SUB BAG UMUM DAN KEPEGAWAIAN
B. Hasil Penelitian dan Pembahasan
1. Implementasi penyelenggaraan pengelolaan sampah berdasarkan Peraturan Daerah Kota Surarta Nomor 3 Tahun
1.2. Hakikat dari proses administras
Proses administrasi pada hakekatnya merupakan keseluruhan proses kerjasama antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Adapun tujuan dari penyelenggaraan pengelolaan sampah adalah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan dan menjadikan sampah sebagai sumber daya yang bermanfaat secara ekonomi bagi daerah.
Dalam penyelenggaraan pengelolaan sampah di Kota Surakarta ada beberapa pihak yang bertanggungjawab di dalamnya mulai dari pengurangan hingga penanganan sampah. Mulai dari reduce, reuse, recycle, pemasaran hinga pemilahan, pengumpulan, pengangkutan dan pengolahan. Dari beberapa kegiatan penyelenggaraa pengelolaan sampah Dinas Kebersihan dan Pertamanan yang paling dominan menjalankan kegiatan di atas, diantaranya pemasaran produk, sosialisasi pemilahan, pengangkutan, dan pengolahannya. Sedangkan instansi lain seperti BLH bertugas dalam pembinaan kepada masyarakat terkait reduce, reuse, recycle khususnya sampah. Instansi kelurahan bertanggungjawab dalam mengkoordinasikan petugas sampah dalam pengumpulan sampah rumah tangga untuk dibuang ke TPS. Sedangkan Dinas Pengelolaan Pasar dan pihak swasta atau badan usaha bertugas mengangkut sampah dari sumber
Namun pada kenyataan ada beberapa fungsi yang dimiliki oleh beberapa instansi tidak bisa terlepas dengan instansi lainnya. Misalnya saja dalam hal pengumpulan sampah yang dilakukan oleh petugas gerobak sampah dari kelurahan masih terkait erat dengan fungsi Dinas Kebersihan dan Pertamanan dalam kegiatan pengangkutan sampah dari TPS ke TPA. Diantaranya terkait aturan jam buang yang harus dipatuhi oleh petugas gerobak sampah kelurahan yaitu sampah harus dibuang sebelum jam 14.00 karena petugas pengangkutan Dinas Kebersihan dan Pertamanan mengambil sampah dalam dua tahap pagi dan siang. Pengambilan pertama pagi antara jam 09.00 - 14.00 dan pengambilan ke dua siang antara jam 14.00 - 16.00. Agar sampah tidak menginap di TPS, petugas gerobak sampah dari kelurahan harus mematuhi jam buang yang ditetapkan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan tersebut. Selain itu petugas gerobak sampah juga harus mebuang sampah yang telah dikumpulkannya ke dalam bak TPS. Berikut penuturan yang disampaikan oleh Kepala Seksi Angkutan Sampah Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surakarta, Bapak Yus :
“Biasanya kita sering koordinasi dengan kelurahan. Saya biasanya langsung ke kelurahan, ngomong terkait aturan jam buang itu maksimal jam 14.00. Karena masih banyak petugas gerobak yang buang sampah tidak sesuai dengan aturan jam buang, kadang sampai jam 16.00 baru buang bahkan malam hari baru buang. Kita juga sarankan untuk gerobak-gerobaknya itu membuang sampah itu di dalam bak.” (Wawancara 18 April 2012)
Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Seksi Pembangunan dan Lingkungan Hidup Kelurahan Panularan, Bapak Supriyanto :
“Iya mas, petugas DKP khususnya petugas penarik retribusi dan angkutan sampah sering berkoordinasi dengan kami terkait masalah retibusi sampah dan pengumpulan sampah yang ada di TPS Sriwedari. Kalau pengumpulan sampah itu kaitannya sama aturan jam buang, kita diberitahu sampah rumah tangga harus dibuang ke TPS sebelum jam 14.00.” (Wawancara 19 Mei 2012) Dari penuturan yang disampaikan Bapak Yus dan Bapak Supriyanto, Dinas Kebersihan dan Pertamanan dan kelurahan saling berkoordinasi terkait masalah sampah yang ada di wilayah setempat. Khususnya hal yang sering dikoordinasikan anatara Dinas Kebersihan dan Pertamanan dan kelurahan adalah terkait retribusi sampah dan aturan jam buang sampah ke TPS. Untuk hal aturan jam buang pihak Dinas Kebersihan dan Pertamanan sering menegur ke kelurahan karena masih banyak petugas gerobak sampah yang tidak membuang sampah sesuai dengan aturan jam buang yang telah ditetapkan. Selain itu Dinas Kebersihan dan Pertamanan juga sering memberikan saran kepada pihak kelurahan untuk mengingatkan kepada petugas gerobak sampah untuk membuang sampah ke dalam bak TPS.
