KAJIAN PUSTAKA 2.1Kajian Teori
2.1.5 Hakikat Pembelajaran IPS
IPS merupakan sebuah nama mata pelajaran integrasi dari mata pelajaran Sejarah, Geografi, dan Ekonomi serta mata pelajaran ilmu sosial lainnya Sapriya (2014: 7). Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Pada jenjang SD/MI mata pelajaran IPS memuat materi Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi. Melalui mata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai (BNSP 2007: 575).
Mulyono mengatakan bahwa IPS merupakan suatu pendekatan interdsipliner (Inter-disciplinary Approach) dari pelajaran Ilmu-ilmu Sosial. IPS merupakan integrasi dari berbagai cabang Ilmu-ilmu Sosial, seperti sosiologi, antropologi budaya, psikologi sosial, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu politik, dan sebagainya. Hal ini lebih ditegaskan lagi oleh Saidiharjo bahwa IPS merupakan hasil kombinasi atau hasil pemfusian atau perpaduan dari sejumlah mata pelajaran
seperti: geografi, ekonomi, sejarah, sosiologi, antropologi, politik (Taneo 2010:1-8).
National Council for Social Studies (NCSS) mendefinisikan IPS sebagai berikut “Social studies are the integrated study of the social sciences and humanities to promote civic competence. Within the school program, social studies provides coordinated, systematic study drawing upon such disciplines as anthropology, archaeology, economics, geography, histori, law, philosophy, political science, psychology, religion, and sociology, as well as appropriate
content from the humanities, mathematics, and the natural sciences”. Artinya adalah bahwa pendidikan IPS adalah ilmu yang mempelajari ilmu-ilmu sosial dan manusia yang diintegrasikan untuk tujuan membentuk kompetensi ke-warganegaraan. Program IPS disekolah menjadi suatu studi secara sistematik mencakup berbagai disiplin ilmu seperti anthropologi, arkheologi, ekonomi, geografi, sejarah, hukum, filsafat, politik, psikologi, agama, dan sosiologi, sebagaimana yang ada dalam ilmu-ilmu humaniora, bahkan termasuk matematika, dan ilmu-ilmu alam dapat menjadi aspek dalam IPS (Susanto, 2013: 143).
Puskur (dalam Depdiknas, 2007: 14) IPS adalah suatu bahan kajian yang terpadu dan merupakan penyederhanaan, adaptasi, seleksi, modifikasi yang diorganisasikan dari konsep-konsep dan keterampilan-keterampilan Sejarah, Geografi, Sosiologi, Antropologi, dan Ekonomi.
Berdasarkanberbagai pendapat ahli mengenai pengertian IPS, dapat disimpulkan bahwa IPS adalah bidang studi yang memadukan ilmu-ilmu sosial dengan ilmu yang lain. IPS mengkaji seperangkat fakta, konsep dan generalisasi
dengan pembelajaran bidang studi lain yang berhubungan langsung dengan kehidupan sosial manusia. Hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan peserta didik agar menjadi warga negara yang menguasai pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai dengan baik.
2.1.5.1Tujuan IPS
Hakikat IPS merupakan perpaduan pengetahuan dari pengetahuan dari ilmu – ilmu sosial dan harus mencerminkan sifat interdisipliner, maka tujuan kulikuler pengajaran IPS yang harus dicapai sekurang – kurangnya adalah sebagai berikut:
a. Membekali anak didik dengan kemampuan identifikasi, menganalisis, dan menyusun alternatif pemecahan masalah sosial yang terjadi dalam kehidupan di masyarakat.
b. Membekali anak didik dengan kemampuan berkomunikasi dengan sesama warga masyarakat dan dengan berbagai bidang keilmuan serta berbagai keahlian.
c. Membekali anak didik dengan kesadaran, sikap mental yang positif dan keterampilan terhadap lingkungan hidup yang menjadi bagian dari kehidupan integralnya.
d. Membekali anak didik dengan kemampuan mengembangkan pengetahuan dan keilmuan IPS sesuai dengan perkembangan kehidupan, perkembangan masyarakat, perkembangan ilmu dan teknologi.
Tujuan pembelajaran IPS dalam penelitian ini dicapai melalui penerapan model terpadu STAD dan Talking Stickdengan media video. Pemahaman siswa terhadap materi akan meningkat karena siswa mengkonstruksikan pengetahuan sendiri melalui kesiapan menjawab pertanyaan dalam menjawab kuis . Selain itu, nilai sosial, sikap, dan kerjasama siswa juga akan meningkat melalui kegiatan bekerja kelompok.
2.1.5.2Pembelajaran IPS di SD
Ilmu pengetahuan sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan di SD/MI. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Pada jenjang SD/MI mata pelajaran IPS memuat materi Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi. Melalui mata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai (KTSP 2006:575).
Pada jenjang SD, pengorganisasian materi mata pelajaran IPS menganut pendekatan terpadu (integrated), artinya meteri pelajaran dikembangkan dan disusun tidak mengacu pada disiplin ilmu yang terpisah melainkan mengacu pada aspek kehidupan nyata (factual) peserta didik sesuai dengan karakteristik usia, tingkat perkembangan berpikir, dan kebiasaan bersikap dan berperilakunya (Sapriya, 2014: 194).
