• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hakikat Konsep Diri 1. Pengertian Konsep Diri 1.Pengertian Konsep Diri

KAJIAN PUSTAKA

A. Hakikat Konsep Diri 1. Pengertian Konsep Diri 1.Pengertian Konsep Diri

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

Bab ini memaparkan mengenai kajian teori, kajian penelitian yang relevan, dan kerangka berpikir. Berikut adalah pemaparan dari bab ini.

A. Hakikat Konsep Diri 1. Pengertian Konsep Diri

Konsep diri menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI; 2007) terdiri dari dua kata yaitu konsep memiliki arti gambaran, proses atau hal-hal yang digunakan oleh akal budi untuk memahami sesuatu. Sedangkan, diri berarti bagian-bagian dari individu yang terpisah dari yang lain. Jadi, konsep diri dapat diartikan sebagai gambaran seseorang mengenai dirinya sendiri atau penilaian terhadap dirinya sendiri.

Konsep diri menurut Atwater (dalam Desmita; 2010) adalah keseluruhan gambaran diri yang meliputi persepsi orang tentang diri, perasaan, keyakinan, dan nilai-nilai yang berhubungan dengan dirinya. Dapat dikatakan juga konsep diri meliputi keseluruhan pandangan seseorang akan dirinya. Pandangan itu menyangkut pandangan tentang kondisi diri, perasaan yang selama ini dialami, dan nilai-nilai yang berhubungan dengan diri. Nilai-nilai itu bisa didapatkan dari ajaran agama, masyarakat, adat-istiadat, dan lain-lain. Sedangkan, menurut Hurlock (dalam Sinurat; 1994) konsep diri adalah kesan (image)

12 individu mengenai karakteristik dirinya, yang mencakup karakteristik fisik, sosial, emosional, aspirasi dan achievement.

Clara R Pudjijogyanti (dalam Diah; 2010) berpendapat bahwa konsep diri merupakan salah satu faktor yang menentukan apakah seseorang akan berperilaku negatif atau tidak, sebab perilaku negatif merupakan perwujudan adanya gangguan dalam usaha pencapaian harga diri. Dari pengertian tersebut peneliti dapat menyimpulkan bahwa menurut Clara konsep diri juga merupakan salah satu faktor yang berpengaruh dalam pembentukan perilaku seseorang negatif atau tidak.

Fitts (dalam Agustiani, 2006) berpendapat bahwa konsep diri adalah hal sangat berpengaruh terhadap kepribadian seseorang. Seseorang yang memiliki konsep diri yang negatif akan cenderung memiliki kepribadian yang kurang baik (minder, mudah menyerah/pesimis, daya juang rendah, mudah depresi, maladaptif, dan lain-lain). Sedangkan, seseorang yang memiliki konsep diri yang positif akan memiliki kepribadian yang baik (optimis, daya juang tinggi, mudah terbuka, dan lain-lain).

Berdasarkan pengertian-pengertian para ahli diatas dapat peneliti menyimpulkan bahwa konsep diri adalah cara pandang seseorang tentang dirinya sendiri yang akan berpengaruh pada pola pikirnya dan caranya betindak atau berperilaku, baik itu perilaku positif atau negatif.

13 Dengan kata lain konsep diri adalah hal yang sangat penting dalam membentuk kepribadian seseorang.

2. Macam-Macam Konsep Diri

Macam-macam konsep diri menurut Burn (1993) yaitu: a. Konsep diri positif

Individu yang memiliki konsep diri positif memiliki karakteristik sebagai berikut:

1) Perasaan bahwa dirinya berharga, berkompentensi, dan percaya diri.

2) Memiliki kemampuan untuk memodifikasi nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang sesuai dengan pengalaman baru yang didapatkannya.

3) Tidak memiliki kekhawatiran terhadap masalalu dan masa yang akan datang.

4) Memiliki kepercayaan diri untuk menyelesaikan masalah-masalah hidup meskipun dihadapkan dengan kegagalan.

5) Dapat menerima diri dan merasa dirinya berharga seperti orang lain.

6) Sensitif terhadap kebutuhan orang lain. b. Konsep diri negatif

Karakteristik orang yang memiliki konsep diri negatif adalah sebagai berikut:

14 1) Merasa dirinya inferior (perasaan rendah diri), tidak berharga, tidak memiliki kemampuan, dan memiliki perasaan tidak aman. 2) Sangat peka terhadap kritik karena kritik dianggap sebagai

bukti lebih lanjut mengenai inferioritasnya.

3) Memiliki sikap hiperkritis digunakan untuk mempertahankan citra diri yang kurang mantap dan mengalihkan pada kekurangan-kekurangan yang dimilki oleh orang lain.