Koordinasi juga dilakukan oleh DKP kepada DPP dan pihak swasta/badan usaha terkait pengangkutan sampah yang mereka hasilkan untuk di buang ke TPA langsung. Pengangkutan sampah dilakukan oleh DKP yang menangani sampah, di TPS hasil dari sampah rumah tangga, di
jalan-jalan, dan tempat-tempat umum. DPP yang menangani sampah dan kebersihan di pasar-pasar. Sedangkan pihak swasta/badan usaha menghasilkan sampah umum yaitu sampah-sampah yang berasal dari restoran, hotel atau pabrik. Koordinasi yang dilakukan DKP kepada DPP dan pihak swasta/badan usaha dalam bentuk peringatan agar membuang sampah yang mereka hasilkan untuk tidak dibuang ke TPS namun langsung dibuang ke TPA. Berikut penuturan yang disampaikan oleh Kepala Bidang Persampahan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surakarta, Bapak Nono :
“Kalau DKP jelas mengangkut sampah dari TPS, jalan-jalan, dan tempat umum. Kalau DPP dan badan usaha selalu kita ingatkan untuk tidak membuang sampah di TPS tapi langsung ke TPA. Karena kadang ada dari DPP atau badan usaha yang buang sampahnya masih di TPS, mas.” (Wawancara 18 April 2012) Hal senada disampaikan oleh Kepala Seksi Pengelolaan Sampah Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surakarta, Bapak Pram :
“Pasar begitu juga, pasar mempunyai wilayah yang memproduksi sampahnya cukup tinggi, dan mereka bertanggungjawab terhadap sampah yang berada ditempat tersebut dengan bertanggungjawab membuangnya kesini (TPA). Jadi antara DKP dan DPP itu saling terkait karena DKP juga harus mengelola sampah dari DPP, yang mereka buang kesini.” (Wawancara 13 April 2012)
Berikut ini merupakan tabel presentase pengangkutan sampah oleh DKP, DPP, Umum pada tahun 2002-2011 :
Tabel IV. 5
Prosentase Pengangkutan Sampah oleh DKP, DPP, Umum Kota Surakarta Tahun 2002-2011
No. Tahun DKP (%) DPP (%) Umum (%)
1. 2002 86,5 10,71 2,64 2. 2003 84,89 12,18 2,93 3. 2004 84,63 12,50 2,87 4. 2005 84,20 12,75 3,05 5. 2006 84,42 13,24 2,34 6. 2007 83,53 13,51 2,95 7. 2008 83,79 13.61 2.60 8. 2009 86,78 11.21 2.01 9. 2010 85,47 10,88 3,65 10 2011 84,90 10,83 4,27
Sumber: Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surakarta, 2012
Dari beberapa data pengangkutan sampah dalam tabel diatas, nampak bahwa peran Dinas Kebersihan dan Pertamanan sebagai instansi pengangkutan sampah adalah paling besar karena rata-rata membawa sampah pertahunnya sebesar 84,9% pada tahun 2011. Sedangkan urutan kedua dan ketiga ditempati oleh DPP dan Umum masing-masing sebesar 10,83% dan 4,27% sampah yang diangkut dari sumber sampah menuju ke TPA. Walaupun Dinas Kebersihan dan Pertamanan mengangkut sampah yang paling banyak, namun DKP harus tetap berkoordinasi dengan DPP dan pihak swasta/badan usaha agar pihak terkait langsung membuang sampah hasil produksi mereka ke TPA.
