• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI

A. Tinjauan Pustaka Model Penilaian Peer Assessment

2. Hakikat Penilaian Teman (Peer Assesment) a.Pengertian

Peer Assessment adalah salah satu metode penilaian yang diakukan oleh

siswa terhadap hasil belajar teman mereka. Menurut Boud (1991) peer assessment adalah sebuah proses di mana seorang pelajar menilai hasil belajar teman atau pelajar lainnya yang berada dalam tingkatan kelas yang

commit to user

sama atau subyek pelajaran yang sama. Peer Assessment dapat digunakan untuk menilai kemampuan yang meliputi dimensi kognitif dan dimensi

humanistic.

Peer Assessment merupakan salah satu bentuk penilaian yang inovatif

(Mowl, 1996, McDowell dan Mowl, 1996), yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberdayakan peserta didik, dimana bentuk-bentuk tradisional dapat menjadi jalan pintas kebutuhan pembelajar. Peer Assessment

dapat mencakup keterlibatan siswa tidak hanya dalam penilaian akhir yang terdiri dari pekerjaan siswa, tetapi juga dalam pengaturan sebelum kriteria dan pemilihan bukti prestasi (Biggs, 1999, Brown, karat dan Gibbs, 1994).

Dari pendapat di atas dapat dinyatakan bahwa Peer Assessment adalah suatu bentuk penilaian yang dilakukan dimana seorang pelajar menilai hasil belajar temannya yang berada dalam satu kelas agar dapat mengetahui hasil belajar teman dan memberikan umpan balik, sehingga bisa dijadikan bahan penialaian bagi guru serta untuk merencanakan program pembelajaran yang lebih baik, agar bisa meningkatkan prestsi belajar siswa.

Peer Assessment merupakan suatu cara penilaian hasil belajar yang berpusat pada siswa. Metode penilaian ini dapat diterapkan untuk menilai kemampuan kognitif, maupun kemampuan non kognitif siswa apabila dilihat dari kemampuan yang ingin diuji. Apabila dilihat dari tujuan penilaian, Peer Assessment dapat di gunakan sebagai alat penilaian formatif dan sumatif. metode ini lebih sering diterapkan sebagai penilaian formatif daripada sumatif.

b. Manfaat Peer Assessment

Peer assessment dapat digunakan untuk membantu siswa dalam

mengembangkan kemampuan bekerjasama, mengkritisi proses dan hasil belajar orang lain (penilaian formatif), menerima umpan balik atau kritik dari orang lain, memberikan pengertian kepada para siswa tentang kriteria yang digunakan untuk menilai proses dan hasil belajar dan untuk penilaian

commit to user

sumatif. Penggunaan Peer Assessment untuk penilaian formatif bertujuan untuk memberikan umpan balik terhadap hasil belajar teman.

Brown, karat dan Gibbs (1994), Zariski (1996), Race (1998) menyebutkan beberapa keuntungan dari Peer Assessment bagi siswa, diantaranya:

1) Memberikan rasa kepemilikan dari proses penilaian, sehingga meningkatkan motivasi.

2) Mendorong siswa untuk bertanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri, mengembangkan mereka sebagai pembelajar mandiri.

3) Memperlakukan penilaian sebagai bagian dari pembelajaran, sehingga kesalahan adalah kesempatan daripada kegagalan.

4) Mempraktekkan keterampilan yang dibutuhkan untuk belajar, terutama keterampilan evaluasi.

5) Menggunakan evaluasi eksternal untuk menyediakan model dan untuk penilaian belajar internal diri siswa (metakognisi).

6) Mendorong siswa dalam belajar lebih baik lagi.

Peer Asesment dapat digunakan sebagai bagian dari Peer Tutoring ( Donaldson dan Topping, 1996). Seperti bentuk-bentuk peer tutoring lain, Peer Assessment memberikan keuntungan untuk Tutor dan Tutee (Hartley 1998, 135). Topping (1996, 7) menggambarkan potensi keuntungan Peer Tutoring, termasuk pengembangan keterampilan mengevaluasi dan membenarkan, serta menggunakan pengetahuan disiplin, dengan menilai pekerjaan orang lain, siswa memperoleh wawasan ke dalam kinerja mereka sendiri. "Peer and self assessment membantu mengembangkan kemampuan untuk melakukan penilaian, suatu keterampilan yang diperlukan untuk belajar" (Brown, karat dan Gibbs, 1994).

Peer Assessment agar bisa berjalan secara efektif, maka lingkungan belajar di kelas harus mendukung. Siswa harus merasa nyaman dan percaya satu sama lain untuk memberikan umpan balik yang jujur dan konstruktif. Guru yang menggunakan kerja kelompok dan Peer Assessment sering dapat membantu siswa mengembangkan kepercayaan dengan membentuk mereka menjadi kelompok-kelompok kecil di awal semester dan setelah mereka bekerja dalam kelompok yang sama. Hal ini memungkinkan mereka untuk menjadi lebih nyaman dengan satu sama lain dan mengarahkan teman untuk memberikan umpan balik yang lebih baik.

commit to user

Tiga profesor, Lin-Agler, Moore, dan Zabrucky melakukan eksperimen di mana mereka menemukan bahwa siswa mampu menggunakan pengalaman sebelumnya dari mempersiapkan dan melakukan tes untuk membantu mereka membangun hubungan antara alokasi waktu mereka belajar. siswa lebih mampu mengetahui bagaimana belajar untuk ujian setelah berpartisipasi dalam Peer Assessment.

