• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hakikat Model Pembelajaran Course Review Horray

Dalam dokumen BAB II LANDASAN TEORI (Halaman 42-49)

a. Pengertian Model Pembelajaran Course Review Horray

Model pembelajaran Course Review Horray merupakan salah satu pembelajran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif yaitu merupakan suatu model pembelajaran yang dilakukan melalui pembentukan kelompok kecil secara kolaboratif dalam menyelesaikan tugas dalam pembelajaran.

Sementara itu, Durukan (2011:102-3) menjelaskan bahwa:

Cooperative learning can be defined as a learning approach in which students help one another on an academic subject, in small mixed group formed both in class and in non-class and develop their communication skills and problem solving and critical thinking abilities, and through which all of the students actively participate in the learning-teaching process.

Maksud dari pernyataan tersebut yaitu, pembelajaran kooperatif dapat didefinisikan sebagai suatu pembelajaran dimana siswa saling membantu satu sama lain pada mata pelajaran, dalam kelompok-kelompok kecil dan non-kelas lingkungan, yang memebantu individu mendapatkan kepercayaan diri yang lebih dan mengembangkan mereka keterampilan komunikasi dan pemecahan masalah dan kritis dalam kemampuan berfikirnya, melalui itu semua siswa dapat berpartisipasi secara aktif dalam proses belajar-mengajar.

Dari definisi tersebut model pembelajaran Course Review Horray juga termasuk model pembelajaran kooperatif yang dalam proses pembelajarannya dilakukan secara berkelompok. Kata “ Course “ yang berarti mata pelajaran, untuk kata “ review “ yang berarti pengulangan sedangkan kata “ horay ” berarti hore. Jadi jika di terjemahkan secara keseluruhan yaitu pengulangan materi mata pelajaran yang di ikuti teriakan hore jika pengulangannya benar. Tipe pembelajaran ini dapat mendorong siswa untuk ikut aktif dalam pembelajaran dan diharapkan siswa lebih semangat dalam belajar karena pembelajarannya tidak monoton diselingi sedikit hiburan sehingga suasana tidak menegangkan.

Pembelajaran Course Review Horay merupakan salah satu pembelajaran kooperatif yaitu kegiatan belajar mengajar dengan cara

commit to user

pengelompokkan siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil. Melalui pembelajaran Course Review Horay diharapkan dapat melatih siswa dalam menyelesaikan masalah dengan pembentukkan kelompok kecil ( Anggraeni, 2011: 196).

Sedangkan menurut Dheviana ( 2011 : 2) model pembelajaran Course Review Horay merupakan salah satu pembelajaran kooperatif yaitu kegiatan belajar mengajar dengan cara pengelompokan siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil. Model pembelajaran Course Review Horay juga merupakn suatu pembelajaran pengujian terhadap pemahaman konsep siswa menggunakan kotak yang diisi dengan soal dan diberi nomor untuk menuliskan jawabannya. Siswa yang terdahulu mendapatkan tanda benar membentuk horizontal, vertikal maupun diagonal langsung berteriak hore atau yel-yel lainnya. Dengan model ini, diharapkan dapat melatih siswa dalam menyelesaikan masalah dengan pembentukan kelompok kecil.

Jadi model Course Review Horay merupakan pembelajaran yang menguji pemahaman siswa yang diadakan dalam bentuk soal jawab dengan bantuan kotak yang apabila dijawab benar berbentuk horizontal/diagonal/vertikal maka siswa berteriak “hore”.

b. Prinsip Pembelajaran Course Review Horray .

Dalam proses belajar mengajar, kegiatan siswa menjadi pusat perhatian guru. Untuk itu agar kegiatan pengajaran dapat merangsang siswa untuk aktif dan kreatif belajar tentu saja diperlukan lingkungan belajar yang kondusif. Salah satu upaya kearah itu adalah dengan cara memperhatikan beberapa prinsip penggunaan variasi dalam mengajar. Prinsip-prinsip tersebut adalah :

1) Model pembelajaran CRH sebaiknya digunakan dengan suatu tujuan tertentu yang relevan dengan tujuan yang akan dicapai, sehingga pembelajaran akan sejalan dengan perencanaan awal pembelajaran.

commit to user

2) Direncanakan secara baik dan eksplisit dicantumkan dalam rencana pelajaran.