Selain berkoordinasi dan bekerjasama dengan instansi lain, dalam penyelenggaraan pengelolaan sampah Dinas Kebersihan dan Pertamanan juga berkoordinasi dengan masyarakat salah satunya melalui penyuluhan. Karena kita ketahui bahwa masyarakat juga mempunyai hak dan kewajiban dalam memanfaatkan dan mengolah sampah. Dinas Kebersihan dan Pertamanan juga membuka diri dengan pihak manapun baik pihak kelurahan, kecamatan ataupun lembaga sosial masyarakat dalam hal penyuluhan tentang penyelenggaraan pengelolaan sampah. Dalam penyuluhan juga diingatkan juga bahwa masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dari sampah-sampah yang ditimbulkan, termasuk juga bagi masyarakat yang juga tinggal di dekat TPS agar menjaga kebersihan di TPS. Berikut penjelasan yang disampaikan oleh Kepala Bidang Persampahan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surakarta, Bapak Nono :
“Masyarakat juga seperti itu lewat penyuluhan. Penyuluhan ini bisa dari inisiatif kita atau pemerintahan kelurahan sendiri atau kecamatan atau kelompok-kelompok tertentu bisa semacam lembaga kemasyarakatan atau LSM itu bisa. Jadi kita selalu membuka diri dengan pihak manapun untuk pengadaan penyuluhan tentang penyelenggaraan sampah.” (Wawancara 18 April 2012)
Hal tersebut ditambahkan oleh Kepala Seksi Angkutan Sampah Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surakarta, Bapak Yus :
“Kemudian juga koordinasi kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan TPS. Kan banyak masyarakat yang selalu
sampahnya penuh mereka lapor ke DKP. Kemudian kita tanggapi dan kita lemburkan pekerja kita. Jadi kita memang harus proaktif, kita harus segera beraksi kalau tidak ya repot masyarakat komplain terus.” (Wawancara 18 April 2012)
Dari penjelasan yang disampaikan Bapak Nono dan Bapak Yus, Dinas Kebersihan dan Pertamanan sebagai dinas yang bertanggungjawab dalam pengelolaan sampah juga berkoordinasi dengan masyarakat, salah satunya melalui penyuluhan. Selain itu dalam menanggapi keluhan yang disampaikan masyarakat ke Dinas Kebersihan dan Pertamanan tentang masalah sampah, Dinas Kebersihan dan Pertamanan langsung menanggapinya dengan melemburkan pekerja untuk mengatasi masalah sampah tersebut.
