• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Interpretasi Data

Setelah semua ketentuan dalam analisa data dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah memberikan interpretasi atau penafsiran dari semua hasil analisa data yang sudah dilakukan. Didalam memberikan interpretasi ini, penulis mengacu pada ketetapan yang sudah dibuat pada bab sebelumnya. Setelah mendapatkan nilai koefisien korelasi (nilai rxy), maka langkah selanjutnya penulis akan memberikan interpretasi data terhadap nilai rxy. Adapun interpretasi data yang dipakai yaitu secara kasar/sederhana dengan menggunakan tabel nilai “r”, yang sudah ditentukan. Selanjutnya interpretasi terhadap angka indeks korelasi „r‟

product moment dengan jalan berkonsultasi pada table nilai „r‟ product moment. df = N – nr. Untuk lebih jelasnya dapat lihat dibawah ini:

1. Interpretasi secara kasar/sederhana.

Dari perhitungan di atas ternyata angka indeks korelasi antara variabel X dan variabel Y tidak bertanda negatif, berarti antara kedua variabel tersebut terdapat korelasi positif (korelasi yang berjalan searah). Dengan memperhatikan besarnya rxy yang diperoleh yaitu 0,281 yang besarnya berkisar antara 0,20-0,40 berarti korelasi antara variabel X dan variabel Y itu termasuk korelasi positif yang lemah atau rendah.

2. Interpretasi dengan cara berkonsultasi pada tabel “r” Product Moment.

Selanjutnya untuk menguji hipotesa nihil (Ho) dan hipotesa kerja atau hipotesa alternatif (Ha) dilakukan dengan cara berkonsultasi pada tabel nilai “r”

product moment atau disebut juga interpretasi secara teliti dengan terlebih dahulu mencari derajat bebasnya (db) atau degrees of freedom (df) dengan rumus df=N-nr yaitu 30-2 = 28. Dengan df sebesar 28, diperoleh “r” tabel pada taraf signifikansi 5% sebesar 0,374, sedangkan pada taraf signifikansi 1% sebesar 0,478, ternyata r0 yaitu 0,281 lebih kecil dari pada “r” tabel, baik pada taraf signifikansi 5% (0,374) maupun pada taraf signifikansi 1% (0,478).

Karena rxy pada taraf signifikansi 5% lebih kecil dari pada “r” tabel (0,281<0,478), maka pada taraf signifikansi 5% hipotesa kerja atau hipotesa

alternatif (Ha) ditolak dan hipotesa nihil (Ho) diterima atau tidak disetujui, tidak signifikan antara variabel X dan variabel Y. Selanjutnya pada taraf signifikansi 1% hipotesa kerja atau hipotesa alternatif (Ha) pun ditolak dan hipotesa nihil (Ho) diterima atau tidak disetujui. Ini berarti bahwa untuk taraf signifikansi 1% juga tidak terdapat hubungan antara variabel X dan variabel Y.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa tinggi rendahnya efektivitas penggunaan buku paket tidak ada hubungannya atau pengaruhnya terhadap tinggi rendahnya pencapaian tujuan pendidikan ekonomi, karena terbukti hubungan itu tidak berada pada taraf signifikansi yang lebih besar dari taraf signifikansi 1% maupun 5% dalam arti taraf signifikansi “ro” lebih kecil dari pada “r” tabel.

Setelah di uji hipotesis di lakukan, maka untuk mengetahui berapa besar pengaruh vaiabel x (penggunaan buku paket) dan variabel y (hasil belajar ekonomi) yang di nyatakan dalam bentuk prosentase maka harus di hitung terlebih dahulu suatu Koefisien Penentu (KP) yang di sebut Coefficient of determination.

Dengan rumus sebagai berikut:

KD = rxy2 x 100%

= 0,2812 x 100%

= 0,07896 x 100%

= 7,896%

Berdasarkan hasil keterangan tersebut diatas, maka kontribusi efektivitas penggunaan buku paket (varibel x) terhadap hasil belajar ekonomi (variabel y) Siswa SMP Moh. Husni Thamrin adalah 7,896%.

Jadi sumbangsih atau kontribusi efektivitas penggunaan buku paket (variabel x) terhadap hasil belajar ekonomi siswa (variabel y) sebesar 7,896 dan selebihnya 92,104 ditentukan oleh faktor-faktor lain yang perlu penelitian lebih lanjut. Diartikan bahwasannya hasil tersebut di atas termasuk tidak signifikan sebab hasil yang diperoleh dari kontribusi sangat kecil yaitu hanya 7,896%.

Selanjutnya siswa yang tidak menggunakan buku paket, tentu harus menggunakan alternatif lain untuk menopang sistem belajar mereka. Seperti halnya menggandakan atau mencatat setiap tugas yang di berikan oleh guru. Namun penggunaan buku paket juga memiliki berbagai kekurangan di balik kelebihan yang ada.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang penulis laksanakan, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1. Efektivitas penggunaan buku paket dapat memberikan motivasi belajar bagi siswa dalam berbagai mata pelajaran, memberikan perangsang atau menstimulus aktifitas siswa.

