• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hakikat Multimedia Interaktif Power Point a. Pengertian Multimedia Interaktif

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh: WAHIDA MINFADHILLAH K (Halaman 33-50)

KAJIAN PUSTAKA

A. Tinjauan Pustaka

2. Hakikat Multimedia Interaktif Power Point a. Pengertian Multimedia Interaktif

Perkembangan teknologi dan globalisasi pada desawa ini memungkinkan siapa saja untuk dapat meningkatkan kemampuan dan perkembangan multimedia.

Multimedia dapat digunakan untuk menunjang berbagai bidang seperti presentasi, visualisasi, alat bantu pendidikan, game, dan lain-lain. Pengembangan multimedia memerlukan pengetahuan seni dan teknologi.

Menurut Richard E. Mayer (2009:3) mendefinisikan multimedia sebagai presentasi materi dengan menggunakan kata-kata sekaligus gambar-gambar.

“kata” di sini adalah materinya disajikan dengan verbal form atau bentuk verbal, misalnya menggunakan teks kata-kata yang tercetak atau terucapkan, sedangkan yang dimaksud “gambar” adalah materinya disajikan dalam pictorial form atau bentuk gambar. Hal ini dalam bentuk menggunakan grafis statis (termasuk:

ilustrasi, grafik, foto, dan peta) atau menggunakan grafik dinamis (termasuk:

animasi dan video). Dalam buku teks, kata-kata bisa disajikan sebagai teks cetak dan gambar-gambar bisa disajikan sebagai ilustrasi atau bentuk-bentuk grafik lainnya.

Menurut Duffy, Mc.Donald dan Mizell (2003) dalam Sri Anitah (2009:61), berpendapat bahwa multimedia merupakan kombinasi antara media dengan satu jenis media yang lain sehingga terjadi keterpaduan secara keseluruhan. Multimedia merupakan kegiatan interaktif yang sangat tinggi, mengajak siswa untuk mengikuti proses pembelajaran dengan memilih dan mengendalikan layar diantara jendela informasi dan penyajian media. Dengan multimedia, berbagai gaya belajar siswa terakomodasi, seperti siswa yang auditori maupun visual sehingga siswa dapat memilih media sesuai dengan gaya belajar masing-masing.

Menurut Sri Anitah (2009:64) berpendapat bahwa media interaktif yaitu media yang meminta pebelajar memratekan keterampilan dan menerima balikan.

Media interaktif berbasis komputer menciptakan lingkungan belajar multimedia dengan ciri-ciri baik video maupun pembelajaran berbasis komputer.

commit to user

Dari beberapa pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa multimedia interkatif merupakan kombinasi dari beberapa media pembelajaran yang dipadukan secara bersama-sama yang meminta siswa untuk saling memberi dan menerima respon dengan berbasis komputer.

b. Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Multimedia Interaktif

Tidak ada satu pun media pembelajaran yang sangat sempurna, begitu juga dengan multimedia interaktif tetapi paling tidak kelemahan yang lebih sedikit dibanding dengan media pembelajaran yang lain. Sehingga kekurangan dalam pembelajaran dapat diminimalisasikan sedikit mungkin.

Sri Anitah (2009:65) mengemukakan beberapa kelebihan dan kelemahan dalam multimedia interaktif. Kelebihan dari multimedia interaktif diantaranya, yaitu :

1) Media ganda. Teks, audio, grafis, gambar diam, dan gambar hidup dapat dikombinasikan dalam satu sistem yang mudah digunakan.

2) Fleksibilitas. Pebelajar bisa memilih apa yang diinginkan untuk dipelajari dari menu, memilih bidang mana yang menarik, yang dapat memberikan jawaban secara logis, atau menyajikan tantangan terbesar.

3) Simulasi. Video interaktif dapat dipergunakan untuk pengalaman simulasi dalam beberapa bidang seperti, kesehatan, operasi mesin, dan khususnya keterampilan-keterampilan interpersonal.

Kelemahan dari multimedia interaktif diantaranya, yaitu masalah biaya.

Ketersedian sarana dan prasarana, seperti komputer dan LCD harus tersedia dengan lengkap, padahal biaya pengadaan alat-alat tersebut sangat mahal.