Terakhir adalah koordinasi yang dilakukan Pemerintah Kota Surakarta dengan pihak KPS (Kerjasama Pemerintah Swasta). Kemitraan dengan swasta merupakan langkah yang akan ditempuh dalam menutupi keterbatasan yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Surakarta dalam kegiatan penanganan sampah khususnya kegiatan pengelolaan sampah di TPA. Mengingat kondisi TPA Putri Cempo yang sudah kelebihan beban (over load) untuk menampung seluruh masyarakat. Program proyek KPS pengelolaan sampah di TPA Putri Cempo Mojosongo terus bergulir. Sementara itu belum di putuskan apakah kegiatan pengolahan dan pemusnahan sampah di TPA Putri Cempo akan di bakar ke enternering, atau dikomposting, atau akan di treatment menjadi biogas atau menjadi
bahan listrik. Hal ini akan diputuskan lewat tim pengolah, nanti yang dilombakan dari alternative pengolahan tadi yang mana, ini belum diputuskan dan ini tentunya kegiatan ini juga melibatkan Bappenas. Lelang proyek akan dilaksanakan pertengahan tahun ini. Sedangkan Dinas Kebersihan dan Pertamanan dalam hal ini mempunyai peranan sebagai tempat aggaran atau dengan kata lain anggaran dana untuk kerjasama dengan pihak KPS berada di Dinas Kebersihan dan Pertamanan, sehingga Dinas Kebersihan dan Pertamanan dituntut untuk bisa menggunakan anggaran tersebut secara baik. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Persampahan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surakarta, Bapak Nono :
“Kedepannya kota ini untuk masalah pemanfaatan dan pengelolaannya melibatkan investor lewat jaring KPS (Kerjasama Pemerintahan Swasta), ini baru proses. Kalau DKP disini hanya dipakai untuk tempat anggaran untuk kerjasama dengan KPS itu. Tapi nantinya ranahnya menjadi ranah kota karena PJPKnya dari Pak Walikota, terus nanti panitianya juga akan di SK kan oleh Pak Wali, kalau kemarinkan DKP, baru kemarin sore di Jakarta itu diputuskan seperti itu. Karena PJPK dari Pak Wali dan SKnya dibuat oleh Pak Wali maka prosesnya pun menjadi kota lewat KPS leading sektornya di perkotaan. Itu nanti investor masuk pihak ketiga itu akan mengolah di TPA, belum di putuskan apakah di bakar ke enternering, apakah dikomposting, atau apakah di treatment menjadi biogas atau menjadi bahan listrik. Ini nanti akan diputuskan lewat tim pengolah, nanti yang dilombakan yang mana, ini belum diputuskan dan ini melibatkan Bappenas.” (Wawancara 18 April 2012)
1.3. Kepatuhan
Kepatuhan kelompok pelaksana dan masyarakat atau pelaku usaha dalam melaksanakan kebijakan penyelenggaraan pengelolaan sampah akan sangat berpengaruh terhadap berjalannya kebijakan penyelenggaraan pengelolaan sampah di Kota Surakarta.
Adanya kepatuhan yang baik dari aparat pelaksana maupun masyarakat atau pelaku usaha akan sangat berdampak baik terhadap implementasi kebijakan pengelolaan sampah. Ketaatan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan akan tercermin saat setiap aparat pelaksana menaati prosedur yang berlaku saat melaksanakan tugasnya. Sejauh ini pegawai Dinas Kebersihan dan Pertamanan yang mengimplementasikan kebijakan pengelolaan sampah belum semua melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan aturan yang berlaku. Dalam aturan penyelenggaraan pengelolaan sampah disebutkan proses penanganan sampah terdiri dari pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan dan/atau pemrosesan akhir.