Dari perolehan nilai tingkat efektivitas buku paket pada bidang studi IPS di SMP Moh. Husni Thamrin Yang bernilai 79 – 71 sangat efektif, dan ini diperoleh dari siswa sebanyak 4 orang (13,4%) dan yang bernilai 70 – 63 kategori efektif, dan ini diperoleh dari siswa sebanyak 20 orang (66,6%) dan yang bernilai 62 – 54 kategori kurang efektif, dan ini diperoleh dari siswa sebanyak 6 orang (20%).

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat efektivitas buku paket dalam bidang studi IPS di SMP Moh. Husni Thamrin berada pada tingkat efektif, karena nilai ini diperoleh dari mayoritas siswa yang berjumlah 20 orang dari 30 siswa yang menjadi sampel penelitian dengan hasil prosentase 66,6%.

2. Dari perolehan nilai tingkat pencapaian tujuan IPS di SMP Moh. Husni Thamrin yang bernilai 90-80 kategori tinggi, dan ini diperoleh dari sebanyak 14 orang (46,6%) dan yang bernilai 79-70 kategori sedang, dan

ini diperoleh dari siswa sebanyak 11 orang (36,6%) dan yang bernilai 69-60 kategori rendah, dan ini diperoleh dari siswa sebanyak 5 orang (16,6%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pencapaian tujuan IPS di SMP Moh. Husni Thamrin berada pada kategori tinggi, karena nilai ini diperoleh dari mayoritas siswa yang berjumlah 14 orang dari 30 siswa yang menjadi sampel penelitian dengan hasil prosentase 46,6%.

3. Antara efektivitas buku paket (variabel x) dan hasil belajar pendidikan ekonomi (variabel y) terdapat korelasi positif yang lemah. Akan tetapi pada taraf signifikansi 1% (0,478) ataupun taraf signifikansi 5% (0, 374)

“ro” ternyata lebih kecil dari “r” tabel yaitu (0,281). Jadi Hipotesis alternatif (Ha) ditolak dan hipotesis nihil (Ho) di terima.

4. Kontribusi efektivitas penggunaan buku paket terhadap hasil belajar pendidikan ekonomi siswa SMP Moh. Husni Thamrin rendah sebab hanya terdapat 7,896%. Jadi sumbangsih antara efektivitas penggunaan buku paket terhadap hasil belajar termasuk tidak signifikan.

Namun tuntutan pendidikan bahwa pada sekolah setiap siswa wajib memiliki satu buku paket sesuai PERMENDIKNAS No. 41 Th. 2007. Yaitu tentang proses pelaksanaan pembelajaran.

B. Saran-Saran.

Berdasarkan pada kesimpulan yang telah dikemukakan di atas, maka saran yang dapat penulis sampaikan adalah sebagai berikut:

1. Bagi guru yaitu:

a. Hendaknya guru IPS SMP Moh. Husni Thamrin Gintung dapat lebih mengoptimalkan pengguaan buku paket dalam kegiatan belajar mangajar, agar dapat membantu siswa dalam memahami pelajaran.

b. Hendaknya guru IPS memberikan tugas buku paket kepada siswa di rumah agar siswa dapat mempelajari ulang materi yang telah diajarkan.

c. Hendaknya guru IPS memperluas khazanah ilmu pengetahuannya agar siswa dapat menyerap ilmunya dan dapat mengamalkannya.

d. Hendaknya guru membuat kelompok diskusi dan mengajarkan siswa untuk memecahkan masalah-masalah yang terkait dengan materi pelajaran. e. Hendaknya guru selalu memotivasi siswa agar lebih giat lagi dalam

belajar.

f. Hendaknya guru selalu mengevaluasi semua kegiatan siswa agar lebih dapat lagi meningkatkan kwalitas dan mutu pembelajaran.

g. Hendaknya guru menegur siswa yang malas mengerjakan tugas. 2. Bagi siswa yaitu:

a. Hendaknya siswa bersikap aktif dalam belajar dengan menggunakan buku paket agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik dan efektif.

b. Hendaknya siswa selalu mengerjakan tugas buku paket yang diberikan oleh gurunya.

c. Hendaknya siswa mendiskusikan materi yang sulit dengan kawannya. d. Hendaknya siswa mempelajari ulang materi yang telah dijelaskan guru di

sekolah.

e. Hendaknya siswa lebih meningkatkan motifasi dan minatnya dalam pembelajaran IPS agar dapat membantunya dalam pencapaian tujuan pendidikan yang lebih baik.

3. Bagi kepala sekolah hendaknya selalu memotivasi tenaga pengajar dengan memberikan mesukan-masukan yang positif terhadap proses belajar mengajar, juga selalu meninjau dan mengevaluasi proses belajar mengajar tersebut agar dapat memperoleh hasil yang lebih baik.

4. Bagi penerbit buku paket hendaknya memperdalam dan memperluas materi yang akan disajikan dalam buku paket, juga memperluas susunan bahasanya agar mudah dipahami siswa.

5. Bagi orangtua diharapkan ikut andil untuk terciptanya pembelajaran yang efektif dan efisien.

Dokumen terkait