• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBAYARAN BANK UMUM

51. HAL-HAL LAIN (lanjutan) OTHER MATTERS (continued)

c. Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (lanjutan)

c. Capital Adequacy Ratio (continued)

Unit Usaha Syariah (lanjutan) Sharia Business Unit (continued)

Perhitungan KPMM untuk Unit Usaha Syariah adalah sebagai berikut:

The CAR computation of Sharia Business Unit was as follows:

2010 2009

Aset Tertimbang Menurut Risiko (dengan

memperhitungkan risiko pasar) 1.229.397 1.283.165

Risk Weighted Assets (with market risk charge)

Jumlah modal 143.750 143.750 Total capital

Rasio KPMM (dengan memperhitungkan risiko

pasar) 11,69% 11,20% CAR (with market risk charge)

d. Rasio Pemenuhan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Produktif Bank

d. The Bank’s Ratio Of Allowance For Impairment Losses

Rasio pemenuhan cadangan kerugian penurunan nilai aset produktif Bank (persentase cadangan kerugian penurunan nilai aset produktif yang telah dibentuk terhadap cadangan kerugian penurunan nilai aset produktif yang diwajibkan oleh Bank Indonesia) pada tanggal 30 September 2010 dan 2009 masing-masing adalah sebesar 124,63% dan 136,01%.

The Bank’s ratio of allowance for impairment losses (percentage of allowance for impairment losses on productive assets booked by the Bank to allowance for impairment losses on productive assets as required by Bank Indonesia) as of 30 September 2010 and 2009 were 124.63% and 136.01%, respectively.

e. Kualitas Aset Produktif e. Quality of Productive Assets

Tabel di bawah adalah kualitas aset produktif Bank sesuai dengan peraturan Bank Indonesia yang berlaku:

Table below is the quality of productive assets of the Bank in accordance with the prevailing Bank Indonesia regulations. 2010 2009 Kredit yang diberikan/ Loans Aset keuangan lainnya/ Other financial assets Komitmen dan kontinjensi/ Commitments and contingencies Kredit yang diberikan/ Loans Aset keuangan lainnya/ Other financial assets Komitmen dan kontinjensi/ Commitments and contingencies Lancar 43.057.157 13.595.351 3.651.282 33.609.406 12.086.699 2.526.054 Current

Dalam perhatian khusus 1.869.621 1.729 11.074 2.352.743 147.011 133.290 Special mention

Kurang lancar 175.342 - - 436.293 34.182 - Substandard

Diragukan 463.851 - - 636.251 - - Doubtful

Macet 841.925 7.051 250 834.982 7.783 - Loss

kecuali data saham)

51. HAL-HAL LAIN (lanjutan) 51. OTHER MATTERS (continued)

f. Kredit non-performing (kolektibilitas kurang lancar, diragukan dan macet) serta penyisihan penghapusannya per sektor ekonomi.

f. Non-performing loans (substandard, doubtful and loss) and the related allowance for losses by economic sector. 2010 20091) Penyisihan penghapusan/ Penyisihan penghapusan/

Pokok/ Allowance Pokok/ Allowance

Principal for losses Principal for losses

Pertanian, perburuan dan

kehutanan 376.780 349.799 489.443 465.818

Agriculture,hunting and forest

Pertambangan dan penggalian 8.803 4.152 16.558 3.581 Mining and digging

Industri pengolahan 219.787 177.610 541.883 267.592 Manufacturing

Konstruksi 11.302 5.985 25.801 9.519 Construction

Perdagangan besar dan eceran 470.664 336.311 377.786 203.079

Trading wholesale and retail Transportasi, pergudangan dan

komunikasi 30.354 16.573 42.490 12.783

Transportation,warehouse and communication Jasa kemasyarakatan, sosial

budaya, hiburan dan

perorangan 64.209 26.035 - -

Social service, social culture, entertainment and individual

Perikanan 1.627 993 556 Fishing 1

Penyediaan akomodasi dan

penyediaan makan minum 14.236 3.068 38.424 6.729

Accommodation and food & beverage

providers Real estate, usaha persewaan

dan jasa perusahaan 51.607 35.155 179.066 64.373

Real estate, leasing and company services

Jasa pendidikan 675 485 989 871 Education service

Jasa kesehatan dan kegiatan

sosial 94 94 1.966 1.966

Health service and social event Rumah tangga untuk pemilikan

perumahan 66.202 28.738 71.000 23.348 Housing

Rumah tangga untuk pemilikan

kendaraan bermotor 1.046 818 63.100 26.965

Car and motorcycle financing

Rumah tangga lain-lain 68.198 56.538 58.464 31.692 Other household

Lain-lain 95.534 45.455 - - Others

Jumlah 1.481.118 1.087.809 1.907.526 1.118.317 Total

1

Penyajian sektor ekonomi disajikan berdasarkan klasifikasi sektor ekonomi per Laporan Bulanan Bank Umum 2000 (LBU 2000), yang berbeda dari klasifikasi Laporan Bulanan Bank Umum 2008 (LBU 2008), tetapi telah dipetakan ke klasifikasi Laporan Bulanan Bank Umum 2008 (LBU 2008) untuk tujuan perbandingan.

