BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Hakikat Dukungan Keluarga
Dukungan keluarga menurut Francis & Satiadarma (2004) merupakan bantuan/sokongan dari salah satu anggota keluarga yang diberikan untuk anggota keluarga lainnya dalam rangka menjalankan fungsi-fungsi yang terdapat di dalam sebuah keluarga. Keluarga harus bisa menjalankan fungsi-fungsi tersebut dengan baik dan benar. Adapun fungsi-fungsi-fungsi-fungsi dari keluarga adalah 1) dukungan informasional yaitu dengan memberikan nasihat, usulan, saran, petunjuk, dan pemberian informasi; 2) dukungan penilaian yaitu dengan memberikan support, penghargaan, dan perhatian; 3) dukungan instrumental yaitu dengan memberikan sebuah pertolongan praktis dan konkrit, seperti membantu kesehatan penderita dalam kebutuhan makan dan minum; 4) dukungan emosional yaitu dengan memberikan sebuah kepercayaan, perhatian, mendengarkan, dan didengarkan. Sehingga yang diharapkan dari dukungan keluarga tersebut adalah keluarga dapat
saling membantu satu sama lain agar tercipta suasana keluarga yang rukun dan harmonis.
Sedangkan menurut Potter & Perry (2009) dukungan keluarga merupakan bentuk pemberian dukungan dari anggota keluarga satu terhadap anggota keluarga lain. Dukungan tersebut dapat diberikan ketika salah satu anggota keluarganya sedang mengalami permasalahan. Sehingga tugas anggota keluarga yang lain dalam memberikan dukungan harus tetap berjalan dengan baik. Hal tersebut dapat dijelaskan bahwa bentuk pemberian dukungan keluarga yaitu 1) dukungan pemeliharaan yaitu dengan memberikan suatu perlindungan agar anggota keluarga lain merasa aman; 2) dukungan emosional dengan memberikan pertolongan sebagai sebuah tempat untuk membantu penguasaan diri terhadap emosi. Dukungan tersebut juga diberikan untuk mencapai kesejahteraan anggota keluarga dalam memenuhi kebutuhan psikososial. Psikososial yang dimaksud adalah setiap perubahan dalam kehidupan individu, baik yang bersifat psikologik maupun sosial yang mempunyai pengaruh timbal balik. Adapun pendapat lain menurut Friedman (2010) dukungan keluarga adalah sikap, tindakan, dan penerimaan keluarga terhadap anggota keluarga yang sedang bermasalah atau yang sedang sakit. Dukungan keluarga tersebut bersifat mendukung dan selalu siap memberikan pertolongan dan bantuan jika diperlukan. Dalam hal ini penerima dukungan keluarga akan tahu bahwa ada orang lain yang memperhatikan, menghargai, dan mencintainya dengan
setulus hati, sehingga penerima dukungan tersebut akan menjadi semangat kembali dan memiliki keinginan untuk sembuh.
Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa dukungan keluarga adalah suatu bentuk pemberian semangat kepada anggota keluarga yang sedang membutuhkan. Semangat yang diberikan kepada anggota keluarga yang sedang membutuhkan tersebut dapat berupa sikap dan tindakan yang memperlihatkan bentuk dukungan tersebut. Pemberian semangat bagi anggota keluarga yang sedang membutuhkan merupakan salah satu upaya demi keberhasilan sesuatu yang sedang anggota keluarga tersebut kerjakan atau selesaikan, atau bahkan bisa jadi ketika anggota keluarga tersebut sedang menghadapi permasalahan. Sehingga ketika anggota keluarga yang lain memberikan dukungan, anggota keluarga yang menerima bisa merasa diterima dan didukung oleh keluarga secara penuh. Ketika salah satu anggota keluarga yang sedang membutuhkan dukungan merasa didukung secara penuh oleh anggota keluarga, maka di dalam keluarga tersebut akan terjadi proses kesejahteraan keluarga. Sehingga sangatlah penting dukungan keluarga tersebut di dalam keluarga. Anggota keluarga akan merasa bahwa dirinya diperhatikan, dihargai, dan dicintai oleh keluarganya.
