• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORETIS

2.2 Landasan Teoretis

2.2.3 Hakikat Teknik Mind Mapping

Teknik pembelajaran merupakan cara konkret guru yang digunakan saat proses pembelajaran berlangsung. Guru dapat berganti-ganti teknik agar proses belajar mengajar di kelas bervariasi, tidak monoton dan menjemukan sehingga dapat mendukung suasana pembelajaran yang kondusif untuk belajar siswa.

Saat ini banyak sekali teknik-teknik pembelajaran yang dikembangkan. Salah satu teknik yang dimanfaatkan dan baik dikembangkan dalam bidang pendidikan serta sesuai dengan teori pembelajaran adalah teknik mind mapping. Dalam hakikat teknik mind mapping ini akan dijelaskan (a) Pengertian Teknik

Mind mapping, (b) Langkah-Langkah teknik Mind mapping, (c) Kelebihan Teknik Mind mapping, (d) Kekurangan Teknik Mind mapping.

2.2.3.1 Pengertian Teknik Mind Mapping

Menurut Buzan (2002: 4), Mind map adalah cara mencatat yang kreatif, efektif, dan secara harfiah akan “memetakan” pikiran-pikiran kita. Selain itu mind map itu sangat sederhana.

Krisnawati (2008: 6) mengatakan bahwa mind mapping atau peta pikiran adalah teknik meringkas mencatat yang mengembangkan gaya belajar visual. Jadi prinsip teknik ini sangat sederhana, cukup kita ikuti ke mana otak kita berfikir, apa yang terlintas, apa yang diingat dan tuliskan di atas kertas dalam bentuk coretan yang berkait-kaitan. Coretan tersebut dimulai dari tengah kertas sebagai pusat, kemudian dikembangkan ke luar ke arah tepi kertas.

Mind map (peta pemikiran) adalah ilustrasi grafis pada kertas yang merupakan representasi pikiran dari pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki seseorang yang dituangkan dalam bentuk kumpulan kata atau kumpulan gambar yang bercabang-cabang dan saling berhubungan. Jadi, teknik mind mapping adalah teknik merepresentasikan pikiran dari pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki seseorang yang dituangkan dalam bentuk tulisan di atas kertas yang dimulai dari tengah kertas sebagai pusat, kemudian dikembangkan ke luar ke arah tepi kertas, berbentuk kumpulan kata atau kumpulan gambar yang bercabang-cabang dan saling berhubungan.

Menurut Royan (2009: 68), mind mapping dapat membantu penulis dalam menguraikan satu kata kunci menjadi beratus-ratus kalimat bahkan ribuan kalimat.

Hal ini bisa terjadi karena cara kerja mind mapping mirip dengan ranting-ranting pohon yang semakin banyak cabang semakin membuat rimbun daun pohon itu sendiri. Jadi dapat dianalogikan seperti pohon yang rimbun, begitu pula jika yang rimbun adalah sebuah cerpen, padat berisi, sehingga dapat membuat pembacanya terhanyut dalam cerita.

Menurut Royan (2009: 82) Mind mapping mempunyai manfaat di antaranya dalam kegiatan tulis menulis, di antaranya adalah mind mapping akan membantu membuat kerangka bahan tulisan menjadi lebih detil, dengan detilnya kerangka yang dibuat maka memudahkan penulis untuk menuliskan gagasannya yang disusun berdasarkan kata kunci yang telah dituliskan. Mind mapping dapat merangsang kreativitas penulisnya untuk terus melihat ke dalam setiap pokok pikiran itu sama seperti memunculkan ranting-ranting pohon yang baru. Dengan begitu semakin banyak hal yang muncul dan menjadi bahan dalam penulisan.

Menulis dengan menggunakan mind mapping akan lebih cepat dalam mengembangkan tulisan dibanding dengan menggunakan cara linier. Terutama bagi pemula yang baru pertama kali menulis. Mind mapping dapat menentukan ke mana arah laju tulisan, dapat mendukung dan seolah-olah kata kunci yang diberikan dapat teruraikan dalam bentuk kata-kata bercabang, meskipun dalam penulisan cerpen, kata kunci yang diberikan tidak wajib menjadi tema pokok dan siswa wajib mengembangkan ceritanya menggunakan imajinasi mereka.

Penggunaan teknik mind mapping ini bertujuan untuk memperbanyak kosakata, ide, kemudian dengan bimbingan peneliti, siswa berlatih menuangkan ide-idenya ke dalam sebuah cerita. Dari mind map yang telah dibuat, siswa dapat mengambil ide berupa tokoh, alur cerita, setting, yang kemudian ditambah dengan imajinasi sehingga dapat menjadi sebuah karya sastra yang kompleks.

2.2.3.2 Langkah-Langkah Teknik Mind mapping

1. Mulailah dari bagian tengah kertas kosong yang sisi panjangnya diletakkan mendatar. Karena mulai dari tengah memberi kebebasan kepada otak untuk menyebar ke segala arah dan untuk mengungkapkan dirinya dengan lebih bebas dan alami.

