Dalam kamus bahasa Indonesia, "hasil adalah sesuatu yang didapat dari usaha/jerih payah”.31
Menurut W.S Winkel S.J yang dimaksud dengan hasil
belajar “yaitu setiap macam kegiatan belajar menghasilkan suatu perubahan yang khas, yang mempunyai salurannya sendiri (jalan yang dilalui siswa untuk
30
Sulipan, “Strategi Belajar Mengajar” dari http://www.sulipan.wordpress.com. 01 oktober 2009.
31
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia,… hal. 391
mencapai prestasi tertentu) dan hasilnya sendiri (perubahan dalam sikap atau tingkah laku yang tercapai dan nampak dalam prestasi tertentu)”.32
Hasil belajar diperoleh karena adanya proses yang disebut dengan pendidikan. Seseorang dapat mencapai hasil belajar apabila orang tersebut telah melakukan sesuatu kegiatan, kejadian atau peristiwa yang memberikan suatu penilaian, baik atau buruknya hasil balajar seseorang tergantung orang tersebut melaksanakannya. Dalam meningkatkan mutu pendidikan pada dasarnya adalah meningkatkan hasil belajar atau prestasi belajar siswa.
Menurut Bloom, hasil belajar adalah sebagai perubahan tingkah laku yang meliputi tiga ranah, yaitu kognitif, efektif, dan psikomotorik, sedangkan menurut Gagne dan Briggs dalam Dr. Hamzah menyatakan bahwa hasil belajar merupakan pengalaman-pengalaman belajar yang diperoleh siswa dalam bentuk kemampuan-kemampuan tertentu.33
Dengan menilai hasil belajar siswa tersebut maka hal itu dapat berfungsi untuk:
1. Dapat membantu guru dalam menilai kesiapan anak pada suatu mata pelajaran.
2. Mengetahui status anak dalam kelas.
3. Membantu guru dalam usaha memperbaiki metode belajar mengajar.
4. Sebagai administrator dengan memberi laporan tentang kemajuan siswa kepada orangtua yang berupa ikhtisar mengenai hasil belajar dan usaha yang dilakukan oleh suatu lembaga pendidikan. 34
Adapun hasil belajar menurut Gagne merupakan kapabilitas siswa yang mana dapat diindikasikan dalam beberapa hal sebagai berikut:
1. Informasi verbal, yaitu kapabilitas untuk mengungkapkan pengetahuan dalam bentuk bahasa, baik lisan maupun terlulis, pemikiran informasi verbal memungkinkan individu berperan dalam kehidupan.
32
W.S. Winkel S.J., Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar, (Jakarta: Gramedia, 1983), hal. 48.
33
Dr. Hamzah B. Uno, Teori Motivasi dan Pengukurannya; Analisis ... hal. 17. 34
2. Keterampilan intelektual adalah kecakapan yang berfungis untuk berhubungan dengan lingkungan hidup serta mempresentasikan konsep dan lambing. Keterampilan intelek ini terdiri diskriminasi jamak, konsep konkret dan terdefinisi serta prinsip.
3. Strategi kognitif, yaitu kemampuan menyalurkan mengarahakan aktivitas sendiri. Kemampuan ini meliputi penggunaan konsep dan kaidah dalam memecahakan masalah.
4. Keterampilan motorik, yaitu kemampuan melakukan serangkaian gerak jasmani dalam urusan dan koordinas, sehingga terwujud otomatisme gerak jasmani.
5. Sikap, yaitu kemempuan menerima atau menolak obyek berdasarkan penilaian terhadap obyek tertentu.35
Setelah melihat berbagai definisi tentang hasil belajar, maka tahap selanjutnya adalah menyimpan perolehan hasil belajar yang merupakan kemampuan menyimpan isi pesan dan cara perolehan pesan. Kemampuan menyimpan tersebut dapat berlangsung dalam waktu pendek dan waktu lama. Kemampuan menyimpan dalam waktu pendek berarti hasil belajar cepat dilupakan. Kemampuan menyimpan dalam waktu lama, berarti hasil belajar tetap dimiliki oleh siswa.
Karena itu proses penyimpanan dalam ranah belajar kognitif yang biasanya dilakukan oleh siswa meliputi:
1. Proses penerimaan (input processes). Proses ini adalah kegiatan siswa dalam melakukan pemusatan perhatian, menyeleksi dan memberi kode terhadap hal yang dipelajari.
2. Proses pengaktifan (activation processes), yaitu kegiatan siswa untuk mengaktifkan pesan baru, membangkitkan pesan dan pengalaman lama.
3. Proses pengolahan (output processes), yaitu menggunakan kesadaran penuh dengan memikirkan tugas, berlatih, menarik kesimpulan dan unjuk belajar.
35
4. Proses penyimpanan, yaitu saat memperkuat hasil belajar. Dalam hal ini siswa menggunakan berbagai teknik belajar agar tersimpan dalam ingatan, pengahayatan dan keterampilan jangka panjang.
5. Proses pemanggilan dimana pesan atau kesan lama diaktifkan kembali.
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar
Dari beberapa ahli pendidikan atau pengamat pendidikan banyak sekali yang mempunyai pendapat tentang faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar. Ini terlihat dari beberapa ahli pendidikan yang mempunyai beberapa pendapat yang hampir sama ada juga yang sedikit berbeda, tetapi penulis berpandangan faktor-faktor yang berbeda dari beberapa ahli adalah faktor-faktor yang saling melengkapi karena tiap ahli berpendapat sesuai dengan keadaan pendidikan pada masa yang diamati para ahli pendidikan tersebut.