2. Bentuk-Bentuk Dukungan Keluarga
Friedman (2010) menjelaskan bahwa keluarga memiliki empat bentuk dukungan, yaitu:
a. Dukungan instrumental
Dukungan instrumental adalah dukungan dalam bentuk penyediaan sarana bisa dalam bentuk pelayanan, dalam bentuk bantuan finansial dan dalam bentuk material berupa bantuan nyata (instrumental support material support). Dukungan ini dapat membantu individu dalam mengurangi tekanan karena bersifat memberikan dukungan nyata paling efektif di mana sebuah benda atau jasa akan membantu memecahkan masalah praktis seseorang yang sedang dihadapi termasuk di dalamnya seseorang yang memberikan bantuan secara langsung. Contohnya saja saat seseorang sedang memberikan pinjaman uang, barang, makanan serta pelayanan, membantu pekerjaan sehari-hari, membantu menjaga, dan merawat saat sedang sakit, serta membantu memecahkan masalah. b. Dukungan informasi
Dukungan informasi adalah dukungan yang meliputi pemberian informasi dari salah satu anggota keluarga terkait dengan hal yang sedang dibutuhkan anggota keluarga yang sedang membutuhkan bantuan. Sebagai individu makhluk sosial, manusia tidak bisa menghindar dari hubungan dengan orang lain. Dukungan informasi ini dapat membantu individu untuk mengenali dan mengatasi masalah yang
sedang dihadapi, masalah serumit apapun. Keluarga yang sedang membutuhkan bantuan dapat merasa sangat terbantu karena dapat dibantu oleh anggota keluarga yang lain dalam mencari solusi dari masalah yang sedang dihadapi, memberikan nasihat, pengarahan, dan saran. Contohnya saja keluarga dapat menyarankan dokter dan terapis yang baik untuk membantu penyembuhan anggota keluarga yang sedang membutuhkan bantuan dari anggota keluarga lain.
c. Dukungan penilaian
Dukungan penilaian adalah dukungan yang diberikan oleh salah satu anggota keluarga untuk anggota keluarga yang lain agar dapat merasa diterima atas hasil dan prestasi yang telah diraih dengan hasil kerja kerasnya sendiri. Individu tersebut akan merasa bahwa hasil yang telah ia capai tidak akan pernah sia-sia dan pasti akan membuahkan hasil yang maksimal. Selain itu individu tersebut mempunyai seseorang yang dapat diajak bicara tentang masalah yang sedang dihadapi, sehingga individu tersebut merasa memiliki penyemangat baru dari keluarganya sendiri. Contohnya mendapatkan pengakuan, penghargaan, dan perhatian.
d. Dukungan emosional
Dukungan emosional adalah dukungan yang bisa membuat individu merasa nyaman, tentram, dan dicintai. Jadi sebisa mungkin anggota keluarga bisa memberikan dorongan kepada anggota keluarga
lain perasaan nyaman, merasa dicintai saat sedang mengalami suatu permasalahan yang rumit atau pada saat anggota keluarga tersebut sedang sakit. Sehingga pada dukungan emosional ini keluarga menyediakan tempat istirahat/sandaran dan selalu memberikan semangat kepada anggota keluarga yang sedang membutuhkan bantuan. Contohnya empati, kepercayaan, dan perasaan didengarkan.
Zulkarnain (2014) juga menjelaskan bahwa keluarga memiliki tiga bentuk dukungan 1) keinginan keluarga untuk memahami sifat-sifat kecanduan yang sedang dialami oleh anaknya; 2) keinginan untuk menerima bahwa adiksi adalah penyakit keluarga, keluarga tidak berdaya terhadap perilaku anak, keluarga perlu menegaskan dengan bersikukuh terhadap orang yang mereka sayangi yaitu anaknya supaya mendapatkan pertolongan/perawatan; 3) pemulihan hanya dapat berjalan dengan sukses bila ada partisipasi anggota keluarga secara aktif dan menyeluruh.
Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa bentuk-bentuk dukungan keluarga yang diberikan kepada anaknya yang sedang menjalani rehabilitasi narkoba memang sangat penting dan utama. Karena keluarga merupakan tempat yang paling utama untuk anak dalam hal mencari perlindungan dan anak akan merasa bahwa mereka disayangi dan dicintai oleh keluarganya secara penuh.