Beberapa proses yang belum dilaksanakan oleh aparat pelaksana Dinas Kebersihan dan Pertamanan adalah terkait proses pemilahan sampah. Hal ini diungkapkan oleh Bapak Yus selaku Kepala Seksi Angkutan Sampah Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surakarta :
“Pemilahan itu mestinya sudah lewat sosialisasi tetapi kita sendiri masih kesulitan untuk pola pengangkutannya. Tetapi ini
sendiri kesulitan. Kita sudah sediakan tempat sampah untuk organik sendiri, sampah anorganik sendiri. Nanti yang DKP ambil yang daun-daun, yang plastik dan kaleng diambil pemulung lha ini teori, tetapi prakteknya warga apa juga bisa seperti itu.” (Wawancara 18 April 2012)
Dari penjelasan yang disampaikan Bapak Yus, pihak Dinas Kebersihan dan Pertamanan telah melakukan upaya sosialisasi kepada masyarakat. Selain itu Dinas Kebersihan dan Pertamanan juga menyediakan tempat sampah untuk organik dan tempat sampah anorganik, yang mana rencananya Dinas Kebersihan dan Pertamanan mengambil sampah organiknya dan pemulung mengambil sampah plastiknya hasil pemilahan oleh warga. Namun untuk realitanya warga belum bisa seperti itu dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan juga masih kesulitan dalam pola pengangkutannya. Hal ini di jelaskan lebih lanjut oleh Kepala Bidang Persampahan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surakarta, Bapak Nono :
“Belum lagi nanti masyarakat itu sudah paham belum sampah plastik itu seperti ini, jangan nanti plastik seperti makanan ringan itu kan tidak laku. Padahal dibiarkan disitu ternyata tidak diambil pemulung kan sulit juga kalau dipilah-pilah dan itu nanti belum pengangkutannya. Nanti kalau sampah dipilah, ditruknya ya tetep campur itu lho. Ya paling tidak kan kita harus punya truk khusus. Ada truk yang ngangkut sampah daun, dan ada yang ngangkut sampah plastik sendiri. Ini kan berdampak kesitu, ini yang harus kita pikirkan. Untuk pemilahan itu efektifnya di lapangan rumah tangga, kalau diangkutan belum efektif.” (Wawancara 18 April 2012)
terkait mana sampah plastik ang laku di jual dan tidak laku dijual. Kalaupun nantinya sampah sudah dipilah-pilah berdasarkan jenisnya Dinas Kebersihan dan Pertamanan belum siap terkait pola pengangkutannya karena tidak adanya fasilitas untuk pemisahan sampah organik dan anorganik, misalnya truk untuk pengangkut sampah organik dan truk pengangkut sampah anorganik. Untuk saat ini untuk pemilahan efektif pelaksanaanya masih ditataran rumah tangga itupun harus disertai pemahaman dan kemauan dari masyarakat, sedangkan untuk diangkutan Dinas Kebersihan dan Pertamanan mengakui masih belum efektif.
Proses pemilahan sampah untuk saat ini masih belum bisa dipatuhi oleh aparat pelaksana khususnya Dinas Kebersihan dan Pertamanan di Kota Surakarta mengingat berbagai keterbatasan yang ada. Hal ini tentu sangat disayangkan mengingat proses penanganan sampah yang pertama yang disebutkan dalam Peraturan Daerah Kota Surakarta tentang pengelolaan sampah khususnya dalam bab penyelenggaraan pengelolaan sampah adalah proses pemilahan yang mana merupakan kegiatan pengelompokan sesuai dengan jenis, dan sifat sampah. Pemilahan ini harapannya bukan hanya ditataran rumah tangga saja, namun juga di pengangkutan, di TPS dan di TPA. Sehingga jelas nantinya sampah mau dimanfaatkan untuk apa.
penampungan sampah sementara menuju ke tempat pemrosesan akhir. Dalam hal ini pegawai Dinas Kebersihan dan Pertamanan sudah berupaya untuk menaati aturan yang telah ditetapkan oleh atasan. Beberapa diantaranya terkait jadwal dan rute pengambilan sampah yang dijalankan oleh pegawai angkutan sampah Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surakarta. Hal ini diungkapkan oleh Bapak Yus selaku Kepala Seksi Angkutan Sampah Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surakarta :
“Dalam pengangkutan sampah kita sudah melakukan sesuai dengan jam buang, kita berangkat dari jam 08.00 pulang jam 16.00. Ya kadang ada sampai jam di atas jam 16.00 itu hanya beberapa orang saja, paling 3-4 orang pulang terlambat. Selain itu kita juga punya rute sendiri dan mentaati rute tersebut. Untuk rute biasanya kita ubah dua minggu sekali. Karena itu memang seninya kita dalam pengangkutan.” (Wawancara 18 April 2012) Hal tersebut dibenarkan oleh Bapak Suharto Sopir Truk Angkutan Sampah Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surakarta yang menjelaskan bahwa :
“Saya selama menjadi sopir truk disini pulangnya sore trus mas. Untuk mengambilan sampah biasanya saya 2-3 kali. Dari TPS ke TPA itu 1 kali, kalau 3 kali ya bolak-balik ke TPAnya 3 kali.” (Wawancara 7 Juni 2012)
Dari wawancara dengan Bapak Yus dan Bapak Suharto, Seksi angkutan sampah Dinas Kebersihan dan Pertamanan telah mempunyai aturan jadwal dan rute yang telah ditetapkan oleh Kepala Seksi Angkutan Sampah, yaitu mulai dari jadwal pengambilan antara jam 08.00 sampai jam 16.00 dan rute pengambilan sampah masing-masing pegawai. Untuk
rute pengambilan juga sering dirubah, hal ini bertujuan agar petugas pengangkutan sampah tidak jenuh dengan rute yang ada. Berikut tabel mengenai jadwal dan rute angkutan sampah Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surakarta pada bulan Mei 2012.