Dari uraian diatas kekurangan dalam penggunaan Multimedia Interaktif dapat ditutupi bila sekolah sudah memiliki fasilitas yang lengkap, dan bila sudah terpenuhi maka penggunaan multimedia interaktif sangat bermanfaat bagi terwujudnya pembelajaran yang diharapkan.

c. Program-program Multimedia Interaktif

Media pembelajaran yang menggunakan banyak media, dikenal sebagai multimedia pembelajaran berbasiskan multimedia. Multimedia dapat dibuat dengan menggunakan banyak perangkat lunak yang dapat untuk mengolah teks

commit to user

seperti Microsoft Office atau Note Pad; mengolah gambar seperti Corel Draw, Microsoft Visio, Adobe Photosop, dan lain-lain; mengolah animasi baik animasi teks ataupun animasi gambar seperti Macromedia Family (Flash, Freehand, Authorware, Dreamweaver), 3D Max, Swish, dan lain-lain; mengolah suara seperti Cool Edit Pro, Audio Studio, dan lain-lain; mengolah video seperti Windows Moviemaker, VCD Cutter, dan lain-lain. Semua program dapat digabungkan menjadi satu dengan program-program authoring (authoring tool) seperti Macromedia Authorware, dreamweaver, Visual Basic, dan lain-lain.

Disamping itu, multimedia interaktif yang dibuat hendaknya memuat tombol navigasi sederhana yang memudahkan peserta didik. Multimedia interaktif yang dibuat juga harus menarik agar merangsang peserta didik tertarik menjelajah seluruh program, sehingga seluruh materi pembelajaran yang terkandung di dalamnya dapat terserap dengan baik. Materi pembelajaran yang terkandung di dalamnya juga harus disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, sesuai dengan kurikulum dan mengandung banyak manfaat. Media pembelajaran berbasis multimedia tersebut juga harus mudah peng-install-anya pada komputer, serta tidak memerlukan CD dalam menjalankannya, sehingga dengan kemudahan tersebut membuat pengguna merasa lebih praktis dan penyebarannya akan lebih luas.

d. Multimedia Microsoft Power Point

Microsoft power point merupakan salah satu program dari microsoft office, sedangkan program-program lainnya yaitu 1) microsoft word, 2) microsoft excel, 3) microsoft acces, dan 4) microsoft power point. Adapun setiap program memiliki fungsi dan kegunaan masing-masing sesuai dengan kebutuhan pemakainya.

Fungsi-fungsi dari microsoft office berdasarkan programnya diantaranya (wahana komputer, 2010:8):

1) Microsoft word merupakan salah satu program yang terdapat dalam paket microsoft office yang khusus digunakan sebagai aplikasi pengolah kata.

commit to user

Dalam perkembanganya aplikasi ini tidak hanya digunakan untuk membuat dokumen surat-menyurat saja tetapi juga digunakan untuk membuat dokumen desktop publishing seperti cover, formulir, kartu ucapan, dan lain sebagainya.

2) Microsoft excel merupakan salah satu produk yang ada dalam paket microsoft office yang dikhususkan untuk melakukan pengolahan angka. Dengan kemapuan yang dimiliki, untuk melakukan perhitungan serta pembuatan grafik, yang cepat, tidak salah jika aplikasi ini menjadi pilihan utama pemakai komputer seluruh dunia. Microsoft excel mampu melakukan perhitungan, baik matematika, trigonometri, statistik, fungsi, dan lain sebagainya.

3) Microsoft power point merupakan varian dari microsoft office yang dikhususkan untuk persentasi. Aplikasi ini sangat populer dan banyak dipergunakan karena sangat membantu sistem kerja yang berhubungan dengan persentasi.

4) Microsoft access merupakan salah satu varian microsoft office yang mengkhususkan diri sebagai aplikasi data base. Manfaatnya mulai dari pembuatan database yang sederhana sampai kompleks.

Microsoft power point inilah yang coba untuk dipergunakan untuk sarana media pembelajaran untuk sarana mentransfer materi yang dipresentasikan dari guru kepada para siswa.

e. Kelebihan dan Kekurangan Multimedia Power Point

Multimedia power point ini memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, kelebihan dari multimedia power point ini, diantaranya :

1. Fitur dari power point semakin berkembang, yang memudahkan pemakainya untuk mengeksplorasi dalam penggunaannya.

2. Formula pada microsoft microsoft lebih mudah direfesiansikan sehingga jika menggunakan microsoft dapat juga ditampilkan menggunakan power point.

3. Persentasi dengan menggunakan power point lebih atraktif yang berakibat motivasi siswa dalam pembelajaran juga semakin meningkat.

