Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara partisi-pasi dalam usaha pembelaan negara di lingkungannya sangat diperlukan. Betapa indah dan bahagianya bila kerukunan, persatuan, kedamaian, dan kesejahteraan hidup dapat terwujud. Sekarang tinggal bagaimana semangat mewujudkan partisipasi tersebut dalam kehidupan sehari-hari, misalnya terjadi bencana alam, gunung meletus, banjir, tanah longsor, bahkan adanya pihak-pihak tertentu yang meng-ancam keselamatan bangsa dan negara, tentu akan membawa malapetaka besar yang akan menimpa masyarakat, bangsa, dan negara. Hal ini pasti disertai banyak korban, harta benda, tanaman, hewan liar, dan ternak akan mati, bahkan manusia pun akan ikut menjadi korban. Apakah setiap orang dapat berpartisipasi dalam pembe-laan negara di lingkungannya?
E.
Partisipasi warga dalam penanggulangan bencana alam merupakan salah satu bentuk pembelaaan negara.
Sumber: Rohman (Ap Photo)
1.9
Gambar
e. Deskripsikan peranan komponen-komponen sishankamrata dalam menghadapi dan menanggulangi ancaman ke dalam tabel berikut!
Tabel 1.3
Peranan Unsur Sishankamrata dalam Menghadapi Ancaman
No 1 TNI 2 Polri 3 Warga Negara 4 SDA 5 Sarana dan Prasarana
Unsur Ancaman Peranan
... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...
Sebagai warga masyarakat atau warga negara, kita wajib berpar-tisipasi dalam usaha pembelaan negara di lingkungannya. Usaha pembelaan negara perlu ditumbuhkan, dipupuk, dan dikembangkan. Dengan menumbuhkan usaha pembelaan negara, berarti bahwa semula masyarakat belum menghayati makna dan perlunya partisipasi dalam usaha pembelaan negara, kemudian sedikit demi sedikit ditanamkan dan ditumbuhkan. Bila telah tumbuh dan masyarakat mulai memahami kemudian dipupuk dan dikembangkan partisipasi usaha pembelaan negara. Jika partisipasi usaha pembelaan negara di lingkungannya telah tumbuh dan berkembang, tentunya kehidupan dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara akan menjadi lebih baik dan terdapat sikap-sikap dalam suasana kekeluargaan yang dilandasi rasa saling mencintai sesama manusia.
Dalam rangka mempertahankan negara kesatuan RI, segenap bangsa Indonesia harus menyadari bahwa ancaman terhadap sebagian wilayah Indonesia, merupakan ancaman terhadap seluruh wilayah dan bangsa Indonesia. Keikutsertaan seluruh warga negara dalam pembelaan negara diawali dari lingkungan yang terdekat tempat mereka berada. Peran serta warga negara dalam usaha pembelaan negara dapat dilaku-kan dalam berbagai lingkungan dan bidang kehidupan.
1. Partisipasi Warga Masyarakat
Peran serta warga negara dalam menjaga lingkungan antara lain: a. melaksanakan kegiatan siskamling,
b. ikut serta menanggulangi/mencegah bencana alam, c. ikut serta mencegah dan mengatasi kerusuhan masal, dan d. ikut serta mengatasi konflik komunal.
Dalam upaya menjaga keselamatan masyarakat dibentuklah organisasi berikut ini.
a. Perlindungan Masyarakat (linmas), menanggulangi akibat bencana perang dan bencana alam.
b. Keamanan Rakyat (kamra), partisipasi rakyat langsung dalam bidang keamanan dan ketertiban masyarakat.
c. Perlawanan Rakyat (wanra), partisipasi langsung bidang pertahanan. d. Pertahanan Sipil (hansip), sebagai sumber cadangan kekuatan nasional
2. Peran Serta Warga Negara/Siswa di Lingkungan Sekolah
Pernahkah kalian berpikir tentang usaha yang dilakukan sebagai peran serta dalam pembelaan negara? jika pernah, hal apa saja yang sudah dilakukan?
Perbuatan yang dapat dilakukan siswa di lingkungan sekolah, antara lain: a. pembinaan sikap nasionalisme dan
patriotisme,
b. ikut serta dalam PMR (Palang Merah Remaja), dan
c. melaksanakan upacara bendera.
