BAB II : WANPRESTASI DAN PENYELESAIAN DALAM PROSES
A. Hal yang timbul dalam Proses Pendistribusian Barang yang
PT. Hilon Sumatera merupakan perusahaan yang berdomisili di daerah kota Medan Provinsi Sumatera Utara, tepatnya yaitu di Jalan Jamin Ginting No.
43Ibid. hal. 34-35
64 A Km.11 Kecamatan Medan Selayang. Perusahaan ini berdiri di kota Medan sejak tahun 2002 hingga sampai sekarang ini. Penanam saham atau biasa disebut investor di PT. Hilon Sumatera Utara ialah warga negara asing yang berasal dari Korea Selatan dan sampai saat ini PT. Hilon Sumatera telah memiliki karyawan tetap sejumlah 50 orang dan karyawan kontrak sejumlah 60 orang yang tersebar diberbagai divisi.
PT. Hilon Sumatera merupakan salah satu bentuk badan hukum, meskipun bukan seperti manusia secara alamiah, badan hukum itu bisa bertindak seolah-olah seperti manusia melakukan perbuatan-perbuatan hukum yang diperlukan.44
Bahan tersebut didaur ulang dengan mesin menjadi bahan dacron yang berbentuk serabut. Bahan-bahan tersebutlah yang kemudian dibentuk dan dikemas menjadi barang keperluan tempat tidur yang kemudian dipasarkan oleh PT. Hilon Sumatera. Sejauh ini PT. Hilon Sumatera telah mendirikan usaha bisnisnya dengan cukup baik dengan salah satu buktinya yaitu PT. Hilon Sumatera Secara umum yang dimaksud berperilaku seperti manusia adalah, dapat dimintai pertanggungjawabannya secara hukum sebagai suatu subjek hukum yang memiliki hak dan kewajiban.
Pelaksanaan usaha bisnis yang dilakukan PT. Hilon Sumatera memproduksi barangkeperluan tempat tidur seperti bantal, guling, bed cover dan matras, dimana bahan pembuatan barang-barang tersebut terbuat dari bahan daur ulang plastik pet botol atau biasa kita menyebutnya botol aqua bekas yang biasa dijual di pengepul barang bekas.
44I.G. Rai Widjaya, Hukum Perusahaan Perseroan Terbatas ( Jakarta : Kesaint Blanc, 2006 ), hal. 7
merupakan salah satu perusahaan yang sangat taat hukum dengan membayar pajak tepat waktu dan tidak pernah ada masalah tentang pajak di Indonesia.
Ketaatan PT. Hilon Sumatera terhadap pajak ini juga terbukti pada tahun 2016 ini, yaitu PT. Hilon Sumatera mendapat restitusi pajak “pengembalian kelebihan pembayaran pajak, terjadi apabila jumlah kredit pajak atau jumlah pajak yang dibayar lebih besar daripada jumlah pajak yang terhutang atau telah dilakukan pembayaran pajak yang tidak seharusnya terhutang, dengan catatan wajib pajak tidak punya hutang pajak lainnya”, hal ini sangat menunjukkan bahwa PT. Hilon Sumatera menjalankan usahanya di Indonesia dengan sangat tertib dan taat akan hukum Indonesia.
Selama PT. Hilon Sumatera berdiri telah banyak instansi, hotel, plaza, toko, maupun pihak individu yang membeli produk dari PT. Hilon Sumatera.
Seperti halnya rumah sakit yang membutuhkan bantal, guling dan juga yang lainnya, begitu juga di plaza dan toko yang pada umumnya membeli barang dari PT. Hilon Sumatera untuk dijual kembali. Bahkan ada juga dari pihak individu yang membeli langsung ke PT. Hilon Sumatera.