3. Proses Dukungan Keluarga
Badan Narkotika Nasional (2009), mengatakan bahwa keluarga juga harus memahami dunia pecandu karena hal ini sangat penting dilakukan agar dapat mendukung pecandu menuju recovery addict. Dalam upaya pemulihan pecandu, keluarga perlu mengerti dinamika psikis yang sedang dialami semua pecandu narkoba dan hal ini dialami oleh semua pecandu yang memasuki program pemulihan/rehabilitasi sosial diantaranya denial/rejection (penolakan), blamming (menyalahkan orang lain), dan anger (marah) yang semua harus dilalui pecandu dalam proses recovery. Dalam proses dukungan pemulihan pecandu, sangat dibutuhkan keterlibatan penuh anggota keluarga, cinta, sentuhan, dan komunikasi berkualitas efektif yang merupakan strategi keluarga dalam upaya mendukung. Hal tersebut perlu dilakukan dengan menggunakan pendekatan dan dengan melakukan konseling agar anak selalu bisa sadar akan perbutan yang sedang ia lakukan. Anak diharapkan mau mengurangi penggunaan narkoba secara berkala agar anak bisa belajar untuk tidak merasakan ketergantungan obat.
4. Manfaat Dukungan Keluarga
Menurut Setiadi (2008), manfaat dukungan sosial keluarga dapat memiliki efek terhadap kesehatan dan kesejahteraan yang berfungsi secara bersamaan. Namun dengan adanya dukungan dari keluarga yang kuat dapat membuat 1) menurunnya mortalitas (ukuran jumlah kematian); 2) lebih mudah sembuh dari sakit karena mendapatkan kasih sayang dan semangat
dari keluarga; 3) fungsi kognitif, fisik, dan kesehatan emosi. Selain itu, dukungan keluarga terhadap salah satu anggota keluarga yang sedang membutuhkan bantuan juga memiliki pengaruh yang positif pada penyesuaian kejadian dalam kehidupan yang penuh dengan stress/permasalahan yang sedang dihadapi sekarang-sekarang ini.
Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa manfaat dukungan keluarga saat ini sangatlah membantu dalam keluarga memberikan dukungan kepada salah satu anggota keluarganya yang sedang membutuhkan. Dengan keluarga bisa menggambarkan manfaat dukungan keluarga dengan baik, maka anggota keluarga yang sedang membutuhkan tersebut akan merasa sangat terbantu. Hal itu dikarenakan pemberi dukungan keluarga juga akan memberikan pengaruh yang positif terhadap permasalahan yang sedang dihadapi oleh salah satu anggota keluarga yang sedang membutuhkan tersebut.
5. Hambatan Keluarga dalam Memberikan Dukungan Keluarga
Menurut Sarasvita (2002), hambatan keluarga dalam memberikan dukungan dibagi menjadi empat, yaitu:
a. Terlalu melindungi dan membatasi
Pengasuhan keluarga yang cenderung mengawasi dan melindungi secara berlebihan, menyebabkan anak tidak dapat berkembang secara maksimal. Keluarga akan menerapkan aturan yang sangat ketat dan kaku
serta tidak memberikan keleluasaan kepada anaknya. Keluarga tidak menginginkan anaknya sakit, gagal, kecewa, dan terluka sedikitpun. b. Tuntutan yang tidak realistis
Keluarga menerapkan standar tinggi yang tidak sesuai dengan kemampuan anak sehingga anak tidak dapat mencapai standar tersebut dengan maksimal. Oleh karena hal itu, keluarga akan merasa tidak puas dan kecewa dengan apa yang diraih anak karena kurang memuaskan. c. Membiarkan dan selalu menuruti kehendak anak
Keluarga terlalu memberikan kebebasan dan menuruti semua kehendak anak. Sikap membiarkan dan selalu menuruti kehendak anak dapat menyebabkan perilaku anti sosial dan agresif terutama pada masa kanak.
d. Disiplin yang keliru
Penerapan disiplin secara keliru dan sangat keras dapat mengakibatkan anak menjadi pencemas, sehingga anak menjadi kurang memiliki inisiatif dan kurang dapat bersahabat dengan teman-temannya. Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa hambatan dukungan yang diberikan oleh keluarga terhadap anaknya sangatlah mempengaruhi psikis anak. Ketika keluarga selalu mengabaikan dan kurang memperdulikan anak, anak akan menjadi tidak memiliki semangat dan akan menjadi pencemas. Hal tersebut dikarenakan anak masih sangat membutuhkan keluarga yang selalu mendampingi dan memberikan
semangat kepada anak tersebut. Ketika anak sudah merasa bahwa ia selalu didampingi dan diberikan semangat, anak tersebut secara otomatis akan merasa bahwa ia disayangi dan dicintai oleh keluarganya.
B. Hakikat Penyalahgunaan Narkoba