3. Peran Serta Warga Negara dalam Kehidupan Bangsa dan Negara
Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam rangka membela negara antara lain sebagai berikut.
a. Tindakan yang dilakukan TNI, antara lain menghadapi ancaman agresi dari negara lain dan menghadapi ancaman federalis dan separatis. b. Tindakan yang dilakukan Polri, antara lain menghadapi kerusuhan,
menghadapi penyalahgunaan narkoba, dan menghadapi konflik komunal.
c. Tindakan yang dilakukan masyarakat, antara lain:
1) pada tahun 1958-1960, didirikan Organisasi Keamanan Daerah (OKD) dan Organisasi Pertahan Rakyat (OPR),
2) pada tahun 1961 dibentuk Pertahanan Sipil (hansip), Perlawanan Rakyat (wanra), dan Keamanan Rakyat (kamra),dan
3) pada tahun 1963 dibentuk perwira cadangan. d. Tindakan Pemerintah, antara lain:
1) berdasarkan UU No. 3 Tahun 2002, melalui (a) pendidikan kewarganegaraan; (b) pelatihan dasar kemiliteran secara wajib; (c) pengabdian sebagai prajurit TNI; (d) pengabdian sesuai dengan profesi masing-masing,
2) membentuk Peraturan Perundangan tentang pembelaan negara.
Pembinaan sikap nasionalisme dapat diwujudkan melalui berbagai hal, di antaranya melalui bidang seni.
Sumber: laksmi.com
1.10
Berilah contoh sikap positif yang merupakan sikap turut serta dalam pembelaan negara yang dilakukan di sekolahmu, dan beri komentarnya seperti dalam format di bawah ini.
No 1 2 3 4 5
Sikap Positif Komentar
T u g a s I n d i v i d u
1. Diskusikan bersama kelompokmu masing-masing, tentang bentuk-bentuk usaha membela negara di lingkungan sendiri!
2. Laporkan secara tertulis dalam bentuk tabel 1.4. di buku tugas kamu! 3. Presentasikan di depan kelas untuk memperoleh tanggapan dari
teman-temanmu!
4. Simpanlah hasil diskusi ini dalam bendel portofolio!
No Ruang Lingkup Bela Negara Bentuk Partisipasi Usaha yang dilakukan Tujuan yang diharapkan Tabel 1.4
Partisipasi dalam usaha pembelaan negara di lingkungan sendiri
R a n g k u m a n
1. Negara adalah wadah organisasi dari sekelompok orang dalam suatu wilayah yang diatur oleh pemerintah secara sah. Untuk mewujudkan tujuan tersebut negara memiliki fungsi pertahanan, fungsi keamanan dan ketertiban, fungsi kesejahteraan dan kemakmuran, dan fungsi keadilan.
2. Suatu negara harus memenuhi unsur-unsur konstitutif dan unsur deklaratif. Unsur konstitutif terdiri atas wilayah, rakyat, dan pemerintahan yang berdaulat. Sementara unsur deklaratif ialah pengakuan dari negara lain.
3. Pembelaan negara atau bela negara adalah tekad, sikap dan tindakan warga negara yang teratur, menyeluruh, terpadu, dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan pada tanah air serta kesadaran hidup berbangsa dan bernegara. Bagi warga negara Indonesia, upaya pembelaan negara dilandasi oleh kecintaan pada tanah air Indonesia dan kesadaran berbangsa, bernegara dengan keyakinan pada Pancasila sebagai dasar negara serta berpijak pada UUD 1945 sebagai konstitusi negara. 4. Dasar hukum pembelaan negara antara lain dalam UUD 1945 pasal 27
ayat (1), pasal 27 ayat (3), pasal 30 ayat (1) dan ayat (2) , dan UU No. 3 Tahun 2002.
5. Pentingnya membela negara antara lain kemerdekaan dan kedaulatan negara dapat dipertahankan, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat dipertahankan, segenap bangsa dapat terselamatkan dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara, kesejahteraan dan keadilan masyarakat Indonesia dapat terwujud, negara dan bangsa Indonesia dihormati oleh masyarakat internasional, serta negara dan bangsa Indonesia dapat berperan serta dalam mewujudkan perdamaian dunia.
6. Keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara diselenggarakan melalui Pendidikan Kewarganegaraan, pelatihan dasar kemiliteran secara wajib, pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela atau wajib, dan pengabdian sesuai dengan profesi.
7. Peran serta warga negara dalam usaha pembelaan negara dapat dilakukan dalam berbagai lingkungan dan bidang kehidupan.