4. File yang sudah korup apa rusak masih bisa diselamatkan.

commit to user

Disamping kelebihan-kelebihan di atas microsoft power point juga memiliki beberapa kekurangan diantaranya :

1. Perubahan design power point yang terlalu drastis membuat penggunanya harus belajar lagi agar terbiasa dengan versi yang terbaru.

2. Penempatan tab kontekstual dan style gallery agak menggangu.

Menimbang dan meninjau kelebihan-kelebihan yang dimiliki pada multimedia power point ini makan peneliti mencoba menggunakan media ini untuk diujicobakan apakah menghasilkan hasil belajar belajar yang lebih baik dari media yang biasanya

f. Langkah-langkah Pembelajaran dengan Multimedia Power point

Multimedia interaktif yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan software utama Microsoft Power point dengan menggabungkan berbagai media, diantaranya: CD pembelajaran, film, audio, dan animasi, yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang berupa mouse dan handphone yang dilengkapi dengan aplikasi pengontrol jarak jauk via Bluetooth. Microsoft Power point merupakan sebuah software yang dibuat dan dikembangkan oleh perusahaan Microsoft, dan merupakan salah satu program berbasis multimedia. Pada prinsipnya program ini terdiri dari beberapa unsur rupa, dan pengontrolan operasionalnya. Unsur rupa yang dimaksud, terdiri dari: slide, teks, gambar, dan bidang-bidang warna yang dapat dikombinasikan dengan latar belakang yang telah tersedia. Unsur rupa tersebut dapat kita buat tanpa gerak atau dibuat dengan gerakan tertentu sesuai keinginan kita. Seluruh tampilan dari program ini dapat kita atur sesuai keperluan, apakah akan berjalan sendiri sesuai timing yang kita inginkan atau berjalan secara manual, yaitu dengan mengklik tombol mouse atau alat pengontrol jarak jauh.

Adapun langkah-langkah penggunaan multimedia interaktif dalam pembelajaran matematika dengan aplikasi utama Microsoft Power point yaitu:

1) Membuka Program

Cara 1: Klik tombol start , arahkan cursor ke Microsoft Power point , dan klik file Multimedia Interaktif Matematika. Cara 2: Arahkan cursor ke icon multimedia.

commit to user

2) Mengoperasikan Tombol Navigasi dalam Slide Microsoft Power point.

Tombol navigasi berfungsi untuk memilih menu atau perintah yang terdapat dalam tampilan Slide Microsoft Power point.

3) Menjalankan Slide Materi dan Soal Evaluasi dalam Microsoft Power point.

Cara menjalankan slide materi dapat dilakukan dengan menekan anak panah pada keyboard atau dapat dilakukan dengan meng-klik pada slide Power point.

4) Mengoperasikan CD Pembelajaran dalam Microsoft Power point.

Cara masuk ke dalam aplikasi CD Pembelajaran dapat dilakukan dengan cara:

klik link CD pembelajaran dalam tampilan slide awal menu, arahkan cursor ke menu jalankan program, kemudian pilih menu yang ingin dipelajari

5) Menutup Aplikasi CD Pembelajaran dan Microsoft Power point

Cara menutup aplikasi CD pembelajaran dapat dilakukan dengan menekan pilihan exit.

6) Sebagai tugas rumah siswa diminta membuat bangun ruang dengan menggunakan kertas karton.

3. Hakikat Media Polyhedron a. Pengertian Polyhedron

Istilah poligon telah dikenal sebagai bangun-bangun geometri datar atau bidang banyak pada ruang dimensi dua. Serupa dengan hal tersebut, bangun-bangun geometri ruang atau bidang banyak pada ruang dimensii tiga disebut polihedron. Kusno (2004 : 9) mendifinisikan polihedron adalah suatu benda ruang tertutup atau benda solid (pejal) yang dibatasi oleh beberapa potongan bidang (bersisi poligon). Segmen-segmen garis dari interseksi antara potongan-potongan bidang ini disebut rusuk sedangkan potongan-potongan bidangnya selanjutnya disebut sisi polihedron. Interseksi dari rusuk-rusuk polihedron pada suatu titik disebut titik sudut polihedron dan interior polihedron adalah bagian ruang yang tertutup oleh polihedron tersebut.

commit to user

Ifada Novikasari (2010:62) mendefinisikan sebuah polihedron merupakan gabungan bidang-bidang poligon yang mempunyai sisi persekutuan sehingga daerah didalamnya tertutup tanpa celah.