PT. Hilon Sumatera dalam proses pendistribusian barang menggunakan armada darat, dimana mereka memiliki 8 (delapan) mobil box yang dipergunakan untuk melakukan pendistribusian barang. Mobil box yang dimiliki oleh PT. Hilon Sumatera tersebut dibagi menjadi dua bagian, yaitu 3 ( tiga ) mobil box dipergunakan untuk mendistribusikan barang keluar kota seperti ke wilayah Aceh, Pekanbaru, dan lainnya. dan 5 (lima) mobil box lainnya dipergunakan untuk mendistribusikan barang khusus untuk wilayah di kota medan.
Selama proses pendistribusian barang yang dilakukan oleh PT. Hilon Sumatera tentunya ada banyak hal yang terjadi mulai dari hal kecil hingga hal yang besar, berikut adalah beberapa kendala yang dialami oleh mereka, antara lain:
1. Mobil box mati ditengah jalan 2. Kecelakaan lalu lintas
3. Adanya aksi bajing loncat didaerah tertentu 4. Kualitas barang yang menurun
1. Mobil box mati ditengah jalan
Hal ini menjadi hal klasik yang dialami oleh kebanyakan perusahaan yang menggunakan angkutan darat sebagai armada pendistribusian mereka.
Begitu juga PT. Hilon Sumatera yang masih juga mengalami kendala dalam hal kerusakan mobil. Menurut keterangan dari bapak Adi Suroso selaku kepala supir di PT. Hilon Sumatera, kerusakan mobil yang terjadi bukanlah karena ketidakpedulian PT. Hilon Sumatera melainkan memang ada beberapa armada yang sudah tua dan memang akan diganti namun belum memasuki masa anggaran dalam peremajaan armada di PT. Hilon Sumatera, kemudian juga ditemukan kenakalan dari supir lain yang terkadang membawa mobil seenaknya saja, ini dikarenakan masih adanya supir yang berusia muda dan cenderung tidak peduli dengan keadaan mobil yang menjadi tanggungjawab mereka. Selain itu kerusakan mobil ini terjadi tidak begitu sering, namun hanya sesekali. Tetapi karena rusaknya mesin mobil ditengah jalan tentu ini sangat menghambat proses pendistribusian barang yang mengakibatkan terlambatnya barang diantar ke
tempat tujuan. Berdasarkan keterangan, bisa saja ketika mobil mati ditengah jalan, supir yang dilapangan menelpon atau mengkonfirmasi kepada supir yang belum mengangkut barang. Tetapi ya jelas saja barang yang akan diantar oleh armada kedua akan terlambat juga. Hal ini sudah dipastikan bahwa customer mereka akan marah dan mempertanyakan mengapa barang belum sampai atau belum diterima oleh customer.
2. Kecelakaan lalu lintas
Setiap perusahaan manapun tentunya tidak ingin kecelakaan lalu lintas dialami oleh karyawan mereka, disamping memikirkan masalah kerusakan atau kerugian, yang lebih penting adalah nyawa dari karyawan mereka. Berdasarkan keterangan yang dikemukakan oleh ibu Megawati Tarigan selaku Personalia di PT. Hilon Sumatera mengenai kecelakaan ini menjadi tanggungjawabnya, selama ia bekerja di PT. Hilon selama 5 (lima) tahun terhitung sudah ada sekitar 4 (empat) kali kecelakaan yang dialami oleh karyawan mereka. Dari semua kejadian rata-rata mengakibatkan kerugian yang cukup besar dimana mereka harus membayar kerugian kepada pihak lawan dikarenakan salah atau tidak salahnya karyawan mereka.
Namun berdasarkan keterangan diakui oleh ibu Mega rata-rata kesalahan ada pada karyawan mereka dengan alasan karyawan mereka mengantuk, ingin buru-buru, dan tentunya masih jiwa muda juga yang menjadi alasan klasik.
Dengan adanya kecelakaan lalu lintas ini pihak perusahaan juga menderita kerugian berupa keterlambatan pendistribusian barang kepada customer mereka,
hal inilah yang tentunya mengkhawatirkan karena mereka beranggapan bisa saja customer menjadi kurang simpatik dengan mereka.
