• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2. Hakikat Model Pembelajaran Quantum

Istilah model pembelajaran dibedakan dari istilah strategi pembelajaran, metode pembelajaran, atau prinsip pembelajaran. Model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas daripada strategi, metode, atau prosedur. Menurut Joyce dan Weil dalam Soli Abimanyu dkk (2008: 4) Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu yang berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran.

Menurut Sri Sulistyorini (2007: 14) model pembelajaran merupakan rencana, pola atau pengaturan kegiatan guru dan peserta didik yang menunjukkan adanya interaksi antara unsur-unsur yang terkait dalam pembelajaran. Model pembelajaran sebagai suatu rencana atau pola yang digunakan dalam mengatur materi pelajaran dan memberi petunjuk kepada pengajar di kelas dalam setting pembelajaran

commit to user

Dari beberapa pendapat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa model pembelajaran merupakan kerangka konseptual, rencana, atau pengaturan kegiatan guru dan peserta didik untuk mencapai tujuan belajar yang berfungsi sebagai pedoman bagi para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran.

b. Pengertian Model Pembelajaran Quantum

Quantum teaching dimulai di SuperCamp, sebuah program percepatan Quantum Learning yang ditawarkan Learning Forum, yaitu sebuah perusahaan pendidikan internasional yang menekankan perkembangan keterampilan akademis dan keterampilan pribadi (DePorter, 2010:32). DePorter, Reardon, dan Nourie (2010: 34) menyatakan bahwa:

Quantum: Interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. Quantum Teaching, dengan demikian, adalah penggubahan bermacam-macam interaksiyang ada di dalam dan di sekitar momen belajar. Interaksi-interaksi ini mencakup unsur-unsur untuk belajar efektif yang mempengaruhi kesuksesan siswa. Interaksi-interaksi ini mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang akan bermanfaat bagi mereka sendiri dan bagi orang lain.

Quantum Learning menggabungkan sugestologi, teknik pemercepatan belajar, dan NLP (neurolinguistik) dengan teori, keyakinan, dan metode kami sendiri (DePorter & Henarcki, 2007:16). Menurut Suyatno (dalam http://garduguru.blogspot.com/2008/03/beda-quantum-teaching-dan-quantum .html diakses pada 18 Maret 2011) Quantum Learning merupakan konsep untuk pembelajar agar dapat menyerap fakta, konsep, prosedur, dan prinsip sebuah ilmu dengan cara cepat, menyenangkan, dan berkesan.

Quantum model of learning is one used as a guide in planning and executing classroom learning which include the strategy called, in Indonesian language, TANDUR (Tumbuhkan – grow, Alami – experience, Namai – give a name, Demonstrasikan – demonstrate, Ulangi – repeat, and Rayakan – celebrate), context, content, principle, and main paradigm. Quantum learning is a combination of various interactions which are available in the learning moment. This interaction covers all element which effective in enabling students’ success (De Porter, 2000).

Asas utama pembelajaran quantum adalah “Bawalah dunia siswa ke dunia guru, dan antarkan dunia guru ke dunia siswa” (Made Wena,2009:161).

commit to user

Hal ini berarti bahwa langkah pertama seorang guru dalam kegiatan PBM adalah memahami atau memasuki dunia siswa, sebagai bagian kegiatan pembelajaran. Kegiatan ini dilakukan dengan apa yang akan diajarkan guru. Setelah kaitan itu terbentuk, siswa dapat dibawa ke dunia guru, dan memberi siswa pembelajaran tentang isi pembelajaran.