Tabel IV. 6
Jadwal dan Rute Angkutan Sampah DKP Kota Surakarta
No. Nama Sopir Jadwal Angkutan Sampah
Jam 08.00 s/d selesai Jam 13.30 s/d selesai
1. Slamet Sampangan Barat Sampangan Barat Sampangan Barat Sampangan Barat 2. Singgih Sondakan Kuburan Manahan Sondakan Kuburan Ngemplak 3. Irwansyah Silir baru Joyontakan Silir baru Silir baru 4. Djarot Dr. Yeni-SPSA Panti Waluyo SPSA-Panti
Waluyo
SPSA-Dr. Yeni
5. Hananto Pajang Rel-
Brergasan
Sondakan 122 Pajang Rel Sondakan 122
6. Sunarno Norowangsan Mangkuyudan
1,2
Norowangsan Mangkuyudan 1,2
7. Rusiana Pajang Gentan Makam Bergolo Pajang Gentan Makam Bergolo
8. Eko Kartopuran Dawung Kartopuran Dawung
9. Bambang Minapadi Kerkop Minapadi Kerkop
10. Agus Hadijayan Hadijayan Hadijayan Hadijayan
11. Yaka Mlipakan Jurnasan-
Sariwarna
Mlipakan Jurnasan- Sariwarna
12. Wempi Mugen Lepas Hotel. DS Marcon Mugen Lepas
13. Iksan Laweyan-Makro Tipes Tipes Tipes
14. Santoso Turisari Mugono Turisari Mugono
15. Andreas S-3 Bonoloyo Bonoloyo Bonoloyo
16. Arsan Silir Lama Tanggul-
R.Semar
Silir Lama Tanggul- R.Semar
17. Marsono Samudra Pasai Komplang Komplang Komplang
18. Mulyono Batoar Jurug-UNS Batoar Jurug-UNS
19. Margono Depo Sriwedari Depo Sriwedari Depo Sriwedari Depo Sriwedari
20. Suharto Sambeng Sadinu-Tirtonadi Sambeng Sadinu
21. Sukirdi Sampangan
Timur
Depo BKIA Depo BKIA Depo BKIA
22. Suharin Balai Kota – Solo Square
SAMSAT Kedung
Tungkul
SAMSAT-K Tengkul
23. Suyono Kendedes Perum Becak Kendedes-
Perum Becak
Mojosongo Sumber : Bagian Seksi Angkutan Sampah DKP Surakarta, Mei 2012
Dari tabel IV. 6 diketahui bahwa jadwal pengangkutan dibagi menjadi dua yaitu pada jam 08.00 s/d selesai dan jam 13.30 s/d selesai hal ini tentu saja disesuaikan dengan aturan jam buang sampah. Untuk rute dalam sehari-harinya dibagi menjadi 23 rute dengan 23 sopir yang menjalankan proses pengangkutan sampah di TPS-TPS yang ada di Kota Surakarta.