Namun demi mengatasi kerugian yang cukup besar dari adanya kerusakan mobil PT. Hilon Sumatera selaku pemilik mobil tersebut telah mengasuransikan semua kendaraan miliknya. Tujuan dari asuransi ini adalah untuk menghindarkan tertanggung dari bangkrut dan mengembalikannya kepada posisi semula seperti sebelum menderita kerugian, maka tertanggung hanya boleh memperoleh ganti rugi maksimal sebesar kerugian yang dideritanya, sekedar mengembalikannya pada posisinya semula.45
3. Adanya Aksi Bajing Locat di daerah Tertentu
Bajing loncat atau biasa kita kenal dengan pencurian barang yang dilakukan oleh manusia secara diam-diam dengan memanjat mobil lewat pintu belakang. Hal ini sangatlah tidak disukai oleh para supir dari perusahaan, karena ini merupakan tanggungjawab mereka saat diperjalanan. Timbul pertanyaan saat kita melihat ada kejadian bajing loncat, apakah pintu box belakang atau samping tidak dikunci? Nah berdasarkan keterangan salah seorang anggota supir yaitu bapak Sudarto, mereka selaku supir sudah cukup melakukan pengamanan dengan menggunakan gembok, namun para pelaku sering kali membongkar gembok dengan alat-alat yang dapat merusak gembok.
Saat terjadi aksi bajing loncat ada supir yang menyadari hal itu ada juga yang tidak menyadarinya karena rapinya aksi dari para pelaku. Namun tidak semua daerah memiliki para pelaku bajing loncat, hanya daerah tertentu saja dan
45 Radiks Purba, Mengenal Asuransi Angkutan Darat Dan Udara ( Jakarta : Djambatan, 1997 ), hal. 3
kebanyakan daerah tersebut adalah daerah yang telah digaris merah oleh pihak kepolisian bahwa tempat tersebut tempat peredaran narkoba.
Dengan dicurinya barang karena aksi bajing loncat tersebut, tentu ini sangat menghambat pendistribusian barang karena jelas saja ketika sampai ditempat tujuan barang sudah hilang atau bahkan ada yang hanya tersisa sedikit.
Kehilangan barang tersebut tentunya menjadi tanggungjawab dari PT. Hilon Sumatera sesuai dengan perjanjian yang dilakukan oleh PT. Hilon Sumatera kepada semua customernya.
4. Kualitas barang yang menurun
Penyimpanan barang yang terlalu lama, atau bisa dibilang ketersediaan barang yang telah lama disimpan ini menjadi salah satu masalah. Hal ini menjadi masalah karena sewaktu proses muat barang digudang terkadang ada karyawan yang tidak cermat dalam memuat barang ke mobil box. Sehingga pada saat barang sampai dikirim kepada customer banyak keluhan mengenai kualitas barang yang menurun, seperti warna yang kusam dan lain-lainnya. Tentu saja jika keluhan diterima oleh PT. Hilon Sumatera maka ini menjadi tanggungjawab PT. Hilon Sumatera untuk menarik barang kembali dan mengganti dengan barang yang kualitasnya sesuai dengan standart.46
Banyak hal-hal yang lain yang menjadi masalah dalam pendistribusian yang dilakukan oleh PT. Hilon Sumatera. Namun yang paling menjadi kendala di PT. Hilon Sumatera adalah keempat hal ini, karena jelas keempat hal tersebut
46 Hasil Wawancara dengan narasumber Adi Suroso sebagai kepala supir pada tanggal 02-November-2016 di kantor PT. Hilon Sumatera.
diatas dapat mengakibatkan para customer akan berkurang rasa percaya atas pelayanan dari PT. Hilon Sumatera.
B. Sistem Pembayaran yang dilakukan oleh Customer kepada PT. Hilon