2. Gunakan gambar atau foto untuk ide sentral atau sebagai kata kunci. Karena satu gambar memiliki seribu makna dan membantu kita menggunakan imajinasi, lebih menarik, membuat kita tetap terfokus, konsentrasi dan mengaktifkan otak kita. 3. Ungkapkan atau tuliskan apa yang muncul dalam benak setelah melihat gambar

dalam mapping paper baik dalam bentuk gambar ataupun kata-kata. Ada baiknya menggunakan gambar karena seperti gambar sentral, setiap gambar bermakna seribu makna. Gunakan warna. Karena bagi otak, warna sama menariknya dengan gambar. Warna membuat mind map lebih hidup, menambah energi pada pemikiran kreatif dan menyenangkan.

4. Ungkapkan dan uraikan sebanyak-banyaknya menggunakan kata-kata yang bercabang-cabang.

5. Siswa memilih dengan melingkari kata-kata mana yang nantinya akan digunakan dan dikembangkan sebagai ide dalam menulis cerpen. Siswa bisa mengambil ide tokoh, alur, setting tempat, waktu dan lain sebagainya dari dalam mind map. 6. Mulai menuliskan dan mengembangkan ide yang berupa kata-kata yang telah

siswa pilih dalam mind map menjadi sebuah cerita yang kompleks. 2.2.3.3 Kelebihan Teknik Mind mapping

1. Siswa dapat meningkatkan imajinasi.

3. Siswa dapat mengembangkan sebuah kata atau sebuah gambar menjadi suatu karya yang kompleks, misal karya sastra ataupun karya tulis ilmiah.

4. Cara mudah mengingat sesuatu sehingga ide-ide yang akan kita tuangkan dalam tulisan bisa muncul dengan cepat dan bebas.

5. Teknik ini dapat diterapkan dalam pembelajaran mata pelajaran yang lain ataupun di luar pembelajaran.

2.2.3.4 Kekurangan Teknik Mind mapping

Kekurangan teknik ini adalah ketika digunakan oleh siswa yang kurang menyukai kegiatan menggambar dan mewarnai akan terasa membosankan.

2.2.4 Media Mapping paper

Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai pengertian media pembelajaran, prinsip-prinsip memilih media pembelajaran dan mapping paper sebagai media pembelajaran.

2.2.4.1 Pengertian Media Pembelajaran

Pada hakikatnya kegiatan belajar mengajar adalah suatu proses komunikasi antara guru dengan siswa atau peserta didik. Proses komunikasi disampaikan melalui penyampaian atau tukar menukar pesan atau informasi antara guru dengan peserta didik. Pesan tersebut dapat berupa pengetahuan, keahlian, keterampilan ide, pengalaman dan sebagainya. Agar proses komunikasi dapat berjalan lancar maka dibutuhkan sarana yang disebut dengan “media”.

Media menurut Soeparno (1988: 1) adalah suatu alat yang dipakai sebagai saluran untuk menyampaikan suatu pesan atau informasi dari suatu sumber kepada penerimanya.

Para ahli menggunakan istilah yang berbeda-beda untuk menyebut media pembelajaran. Istilah-istilah itu diantaranya: media pendidikan, media pembelajaran, dan media konstruksional edukatif.

Sudjana (2007: 2) menyatakan bahwa media pembelajaran adalah alat bantu mengajar yang dapat mempertinggi proses belajar siswa yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya.

Media pembelajaran bahasa adalah alat yang dapat digunakan oleh guru dan pelajar untuk mencapai tujuan-tujuan yang sudah ditentukan. Berdasarkan pengertian tersebut, media dalam pendidikan merupakan semua benda yang dapat digunakan oleh guru yang dapat dipergunakan guru dalam mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien. Selain sebagai alat bantu, media juga berfungsi sebagai sumber belajar. Media sebagai sumber belajar adalah media yang dapat digunakan sebagai alat ukur siswa dan dapat memperkaya wawasan anak didik. Caranya yaitu dalam menerangkan materi, guru dapat menunjukkan secara langsung contoh materi yang diajarkan itu ke hadapan siswa.

Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan oleh guru dan siswa dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Sesuatu itu bersifat memudahkan pencapaian tujuan. Selain itu, sesuatu tersebut dapat memperkaya wawasan siswa.

2.2.4.2Mapping paper sebagai Media Pembelajaran

Mapping paper atau dalam bahasa Indonesia yaitu kertas yang digunakan untuk membuat peta adalah salah satu bentuk media visual grafis yang sangat sederhana. Dengan adanya media ini diharapkan dapat mempermudah guru dan siswa dalam melaksanakan teknik mind mapping.

Media ini dipilih karena dianggap telah memenuhi kriteria dalam pemilihan media diantaranya sesuai dengan teknik yang digunakan yaitu mind mapping. Mudah memperolehnya, sederhana dan praktis baik pembuatan dan penggunaannya. Waktu yang digunakan relatif singkat dan sangat sesuai dengan taraf berfikir siswa.

Dalam proses pembelajaran dengan teknik mind mapping nanti, guru memberikan sajian atau umpan berupa sebuah kata ataupun sebuah gambar pada siswa menggunakan mapping paper, kemudian siswa dengan aktif dan mandiri mengembangkan tulisan atau gambar tersebut dengan menuliskan apa saja yang terlintas dalam pikiran mereka ketika mereka melihat gambar dalam mapping paper.

2.2.5 Teknik Mind mapping dengan Media Mapping paper dalam Pembelajaran

Dokumen terkait