Serupa dengan pembelajaran bangun-bangun geometri datar, pembelajaran bangun-bangun geometri ruangpun (polihedron) idealnya menggunakan alat peraga atau alat pembelajaran yang sering ditemui oleh para siswa. Meskipun secara konseptual benda-benda yang sering ditemui para siswa tidak persis sama dengan konsep matematikanya yang abstrak, namun karena menurut Piaget para siswa sekolah dasar masih berada pada rentang usia operasi kongkrit, maka kita dapat memanfaatkan benda-benda kongkrit tersebut sebagai perantara ”sementara”.

b. Langkah-langkah Pembelajaran dengan Media Polyhedron

Langkah-langkah penggunaan alat peraga matematika ada beberapa hal yang harus diperhatikan guru dalam memilih dan menggunaan alat peraga tersebut. Hal pertama yang dilakukan adalah mengidentifikasi materi yang memerlukan alat peraga, kemudian menentukan jenis alat peraga yang akan digunakan misal pada materi bangun ruang (geometri).

Langkah-langkah pembelajarannya :

1) Guru menunjukan beberapa jenis-jenis polyhedron yang ada.

2) Guru dan siswa mengaitkan media tersebut dengan benda-benda sehari-hari sehingga timbul konsep matematika bangun ruang.

3) Guru memberikan penjelasan materi bangun ruang didepan kelas, dan siswa mencocokannya berdasarkan buku pegangan yang ada.

4) Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang tiap kelompok diberikan tugas LKS untuk dikerjakan secara bersama-sama setelah menerima penjelesan guru tentang materi bangun ruang.

5) Siswa dibantu guru mencocokan hasil pengerjaan kelompoknya.

6) Sebagai tugas rumah siswa diminta membuat bangun-bangun ruang dengan menggunkan kertas karton.

commit to user

4. Hakikat Pemahaman Konsep a. Pengertian Pemahaman

Belajar disekolah menghasilkan perubahan pada peserta didik. Perubahan tersebut meliputi hal-hal yang bersifat internal seperti pemahaman dan sikap, serta mencakup sejumlah hal yang bersifat eksternal seperti keterampilan motorik dan berbicara dalam bahasa asing. Belajar merupakan proses dalam diri individu yang berinteraksi dengan lingkungan untuk mendapatkan perubahan dalam perilakunya.

Benyamin Bloom dalam Nana Sudjana (2004:22). Keberhasilan dalam proses belajar dapat dinilai dari tiga ranah, yaitu 1) ranah kognitif, 2) ranah afektif, dan 3) ranah psikomotorik.

Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yakni pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi.

Ranah Afektif berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek, yakni penerimaan, jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi, dan internalisasi.

Ranah psikomotir berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak. Ada enam aspek ranah psikomotorik, yakni 1) gerakan refleks, 2) keterampilan gerakan dasar, 3) kemampuan perseptual, 4) keharmonisan atau ketepatan, 5) gerakan keterampilan kompleks, dan 6) gerakan ekspresif dan interpreatif.

Menurut Endang Poerwanti (2008:23) mengemukakan bahwa pemahaman berasal dari kata comprehension, yaitu kemampuan yang menuntut siswa memahami atau mengrti apa yang diajarkan, mengetahui apa yang sedang dikomunikasikan dan dapat memanfaatkan isinya tanpa harus menghubungkannya dengan hal-hal lain. Kemampuan ini dijabarkan menjadi tiga yaitu : 1) menterjemahkan, 2) menginterpresentasikan, dan 3) mengekstraperasi. Kata-kata operasional yang dipergunakan antara lain : memperhitungkan, memperkirakan, menduga, menyimpulkan, membedakan, menentukan, mengisi, dan menarik kesimpulan.

commit to user

David A. Jacobsen, Paul Eggen dan Donald Kauchak (2009:203) berpendapat bahwa :

“pengembangan pemahaman merupakan segmen dari pelajaran pengajaran langsung di mana guru menjelaskan konten baru dan mungkin merupakan tahap pengajaran langsung yang sangat penting. Sayangnya, guru sering kali melakukan tahap ini dengan kurang baik. Daripada bekerja untuk mengembangkan pemahaman siswa, mereka justru lebih sering menekankan hafalan, gagal mengajukan pertanyaan-pertanyaan, atau terlalu cepat berpindah pada praktik.”