Baharuddin dan Nur wahyuni menggolongkan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar terdiri dari dua kategori, yaitu faktor internal dan faktor external. Faktor internal meliputi faktor fisioligis (fisik) dan psikologis
(kecerdasan, motivasi, minat, sikap dan bakat), sedangkan faktor external meliputi lingkungan sosial, masyarakat, keluarga serta lingkungan alamiah dan instrumental.36
Beberapa faktor yang disebutkan di atas dapat terlihat pada saat ini seperti pada faktor instrumental antara lain seperti keadaan lingkungan sekitar tempat siswa belajar (sekolah) tidak sedikit sekolah yang lokasi bangunannya dekat dengan kegiatan-kegiatan publik atau masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya seperti sekolah yang dekat dengan pasar atau pusat-pusat perbelanjaan (mall), pusat permainan anak, jalan raya, terminal yang ada disekitar sekolah, akibatnya siswa sering tidak konsentrasi dalam proses belajar mengajar dan yang terparah banyak siswa yang membolos pada saat proses kegiatan belajar mengajar sedang berjalan, terlihatnya siswa yang kedapatan ditempat umum seperti pada mall,
36
Baharuddin dan Nur Wahyuni, Teori Belajar & Pembelajaran, (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2007), hal. 19-27.
tempat bermain, mengindikasikan bahwa suasana sekolah yang kurang kondusif bagi siswa untuk melaksanakan kegiatan belajar-mengajar.
Cuaca pun salah satu dari beberapa faktor eksternal yang mempengaruhi hasil belajar siswa jika pada suatu wilayah cuaca tersebut berpotensi panas. Seperti cuaca yang ada di daerah yang banyak menghasilkan minyak bumi, juga berdiri gedung-gedung sekolah, suasana belajarpun gerah. Adapun sebagai solusi bila keadaan dana memungkinkan sekolah dapat mengatasinya dengan pendingin ruangan atau penyejuk ruangan berupa kipas angin atau AC (Air Conditioning). Sebaliknya juga apabila disuatu wilayah tertentu cuaca memang berpotensi dingin, sebagai solusi dengan memakai jaket penghangat pada saat belajar.
Sedangkan salah satu faktor internal adalah faktor psikologis yang salah satunya motivasi. ”Motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong tingkah laku yang menuntut/mendorong orang untuk memenuhi suatu kebutuhan.”37
Dr. Hamzah berpendapat bahwa Motivasi merupakan dorongan yang terdapat dalam diri seseorang untuk berusaha mengadakan perubahan tingkah laku yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhannya”.38
Motivasi sangat penting bagi anak dalam menunjang keberhasilan belajarnya.
Siswa yang mengalami Proses belajar, agar berhasil sesuai dengan tujuan yang harus dicapainya, perlu memperhatikan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar.
Menurut Ngalim Purwanto, Bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar terdiri dari:
1) Faktor yang berasal dari dalam siswa (internal) a. Fisiologis meliputi kondisi fisik dan panca indra
b. Psikologis meliputi bakat, minat, kecerdasan, motivasi dan kemampuan kognitif
2) Faktor yang berasal dari luar (eksternal)
a. Faktor lingkungan terdiri dari alam dan sosial
b. Faktor instrumental terdiri dari kurikulum, guru, sarana dan administrasi.39
37
Alisuf Subri Pengantar Psikologi Umum dan Perkembangan (Jakarta: Radar Jaya Offset. 1992) cet ke-1 h. 129
38
Dr. Hamzah B. Uno, Teori Motivasi dan Pengukurannya; Analisis .... hal. 3. 39
Faktor eksternal dapat dijelaskan lebih luas. Hal ini dapat dilihat dari pendapat para tokoh yang saling melengkapi dalam menyebutkan faktor eksternal yang disebutkan diatas, ternyata banyak faktor internal yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Disamping faktor eksternal yang bersifat physik tersebut diatas, banyak juga yang lain yang dapat dikelompokan sebagai berikut seperti: yang datang dari sekolah (interaksi guru dan murid, cara penyajian dalam belajar, hubungan antar murid, standar pelajaran diatas ukuran, media pendidikan, kurikulum, keadaan gedung, waktu sekolah, pelaksanaan disiplin, metode belajar, tugas rumah), yang datang dari masyarakat (media massa, teman bergaul, kegiatan lain, cara hidup lingkungan), dan yang datang dari keluarga (cara mendidik, suasana keluraga, pengertian atau pemahaman orang tua, keadaan sosial ekonomi keluarga, dan latar belakang kebudayaan atau kebiasaan dalam keluarga.
”Suatu permasalahan yang dihadapi lembaga pendidikan di Indonesia yang juga merupakan faktor eksternal yang lain adalah belum terpecahkan adalah
besarnya ukuran kelas”.40
Pada umumnya sekolah-sekolah yang memiliki kelas-kelas berukuran besar yang dapat menampung siswa dalam jumlah yang banyak, tetapi sebenarnya kurang ideal dalam menunjang suasana kegiatan belajar mengajar.