Walaupun sudah ditetapkan jadwal dan rute pengangkutan yang mana sebagian besar sudah ditaati oleh pegawai angkutan sampah, namun ada beberapa pegawai yang kadang melanggar aturan jadwal tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Seksi Angkutan Sampah Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surakarta, Bapak Yus :
“Pengambilan sampah yang harusnya dilakukan dua kali, kadang diambil hanya satu kali, kan ada juga yang kadang nakal seperti itu. Pengambilan minimal dilakukan dua kali, tetapi diambil sekali dengan muatan yang lebih, dia kan menginginkan uang solarnya sisa, lha itu kadang saya marahi mas. Disamping truknya mudah bobrok, pengambilan seperti itu ketika dijalan terjal, sampahnya banyak yang tumpah. Kalau begitu masyarakat juga banyak yang komplain, khususnya pemakai jalan raya.” (Wawancara 18 April 2012)
Hal serupa dikatakan oleh Ibu Merry masyarakat yang betempat tinggal di dekat TPS Jurug :
“Biasanya petugas pengangkut sampah yang pakai truk itu kesininya 1 hari sekali. Ya kalau tidak pagi ya siang, tapi pasti setiap harinya ambil sampah kesini mas.” (Wawancara 6 Juni 2012)
Dari keterangan yang diungkap oleh Bapak Yus dan Ibu Merry di atas kadang masih ada pegawai angkutan sampah yang tidak patuh terhadap jadwal yang telah ditetapkan, yang mana minimal pengangkutan sampah dua kali, namun dilakukan hanya satu kali. Hal ini dilakukan semata hanya untuk mendampatkan tambahan uang dari sisa uang solar yang harusnya digunakan untuk dua kali pengangkutan. Hal ini tentu saja berdampak pada truk pengangkutan dan kondisi sampah yang ada di truk tersebut. Karena jumlah sampah melebihi dari ketentuan makatruk menjadi mudah rusak, selain itu sampah yang terlalu banyak di dalam truk juga bisa tumpah di jalan, hal ini tentu saja akan mengganggu pengguna jalan. Tentu saja hal ini tidak dibiarkan begitu saja, salah satunya dengan memberikan sanksi kepada pegawai yang melanggar aturan yang telah ditetapkan tersebut. Hal ini dijelaskan lagi oleh Kepala Seksi Angkutan Sampah Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surakarta, Bapak Yus :
“Sanksinya kalau tidak habis ya tidak akan dipindah untuk rute pengambilannya. Kemudian kalau sampahnya belum bersih atau masih sisa ya disuruh mengulang lagi untuk pengambilannya.” (Wawancara 18 April 2012)
Hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh Kepala Bidang Persampahan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surakarta, Bapak Nono :
“Kalau ada aturan yang belum bisa dilaksanakan masing-masing bagian itu biasanya diadakan upaya preventif. Kita cari penyebabnya apa, lalu kita cari solusinya. Tidak cepat-cepat
permasalahan kita sangat kompleks. Kalau kita bisa kita tangani secara personal.” (Wawancara 18 April 2012)
Dari kesimpulan wawancara dengan Bapak Yus dan Bapak Nono, Dinas Kebersihan dan Pertamanan telah mempunyai keputusan sanksi sendiri kepada pegawai yang melanggar aturan yang telah ditetapkan. Sanksi tersebut dibutuhkan untuk menimbulkan efek jera terhadap aparat pelaksana atas tindakannya melanggar aturan yang ada.
Selain dari aparat pihak pelaksana Dinas Kebersihan dan Pertamanan, aparat pelaksana lain penyelenggara pengelolaan sampah yang belum mematuhi aturan yang ada adalah pihak petugas gerobak sampah khususnya dalam kegiatan pengumpulan sampah yaitu pemindahan sampah dari sumber sampah ke tempat penampungan sementara. Adapun aturan yang belum ditaati petugas gerobak sampah adalah terkait aturan jam buang. Hal ini diungkapkan oleh Bapak Yus