Salmiza Saleh, The Level of B.Sc.Ed Students’ Conceptual Understanding Of Newton Physics (2011) berpendapat bahwa “state that conceptual understanding requires both knowledgeof and the ability to use scientific concept to develop mental models about the waythe world operates in accordance with a current scientific theory”. Pendapat di atas menyatakan bahwa pemahaman kosep memerlukan pengetahuan dan kemampuan dan kemampuan untuk dapat menerapkan kosep ilmiah guna mengembangkan mentalmengenai dunia yang berjalan sesuai dengan teori ilmiah saat ini.

Dari beberapa pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa pemahaman adalah proses mengetahui inti atau ide pokok dari suatu keadaan, masalah atau sesuatu hal yang kita pelajari. Pemahaman yang baik harus disertai pengertian terhadap ekspresi yang dihadapi.memahami berarti mengerti benar tentang sesuatu yang dipelajari. Hal ini dapat dibuktikan dengan tingkat kesalahan yang sedikit atau siswa dapat mengerjakan semua tugas-tugas. Pemahaman merupakan modal awal untuk pengertahuan yang lebih tinggi lagi.

b. Pengertian Konsep

Dalam pembelajaran penanaman konsep merupakan hal yang paling utama dalam pembelajaran karena konsep adalah pondasi awal dalam memahami materi yang akan diajarkan.

Faqih Samiawi dan Bunyamin Maftuh (2001: 10) berpendapat bahwa konsep secara sederhana adalah penanaman (pemberian label) untuk sesuatu yang membantu seseorang mengenal, mengerti, dan memahami sesuatu tersebut.

commit to user

Konsep adalah kesepakatan bersama untuk penanaman sesuatu dan merupakan alat intelektual yang membantu kegiatan berpikir dan memecahkan masalah.

Yang dimakzud konsep menurut Moore (Skeel, 1995:30) dalam Faqih Samiawi dan Bunyamin Maftuh (2001: 11) adalah sesuatu yang tersimpan dalam pikiran suatu pikiran, suatu ide atau suatu gagasan. Sedangkan Schuncke dalam Samiawi dan Bunyamin Maftuh(2001 : 12) mengemukakan beberapa karakteristik atau ciri umum konsep, yaitu:

1) Merupakan suatu abstraksi. Konsep merupakan gagasan umum atau gambaran mental yang kita kembangkan tentang benda, peristiwa, atau kegiatan. Ketika orang-orang berbicara tentang “pemerinta”

(sebagai ilmu politik), maka kebanyakan kita mempunyai gagasan yang sama tentang apa yang sedang bicarakan itu.

2) Mencerminkan pengelompokan/klasifikasi benda (kegiatan, peristiwa, atau gagasan) yang mempunyai karakteristik atau kualitas tertentu yang umum. Kita mengembangkan pengelompokan ini dengan membandingkan hal-hal khusus satu sama lain untuk melihat persamaan dan perbedaanya.

3) Bersifat pribadi. Latar belakang dan pengalaman pribadi kemungkinan bisa agak berbeda antara satu orang dengan orang lain.

Misalanya, konsep “kelompok” bisa difahami agak berbeda antara oleh seorang sosiolog dengan seorang siswa kelas III SD.

4) Dipelajari melalui pengalaman. Konsep dapat dipahami melalui pengalaman langsung ataupun tidak langsung (misalnya dengan pembaca).

5) Bukan sekedar suatu kata-kata. Kata-kata memang dipergunakan untuk memberi label terhadap konsep, tetapi tidak berarti bahwa hanya karena kita tidak mempunyai sebuah kata untu konsep tertentu kemudian kita tidak mengembangkan konsep.

Chaplin (1989) dalam Mulyati (2008:53) membagi pengetian konsep menjadi dua pengertian, yaitu suatu ide atau pengertian umum yang disusun dengan kata, simbol maupun benda. Sedangkan pengertian yang kedua, konsep merupakan satu ide yang mengombinasikan beberapa unsur sumber-sumber berbeda ke dalam satu gagasan tunggal.

Oemar Hamalik (2009: 162) mengatakan suatu konsep adalah suatu kelas atau kategori stimuli yang memiliki ciri-ciri umum. Stimuli adalah objek-objek atau orang (person). Kita menyatakan suatu konsep dengan menyebut “nama”

misalnya buku, perang, siswa, buah-buahan, wanita cantik, guru-guru yang

commit to user

berdedikasi, dan sebagainya. Semua konsep itu menunjuk ke kelas/kategori stimuli. Ada beberapa stimuli yang sebenarnya bukan konsep, misalnya lampu merah, Ibu Farida (guru TK), perang Iran-Iraq, dan sebagainya. Contoh-contoh tersebut menunjuk pada stimuli, orang, dan peristiwa tertentu yang khusus.