Jadi penggunaan model pembelajaran CRH ini harus benar-benar berstruktur dan direncanakan. Karena dalam menggunakan model pembelajaran CRH ini memerlukan keluwesan, spontan sesuai dengan umpan balik yang diterima dari siswa. Umpan balik ini ada dua yaitu :

1) Umpan balik tingkah laku yang menyangkut perhatian dan keterlibatan siswa.

2) Umpan balik informasi tentang pengetahuan dan pelajaran.

c. Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Course Review Horray.

Setiap model pembelajaran pasti memiliki kekurangan maupun kelebihan, seperti halnya dengan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay.

Kelebihan model pembelajaran Course Review Horay (CRH) sebagai berikut ini ( Marlangen, 2013: 2 ) :

1) Pembelajaran lebih menarik;

Artinya, dengan menggunakan model pembelajaran CRH siswa akan lebih bersemangat dalam menerima materi yang akan disampaikan oleh guru karena banyak diselingi dengan games ataupun simulasi lainnya.

2) Mendorong siswa untuk dapat terjun kedalam situasi pembelajaran;

Artinya, siswa diajak ikut serta dalam melakukan suatu games atau simulasi yang diberikan guru kepada peserta didiknya yang berkaitan dengan materi yang akan disampaikan guru.

3) Pembelajaran tidak monoton karena diselingi dengan hiburan atau game, dengan begitu siswa tidak akan merasakan jenuh yang bisa menjadikannya tidak berkonsentrasi terhadap apa yang dijelaskan oleh guru.

4) Siswa lebih semangat belajar karena suasana belajar lebih menyenangkan.

commit to user

Artinya, kebanyakan dari siswa mudah merasakan jenuh apabila metode yang digunakan oleh guru adalah metode ceramah. Oleh karena itu, dengan menggunakan model pembelajaran Course Review Horay (CRH) mampu membangkitkan semangat belajar terutama anak Sekolah Dasar yang notabene masih ingin bermain-main.

5) Adanya komunikasi dua arah;

Artinya, siswa dengan guru akan mampu berkomunikasi dengan baik, dapat melatih siswa agar dapat berbicara secara kritis, kreatif dan inofatif. Sehingga tidak akan menutup kemungkinan bahwa akan semakin banyak terjadi interaksi diantara guru dan siswa.

Kekurangan model pembelajaran Course Review Horay (CRH) antara lain ( Marlangen, 2013 :3)

1) Siswa aktif dan siswa yang tidak aktif nilai disamakan;

Artinya, guru hanya akan menilai kelompok yang banyak mengatakan horey. Oleh karena itu, nilai yang diberikan guru dalam satu kelompok tersebut sama tanpa bisa membedakan mana siswa yang aktif dan yang tidak aktif.

2) Adanya peluang untuk berlaku curang.

Artinya, guru tidak akan dapat mengontrol siswanya dengan baik apakah ia menyontek ataupun tidak. Guru akan memperhatikan per-kelompok yang menjawab hore, sehingga peluang adanya kecurangan sangat besar.

Model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay memiliki kekurangan yaitu siswa aktif dan pasif nilainya disamakan dan adanya peluang untuk curang. Kecurangan yang dimaksud yaitu siswa dapat mengganti nomor maupun mengganti jawaban pada lembar CRH atau bahkan siswa dapat mengganti lembar jawaban CRH. Dalam peniletian ini peneliti memberikan beberapa peraturan tambahan dalam pelaksanaan pembelajaran Course Review Horay, untuk mengatasi kekurangan dari model pembelajaran tersebut. Hal tersebut dapat diatasi dengan kartu yang akan digunakan untuk mengisikan

commit to user

jawaban serta alat tulis langsung dari peneliti, selain itu siswa dilarang untuk mengganti jawaban dan nomor yang sudah dituliskan pada kotak CRH. Dengan hal tersebut apabila siswa mengganti jawaban atau lembar CRH akan diketahui oleh guru. Kemudian untuk membuat siswa aktif semua dengan cara mengadakan evaluasi pada akhir pertemuan, dengan hal tersebut siswa akan termotivasi untuk berpartisipasi dalam kelompok agar dapat mengerjakan soal evaluasi secara individu pada akhir pertemuan.

d. Langkah-langkah Pembelajaran Course Review Horray.

Setiap model pembelajaran mempunyai langkah-langkah yang berbeda serta banyak jenisnya. Berikut ini langkah- langkah model pembelajaran Course Review Horray. Langkah-langkah pembelajaran Course Review Horay sebagai berikut ( Suprijono, 2010:129) :

1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.

2) Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi.

3) Memberikan kesempatan kepada siswa bertanya jawab.

4) Untuk menguji pemahaman, siswa disuruh membuat kotak 9/16/25 sesuai dengan kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan selera masing-masing siswa.

5) Guru membaca soal secara acak dan siswa menulis jawaban di dalam kotak yang nomornya disebutkan guru dan langsung didiskusikan, kalau benar diisi tanda benar (√) dan salah diisi tanda silang (×).

6) Siswa yang sudah mendapat tanda (√) vertikal atau horisontal, atau diagonal harus berteriak horay … atau yel-yel lainnya.Nilai siswa dihitung dari jawaban benar jumlah horay yang diperoleh.

Irfan Dani ( mengutip simpulan Widodo, 2013:1) juga mengungkapkan langkah- langkah model pembelajaran Course Review Horray adalah sebagai berikut:

1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, kompetensi ini disampaikan agar pembelajaran lebih terarah tujuannya.

commit to user

2) Guru mendemonstrasikan atau menyajikan materi sesuai topik bahasan yang sedang diajarkan.

3) Untuk menguji pemahaman, siswa disusruh membuat tempat jawaban. Tempat jawaban disini berbentuk tabel (kotak) yang berisis sembilan tempat, enam belas kotak ataupun dua puluh lima kotak. Banyaknya kotak tmpat jawaban disesuaikan dengan kebutuhan dan tiap kotak jawaban diisi angka sesuai dengan selera masing-masing siswa.

4) Guru membaca soal secara acak sesuai dengan nomor yang telah disiapkan sebelumnya. Siswa menulis jawaban di dalam kotak yang nomornya disebutkan guru. Soal yang telah dibacakan langsung didiskusikan, kalau benar diisi tanda benar (v) dan salah diisi tanda silang (x). Disini dibutuhkan kejujuran dari siswa yang telah menjawab salah ataupun benar.

5) Siswa yang sudah mendapat tanda (v) secara vertikal atau horizontal, atau diagonal harus segera berteriak horay atau yel-yel lainnya.

6) Nilai siswa dihitung dari jawaban benar dan jumlah horay yang diperoleh.

7) Penutup pembahasan. Penutup dari pembahasan ini dapat berupa penyimpulan dari guru ataupun disimpulkan sendiri oleh siswa.

e. Implikasi Model Pembelajaran Course Review Horray Pada Pembelajaran Matematika Materi Pecahan

Pembelajaran dengan menggunakan model Course Review Horray pada materi pecahan pada kelas V sekolah dasar adalah sebagai berikut ini :

1) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu operasi hitung pecahan.

commit to user

2) Guru menyampaikan materi tentang pecahan dengan menggunakan alat peraga seperti gambar, balok pecahan dan garis bilangan pecahan.

3) Agar pembelajaran model Course Review Horray lebih menarik dan dapat meminimalkan kelemahan-kelemahan yang ada, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil yang terdiri 6-7 siswa. Masing-masing kelompok memiliki lambang/simbol kelompok.

4) Guru membuat kotak sejumlah 9 yang diberi nomor,guru membantu menjelaskan pada masing-masing kelompok jika ada yang kurang dimengerti.

5) Selanjutnya masing-masing kelompok disuruh memilih nomor kotak yang harus dijawab secara bergantian dengan cara diacak.

6) Kelompok yang bisa menjawab pertanyaan dari guru dengan benar harus menempelkan lambang/simbol kelompoknya di kotak yang sudah terjawab. Demikian seterusnya hingga terdapat salah satu kelompok yang lambang/symbol kelompoknya membentuk vertikal, horizontal, maupun diagonal. Jika tidak terdapat kelompok yang dapat membentuk vertikal, horizontal, maupun diagonal, skor dapat dihitung berdasarkan banyaknya simbol kelompok yang telah ditempel.

Selanjutnya kelompok tersebut berteriak hore maupun yel-yel lainnya.

7) Jumlah nilai dihitung dari jawaban benar dan jumlah hore.

8) Guru memberikan hadiah pada kelompok yang terbaik.

9) Siswa dibantu oleh guru menarik kesimpulan tentang kegiatan pembelajaran akan opeasi hitung pecahan.

10) Siswa mengerjakan soal evaluasi tentang operasi hitung pecahan.

commit to user

Dalam dokumen BAB II LANDASAN TEORI (Halaman 42-49)

Dokumen terkait