Presentation of economic sector was based on Bank Indonesia 1

monthly reporting 2000 (LBU 2000) economic sector classification, which was different from Bank Indonesia monthly reporting 2008 (LBU 2008) classification, but had already been mapped to LBU 2008 classification for comparative purposes.

52...PERJANJIAN PENTING 52. SIGNIFICANT AGREEMENTS

Pada tanggal 17 Mei 2005, Standard Chartered Bank dan Bank telah menandatangani perjanjian kerjasama yang disebut Business Cooperation

Agreement (BCA). Perjanjian tersebut pada intinya

mengatur bahwa antara Standard Chartered Bank dan Bank akan diadakan sinergi bisnis yang saling menguntungkan kedua belah pihak, serta transaksi-transaksi kerjasama tersebut dilakukan secara wajar dalam kegiatan-kegiatan usaha perbankan pada umumnya.

On 17 May 2005, Standard Chartered Bank and the Bank signed Business Cooperation Agreement (BCA). The agreement mainly stated that there will be business synergy between Standard Chartered Bank and the Bank which will mutually be beneficial to both parties, and the transactions will be conducted at arm’s length basis.

Pada tanggal 26 Juli 2005, PT Astra International Tbk dan Bank telah menandatangani perjanjian kerjasama yang disebut Business Cooperation

Agreement (BCA). Perjanjian tersebut pada intinya

mengatur bahwa antara PT Astra International Tbk dan Bank akan diadakan sinergi bisnis yang saling menguntungkan kedua belah pihak, serta transaksi-transaksi kerjasama tersebut dilakukan secara wajar dalam kegiatan-kegiatan usaha perbankan pada umumnya.

On 26 July 2005, PT Astra International Tbk and the Bank signed Business Cooperation Agreement (BCA). The Agreement mainly stated that there will be business synergy between PT Astra International Tbk and the Bank which will mutually be beneficial to both parties, and the transactions will be conducted at arm’s length basis.

Pada tanggal 28 Desember 2009, Bank menandatangani perjanjian sewa menyewa dengan pihak ketiga dimana Bank akan menyewa gedung di Jalan Jenderal Sudirman Kavling 27, Jakarta dan terdiri dari lantai-lantai yang saat ini ditempati oleh Bank. Jangka waktu sewa adalah 2 tahun 6 bulan terhitung sejak penyelesaian transaksi penjualan gedung oleh Bank (Catatan 15) dan jangka waktu sewa dapat diperpanjang hingga 2 tahun kemudian.

On 28 December 2009 the Bank signed lease agreement with a third party wherein the Bank will lease a building located at Jalan Jenderal Sudirman Kavling 27, Jakarta and shall consist of the area occupied currently by the Bank. The lease period shall be for a period of 2 years and 6 months and will commence upon completion of the sale of the building by the Bank (Note 15). The lease period can be extended for a further term of 2 years.

Pada tanggal 14 April 2010, Bank menandatangani perjanjian sewa menyewa dengan pihak ketiga, dimana Bank akan menyewa gedung World Trade Center II di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta sebagai Kantor Pusat Bank selama jangka waktu 10 tahun terhitung sejak tanggal 1 Maret 2013.

On 14 April 2010 the Bank signed a lease agreement with a third party wherein the Bank will lease World Trade Center II building located at Jalan Jenderal Sudirman Jakarta as the Bank’s Head Office for a period of 10 years and lease commencement date on 1 March 2013.

Pada tanggal 16 April 2010, Standard Chartered Bank dan Bank telah menandatangani Management

Support Agreement (MSA), dimana perjanjian

tersebut pada intinya mengatur bahwa Bank memiliki hak atas transfer best practice, pengetahuan, dan keahlian di setiap area dimana dukungan tersebut diperlukan dalam rangka untuk meningkatkan, mengembangkan serta memperluas bisnis dan operasional Bank.

On 16 April 2010, Standard Chartered Bank and the

Bank entered into a Management Support

Agreement (MSA) which mainly stated that the Bank has the right to request a transfer of best practices, knowledge and expertise in any areas where support is required in order to improve, develop and expand banking business and operations.