Konsep bukan stimulus khusus, melainkan kelas stimuli. Perbedaanya misalnya antara wanita cantik adalah meliputi semua wanita cantik, dan tidak meliputi yang tidak cantik.

Eggen dan Kauchak (2009: 98) berpendapat bahawa sejatinya konsep merupakan gagasan yang merujuk pada sebuah kelompok atau kategori di mana semua anggotanya sama-sama memiliki beberapa karakteristik umum. Banyak abstraksi yang sebelumnya telah kami sebutkan merupakan bentuk-bentuk konsep. Misalnya demokrasi, ion, dan adverb, semuanya merupakan konsep.

Belajar konsep hendaknya memperhitungkan kemungkinan adanya salah konsep. Hal itu mungkin disebabkan keistimewaan definisi dan karakteristik.

Keduanya mempunyai efek tipikal terhadap konsep. Ketidakjelasan bahasa mungkin merupakan halangan belajar konsep (Hulse dalam Mulyati, 2008 :54 )

Salah satu pernyataan dalam teori ausubel menurut Trianto (2007:94) adalah bahwa faktor yang paling penting yang mempengaruhi pembelajaran adalah apa yang diketahui siswa (pengetahuan awal). Jadi supaya belajar menjadi bermakna maka konsep baru harus dikaitkan dengan konsep-konsep yang ada dalam struktur kognitif siswa.

Menurut Mansoor Niaz dalam How To Facilitate Students’ Conceptual Understanding Of Chemistry? --- A History And Philosophy Of science Perspektive (2005) berpendapat “state that conceptual understanding can change with using teaching strategies to promote students interest, curiosity and understanding by showing that science is an human enterprise”. Hal ini memiliki arti bahwa pemahaman konsep dapat diubah dengan menerapkan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan minat siswa, rasa ingin tahu dan pemahaman dengan menunjukan bahwa sains adalah suatu kegiatan manusia.

Dari pemaparan pendapat tentang konsep di atas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwan pemahaman konsep dalah merupakan proses belajar

commit to user

mental yang lebih tinggi untuk menetukan apa inti dari setiap hal yang dipelajari untuk membantu menyederhanakan dan meringkas informasi yang didapat, sehingga membantu proses mengingat lebih efisien guna modal dasar memahami materi yang lebih rumit lagi.

5. Hakikat Pembelajaran Matematika a. Pengertian Pembelajaran

Fungsi dari pendidikan adalah untuk mencerdaskan bangsa dan untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan pembelajaran yang baik dan bermutu.

Triyanto (2007:17) dalam bukunya berpendapat bahwa pembelajaran merupakan aspek kegiatan manusia yang sangat kompleks, yang tidak sepenuhnya dapat dapat dijelaskan, pembelajaran secara simpel dapat diartikan sebagai produk interaksi berkelanjutan antara pengembangan dan pengalaman hidup. Dalam makna yang lebih kompleks pembelajaran hakikatnya adalah usaha sadar dari seorang guru untuk membelajarkan siswanya (mengarahkan interaksi siswa dengan sumber belajar lainnya) dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Dari makna ini jelas terlihat bahwa pembelajaran merupakan interaksi dua arah dari seorang guru dan siswa, dimana antara keduanya terjadi komunikasi (transfer) yang intens dan terarah menuju suatu target yang yang telah ditetatpkan sebelumnya.

Pembelajaran menurut Oemar Hamalik (2009:55) adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran. Manusia yang terlibat dalam sistem pengajaran terdiri dari siswa, guru, dan tenaga lainnya, misalnya tenaga laboratorium. Material, meliputi buku-buku, papa tulis, dan kapur, fotografi, slide dan film, audio dan video tape. fasilitas dan perlengakapan, terdiri dari ruangan kelas, perlengkapan audio visual, juga komputer. Prosuder, meliputi jadwal dan metode penyampaian informasi, praktik, belajar, ujian, dan sebagainya.

Benny A. Pribadi (2009:1) mengatakan bahwa pembelajaran merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk memperoleh kompetensi atau berupa

commit to user

penegtahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan dalam melakukan suatu

penegtahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan dalam melakukan suatu

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh: WAHIDA MINFADHILLAH K (Halaman 33-50)

Dokumen terkait