• Tidak ada hasil yang ditemukan

1.7 PENEGASAN ISTILAH

2.1.13 Hakikat Belajar dan Pembelajaran .1 Hakiakat belajar

Dalam keseluruhan proses pendidikan, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Menurut Rusman (2011:134) belajar adalah

perubahan tingkah laku individu sebagai hasil dari pengalaman dalam interaksi dengan lingkungan.

Belajar juga dipandang sebagai proses, kegiatan dan merupakan suatu hasil atau tujuan. Hal ini sesuai dengan pendapat Sardiman (2011:20) belajar adalah perubahan tingkahlaku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan, misalnya membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya.hal itu sesuai dengan pendapat Purwanto (2011:38) belajar adalah proses dalam individu yang berinteraksi dengan lingkungan untuk mendapatkan perbahan dalam perilakunya.

Hasil dari belajar adalah adanya perubahan perilaku. Hal ini selaras dengan pendapat siddik (2008:1.3) Belajar adalah suatu aktivitas yang disengaja dilakukan oleh individu agar terjadi perubahan kemampuan diri, dengan belajar anak yang tadinya tidak mampu melakukan sesuatu, menjadi mampu melakukan sesuatu itu, atau anak yang tadinya tidak terampil menjadi terampil. Hal ini didukung oleh pendapat Hamalik (2010:21) belajara merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan serangkaian kegiatan

Dalam pemerolehan pengalaman untuk perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar perlu adanya interaksi. Hal ini selaras dengan pengertian belajar yang dikemukakan oleh Slameto (2010:2) belajar adalah proses usaha yang dilakukan untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman sendiri dalam interaksi dengan lingkunganya.

Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses usaha seseorang yang yang bertujuan untuk mengubah tingkah laku

dalam bentuk sikap, pengalaman, pengetahuan dan kebiasaan dalam membentuk pribadi sebagai hasil pengalamanya sendiri dalam interaksi dengan lingkunganya.

Ada 4 pilar yang dirumuskan oleh UNESCO (1996) yang perlu diperhatikan dalam belajar adalah Learning to know, Learning to do, Learning to live together, dan Learning to be.

Learning to know artinya belajar untuk mengetahui sesuatu, yang menjadi target dalam belajar adalah adanya proses perubahan terhadap pemahaman sehingga belajar tersebut dapat mengantarkan siswa untuk mengetahui dan memahami substansi materi yang dipelajarinya. Belajar itu sendiri harus digambarkan sebagai suatu peristiwa yang dapat merangsang rasa ingin tahu siswa sehingga siswa harus merasa bahwa belajar itu sebagai suatu proses yang berkelanjutan.

Learning to do yaitu belajar dengan melakukan, yang menjadi target adalah perbuatan siswa dalam belajar.Sehingga dalam belajar siswa harus melakukan, berbuat, melakukan eksperimen, penemuan, pengamatan dan melakukan simulasi.

Learning to live together artinya adalah belajar untuk hidup bersama, yang menjadi tarjet adalah dalam belajar siswa dituntuk untuk melakukan proses kerjasama dalam kelompok. Sehingga siswa perlu untuk dibekali sikap tanggungjawab, saling toleransi, menghargai pendapat orang lain, serta dapat memahami perasaan orang lain.

Learning to be artinya adalah belajar untuk menjadi, yang menjadi target adalah dalam siswa menjadi pribadi yang seutuhnya sesuai dengan kemampuan,

bakat dan potensi yang dimiliki. Hasil belajar dapat berguna bagi dirinya maupun orang lain, sehingga siswa mampu mengarahkan dirinya sendiri untuk menjadi manusia yang mandiri.

Menurut Slameto (2010:60)ada beberapa faktor yang mempengaruhi belajar antara lain:

a. Faktor Intern

Faktor intern yang mempengaruhi belajar dibagi menjadi tiga yaitu: a) Faktor jasmaniah meliputi faktor kesehatan dan cacat tubuh

b) Faktor psikologis, meliputi faktor intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, dan kesiapan.

c) Faktor kelelahan b. Faktor Ekstern

Faktor ekstern yang mempengaruhi belajar dibagi menjadi tiga yaitu: 1) Faktor Kelurga

Siswa belajar dipengaruhi oleh kondisi keluarga, yaitu berupa cara orang tua mendidik, hubungan antar anggota keluarga, suasana rumah, dan keadaan ekonomi keluarga.

2) Sekolah

Di sekolah siswa belajar juga dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya, sikap guru, hubungan guru dengan siswa, cara mengajar, strategi yang digunakan, hubungan antara siswa dengan siswa, sarana dan prasarana yang digunakan, kedisiplinan waktu dan waktu sekolah.

3) Masyarakat

Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa akan memengaruhi belajar siswa. Lingkungan siswa yang kumuh, banyak pengangguran dan anak telantar juga dapat memengaruhi aktivitas belajar siswa, paling tidak siswa kesulitan ketika memerlukan teman belajar, diskusi, atau meminjam alat-alat belajar yang kebetulan belum dimilikinya.

2.1.13.2 Hakikat Pembelajaran

Pembelajaran adalah seperangkat peristiwa yang mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga siswa itu memeperoleh kemudahan (Briggs, 1992). Pembelajaran berarti proses, perbuatan, pengajaran sehingga siswa bersedia untuk belajar (Uno, 2011:142). Menurut winatapura (2007:18) pembelajaran merupakan kegiatan memfasilitasi, meningkatkan intensitas dan meningkatkan kualitas belajar siswa. Sedangkan menurut pendapat Rusman (2011:3) pembelajaran adalah proses interaksi siswa dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkaran belajar. Hal ini selaras dengan pendapat Hamalik (2010: 72) pembelajaran merupakan proses komunikasi antara guru dan siswa.

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah upaya yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan proses interaksi antara siswa untuk menciptakan suatu kondisi terciptanya suatu kegiatan belajar yang memungkinkan siswa untuk memperoleh pengalaman.

Menurut Rifai dan Anni (2010:194) komponen-komponen pembelajaran yaitu:

Tujuan yang secara eksplisit diupayakan pencapaianya melalui kegiatan pembelajaran adalah instructional effect biasanya itu berupa pengetahuan, dan keterampilan atau sikap yang dirumuskan secra eksplisitdalam tujuan pembelajaran.

2) Subjek belajar

Subyaek belajar dalam system pembelajaran merupakan komponen utama karena berperan sebagai subyak sekaligus obyek.

3) Materi pelajaran, merupakan komponen dalam proses pembelajaran karena materi akan memberikan warna dan bentuk kegiatan pembelajaran.

4) Strategi pembelajaran, merupakan pola umum untuk mewujudkan proses pembelajaran yang diyakini efektivitasnya untuk mencapai tujuan pembelajaran.

5) Media pembelajaran, adalah alat atau wahana yang digunakan guru dalam proses pembelajaran untuk membantu penyampaian pesan pembelajaran. 6) Penunjang, yaitu fasilitas belajar, sumber belajar, alat pelajaran, bahan

pelajaran, dan sebagainya.