SIMPULAN DAN SARAN A.Simpulan
C. Keterbatasan Penelitian
Pelaksanaan penelitian mengenai dinamika konsep diri pada perempuan dewasa yang pernah menjadi korban child abuse dengan studi fenomenologi telah dirancang secara konseptual, sistematik, dan sesuai dengan prosedur untuk mencapai hasil yang maksimal. Namun, dalam penelitian terdapat kekurangan-kekurangan yang dapat diperbaiki guna meningkatkan kemaksimalan hasil dari penelitian selanjutnya. Yang menjadi evaluasi peneliti meliputi:
1. Pengumpulan data
Pengumpulan data mengunakan observasi tidak dapat terlaksana dengan baik karena peneliti tidak dapat mengikuti secara keseluruhan kegiatan yang dilakukan oleh subjek HL di kampus, karena waktu pelaksanaan observasi bertepatan dengan seringnya HL tidak pergi kekampus. Peneliti juga terbatas melakukan observasi kepada subjek HL ketika dikampus.
158 2. Data personal life line
Peristiwa child abuse yang dialami merupakan peristiwa masa lalu, maka data dalam penelitian ini tergantung dari ingatan subjek terhadap masa lalunya, maka peneliti tidak dapat mengumpulkan data berupa dokumen atau foto terkait peristiwa child abuse. Data personal life line digunakan untuk membuat subjek mengingat peristiwa child abuse yang subjek alami. Namun, untuk pasti usia subjek mengalaminya subjek terkadang lupa dan ada banyak data dalam personal life line yang sebetulnya tidak digunakan dalam pembahasan penelitian ini karena tidak sesuai dengan topik bahasan.
D. Saran
Dari hasil penelitian ini peneliti dapat memberikan saran-saran sebagai berikut:
1. Korban child abuse yang telah menjadi dewasa. Berdasarkan penelitian ini maka peneliti menyarankan kepada korban child abuse yang telah dewasa dan masih mengalami masalah dalam diri terkait pengalaman child abuse yang pernah dialami,, untuk mencari komunitas yang tepat supaya dapat membentuk pengalaman baru yang memunculkan penilaian diri yang lebih positif. Peneliti menyarankan agar mencari komunitas yang mampu membuat semakin mengenal Tuhan, supaya korban dapat mengetahui penilaian Tuhan terhadap manusia sebagai mahkluk kesayanganNya. Maka, diharapkan korban dapat memiliki
159 penilaian baru bahwa manusia diciptakan dengan istimewa, apapun peristiwa yang dialaminya.
2. Orang tua atau orang dewasa. Berdasarkan penelitan ini meneliti tidak menganjurkan kepada orang tua atau orang dewasa untuk melakukan tindakan child abuse dalam bentuk apapun terhadap anak. Karena tugas orang tua adalah melindungi anak. Dilihat dari banyaknya dampak negatif yang mungkin muncul dari peristiwa child abuse maka sedapat-dapatnya apabila orang tua atau orang dewasa menemukan kasus child abuse dalam lingkungan sekitar segera mengambil tindakan tegas untuk menegur atau melaporkan kepada pihak berwajib atau KPAI dan memberikan respon yang benar kepada anak guna membantu anak bangkit.
3. Guru BK atau konselor. Berdasarkan penelitian ini apabila guru BK atau konselor menemukan kasus serupa di sekolah. Peneliti menyarankan untuk segera melaporkan dan mengarahkan anak untuk memilh pergaulan yang benar guna membantu anak membangkitkan konsep diri positif dalam diri.
4. Pemerintah atau KPAI. Berdasarkan penelitian ini pemerintah atau KPAI harus bekerja lebih keras untuk melakukan sosialisasi tentang parenting atau pemberian pola asuh yang benar terhadap anak dan menindak tegas para pelaku child abuse. Mengingat kasus child abuse yang juga semakin lama semakin meningkat dari tahun ke tahun dan
160 pemerintah menyadari bahwa hanya sebagian kecil saja kasus child abuse yang dapat terungkap.
5. Penelitian selanjutnya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan peneliti menyarankan untuk penelitian selanjutnya dapat mengunakan teknik pengumpulan data yang lebih baik. Mengingat banyak data yang sebetulnya tidak peneliti gunakan dalam pencarian data mengunakan personal life line, data yang mengambarkan peristiwa membahagiakan yang subjek alami sebagian besar tidak digunakan. Alangkah lebih baik jika pada penelitian selanjutnya dapat menggunakan teknik pengumpulan data yang lebih menjawab kebutuhan secara ringkas.
161 DAFTAR PUSTAKA
Agustiani, Hendriati. 2006. Psikologi Perkembangan. Bandung: Refika Aditama Alwi, Hasan. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Burn, R. B,. 1993. Konsep Diri: Teori, Pengukuran, Perkembangan & P erilaku.
Jakarta: Arcan.
Calhound, J. F & Acocella. 1990. Psikologi Tentang Penyesuaian dan Hubungan Kemanusiaan ed (terj). Semarang: IKIP Semarang Press.
Desmita. 2010. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Frankl, Victor, E., dkk. 2003. Logoterapi; Terapi Psikologi Melalui Pemaknaan Eksistensi. Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Gunawan, Imam. 2013. Metode P enelitian Kualitatif: Teori & Praktik. Jakarta: Bumi Akasara.
Hurlock, E.B. 1990. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga.
Mery, N.T, Nita, F., Imas, R. Gambaran Konsep Diri pada Remaja di Rumah Tahanan Klas 1 Bandung. Fakultas Ilmu Keperawatan. Universitas Padjajaran Bandung.
Nur Fatimah, Siti. 2002. Dinamika Konsep Diri pada Orang Dewasa Korban Child Abuse. Jurnal Empathy. Fakultas Psikologi. Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Vol.1. No.1. 131-143.
Phaneuf, Margot. 2005. The Life Line, a Means of Enriching the Interview with Patients. Artikel. diambil pada tanggal 31 Oktober 2016, dari http://www.infiressources.ca/fer/Depotdocument_anglais/The_life_line_a_mea ns_of_enriching_the_interview.pdf
Putri, Diah. 2010. Konsep Diri Anak Jalanan (Studi Kasus pada Anak Jalanan di Yogyakarta). Skipsi. Fakultas Sosial dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Setiawan, Davit. (14 Juli 2015). KPAI: Pelaku Kekerasan Terhadap Anak Tiap Tahun Meningkat. diambil pada tanggal 14 Agustus 2016, dari
www.kpai.go.id/berita/kpai-pelaku-kekerasan-terhadap-anak-tiap-tahun-mingkat/
162 Shofiawanis. 2013. P erempuan dan Wanita. diambil tanggal 22 November 2016,
dari https://shofiawanis.com/2013/04/21/perempuan-dan-wanita/
Siswanto, S. Psi., M.Si. 2007. Kesehatan Mental: Konsep, Cakupan, dan Perkembangannya. Yogyakarta: Andi Offset.
Stuart. G. W,. dan Sundeen, S.J. (1995). Priciple and practice of psychiatric nursing. (5td.ed)
Susana, Tjipto. 2006. Konsep Diri Positif Menentukan Prestasi Anak. Yogyakarta: Kanisius.
Suyatno, Bagong. 2010. Masalah Sosial Anak; Edisi Revisi. Yogyakarta: Buku Beta.
Yuliatin. 2008. Resilience Korban P elecehan Seksual yang Terjadi pada Anak-Anak; Sebuah Studi Kasus pada Dewasa Muda. Jurnal Pscyhology.
163 Lampiran 1.