dalam Kehidupan
A. Pentingnya Globalisasi bagi Indonesia
1. Hakikat Globalisasi
Konsep globalisasi, saat ini telah menjadi mode dalam kajian ilmu-ilmu sosial. Istilah globalisasi menjadi kata yang paling banyak disebut, baik di kalangan akademisi, pejabat pemerintah, pebisnis, media bahkan di kalangan petani sekalipun. Sebagai siswa, kamu juga perlu tahu apa yang dimaksud dengan globalisasi itu. Istilah globalisasi berasal dari kata “global” yang artinya dunia, atau “globe” yang artinya bola dunia. Jadi, secara harfiah globalisasi dapat diartikan proses mendunia. Globalisasi merupakan era yang seolah-olah tanpa jarak dan ruang, seperti kalau kamu melihat globe.
Perhatikan gambar di samping. Apa yang terlihat pada gambar tersebut? Apakah di negara kita ada kegiatan serupa itu yang dilakukan oleh masya-rakat? Jika ada, mengapa bangsa Indonesia ikut peduli dengan masalah di suatu negara?
Di era global, suatu peristiwa yang terjadi di suatu negara akan sangat cepat berpengaruh ke negara lainnya. Suatu negara tidak akan lepas dari pengaruh berbagai kepentingan global. Dunia berubah dengan sangat cepat sehingga menimbulkan akibat yang
sangat kompleks, yaitu munculnya saling ketergantungan ( inter-dependence) dalam hampir seluruh dimensi kehidupan dalam hubungan antarnegara-bangsa (nation-state). Perubahan-perubahan yang sangat cepat inilah yang kemudian disebut globalisasi.
Apa sebenarnya hakikat globalisasi? Meskipun telah menjadi istilah yang populer, tetapi tidak ada definisi (pengertian) tunggal mengenai globalisasi. Oleh karena itu, kamu perlu mengetahui beberapa unsur pokok yang melekat pada pengertian globalisasi sehingga tidak terjadi kesalahpahaman mengenai hakikat globalisasi itu sendiri. Dalam
Unjuk rasa anti Israel merambah di seantero dunia. Melalui media elektronik demo seperti ini dapat disaksikan setiap saat. Hal ini menunjukkan bahwa peristiwa yang terjadi di suatu negara berpengaruh dan menimbulkan reaksi di negara-negara lain.
Sumber: think-israel.org
3.1
memberikan hakikat globalisasi, setidaknya ada tiga hal sebagai unsur yang sering ditemukan, yaitu kesalinghubungan, integrasi (penyatuan), dan kesalingterkaitan.
a. Kesalinghubungan
Globalisasi merupakan suatu proses yang menempatkan masyarakat dunia bisa menjangkau satu dengan yang lain atau saling terhubungkan dalam semua aspek kehidupan mereka, baik dalam budaya, ekonomi, politik, teknologi maupun lingkungan. Dengan demikian, globalisasi dapat disimpulkan sebagai masyarakat dunia hidup dalam suatu era yang sebagian besar kehidupannya sangat ditentukan oleh proses-proses global. Proses globalisasi menjadikan jarak antarwilayah dan antarnegara seolah-olah menjadi semakin pendek. Bahkan seolah-olah dunia menjadi tanpa batas, seolah-olah dunia itu kecil dan sempit seperti sebuah desa sehingga dengan demikian dapat juga dikatakan bahwa dunia menjadi desa besar (global village) yang dihuni berbagai bangsa dengan aktivitas kerja sama dan persaingan yang besar. Mengapa demikan? Apa yang menyebabkan globalisasi?
Globalisasi dunia disebabkan oleh perkembangan teknologi, terutama di bidang transportasi, komunikasi, dan informasi. Perkem-bangan tekonologi tersebut mengakibatkan semakin cepatnya hubungan antarnegara, sekalipun jaraknya sangat jauh. Misalnya dengan tekonologi media komunikasi maupun media massa, kita bisa dengan cepat mengetahui informasi dari luar negeri bahkan berkomunikasi dengan cepat. Globalisasi menuntut kita semua terus berubah dan mengikuti perkembangan ipteks.
b. Integrasi
Konsep lain yang sering muncul dalam pengertian globalisasi adalah integrasi (penyatuan dunia). Globalisasi merupakan proses munculnya masyarakat global, yaitu dunia yang terintegrasi secara fisik, dengan melampaui batas-batas negara, baik ideologis maupun lembaga-lembaga politik dunia. Pengertian ini mirip dengan keyakinan kaum globalis yang memahami globalisasi sebagai terwujudnya sebuah ekonomi dunia yang terintegrasi.
Globalisasi adalah suatu proses menyatunya persoalan, kepentingan, dan kebutuhan masyarakat dunia. Penyatuan wilayah dunia itu dimulai dari penyatuan kawasan atau wilayah. Penyatuan wilayah membawa
akibat bersatunya kepentingan bangsa-bangsa dalam wilayah itu, misalnya persoalan ekonomi, sosial, dan budaya yang menyatukan negara-negara Asia Tenggara. Kawasan ini bersatu untuk membangun persaha-batan untuk mewujudkan kepen-tingan bersama.
Untuk itu, mereka membentuk perhimpunan bersama, namanya Asean. Melalui Asean ini, mereka meningkatkan persahabatan dan kerja sama ekonomi, sosial dan
budaya. Contoh lainnya adalah bersatunya kawasan masyarakat Eropa untuk membangun ekonomi bersama, dengan membentuk Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE). Perkembangan selanjutnya, negara-negara kawasan Eropa membentuk mata uang bersama yang dinamakan “Euro”.
c. Interdepensi
Konsep interdepensi atau kesalingterkaitan juga sering muncul dalam membahas pengertian globalisasi. Globalisasi sering dimaknai bahwa sistem ekonomi, khususnya sistem moneter dunia saat ini sangat tergantung antara satu dengan yang lain. Akibatnya, kebijakan-kebijakan nasional suatu negara harus memerhatikan dan memanfaatkan peristiwa-peristiwa di tingkat global/dunia. Peristiwa-peristiwa-peristiwa yang terjadi di tingkat global/dunia akan berpengaruh
pada suatu negara. Misalnya naik atau turunnya harga minyak dunia akan langsung memengaruhi kebi-jakan keuangan negara Indonesia dan negara-negara lain baik yang menghasilkan maupun yang meng-gunakan minyak. Bagi Indonesia harga minyak dunia berpengaruh terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sehingga akan memengaruhi pula kebijakan-kebijakan nasional karena harus menyesuaikan dengan perubahan anggaran.
Olimpiade telah menyatukan umat manusia dalam sebuah pesta besar, baik yang berstatus kaya, miskin, tua, dan muda, menyatu dalam olahraga dunia.
Sumber: Gani Kurniawan (Ap Photo)
3.2
Gambar
Minyak merupakan faktor saling ketergantungan bangsa-bangsa di dunia. Semua bangsa sangat tergantung pada minyak sebelum ditemukan alternatif energi penggantinya.
Sumber: Encarta
3.3
Sebaliknya, peristiwa-peristiwa yang terjadi di suatu negara juga akan berpengaruh pada ekonomi global. Misalnya, dalam krisis di Asia beberapa waktu yang lalu, yakni kejatuhan mata uang Bath Thailand diikuti oleh kejatuhan mata uang di negara lain, seperti Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Hal ini terjadi karena kesalingterkaitan antarsistem keuangan satu negara dengan sistem keuangan negara lain.