Pada tanggal 8 Juni 2010, Bank menandatangani

shares sale agreement dengan GE Capital

International Holdings Corporation dan PT General Electric Services, di mana Bank akan mengakuisisi seluruh saham PT GE Finance Indonesia. Sampai dengan tanggal 30 September 2010, Bank masih menunggu persetujuan dari Bank Indonesia untuk merealisasikan akuisisi tersebut.

On 8 June 2010, the Bank entered into shares sale agreement with GE Capital International Holdings Corporation and PT General Electric Services, wherein the Bank will acquire all shares of PT GE Finance Indonesia. Up to 30 September 2010, the Bank is still waiting for the approval from Bank Indonesia to finalize the above acquisition.

kecuali data saham)

53. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA 53. SUBSEQUENT EVENT

1. Pada tanggal 1 Oktober 2010, Bank telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran kepada Ketua BAPEPAM-LK dalam rangka Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) IV (“PUT IV”) kepada para pemegang sahamnya.

Melalui PUT IV ini, Bank akan menerbitkan 1.290.520.987 saham kelas B dengan nilai nominal Rp125 setiap saham. Setiap pemegang 6 (enam) saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal 15 Nopember 2010 pukul 16.00 WIB, mempunyai 1 (satu) HMETD dimana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 (satu) saham baru dengan harga pelaksanaan Rp1.549 setiap saham (atau harga lain yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”)). Apabila masih terdapat sisa saham yang tidak diambil bagian dan tidak dibeli oleh pemegang saham yang melakukan pemesanan saham tambahan (“sisa saham”), maka sisa saham tersebut akan diambil dan dibeli oleh pemegang saham pengendali PT Astra International Tbk dan Standard Chartered Bank secara proporsional yaitu masing-masing sebesar 44,505%.

Dana hasil PUT IV ini, setelah dikurangi dengan biaya emisi, akan diperlakukan sebagai modal inti sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia dan seluruhnya digunakan untuk penyaluran kredit dalam rangka pengembangan usaha Bank. Pelaksanaan PUT IV ini memerlukan persetujuan Bank Indonesia, surat pemberitahuan efektif dari Bapepam-LK, dan persetujuan RUPSLB yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 3 Nopember 2010.

1. On 1 October 2010, the Bank has submitted registration statement to the Chairman of BAPEPAM-LK regarding the Limited Public

Offering (“Right Issue”) IV to existing

stockholders.

Through this Rights Issue IV, the Bank will issue 1,290,520,987 class B shares with par value of Rp125 per share. Each existing shareholders, whose name is registered in shareholder’s Register on 15 November 2010 at 4 p.m. Indonesia Westem Time, is entitled to buy 1 (one) new share at an exercise price of Rp1,549 per share (or other price as approved by Extraordinary General Meeting of Shareholders (“EGMS”)) for every 6 (six) old shares owned. The majority shareholders of the Bank, PT Astra International Tbk and Standard Chartered Bank, will subscribe proportionately (each of 44.505%) for the entire balance of shares which are not subscribed and purchased by the shareholders.

The proceeds from Rights Issue IV, net of shares issuance costs, will be treated as core capital in accordance with Bank Indonesia regulations and will be used for loan growth to support the Bank’s business growth.

This Rights Issue IV is subject to the approval

from Bank Indonesia, letter of effective

notification from BAPEPAM-LK and EGMS’ approval which is planned to be held on 3 November 2010.

2. Pada tanggal 12 Oktober 2010, Bank telah menerima putusan Mahkamah Agung dimana Mahkamah Agung telah menolak Permohonan Peninjauan Kembali yang diajukan oleh Direktur Jenderal Pajak atas SKPKB tahun fiskal 2002 sejumlah Rp94.750.

2. On 12 October 2010, the Bank received a Supreme Court decision, in which the Supreme Court rejected the Director General of Taxation memorandum for Judicial Review on SKPKB fiscal year 2002 amounting to Rp94,750.

3. Pengadilan Pajak melalui Pemberitahuan Permohonan Peninjauan Kembali dan Penyerahan Memori Peninjauan Kembali tanggal 15 Oktober 2010 memberitahukan Bank bahwa Direktur Jenderal Pajak mengajukan Permohonan / Memori Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung berkaitan dengan keputusan Pengadilan Pajak yang mengabulkan permohonan banding Bank atas SKPKB PPh Badan tahun fiskal 2004 dan SKPLB PPh Badan tahun fiskal 2005.

3. The Tax Court through Notification of Appeal for Judicial Review and Submission of Counter Memorandum dated 15 October 2010 notified the Bank that the Director General of Taxation has filed an Appeal / Memorandum for Judicial Review to the Supreme Court in connection with the decisions from the Tax Court, in which the Tax Court accepted the Bank’s appeals on SKPKB of Corporate Income Tax for fiscal year 2004 and SKPLB of Corporate Income Tax for fiscal year 2005.

53. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA

Dokumen terkait