Dari pengertian-pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran quantum adalah pembelajaran yang menggunakan unsur belajar efektif yang dapat merangsang siswa untuk belajar lebih menyenangkan karena mengalami langsung apa yang sedang dipelajari, konsep untuk pembelajar agar dapat menyerap fakta, konsep, prosedur, dan prinsip sebuah ilmu dengan cara cepat, menyenangkan, dan berkesan serta tidak hanya mengajar materi sehingga pemahaman siswa meningkat.

c. Prinsip-prinsip Pembelajaran Quantum

Pembelajaran Quantum mempunyai prinsip-prinsip dasar. Menurut Sugiyanto ( 2009: 80-81 ), prinsip-prinsip dasar ini ada lima macan, yaitu:

1) Ketahuilah bahwa segalanya berbicara

Dalam pembelajaran quantum, segala sesuatu mulai lingkungan pembelajaran sampai dengan bahasa tubuh pengajar, penataan ruang sampai sikap guru, mulai kertas yang dibagikan oleh pengajar sampai dengan rancangan pembelajaran, semuanya mengirim pesan tentang pembelajaran.

2) Ketahuilah bahwa segalanya bertujuan

Semua yang terjadi dalam proses pengubahan energi menjadi cahaya mempunyai tujuan. Tidak ada kejadian yang tidak bertujuan. Baik pembelajar maupun pengajar harus menyadari bahwa kejadian yang dibuatnya selalu bertujuan.

3) Sadarilah bahwa pengalaman mendahului penamaan

Proses pembelajaran paling baik terjadi ketika pembelajar telah mengalami informasi sebelum mereka memperoleh makna untuk apa yang mereka pelajari. Dikatakan demikian karena otak manusia berkembang pesat dengan adanya stimulan yang kompleks, yang selanjutnya akan menggerakkan rasa ingin tahu.

4) Akuilah setiap usaha yang dilakukan dalam pembelajaran

Pembelajaran atau belajr selalu mengandung risiko besar. Dikatakan demikian karena pembelajaran berarti melangkah keluar dari kenyamanan dan kemapanan di samping berarti membongkar pengetahuan sebelumnya. Pada waktu pambelajar melakukan langkah keluar ini, mereka patut memperoleh pengakuan atas kecakapan dan

commit to user

kepercayaan diri mereka.bahkan sekalipun mereka berbuat kesalahan, perlu diberi pengakuan atas usaha yang mereka lakukan.

5) Sadarilah bahwa sesuatu yang layak dipelajari layak pula

dirayakan

Segala sesuatu yang layak dipelajari oleh pembelajar sudah pasti layak pula dirayakan keberhasilannya. Perayaan atas apa yang telah dipelajari dapat memberikan balikan mengenai kemajuan dan meningkatkan asosiasi emosi positif dengan pembelajar.

Pembelajaran Quantum mengingatkan guru pada pentingnya memasuki dunia siswa. Guru harus membangun jembatan memasuki dunia murid. Hal ini akan memudahkan guru membangun jalinan, menyelesaikan bahan pelajaran lebih cepat, membuat pemahaman konsep lebih melekat, dam memastikan terjadinya pengalihan pengetahuan. Lingkungan kelas mempengaruhi kemampuan siswa untuk berfokus dan menyerap informasi. Pengaturan bangku mendukung pemahaman konsep siswa meningkat. Geser bangku secara berkelompok agar siswa dapat berfokus pada tugas yang dihadapi. Pengorkestrasian unsur-unsur dalam lingkungan sangat berpengaruh pada kemampuan guru untuk mengajar lebih banyak dengan usaha lebih sedikit.

d. Kerangka Rancangan Pembelajaran Quantum

Pada dasarnya dalam pelaksanaan komponen rancangan pembelajaran quantum, dikenal dengan singkatan “TANDUR” yang merupakan kepanjangan dari: Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, dan Rayakan (DePorter, Reardon & Nourie, 2010:127).

Kerangka perancangan pembelajarn kuantum TANDUR adalah sebagai berikut:

1) Tumbuhkan

Sertakan diri mereka, pikat mereka, puaskan keingintahuan mereka. Buatlah siswa tertarik atau penasaran tentang materi yang akan kita ajarkan.

2) Alami

Berikan mereka pengalaman belajar, tumbuhkan “kebutuhan untuk mengetahui”.

