BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN
C. Hakikat Outbound
Outbound adalah segala kegiatan yang dilakukan di luar kelas atau di alam terbuka. Fungsi utamanya untuk rekreatif atau bersenang-senang,
walaupun ada juga yang dmanfaatkan sebagai sarana pendidikan untuk membina watak dan kepribadian sekaligus wahana pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan dan kemampuan
Outwardbound (2009) menegaskan bahwa kegiatan outbound adalah sebuah petualangan yang berisi tantangan, bertemu dengan sesuatu yang tidak diketahui tetapi penting untuk dipelajari, belajar tentang diri sendiri, tentang
orang lain. Melalui outbound seseorang bisa mendapatkan pengetahuan,
ketrampilan dan nilai-nilainya langsung dari pengalaman lapangan (learning
by doing). Kegiatan tersebut diharapkan bisa memunculkan sikap saling mendukung, komitmen, rasa puas, dan memikirkan masa yang akan datang.
Oleh karena itu menurut Outwardbound (2009). Outbound dapat digunakan
sebagai sarana pembelajaran . Outbound sejauh ini dapat dianggap sebuah
simulasi dari kehidupan yang sesungguhnya yang sangat komplek, kehidupan itu disimulasikan sehingga anak bisa mempelajari miniatur kehidupan dengan
segala permasalahannya. Selain itu melalui outbound, orang bisa belajar
melalui pengalaman (experiential learning). Pembelajaran melalui kegiatan
outbound cocok bagi remaja karena mengandung banyak hiburan yang membuat mereka bergembira dan berbagai tantangan yang ada membuat mereka bisa belajar mengatasinya.
2. Tujuan Outbound
Menurut Hamid Bahari (2010) untuk para siswa selaku remaja
mengikuti kegiatan outbound pada dasarnya bertujuan untuk
mereka mencapai tingkat pertumbuhan dan perkembangan yang ideal baik untuk masa depan maupun kehidupan sehari-hari sekarang. Secara lebih
spesifik, outbound dilakukan untuk tujuan sebagai berikut :
a. Membuka wawasan baru dalam berinteraksi dengan linkungan sosial
serta bekerjasama dengan orang lain.
b. Memberikan pengalaman untuk mandiri dan menyelesaikan masalah.
c. Meningkatkan kemampuan ,kreatif dalam menyelesaikan masalah.
d. Belajar untuk berkomunikasi secara efektif.
e. Meningkatkan kepercayaan diri.
3. Jenis-jenis Outbound
Menurut Hamid Bahari (2010) terdapat bermacam-macam permainan dalam
outbound dan tujuan outbound serta prosedurnya dalam bermain outbound
diantaranya adalah:
1) Trust Fall
Tujuannya:
a. Menumbuhkan rasa percaya diri pada peserta.
b. Menumbuhkan rasa percaya pada teman.
c. Menumbuhkan tanggung jawab.
d. Melatih kerjasama kelompok.
e. Menumbuhkan keberanian untuk mengambil resiko.
Prosedurnya :
a) Salah seorang peserta diminta untuk berdiri dan membelakangi peserta
b) Peserta lainya berada dibelakang lalu kedua tangan berada dibelakang punggung peserta yang ada didepannya dan dikasih jarak 15 cm.
c) Kemudian peserta yang berada didepan disuuh untuk menjatuhkan diri
dan peserta yang belakang berusaha menahan dari belakang.
2). Human Ladder Tujuan:
a. Menumbuhkan rasa percaya diri pada peserta.
b. Menumbuhkan tanggung jawab dalam diri peserta
c. Melatih kegigihan dalam mencapai tujuan.
d. Membuat peserta menjadi aktif.
Prosedurnya :
a) Peserta berdiri sejajar dan berpasangan berhadap-hadapan. b) Setiap pasangan memegang kayu sehingga terlihat seperti anak
tangga.
c) Ketinggian kayu yang dipegang bisa bervariasi sesuai dengan keinginan masing-masing pasangan.
d) Salah satu peserta yang tidak ikut memegang kayu diminta untuk menaiki anak tangga tersebut.
e) Pasangan yang sudah dilewati berpindah kedepan untuk membuat anak tangga berikutnya.
3). Almost Infinite Circle
Tujuannya :
a. Melatih kemampuan peserta untuk menyelesaikan masalah
b. Melatih kesabaran peserta dalam mengerjakan sesuatu.
c. Melatih kepercayaan diri.
d. Menumbuhkan rasa saling pengertian
e. Mengetahui kekurangan dan kelebihan orang lain.
Prosedurnya :
a) Seluruh peserta diminta untuk berpasangan berpasangan berdua.
b) Setiap orang mengikatkan tali raffia dipergelangan tangannya
dengan saling menyilang dengan pasangannya.
c) Setiap orang diharuskan untuk melepaskan tali yang terikat dengan
tali pasanganya.
d) Tidak boleh memotong tali.
e) Tidak boleh membuka simpul yang mengikat kepergelangan tangan.