Tetapi meski penerapan peer assessment dapat memberikan berbagai manfaat, namun menurut artikel dari Institute For Interactive Media and Learning, ada beberapa kekurangan yang dapat ditemukan dalam penerapan peer assessment, yakni:

1) Kurangnya kemampuan siswa untuk mengevaluasi satu sama lain.

2) Siswa mungkin tidak menganggap serius, yang memungkinkan persahabatan, nilai hiburan, dll untuk mempengaruhi penilaian mereka. 3) Siswa mungkin tidak menyukai penilaian teman karena kemungkinan

diskriminasi, salah paham, dll

4) Tanpa intervensi dosen, siswa bisa saja salah dalam memberikan keterangan satu sama lain.

c. Langkah-langkah Peer Assessment

Pelaksanaan penilaian Peer assessment membutuhkan persiapan yang baik.

Proses Peer Assessment dimulai dengan mendiskusikan item dan kriteria penilaian oleh guru dan para siswa. Kemudian masing-masing siswa menilai teman mereka yang telah ditunjuk dan juga memberikan umpan balik. Hasil penilaian ini biasanya dicocokkan dengan hasil penilaian guru. Apabila selisih nilai penilaian peer kurang dari 10 % maka penilaian ini dapat diterima ( Zulharman, 2007 ).

Dalam penerapan Peer Assessment ini terdapat berbagai hambatan yang akan dialami, diantaranya adalah sikap pelajar yang masih memandang penilaian merupakan tugas guru, kepercayaan diri pelajar yang masih kurang untuk melakukan penialaian dan ketidak mengertian pelajar terhadap kriteria penilaian. Menurut Zulharman (2007), ada empat langkah dalam perencanaan dan penerapan peer assessmentagar efektif yaitu :

commit to user

1 Menentukan kriteria.

Melibatkan siswa dalam menentukan kriteria yang akan digunakan untuk menilai kinerja mereka. Mengajak siswa berdiskusi mengenai kriteria penilaian yang akan digunakan. Kriteria yang dipilih tidak harus selalu sama dengan tujuan sekolah, tetapi perlu memperhatikan kemampuan siswa dengan pengarahan guru.

2 Melakukan penilaian dengan cara menerapkan kriteria yang ditentukan.

Mengajarkan pada siswa bagaimana menerapkan kriteria untuk pekerjaan mereka sendiri. Jika siswa telah terlibat dalam diskusi pada tahap 1, kriteria yang hasilnya akan terpadu antara kriteria dari siswa dan tujuan sekolah, karena tidak sepenuhnya tujuan siswa sendiri. Kemudian guru memberikan contoh atau kisi-kisi pekerjaan yang sesuai dengan kriteria penilaian. Kisi-kisi atau contoh ini membantu siswa memahami hasil konkrit dan harapan. Kemudian, siswa mulai memahami dan menginternalisasi langkah yang diperlukan untuk memenuhi tujuan. Pada tahap ini peran guru sangat penting, guru menyediakan contoh yang sesuai dengan kriteria penilaian.

3 Memberikan umpan balik dan pengolahan evaluasi.

Proses ini tidak memerlukan umpan balik tentang apakah sebuah jawaban atau produk sudah benar, tetapi lebih tentang seberapa baik para siswa memahami dan menerapkan kriteria. Diskusi memungkinkan siswa untuk menyelesaikan pertanyaan dan ketidakpastian tentang kriteria. Saran atau masukan harus dengan jelas berhubungan dengan kriteria dan akhirnya, siswa harus mampu melakukan umpan balik terhadap hasil pekerjaan teman mereka.

4 Mengembangkan tujuan, rencana dan strategi untuk belajar lebih lanjut.

Tahap terakhir, melibatkan identifikasi tujuan pembelajaran selanjutnya dan strategi yang dapat mencapai tujuan. Awalnya, guru menentukan tujuan dan strategi, akhirnya siswa menyusun tujuan-tujuan mereka sendiri dan strategi dengan bimbingan guru. Dengan demikian, guru secara penuh

commit to user

mengintegrasikan Penilaian Teman dalam mengajar di tahap 3 dan 4, ketika siswa dapat memberikan umpan balik terhaap pekerjaan teman mereka.

Peer Assessment dapat digunakan untuk membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan menilai, mengkritisi proses dan hasil belajarnya melalui penilaian formatif. Peer Assessment juga membantu pelajar menentukan kriteria yang dapat digunakan untuk menilai hasil belajarnya, serta sebagai syarat yang diperlukan dalam sebuah proses pembelajaran untuk memutuskan kelulusan melalui penilaian sumatif.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan Peer

Assessment dapat meningkatkan prestasi belajar melalui peningkatan motivasi

belajar dan kemandirian belajar siswa.

3. Motivasi Diri

Dokumen terkait