3) Namai

Berikan “data” tepat saat minat memuncak mengenalkan konsep-konsep pokok dari materi pelajaran.

commit to user

4) Demonstrasikan

Berikan kesempatan bagi mereka untuk mengaitkan pengalaman dengan data baru, sehingga mereka menghayati dan membuatnya sebagai pengalaman pribadi.

5) Ulangi

Rekatkan gambaran keseluruhannya. Ini dapat dilakukan melalui pertanyaan post-test, ataupun penugasan, atau membuat rangkuman hasil belajar.

6) Rayakan

Ingat, jika layak dipelajari, maka layak pula dirayakan!Perayaan menambahkan belajar dengan asosiasi positif (Sugiyanto 2009: 84).

Kerangka perancangan pembelajaran Quantum di atas menjamin siswa menjadi tertarik dan berminat pada setiap pembelajaran. Kerangka ini juga memastikan bahwa mereka mengalami pembelajaran, berlatih, menjadikan isi pembelajaran nyata bagi mereka sendiri dan mencapai sukses.

Dalam pembelajaran Quantum guru dituntut mengajak siswa ke dalam proses belajar seumur hidup yang dinamis yang tidak terlupakan. Guru menciptakan suasana prima yang unik bagi siswa, yang membuat siswa merasa aman tetapi tertantang, dimengerti dan dirayakan. Guru mendengarkan para siswa membacakan hasil kegiatan diskusi, berbagi, dan merayakan belajar siswa.

e. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Quantum

Model pembelajaran Quantum juga mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan bila diterapkan dalam pembelajaran. Kelebihan dan kekurangan mdel pembelajaran Quantum, yaitu sebagai berikut:

1) Kelebihan Model Pembelajaran Quantum

a) Pembelajaran quantum menekankan perkembangan akademis dan keterampilan. Dalam pendekatan pembelajaran quantum, pendidik/ guru mampu menyatu dan membaur pada dunia peserta didik sehingga guru bisa lebih memahami peserta didik dan ini menjadi modal utama yang luar biasa untuk mewujudkan metode yang lebih efektif yaitu metode belajara-mengajar yang lebih menyenangkan.

b) Penyajian materi pelajarannya yang secara alami merupakan proses belajar yang paling baik yaitu terjadi ketika siswa telah mengalami informasi sebelum mereka memperoleh nama untuk apa yang mereka pelajari sehingga siswa berada pada zona nyaman untuk kemudian sedikit demi sedikit keluar dari zona

commit to user

nyaman untuk melakukan penjelajahanyang sesungguhnya yaitu kegiatan belajaritu sendiri.

c) Pada pembelajaran quantum, objek yang menjadi tujuan utama adalah siswa. Maka dari itu guru mengupayakan berbagai interaksi dan menyingkirkan hambatan belajar dengan cara yang tepat agar siswa dapat belajar secara mudah dan alami.

2) Kekurangan Model Pembelajaran Quantum

a) Memerlukan dan menuntut keahlian dan keterampilan guru lebih khusus.

b) Memerlukan proses perancangan dan persiapan pembelajaran yang cukup matang dan terencana dengan cara yang lebih baik. c) Adanya keterbatasan sumber belajar, alat belajar, dan menuntut

situasi dan kondisi serta waktu yang lebih baik (http://www.google.co.id/gwt/x?q=Kelebihan+model+quantum +learning&ei=NOPJTZjdCMTrkAWHIKe2AQ&ved=OCA4QF jAE&hl=id&source=m&rd=1&u=http://leliana85.blogspot.com/ 20011/02/model-pembelajaran-quantum-learning.html).

Dari uraian di atas diketahui bahwa pada setiap pembelajaran pasti ada kelebihan dan kekurangan yang harus dihadapi oleh guru. Oleh sebab itu, maka guru harus pintar-pintar mengatasi kekurangan yang dihadapi dan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya kelebihan yang ada. Dalam model pembelajaran Quantum ini, guru harus mempersiapkan pembelajaran dengan matang dan menyingkirkan hambatan belajar dengan cara tepat agar siswa dapat belajar secara nyaman dan alami.

Dokumen terkait