Dalam pembelajaran ada berbagaiketerampilan yang terdapat dalam IPS menurut Depdiknas (2007:15) adalah sebagai berikut:
a. Keterampilan berpikir yaitu kemampuan mendeskripsikan, mendefinisikan, mengklasifikasi, membuat hipotesis, membuat generalisasi, memprediksi, membandingkan dan mengkontraskan dan melahirkan ide-ide baru.
b. Keterampilan akademik yaitu kemampuan membaca, menelaah, menulis, berbicara, mendengarkan, membaca dan menginterpretasi peta, membuat garis besar, membuat grafik dan membuat catatan.
c. Keterampilan penelitian yaitu mendefinisikan masalah, merumuskan suatu hipotesis, menemukan dan mengambil data yang berhubungan dengan masalah, menganalisis data, mengevaluasi hipotesis dan menarik kesimpulan, menerima, menolak atau memodifikasi hipotesis dengan tepat. d. Keterampilan sosial yaitu kemampuan bekerja sama, memberikan kontribusi dalam tugas dan diskusi kelompok, mengerti tanda-tanda nonverbal yang disampaikan oleh orang lain, merespon dalam cara-cara menolong masalah yang lain, memberikan penguatan terhadap kelebihan orang lain, dan mempertunjukkan kepemimpinan yang tepat.
Berdasarkan uraian di atas, dalam penelitian ini pembelajaran IPS di SD kelas V membahas tentang mempersiapkan diri menjelang kemerdekaan Indonesia dalam kurikulum KTSP yang meliputi kegiatan eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. Pembelajaran IPS di SD diarahkan untuk membentuk peserta didik agar menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Keterampilan dalam IPS meliputi keterampilan berpikir, akademik, penelitian, dan sosial.
2.1.5.3Penilaian/evaluasi dalam IPS
Penilaian/evaluasi merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Hermawan (2013: 8.35)
Penilaian/evaluasi pembelajaran penting untuk menentukan apakah siswa dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi atau mengulang materi ajar yang lama. Bagi guru, Penilaian/evaluasipembelajaran penting untuk mengetahui efektivitas dalam pembelajaran. Dengan Penilaian/evaluasi pembelajaran, guru terdorong untuk mengevaluasi apakah tes yang mereka buat sudah benar atau belum, atau apakah kurikulum yang mereka ajarkan sesuai dengan perkembangan usia anak dan budaya mereka. Gunawan (2013: 79)
Asas Penilaian/evaluasi pembelajaran IPS menurut Wahab (2011:1.31) meliputi: (1) asas komprehensif, yang meliputi penguasaan penguasaan materi, kecakapan keterampilan, kesadaran, dan sikap mentalnya (aspek kognitif, afektif, dan psikomotor), (2) asas kontinuitas, yaitu mensyaratkan bahwa evaluasi wajib dilaksanakan secara berkesinambungan mulai pra, proses, hingga akhir pembelajaran, (3) asas objektif, yaituPenilaian/evaluasi yang dilaksanakan harus diukur dan dinilai dengan apa adanya.
Menurut Putra (2013:91) ada delapan prinsip dalam Penilaian/ evaluasi pembelajaran, yaitu:
a. Keterpaduan
Dalam Penilaian/evaluasi harus ada kesesuaian antara tujuan, materi, dan metode pembelajaran.
b. Keterlibatan siswa
Pelaksanaan Penilaian/evaluasi pembelajaran harus ada keterlibatan siswa.
c. Koherensi
Penilaian/evaluasi pembelajaran harus berkaitan dengan materi pelajaran dan sesuai dengan ranah kemampuan siswa.
d. Pedagogis
Pelaksanaan Penilaian/evaluasi harus ada alat penilai dari aspek penilai dari aspek pedagogis untuk melihat perubahan sikap dan perilaku, sehingga hasil evaluasi mampu menjadi motivator bagi siswa.
e. Akuntabel
Hasil Penilaian/evaluasi menjadi alat akuntabilitas atau bahan pertanggungjawaban bagi guru, orang tua siswa, dan sekolah.
f. Keseluruhan
Penilaian/evaluasi meliputi seluruh segi tujuan pembelajaran. Perubahan tingkah laku yang sudah ditetapkan sebagai tujuan yang hendak dicapai besifat utuh.
g. Kontinuitas
Penilaian/evaluasi tidak hanya terdapat pada awal dan akhir pembelajaran, tetapi juga selama proses pembelajaran berlangsung. h. Diskriminasi
Penilaian/evaluasi harus mampu menunjukkan perbedaan di kalangan siswa secara individu. Apabila suatu kelas menunjukkan skor yang sama bagi semua siswa, maka evaluasi tersebut perlu dipertanyakan. Dalam pembelajaran IPS guru dapat menggunakan jenis-jenis Penilaian/ evaluasi sesuai dengan materi dan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan. Dalam penelitian menggunakan model terpadu STAD dan Talking Stick dengan media video, Penilaian/ evaluasi yang digunakan peneliti adalah penilaian tes untuk ranah kognitif, dan non tes untuk ranah afektif dan psikomotorik.