswa sendiri yang memanfaatkan lingkungannya untuk belajar.

Hasil belajar yang dicapai oleh seorang individu merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi baik dari dalam diri (faktor internal) maupun dari luar diri (eksternal) individu.

Secara singkat dapat dikatakan bahwa hasil belajar berupa perolehan perubahan tingkah laku yang meliputi; pengamatan, pengenalan, pengertian, perbuatan, keterampilan, perasaan, minat dan bakat. Dalam dunia pendidikan prestasi belajar digunakan sebagai pendorong bagi siswa dalam meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berperan sebagai umpan balik dalam meningkatkan mutu pendidikan.

e. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Menurut Abu Ahmadi faktor yang mempengaruhi hasil belajar sebagai berikut:

1) Faktor raw input (yakni faktor murid/anak itu sendiri) di mana tiap anak memiliki kondisi yang berbeda-beda dalam :

a) Kondisi fisiologis b) Kondisi psikologi

2) Faktor environmental input (yakni faktor lingkungan), baik itu lingkungan alami ataupun lingkungan sosial.

3) Faktor instrumental input, yang di dalamnya antara lain terdiri dari: a) Kurukulum

b) Program/bahan pengajaran c) Sarana dan fasilitas

d) Guru (tenaga pengajar). 40

39

Nana Sudjana. Penilaian Hasil Belajar Mengajar. (Bandung: PT. Remaja Rosydakarya, 2009).cetakanke-7. h.57

40

pada kemampuan diri individu seperti minat, motivasi, bakat, dan lain sebagainya yang bisa mempengaruhi hasil belajar. Namun faktor eksternal seperti sarana prasarana, perlengkapan belajar, materi pelajaran, dukungan sosial dan pengaruh budaya juga mempengaruhi hasil belajar siswa. Untuk itu antara faktor internal dan eksternal harus saling melengkapi agar hasil belajar siswa lebih meningkat.

3. Hakikat Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

Dokumen terkait