4) Setiap kegagalan yang dialaminya dianggap sebagai bagian dari rencana tersembunyi dari orang lain dan kesalahan cenderung dilimpakan pada orang lain. Dalam hal ini mereka akan sulit mengakui kelemahan dan kegagalan.

5) Sering menunjukkan respon berlebihan terhadap pujian dari orang lain.

6) Menunjukan sikap mengasingkan diri, malu-malu, dan tidak berminat terhadap persaingan.

3. Aspek-Aspek Konsep Diri

Aspek-aspek dalam konsep diri menurut Agustiani (2006) terbagi menjadi 4 yaitu:

a. Aspek fisik

Aspek fisik meliputi sejumlah konsep yang dimiliki individu mengenai penampilan, kesesuaian dengan jenis kelamin, arti pentingnya tubuh, perasaan, dan gengsi dihadapan orang lain yang disebabkan oleh keadaan fisiknya.

15 b. Aspek psikologis

Aspek ini meliputi penilaian individu terhadap keadaan psikis dirinya, seperti perasaan mengenai kemampuan atau ketidak-mampuannya. Perasaan itu akan berpengaruh terhadap rasa percaya diri dan harga dirinya.

c. Aspek moral

Aspek moral merupakan nilai dan prinsip yang memberi arti dan arah dalam kehidupan individu atau seseorang dalam memandang nilai etika moral bagi dirinya, seperti kejujuran, tanggungjawab atas kegagalan yang dialaminya, religiusitas serta perilakunya (nilai-nilai hidup yang dijalaninya).

d. Aspek sosial

Aspek ini meliputi kemampuan individu dalam berhubungan dengan dunia diluar dirinya seperti perasaan mampu dan berharga dalam lingkup interaksi sosial dengan orang lain secara umum, yaitu mencakup hubungan antar individu dengan keluarga dan individu dengan lingkungan.

4. Faktor-Faktor yang Mempenggaruhi Konsep Diri

Stuart dan Sundeen (1995) menyebutkan ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan konsep diri. Faktor-faktor-faktor tersebut terdiri dari teori perkembangan, Significant other (orang yang terpenting atau yang terdekat) dan self perception (persepsi diri sendiri).

16 a. Teori perkembangan

Konsep diri belum ada waktu lahir, kemudian berkembang secara bertahap sejak lahir sampai mulai mengenal dan membedakan dirinya dengan orang lain. Dalam melakukan kegiatan memiliki batasan diri yang terpisah dari lingkungan dan berkembang melalui kegiatan eksplorasi lingkungan melalui bahasa, pengalaman atau pengenalan tubuh, nama pangilan, pengalaman budaya dan hubungan interpersonal, kemampuan pada area tertentu yang dinilai pada diri sendiri atau masyarakat serta aktualisasi diri dengan merealisasi potensi yang nyata.

b. Significant other

Significant other (orang yang terpenting atau yang terdekat) Dimana konsep diri dipelajari melalui kontak dan pengalaman dengan orang lain, belajar diri sendiri melalui cermin orang lain yaitu dengan cara pandangan diri merupakan interprestasi diri pandangan orang lain terhadap diri, anak sangat dipengaruhi orang yang dekat, remaja dipengaruhi oleh orang lain yang dekat dengan dirinya, pengaruh orang dekat atau orang penting sepanjang siklus hidup, pengaruh budaya dan sosialisasi. c. Self-perception (persepsi diri sendiri)

Persepsi individu terhadap diri sendiri dan penilaianya, serta persepsi individu terhadap pengalamanya akan situasi tertentu.

17 Konsep diri dapat dibentuk melalui pandangan diri dan pengalaman yang positif. Sehingga konsep merupakan aspek yang kritikal dan dasar dari perilaku individu. Individu dengan konsep diri yang positif dapat berfungsi lebih efektif yang dapat dilihat dari kemampuan interpersonal, kemampuan intelektual dan penguasaan lingkungan. Sedangkan konsep diri yang negatif dapat dilihat dari hubungan individu dan sosial yang terganggu.

5. Dinamika Konsep Diri

Dinamika menurut KBBI (kamus besar bahasa Indonesia) adalah sesuatu yang bergerak. Bergerak dalam konteks ini adalah dalam artian berubah-ubah atau mengalami suatu perubahan. Jadi, kata dinamika dalam penelitian ini menunjukan sesuatu yang bergerak atau berubah-ubah dalam diri seseorang.

Konsep diri seperti yang telah dipaparkan sebelumnya merupakan gambaran seseorang tentang dirinya sendiri atau penilaian seseorang tentang dirinya sendiri (KBBI). Dari pengetian tersebut maka definisi dinamika konsep diri merupakan sesuatu yang bergerak atau perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri seseorang mengenai gambaran atau penilaian seseorang terhadap dirinya sendiri.