4). Estafet karet Tujuan:
a. Melatih keberanian kepercayaan diri.
b. Melatih kerjasama.
c. Meningkatkan komunikasi antar anggota peserta.
Prosedurnya :
a) Peserta disuruh membentuk 2 kelompok dengan jumlah 13 dan 13.
Satu orang untuk menjadi juri.
b) Setelah itu disuruh membentuk barisan selang-seling cewek cowok
cewek cowok dan seterusnya.
c) Lalu peserta disuruh menggigit selang sedotan yang sudah disediakan
d) Setelah itu peserta disuruh memindahkan karet gelang dari ujung kiri
sampai ujung kanan menggunakan sedotan diestafetkan. 4. Manfaat Outbound
Menurut Hamid Bahari (2010) manfaat outbound memberikan masukan
yang positif dalam perkembangan kedewasaan seseorang. Kedewasaan itu terbentuk mulai dari pembentukan kelompok, bagaimana cara bekerja sama. Bersama-sama dilatih mengambil keputusan termasuk siap menerima segala konsekuensinya. Setiap kelompok akan dilatih untuk tanggung jawab dan siap menerima segala tantangan.
Tujuan utama kegiatan outbound adalah melatih para peserta untuk
mampu menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada, membentuk sikap professionalisme dan tercapainya kinerja yang diidealkan. Sikap dan perilaku
profesionalisme yang bisa terbentuk outbound meliputi :
1). Terbentuknya suatu komitmen yang utuh dari setiap peserta melalui 4C, yaitu :
a) Peningkatan kompetensi (competency).
c) Terjadinya hubungan ( connection ) yang semakin erat antara peserta.
d) Munculnya keyakinan akan kepercayaan (confidence) diri akan
kemampuan masing-masing pesera yang akan berpengaruh dalam membangun rasa memiliki
2). Pola perilaku yang berkarakter
Melalui pelatihan dalam outbound akan semakin disiplin,
bertanggung jawab, berorientasi ke masa depan, mengutamakan tugas pengabdian, memiliki sikap, etika dan etos kerja yang tinggi.
3). Meningkatkan semangat kerja dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing, serta meningkatkan keberanian peserta dalam
mengambil setiap resiko (risk taking) dari setiap tantangan yang
dihadapi.
4.) Team building yang solid
Melalui pelatian dalam outbound akan terbangun saling
pengertian, kerja sama, koordinasi, menghargai perbedaan, dengan
demikian akan terbangun team yang solid.
5). Peningkatan kematangan Emotional Question (EQ)
Melalui program Olahrasa yang menjadi porsi perhatian
outbound akan membantu peserta semakin matang dalam Emotional Question (EQ) bahkan Spiritual Quotion (SQ) sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan dan hambatan dalam setiap penyelesaian tugas-tugas yang dihadapi.
5. Hasil Penelitian Sebelumnya
Berdasarkan penelusuran kepustakaan, penulis menemukan beberapa penelitian yang hampir sama dengan penelitian yang akan penulis lakukan, diantaranya adalah :
a. Penelitian Ristin Rahmawati (2010) yang berjudul Upaya Peningkatan
Kepercayaan Diri Siswa Melalui Layanan Bimbingan Pribadi Sosial Klasikal dengan menggunakan media Permainan Titian Balok. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas III SD Surwohdukuh yang berjumlah 21 siswa yang terdiri 14 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Metode yang digunakan untuk membantu para siswa tersebut adalah dengan media permainan titian balok dan metode bimbingan pribadi sosial klasikal. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ada perbedaan pres-test dan post-test, dimana terdapat peningkatan sekor itemdan skor subyek pada setiap siklusnya. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat adanya peningkatan kepercayaan diri secara signifikan pada siswa kelas III SD Surwohdukuh setelah mengikuti layanan bimbingan pribadi sosial klasikal dengan menggunakan media permaianan titian balok.
b. Penelitian Yusika Dwi Martafani (2010) yang berjudul Upaya
Peningkatan Percaya Diri Melalui Layanan Bimbingan Kelompok
Berbasis Aktivitas Outbound. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa
kelas VIII A SMP Kalasan Yogyakarta yang berjumlah 25 siswa yang terdiri 18 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Metode yang digunakan
untuk membantu para siswa tersebut adalah dengan media permainan
aktivitas berbasis aktivitas outbound dan metode bimbingan kelompok.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa ada perbedaan pres-test dan post-test, dimana terdapat peningkatan sekor item dan skor subyek pada setiap siklusnya. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat adanya peningkatan kepercayaan diri secara signifikan pada siswa kelas VIII A SMP Kalasan Yogyakarta setelah mengikuti layanan bimbingan kelompok melalui
bimbingan kelompok berbasis outbound.